Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

25
(FIVE YEARS 9)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

1411-8084

Author(s):  
Sri Mawarti

Artikel ini memotret salah satu tradisi di daerah Riau, yaitu tradisi mandi balimau kasai potang mogang. Tradisi yang diselenggarakan pada saat menjelang bulan Ramadan ini, memiliki pesan moral yang cukup menarik untuk dieksplorasi dengan pendekatan pendidikan. Mandi balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk serta wewangian, kasai adalah salah satu bahan yang dicampurkan didalam air pemandian yang terbuat dari campuran beras, kunyit, daun serai dan daun jeruk purut. Sedangkan potang mogang adalah menjelang petang. Rangkaian acara yang dilakukan antara lain bersih-bersih makam dan ziarah bersama. Secara edukatif, tradisi mandi balimau kasai potang mogang ini memiliki makna; Pertama, sebagai symbol membersihkan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan; Kedua, symbol saling memaafkan dengan berkumpul dan bersilaturahim bersama masyarakat, teman, keluarga dan sebagainya.


Author(s):  
Surahman Surahman

Rusaknya ekosistem di Indonesia, diawali oleh adanya pembangunan ekonomi berlandaskan prinsip-prinsip kapitalisme, dilanjutkan oleh Dunia Ketiga awal masa dimasa ekspansi pertama kolonialisme. Selama ini, pendekatan dalam memahami teori lingkungan berbasis pada analisis terpisah ekologi dari manusia. Sehingga model antisipasinya pun tidak terintegrasi satu dengan lainnya. Situasi demikian, memungkinkan adanya kebutuhan pendekatan lain di luar perspektif mainstream, memposisikan manusia dan ekologi sebagai satu kesatuan alam, Postmodernisme menawarkan upaya memahami hal ini, ia menawarkan pendekatan, menolak diskursus pencerahan yang diusung oleh teoritisi modernis. Frank C Lyotard, seorang posmodernis berupaya membongkar metodologi modernism dan mengklaim sebagai disiplin teori yang telah gagal membangun peradaban manusia. Pelajaran penting yang dipetik dari kaum postmodernis, bahwa mereka tak lagi memahami modern, termasuk perspektifmya, sebagai satu-satunya cara pandang tepat memahami krisis ekologi, kaum postmodern menawarkan satu metodologi dengan titik tekannya, manusia kembali pada kearifan tradisional. Bagian terkait, bagi kaum spiritualis, meski tak selalu menganjurkan harus kembali ke tradisional, ia lebih menekankan pada upaya penyatuan manusia dengan ekologi. Argumentasinya berangkat dari surah Al-Qashash : 77, bahwa lingkungan hidup sebagai satu sistem kehidupan dari berbagai elemen saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Sehingga tak satupun elemen kehidupan yang mencapai ruang alam semesta bersifat independen, itu sebabnya, manusia dilarang berbuat kerusakan sekecil apapun, Kerusakan satu elemen bumi otomatis merusak ekosistem lain didalamnya


Author(s):  
Alimuddin Alimuddin ◽  
Tuty Erdalina ◽  
Imam Hanafi

Diantara perdebatan yang nyaris melahirkan pertikaian di negeri ini, adalah gagasan tentang sebuah klausul “Ketuhanan yang Berkebudayaan” dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Sebenarnya, sang penggagas, Soekarno, telah menyampaikan ini pada tahun 1945, ketika akan menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara. Menurutnya, istilah itu, menegaskan bahwa Indonesia tegak atas dasar kekuatan agama. Kekuatan relasi agama dan negara di Indonesia, sangat sinergis dan tidak ada jurang pemisah antara keduanya, sehingga Indonesia sering juga disebut dengan religious nation state atau negara kebangsaan yang dijiwai oleh agama yang berketuhanan, bukan agama yang bertuhan. Di sini, sistem sosial politik dan kemasyarakat, ditopang oleh kesadaran akan nilai-nilai ketuhanan. Makna selanjutnya adalah bahwa seluruh warga bangsa harus mentransformasikan nilai-nilai ketuhanan atau nilai-nilai spritualnya kedalam relasi berbangsa dan bernegara, dalam kehidupan sosial-kemasyatakatan, dalam ruang-ruang publik. Dari proses transformasi ini, lalu membudaya dan membentuk karakter bangsa. Dalam situasi bangsa Indonesia yang heterogen, terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, dan agama, maka transformasi akan nilai-nilai universal ketuhanan dari masing-masing agama, menjadi sangat penting untuk lakukan.


Author(s):  
Munzir Hitami

Artikel ini merupakan hasil penelitian literature dengan fokus pada ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan nilai-nilai pluralisme agama. Sedangkan tafsir yang digunakan adalah tafsir yang di tulis ole beberapa ulama dan intelektual muslim Nusantara. Penelitian ini, menjadi penting ketika kesadaran akan pluralisme agama di Indonesia semakin tergerus oleh perkembangan politik, budaya, dan lainnya. Maka mengkaji para ulama tafsir Indonesia menjadi sangat penting untuk dilakuakan. Meskipun terjadi perbedaan penafsiran karena terjadi perbedaan ruang dan waktu, namun demikian terdapat beberapa nilai yang memberikan kesimpulan yang sama, yaitu Pertama, Mengakui eksistensi agama lain; Kedua, memberinya hak untuk hidup berdampingan saling menghormati pemeluk agama lain tanpa ada unsur kecurigaan. Ketiga, Larangan adanya unsur paksaan dalam beragama. Keempat, kesatuan ajaran dan Kelima, pengakuan keselamatan pada masing-masing agama.


Author(s):  
Nur Kamalia
Keyword(s):  

Tradisi mabbaca-baca pabbilang penni merupakan tradisi membaca doa dalam peringatan arwah (orang yang sudah meninggal) yang dipimpin oleh seorang pabbaca (pendoa). Tulisan ini, merupakan hasil penelitian (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: mabbaca-baca pabbilang penni merupakan suatu usaha untuk memohon doa keselamatan dan mendoakan orang yang telah meninggal. Dupa atau kemenyan, kue-kue dan lauk pauk adalah simbol yang digunakan dalam tradisi mabbaca-baca pabbilang penni yang memiliki makna tersendiri. Hal ini didasarkan pada karakteristik dari simbol baik dari rasa maupun bentuknya. Adapun faktor yang menyebabkan masyarakat melaksanakan tradisi mabbaca-baca pabbilang penni, yaitu: faktor adat, faktor sosial dan faktor keyakinan yang didasrkan pada pengalaman masyarakat. Sedangkan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi mabbaca-baca pabbilang penni yaitu nilai religius (agama), nilai sosial dan nilai moral


Author(s):  
Petra Yuhendri

Tradisi doa padang merupakan usaha yang dilakukan para petani memohon dan meminta kepada sang pencipta agar diberikan keselamatan tahun berupa tanah yang subur, terhindar dari bencana alam, hama penyakit dan dapat memberikan hasil panen padi yang berlimpah pada masyrakat desa jaya kopah kecamatan kuantan tengah kabupaten kuantan singingi. Disebut tradisi doa padang karena prosesi doa dilakukan ditanah lapang yang masyarakat menyebutnya dengan padang. Tulisan ini berupaya menggali lebih dalam tentang proses pelaksanaan tradisi doa padang dan urgensi doa padang bagi masyarakat desa Jaya Kopah. Sehingga tradisi ini masih terus dilaksanakan dan dapat bertahan hingga sekarang. Tradisi tradisi doa padang merupakan wujud pewarisan tradisi nenek moyang dengan adanya dorongan dari para ninik mamak bertujuan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan tahun pada persawahan atau padi para petani seperti tanah menjadi subur, terhindar dari bencana alam, penyakit, hama padi dan mendapatkan hasil panen yang belimpah. Selain itu, berarti masyarakat masih menjaga dan mempertahankan tradisi nenek moyang dan melengkapi kegiatan tahunan mereka. Temuan penelitian ini selanjutnya tentang solidaritas masyarakat yang dapat dilihat dari antusias masyarakat dalam bekerja sama dalam segala hal demi kelancaraan pelaksanaan doa padang seperti gotong royong, memotong dan memasak sapi, membuat jambar godang serta mempererat hubungan tali silaturrahmi.


Author(s):  
Nizom Syahrun ◽  
Abu Bakar ◽  
Abdul Ghafur

Dalam tradisi Ritual Atib Ko Ambai (tradisi tolak bala) terdapat beberapa hal penting yang terbagi atas dua tradisi ritual itu sendiri yaitu; Tradisi Ritual Atib Ko Ambai dalam acara ritual tolak bala, serta tradisi ziarah makam datuk rambai. Dalam acara Ritual Tolak Bala dilaksanakan sekali dalam setiap tahunya pada saat hari keempat idul fitri. Pelaksanaan dimulai dari pukul 8 pagi hingga selesai, dengan tujuan untuk menolak bala serta membuang segala bentuk hal-hal buruk dan juga penyakit ke laut. Sedangkan tradisi ziarah makam Datuk Rambe dalam membayar niat/nazar (sebagai masyarkat yang berniat) Masyarakat yang datang dari berbagai daerah Kabupaten Rokan Hilir tersebut bernazar untuk datang ke makam Datuk Rambe dengan niat ”Jika nanti dia sembuh dari penyakit yang dideritanya, maka ia akan mengadakan syukuran atas hal itu. Kemudian akan kembali ke makam Datuk rambe. untuk berdoa‟a serta melakukan tradisi Ziarah Makam Datuk Rambe. Ziarah tersebut terdiri dari beberapa aspek yang tergambar pada nilai sejarah, nilai simbol pada kain putih, nilai keagamaan (Religius), dan Nilai Kekeluargaan.


Author(s):  
Sonia Sonia

Penelitian ini membahas tentang kepercayaan masyarakat terhadap Perakang pada ibu hamil di Desa Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Perakang adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat Desa Kotabaru di sepanjang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya untuk menyebut manusia tiruan yang memangsa manusia dan memiliki ilmu hitam yang memungkinkannya melakukan aktivitas supranatural. Pada umumnya, masyarakat di Desa Kotabaru maupun Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir percaya bahwa Perakang adalah makhluk gaib yang dapat berubah bentuk menjadi apapun yang diinginkannya, masyarakat mengakui bahwa Perakang adalah sosok yang garang, salah satunya salah satu mangsa yang paling diincar adalah ibu hamil yang akan menjadi korbannya. Oleh karena itu, masyarakat di Desa Kotabaru seluas Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, pada saat hamil biasanya menggunakan tangkal berupa kundur, jeriangau, pandan berduri, tebu hitam, kunyit hitam, rue, dan lidah jin. Mereka percaya bahwa dengan menggunakan tangkal, ibu hamil tidak akan diganggu oleh Perakang. Salah satu fungsi kepercayaan masyarakat di Perakang pada ibu hamil agar masyarakat dapat melindungi diri dari gangguan di Perakang. Selain itu, ritual yang dilakukan oleh masyarakat dapat menghadirkan nuansa sosial dan merekatkan hubungan antara keluarga dan masyarakat. Sedangkan makna yang terkandung dalam kepercayaan masyarakat Perakang pada ibu hamil adalah peringatan yang mengatur bahwa ketika hamil dapat lebih berhati-hati dalam menjaga diri agar tidak diganggu oleh Perakang. Kepercayaan masyarakat terhadap Perakang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor dan sedikit banyak memiliki akulturasi dengan budaya. Kepercayaan di Perakang pada ibu hamil merupakan kepercayaan lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi dan sudah dipercaya sejak lama.


Author(s):  
Parluhutan Siregar ◽  
Rahman Rahman ◽  
Ibn Hajar ◽  
Arik Maghfirotul Mukarom

Penelitian ini mencoba mendedahkan tentang “Tafsir Pase” yang merupakan salah satu tafsir lokal terhadap al-Qur`an. Tafsir ini lahir dari rahim Aceh pada era pra kemerdekaan, yang dilatar belakangi oleh kondisi sosial yang tidak stabil (konflik). Kondisi tersebut berimplikasi terhadap corak tafsir ini, sehingga kandungannya memuat ide-ide pemberdayaan masyarakat Aceh sehingga diharapkan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama warga Aceh. Tafsir Pase disusun oleh tim yang terdiri dari lima orang yaitu Drs. T.H. Thalhas, SE, Drs H. Hasan Basri, Drs. Zaki Fuad, MA, Drs. A. Mufakhir Muhammad, MA, dan Drs. H. Mustafa Ibrahim. Kata “Pase” sendiri yang digunakan sebagai nama tafsir ini, diambil dari salah satu nama kerajaan tertua di Aceh. Dan yang menarik dari tafsir ini adalah adanya usaha penulis untuk memadukan unsur-unsur al-Qur`an dengan nuansa sosio kultural disamping memasukkan kajian ‘ulum al-Qur`an dalam pendahuluan tafsirnya


Author(s):  
Suci Amalia ◽  
Hasbullah Hasbullah

Masyarakat Desa Tanjung Berulak mempercayai adanya kepercayaan yang berkembang bahwa batu Kepala Kerbau memberikan banyak khasiat bagi orang yang meminum dan mandi air rendaman batu kepala kerbau tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah, (1) Untuk mengetahui kepercayaan masyarakat terhadap Batu Kepala Kerbau di Masjid Djami’ di Desa Tanjung Berulak kabupaten Kampar. (2) Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap batu Kepala Kerbau di Masjid Djami’ di Desa Tanjung Berulak Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini merupakan penelitian yang dapat digunakan untuk meneliti kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, gerakan sosial, dan hubungan krabatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode observasi (pengamatan) dan wawancara (interview) dan dokumentasi. Teknik pengelolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap batu kepala kerbau bahwa seseorang yang sakit dan bernazar meminum dan memandikan air rendaman batu kepala kerbau tersebut. Mereka mulai percaya pada saat batu kepala kerbau sering berpindah-pindah tempat dan menguek seperti suara kerbau. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap batu kepala kerbau yaitu pertama dari faktor sejarah, kemudian dari faktor sosial budaya, dan dari faktor keyakinan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document