JURNAL KESEHATAN BIDKESMAS RESPATI
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

133
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Stikes Respati

2087-9822

2020 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 29-34
Author(s):  
MUHAMMAD Ade Yasin ◽  
Lia Amalia

Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut WHO (World Health Organization), batas tekanan darah yang dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi (batas tersebut untuk orang dewasa diatas 18 tahun) (Adib, 2009). Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Dusun pameungpeuk yaitu 107 orang, Instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner serta tehnik analisis data menggunakan analisis univariat yang dihitung persentasenya serta disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan Hasil penelitian didapatkan bahwa Jumlah responden yang menderita hipertensi sebanyak 22 responden (20,6%) dan yang tidak menderita hipertensi sebanyak 85 responden (79,4%). Pihak Instansi Kesehatan lebih meningkatkan upaya penanggulangan hipertensi seperti pemberdayaan kader PTM dan penyuluhan faktor risiko hipertensi secara rutin.  


2020 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 16-28
Author(s):  
Eka SITI NURLAELA ◽  
Chanty Yunie HR

Bayi harus diberikan ASI eksklusif baru dilanjutkan dengan MPASI. Pemberian MPASI setelah bayi berumur enam bulan akan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi di bawah enam bulan belum sempurna. Hasil laporan ASI ekslusif UPTD Singaparna di desa Cikunir pada tahun 2017 cakupan ASI ekslusif sebanyak 35 dari 87 bayi (40.2%) dan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 46 dari 137 bayi (33.6%) sehingga pencapaian ASI eksklusif mengalami penurunan sebanyak 7%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kasus pemberian MPASI dini di desa Cikunir kecamatan Singaparna kabupaten Tasikmalaya tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Variabel yang diteliti adalah alasan pemberian MPASI, usia awal diberi MPASI, jenis MPASI yang diberikan,persepsi atau kepercayaan tentang budaya dan dampak yang terjadi. Dengan 2 subjek penelitian ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan. Instrument yang digunakan berupa format kuesioner. Hasil penelitian pada subjek 1 dan subjek 2 yaitu alasan pemberian karena tergiur oleh promosi susu formula dari televisi, usia awal di beri MPASI adalah 5 bulan dan 3 hari, jenis MPASI yang diberikan adalah bubur susu, presepsi ibu tentang budaya baik dan tidak ada dampak yang terjadi pada bayi. Simpulan dari penelitian ini bahwa promosi susu formula menjadi alasan utama pemberian MPASI, bayi telah diberikan MPASI dini, jenis MPASI bubur susu, faktor budaya tidak mempengaruhi pemberian MPASI dini dan tidak ada dampak yang terjadi pada bayi. Saran untuk peneliti lain perlu dilakukannya analisa lebih lanjut atau dengan menambah variabel dan subjek dalam penelitian.  


2020 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 41-54
Author(s):  
Hainun Nisa

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Sampai sekarang penyakit preeklamsia/eklamsia masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat terpecahkan secara tuntas. Preeklamsia merupakan penyakit yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda. Angka kejadian lebih banyak terjadi di negara berkembang dibanding pada negara maju. Hal ini disebabkan oleh karena di negara maju perawatan lebih baik. Kejadian preeklamsia dipengaruhi oleh paritas, ras,faktor genetik dan lingkungan. Kehamilan dengan preeklamsia lebih umum terjadi pada primigravida, sedangkan pada multigravida berhubungan dengan  penyakit hipertensi kronis, diabetes melitus dan penyakit ginjal (Baktiyani, 2005). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain penelitian Cross sectional, yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara variabel dependen dan variabel independen dengan model pendekatan point time (Praktiknya,2007). seluruh ibu hamil yang tercatat pada registrasi di Klinik Pratama Ratna Komala Tahun 2016 yang berjumlah 3524 ibu hamil yang datang sendiri ke Klinik Pratama Ratna Komala maupun rujukan dari Kader dari berbagai posyandu di wilayah Rawa Lumbu dan Bojong Menteng Bekasi. besar ampel yang diambil adalah  359 orang, Instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini adalah  lembar ceklis yang memuat data dari variabel yang akan diteliti yang diambil melalui status rekam medik untuk memperoleh data sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi umur ibu, usia kehamilan, paritas, riwayat hipertens. Analisis ini dilakukan setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel (pada analisis univariat). Tujuannya untuk menguji kemaknaan antara variabel independen dan variabel dependen. Analisis bivariat dilaksanakan untuk menguji hipotesa. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square, Hasil penelitian didapatkan bahwa sebesar 15% responden yang mengalami Preeklamsi hal ini angka kejadiannya tinggi sampai mencapai 3 kali lipat dari angka normal. Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun, memiliki paritas multipara, usia kehamilan < 24 minggu dan, tidak mempunyai riwayat hipertensi. Faktor  yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan kejadian Preeklamsia  adalah umur, paritas, usia kehamilan dan riwayat hipertensi.. Penelitian ini menemukan bahwa faktor  dominan yang berhubungan dengan kejadian Preeklamsia adalah riwayat hipertensi dengan OR = 8,472 Tenaga kesehatan agar memberikan informasi tentang preeklampsi dan faktor yang menjadi predisposisi terjadinya preeklampsi agar ibu hamil dapat menghindarinya sehingga angka kejadian preeklampsi dapat menurun.


2020 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 35-40
Author(s):  
Hariyani Sulistyoningsih ◽  
Adinda bidari Hawa

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat terhadap program KB melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga serta peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Jumlah akseptor KB di Indonesia tercatat sebesar 76,73% (Kemenkes RI, 2014). Sedangkan menurut Profil Kesehatan Indonesia 2018, jumlah akseptor KB aktif di Indonesia sebanyak 63,27%, dan jumlah akseptor KB di jawa barat sebanyak 66,48%. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di RW 09 dan RW 10  yaitu 190 orang, Instrumen dalam penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner serta tehnik analisis data menggunakan analisis univariat yang dihitung persentasenya serta disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan Hasil penelitian menyatakan bahwa responden yang ikut serta dalam program KB sebanyak 79 responden (58,5%) dan yang tidak ikut serta dalam program KB sebanyak 56 responden (41,5%), alasan berKB untuk menunda kehamilan sebanyak 25 responden (31,6%), menjarangkan kehamilan sebanyak 24 reponden (30,4%), dan mengakhiri masa kehamilan sebanyak 30 responden (38%), sedangkan jenis alat kontrasepi  menggunakan Pil sebanyak 16 responden (20,3%), Suntik sebanyak 38 responden (48,1%), Kondom  sebanyak 1 responden (1,3%), IUD sebanyak 14 responden (17,7%), Implant sebanyak 2 responden (17,7%), dan Implant sebanyak 2 responden (2,5%) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Program KB dengan cara promosi kesehatan atau melalui iklan yang ditempel di tempat-tempat umum agar pesan dapat dapat dibaca oleh masyarakat


2020 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 8-15
Author(s):  
Rita Ayu Ayu ◽  
Erwina Sumartini
Keyword(s):  

Stunting merupakan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Kasus stunting di provinsi Jawa Barat sendiri dari hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2015 mencapai 31.4% dari anak usia 0-2 tahun. Tingginya kasus stunting ini berdampak pada munculnya gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi yang kronis (Bastiandy, 2018). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan yang studi kasus, dimana pada penelitian ini mengkaji kasus bayi dengan stunting secara ekploratif, Subjek dalam penelitian ini adalah bayi usia 6-12 bulan yang mengalami stunting Hasil penelitian adalah gambaran penegakkan diagnosa pada bayi stunting di Desa Singaparna Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna yaitu dilihat pada Subjek 1 nilai Z-skor yaitu -2,19 SD, sedangkan pada Subjek 2 dari hasil perhitungan koreksi usia termasuk pada perawakan normal (tidak stunting). Faktor pranatal pada bayi stunting pada Subjek 1 disebabkan oleh ibu mengalami anemia ringan (Hb : 9,8 gr/dL). Faktor pascanatal pada bayi stunting  pada Subjek 1 dapat disebabkan karena tidak diberikan ASI eksklusif dan pemberian imunisasi dasar tidak lengkap. Komplikasi pada bayi stunting pada Subjek 1 mengalami gangguan pada motorik kasar. Penanganan pada bayi stunting belum dilakukan secara optimal. Sebaiknya ibu memberikan asupan nutrisi pada bayi melalui pemberian ASI ekslusif dan MP ASI, memberikan imunisasi secara lengkap, Vit. A, Zink, obat cacing untuk penanganan bayi stunting. Ibu yang memiliki bayi disarankan dapat menstimulasi secara penuh untuk meningkatkan perkembangan motorik halus, kasar, sosial dan bahasa pada bayi stunting  


2020 ◽  
Vol 2 (11) ◽  
pp. 1-7
Author(s):  
Hainun Nisa
Keyword(s):  

Pendahuluan: ketegangan pada otot otot dasar panggul yang berperan dalam proses persalinan sering mengakibatkan terjadinya robekan perineum, terutama pada persalinan primigravida . ini dikarenakan pada primigravida jalan lahir belum dilalui oleh kepala janin. Untuk mengurangi robekan perineum terutama derajat 2 dan derajat 3 terdapat suatu metode yang sangat sederhana dan singkat yaitu metode pijat perineum. Ketegangan otot perineum dan mental ibu hamil dapat dikurangisaat perawatan prenatal yaitu dengan kegiatan  pijat perineum yang teratur selama kehamilan sampai saat melahirkan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan penerapan pijat perineum untuk mengurangi ruptur perineum saat persalinan dengan ibu bersalin yang ikut kelas penerapan pijat perineum. Metode : Penelitian ini dilakukan  pada bulan  Juni – Juli 2018. Dimana dilakukan pengambilan data ibu bersalin dan  melakukan observasi  juga penyebaran kuesioner. Dengan menggunakan tehnik Purpose Sampling.  Dimana responden berjumlah 33 responden. Hasil : ini menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara penerapan pijat perineum untuk mengurangi ruptur perineum saat persalinan di klinik pratama ratna komala ( p Value = 0,002). Kesimpulan: Pijat perineum efektif untuk mengurangi ruptur perineum


2020 ◽  
Vol 1 (08) ◽  
pp. 79-84
Author(s):  
Santi Susanti ◽  
Yuliana Meliani
Keyword(s):  

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa dimana remaja sedang mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis . Jumlah remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di Indonesia menurut Biro Pusat Statistik tahun 2009, kelompok umur 10-19 tahun adalah sekitar 22% dari jumlah penduduk, yang terdiri dari 50,9% remaja lakilaki dan 49,1% remaja perempuan. Remaja perempuan mulai mengalami menstruasi dan diperlukan pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan reproduksi selama masa mesntruasi sehingga terhindar dari infeksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan pengetahuan remaja tentang personal hygine saat menstruasi. Populasi adalah seluruh remaja putri di wilayah desa Cintaraja. Pengambil sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analaisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan remaja tentang personal hygine saat mesntruasi sebagian besar dalam ategori kurang yaitu 19 orang (47,5%). Tiga belas remaja (32,5%) berada dalam kategori pengatahuan cukup dan 8 orang (20%) dalam kategori baik. Pengetahuan remaja tentang personal hygine saat menstruasi sebagian besar kurang. Bidan dapat bekerjasama dengan karangtaruna untuk pemberdayaan remaja di bidang kesehatan reproduksi serta meningkatkan program pendidikan kesehatan reproduksi remaja dapat diselenggarakan secara reguler setiap bulan.


2020 ◽  
Vol 2 (9) ◽  
pp. 45-53
Author(s):  
Maemunawaroh Maemunawaroh ◽  
Dede Gantini ◽  
Uly Artha Silalahi
Keyword(s):  
P Value ◽  

Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkaitdengan kontraksi uterus dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selamapersalinan. Nyeri persalinan menjadi penyebab terjadinya partus lama dengansumbangsih 5 % terhadap penyebab kematian. Penanganan nyeri persalinan dapatdiberikan dengan beberapa teknik non farmakologi yaitu Slow stroke back massage danendorphin massage.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Stroke BackMassage dan Endorphin Massage terhadap Penurunan Nyeri Persalinan di PuskesmasImbanagara Kabupaten Ciamis.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian iniadalah Quasi eksperimental. Penelitian ini masuk dalam bentuk two group pretest posttest design. Populasi penelitian adalah semua ibu Inpartu Fase Aktif di Wilayah KerjaPuskesmas Imbanagara Kabupaten Ciamis sebanyak 32 orang. Teknik pengambilansampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Jumlah sampel padapenelitian ini yaitu 32 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan 2 perlakuan yangberbeda.Hasil penelitian kedua teknik efektif menurunkan nyeri namun jika dilihat daripersentase setelah pemberian intervensi pada teknik Slow Stroke Back Massagesebagian besar nyeri sedang 62,5% lebih efektif dibandingkan penurunan nyeri padateknik Endorphin Massage sebagian besar nyeri berat 75%. Diperoleh nilai p-valuesebesar 0,03 karena p-value< α (0,05), maka Ho ditolak, yang berarti bahwa adaperbedaan pengaruh teknik Slow Stroke Back Massage dengan teknik EndorphinMassage. Penelitian ini direkomendasikan kepada bidan agar dapat memenuhikebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam nyeri persalinan


2020 ◽  
Vol 1 (11) ◽  
pp. 21-38
Author(s):  
Sofie Adji Thabrani

Higiene dan sanitasi yang tidak baik dalam mengelola makanan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare dan keracunan makanan. Kasus keracunan makanan di Kota Tasikmalaya pada tahun 2017 sebanyak 4 kasus. Sebanyak 88.79% TPM di Puskesmas Cihideung Kota Tasikmalaya  tidak memenuhi syarat higiene sanitasi  pada tahun 2017 dan meningkat menjadi menjadi 98.82% pada tahun 2018. Selain itu juga ditemukan kasus diare pada tahun 2017 sebanyak 256 kasus dan tahun 2018 sebanyak 432 kasus. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap serta higiene sanitasi  Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) dan diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan sumber informasi dalam merencanakan program pembinaan tempat pengelolaan makanan.      Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif  kuantitatif. Sampel adalah semua pemilik warung nasi di wilayah kerja Puskesmas Cihideung sebanyak 19 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya diolah secara deksriptif dengan menampilkan distribusi frekuensi.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31,6% responden memiliki pengetahuan kurang, seluruh responden memiliki sikap positif dan sebesar 84,2% TPM memiliki kondisi higiene sanitasi yang buruk.       Perlu dilakukan inspeksi rutin terhadap penjamah makanan maupun Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), diiringi dengan upaya sosialiasi terkait higiene sanitasi TPM dan pembinaan terhadap TPM yang belum memenuhi syarat higiene dan sanitasi.   Kata Kunci : Pengetahuan, sikap dan higiene sanitasi tempat pengelolaan makanan


2020 ◽  
Vol 1 (11) ◽  
pp. 51-55
Author(s):  
Dadan Yogaswara, S.KM,M.KM ◽  
Ade Rahmat

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 baru mencapai 68.63% yang meliputi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 31,44%, PBI APBD 5,16%, Pekerja Penerima Upah (PPU) 15,58%, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri 11,15%, Bukan Pekerja (BP) 2,01% dan Jaminan Kesehatan Daerah 3,26% (Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2017:92).   Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran partisipasi masyarakat dalam Jaminan Kesehatan Masyrakat (JKN) di Dusun Pamengpeuk Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018.   Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di wilayah Dusun Pamengpeuk sebanyak 107 orang. Tehnik samping adalah total sampling. Variabel yang diteliti adalah partisipasi kelapa keluarga dalam Jaminan kesehatan Nasional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menyatakan bahwa Responden yang memiliki JKN sebanyak 73 responden (68.3%) dan yang tidak memiliki JKN sebanyak 34 responden (31.7%). Jenis JKN yang digunakan responden yaitu BPJS sebanyak  51 responden (47,7%), KIS 17 responden (15,9%), lainnya sebanyak 5 responden (4,7%) dan yang tidak memiliki JKN sebanyak 34 responden (31,7%). Rekomendasi penelitian : responden pada penelitian ini mayoritas mempunyai JKN akan tetapi masih ada responden yang tidak memilki JKN, sehingga instansi kesehatan dapat bekerjasama dengan pihak BPJS kesehatan untuk melaksanakan sosialisasi untuk meningkatkan cakupan kepesertaan JK   Kata kunci : Partisipasi, Jaminan Kesehatan Nasional  


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document