JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

87
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By Stikes Alifah Padang

2580-930x, 2597-8594

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 103
Author(s):  
Diana Arianti ◽  
Ledia Restipa

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 80
Author(s):  
Meyi Yanti ◽  
Alkafi Alkafi ◽  
Bustami Bustami
Keyword(s):  
T Test ◽  

Menurut studi WHO tahun 2017 menyatakan, kejadian diare menurun 45% dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, 32% dengan meningkatkan kasus masyarakat terhadap sanitasi dasar, dan 39% perilaku pengelolaan air minum yang di rumah tangga, dengan upaya tersebut kejadian diare menurun sebesar 94%. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi tentang cuci tangan pakai sabun dengan metode audiovisual terhadap siswa Kelas III- IV SD. Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk mengetahui rata-rata variabel dan bivariat dengan uji dependent sample T test dengan tingkat kepercayaan 95%. Desain penelitian ini adalah pretest dan posttest dengan melakukan penyuluhan tentang CTPS dengan metode audiovisual. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juli 2019 dengan populasi penelitian adalah siswa kelas III-VI. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang CTPS dengan metode Audiovisual adalah 10,16 dan 16,31 dengan standar deviasi sebesar  3,60 dan 2,41, Rata-rata sikap siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang CTPS dengan metode Audiovisual adalah 38,28 dan 49,84 dengan standar deviasi sebesar  3,50 dan 3,32, terdapat perbedaan yang siginifikan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang CTPS dengan metode Audivisual di SD Muhammadiyah Ketaping Kota Padang tahun 2019.Kata kunci: CTPS,Pengetahuan, sikap,


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 130
Author(s):  
Lola Felnanda Amri ◽  
Renidayati Renidayati

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 108
Author(s):  
Tiurmaida Simandalahi ◽  
Andika Herlina Marda Prawata ◽  
Elisabeth Novita Angriani L.Toruan

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 68
Author(s):  
Faridah Faridah ◽  
Haspita Rizki Syurya Handini ◽  
Revina Dita

Di Indonesia, lebih dari 55% perempuan mengalami dismenore dan angka kejadian di Sumatera Barat mencapai 57,3%. Dismenore mengakibatkan 10% remaja putri kesulitan dalam beraktivitas, seperti tidak konsentrasi dalam belajar atau bahkan tidak hadir di sekolah. Abdominal stretching exercise merupakan terapi alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri di SMPN 1 Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah preexperiment design dengan pendekatan one group pretest posttest design dan dari populasi sebanyak 84 remaja putri yang nyeri haid didapat sampel sebanyak 16 orang secara purposive sampling. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2018 sampai Juni 2019. Data dikumpulkan dengan cara mengukur intensitas nyeri menggunakan numeric rating scale. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi dengan uji t dependen. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise adalah 4,88 dan 2,69. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan intensitas nyeri haid dengan p value = 0,000.Berdasarkan hasil analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa abdominal stretching exercise efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid.Kata kunci : Dismenore, nyeri haid, abdominal stretching exercise


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 140
Author(s):  
Fenny Fernando ◽  
Etriyanti Etriyanti ◽  
Melia Pebrina
Keyword(s):  

Perkembangan bicara dan bahasa anak yang optimal tidak lepas dari cara orang tua dalam menstimulus anaknya.. Anak yang  memperoleh stimulus  yang  terarahkan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang memperoleh stimulus dan apa bila orang tua mematikan inisiatif anak, maka hal tersebut akan membuat anak bersalah. Tujuan penelitian diketahuinya  hubungan stimulasi orang tua dengan perkembangan bicara dan bahasa anak usia batita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak batita jumlah 109 di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok, dengan sampel orang tua dan balita sebanyak 86 orang. Analisa hasil dilakukan dengan menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapat data bahwa anak balita yang mengalami suspek dalam perkembangan bicara dan bahasa sebanyak 42%, dan 58% orang tua kurang optimal melakukan stimulasi kepada anak batita.Hasil analisis statistik chi square diperoleh p=0,000 (p<0,05), terdapat hubungan antara stimulasi terhadap perkembangan bicara dan bahasa anak batita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok tahun 2018. Dapat  disimpulkan bahwa pemberian stimulasi akan mengoptimalkan perkembangan bicara dan Bahasa anak batita. Disarankan kepada orang tua agar selalu memberikan sentuhan saat berbicara dengan anak.Kata Kunci :  Stimulasi, perkembangan bicara, bahasa.


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 118
Author(s):  
Gusni Rahma ◽  
Gusrianti Gusrianti

Di Indonesia prevalensi hipertensi cenderung tinggi, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap munculnya hipertensi. Salah satunya adalah obesitas sentral. Obesitas sentral merupakan kondisi lemak berlebih yang terpusat di daerah perut (intra-abdominal fat). Beberapa penelitian menemukan bahwa hipertensi banyak ditemukan pada individu dengan obesitas sentral daripada obesitas umum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan obesitas sentral dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia 25-65 tahun di wilayah kerja Puskesmas Belimbing, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan  sampel 107 penduduk di wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Analisis data univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 31% penduduk mengalami hipertensi dan 43,9% penduduk dengan obesitas sentral. Penduduk dengan obesitas sentral berpeluang 3,63 (95% CI 1,52 – 8,68) kali mengalami hipertensi dibandingkan penduduk tidak obesitas sentral (p=0,003).Kata kunci: Obesitas Sentral, Hipertensi, Proporsi 


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 123
Author(s):  
Delima Delima ◽  
Elvia Metti ◽  
Asep Irfan
Keyword(s):  

Kemampuan motorik anak harus dikembangkan sejak dini. Hasil Studi pendahuluan ditemui 40% anak mengalami keterlambatan motorik halus dan 33,3% anak mengalami keterlambatan motorik kasar.  Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pendidikan kesehatan Manjujai apakah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu dalam upaya stimulasi perkembangan motorik anak usia 12-24 bulan di wilayah kerja puskesmas Belimbing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pre Eksperiment, dengan rancangan One-Group Pretes-Postes Design. Lokasi penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Padang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dan anak balita usia 12-24 bulan dengan jumlah sebanyak 60 orang. Uji statistik yang digunakan adalah pared t tes dan Mc Nemar. Hasil penelitian rata-rata tingkat pengetahuan ibu  sebelum diberi perlakuan  18,42 dan setelah dibeli perlakuan meningkat menjadi 22,78. Distribusi perkembangan Motorik Halus pre test 73,3% pada kategori terlambat dan post tes menurun menjadi 16,7%. Perkembangan Motorik kasar anak pre test sebanyak 66,7% dan post test menjadi 13,3%. Ada Pengaruh pemberian pendidikan kesehatan menggunakan modul Manjujai anak terhadap tingkat pengetahuan ibu, perkembangan  motorik halus anak  perkembangan  motorik kasar anak.  Dalam rangka  menstimulasi perkembangan motorik halus dan motorik kasar anak, modul Manjujai dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan meningkatkan perkemnagan anak, khususnya perkembangan motorik anak. Kata Kunci: Perkembangan Anak, Motorik, Stimulasi, Manjujai


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document