Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

62
(FIVE YEARS 9)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

Published By State University Of Medan

2460-5786

2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 87
Author(s):  
Risa Christina Simatupang ◽  
Yushar Tanjung

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas intelektual seorang guru besar Antropologi Sosial,kontribusinya berupa karya-karya di bidang pendidikan, kebudayaan dan sejarah tokoh. Kajian ini menggunakan metode deksriftif kualitatif melalui penelitian lapangan dan kepustakaan.Kajian lapangan dilaksanakan dengan melakukan wawancara terhadap keluarga dan kerabat  sedangkan penelitian kepustakan dilakukan dengan cara mengumpulkan karya-karya tertulisBeliau yang dapat mendukung kajian guna dianalisis kemudian disajikan dalam pembahasan. Hasil kajian diperoleh bahwa aktivitas intelektual Payung Bangun sangat dipengaruhi pemikiran beliau ketika sebagai mahasiswa dan menjadi asisten  Prof.M. Yamin dalam membantu mata kuliah Sejarah Indonesia dan sejarah Asia Tenggara. Ini membawa Payung Bangun terus berdedikasi di dunia pendidikan,dan pengajaran sebagai Dosen dan membimbing mahasiswa hingga menyelesaikan perkuliahan. Karya-karya tertulis yang disumbangkan untuk pengembangan akademik khususnya Sejarah adalah buku Kolonel Maludin Simbolon,Pendidik dan Pejuang Melanchton Siregar, Dari Medan Area ke Sipirok Area,Terang itu Sudah Menyinari,Pelapisan Sosial di Kabanjahe.Dari tulisannya dapat disimpulkan bahwa konsistensi beliau dalam pendidikan dan pengajaran tertuang dalam tulisan beliau di buku-buku dan artikel yang dibuatnya bahwa Pendidikan Pengajaran Sejarah dalam menumbuhkan dan mengembangkan Nasionalisme.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 107
Author(s):  
Abd Haris Nasution ◽  
Flores Tanjung ◽  
Arfan Diansyah

Environmental intelligence or ecopedagogy today is important to be internalized in students as part of the environment. History records that increasing environmental intelligence / ecopedagogy is one of the solutions that have been implemented by the Americans in dealing with various pandemics such as the Blackdeath plague (14-15 century), smallpox epidemic (15 century), Yellow Fever (18 century), Spanish Flu (century 20). When the world is hit by the Sars, Mers and Covid-19 Pandemic in the 21st century, ecopedagogy is an important solution in terms of prevention. This study purpose is  producing an ecopedagogy-based American History literature that can be used as a guideline / solution for the prevention of the Covid-19 pandemic against the background of the past experiences of Americans in overcoming various kinds of pandemics. This study uses the Research and Development method of the Borg and Gall model which consists of 4 stages, namely Preliminary Study, Development, Field Testing, Dissemination and Product Socialization. The results of this study indicate that as a medium of literature this is in the Good category with a mean score of 4.14 from the results of the validity test. While the material content obtained a score of 4.14 from the validity test results and entered into the good category. The limitation of this research is until the stage of product dissemination and socialization. This research has a novelty value in the form of American Green History literature products.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 72
Author(s):  
Niko Adriano Hutabarat ◽  
Lister Eva Simangunsong

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang proses penyebaran Agama Katolik oleh Elpidius van Duijhoven, untuk mengetahui bagaimana kondisi religi masyarakat Simalungun khususnya Saribudolok sebelum dan sesudah kedatangan Elpidius van Duijhoven , untuk mengetahui apa saja peranan yang dilakukan Pastor Elpidius dalam menyebarkan Agama Katolik di Simalungun. Penelitian ini merupakan penelitian Historis dengan data kualitatif. Dengan mengumpulkan data-data, penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan buku-buku, dokumen, dan sejenisnya. Selain itu untuk mendukung data, penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan observasi,wawancara dan data dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diketahui bahwa sebelum Pastor Elpidius datang ke Simalungun, masyarakat Simalungun khususnya Saribudolok saat itu sudah memiliki aliran kepercayaan sendiri,Setelah kedatangan Pastor Elpidius sejak tahun 1934, masyarakat Saribudolok berangsur-angsur mau menerima Agama Katolik. Agama Katolik pertama kali disebarkan Di Sabah Dua kemudian Sirpang Sigodang, Pematang Raya, Pematang Purba kemudian ke Haranggaol,  Saribudolok hingga ke Karo dan  Aceh Tenggara. Berbagai peranan yang dilakukan PastorElpidius antara lain Mendirikan Gereja di Purba Hinalang dan Saribudolok serta sekolah.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Mhd Ihsan Syahaf Nasution

Penelitian ini dilandasai dari kurangnya keterampilan berpikir kreatif diantara mahasiswa pada mata kuliah Sejarah Asia Timur. Mahasiswa yang memiliki keterampilan berpikir kreatif cenderung terjadi kelancaran dalam membuat berbagai ide/gagasan, Kelenturan dalam mengemukakan pendekatan, Menghasilkan sesuatu yang baru, Merinci atau membangun sesuatu dari ide-ide lainnya. Berdasarkan hal tersebut peneliti melaksanakan pengembangan media ajar pada mata kuliah Asia Timur berbasis Augmented Reality dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui langkah-langkah implementasi bahan ajar berbasis Augmented Reality dan mengetahui peningkatan keterampilan berfikir mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian research and development (penelitian dan pengembangan) model Lee and Owens. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan yang mengambil mata kuliah Sejarah Asia Timur. Sample yang diambil pada saat uji terbatas yaitu kelas A Reguler 2019, sedangkan pada saat uji coba luas ialah kelas B Reguler 2019 dengan menggunakan Quasi Experimental Design bentuk Nonequivalent Control Group Design. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis Augmented Reality lebih efektif digunakan dalam mata kuliah Sejarah Asia Timur dalam meningkatkan keterampilan berfikir kreatif mahasiswa dibandingkan tidak menggunakan bahan ajar berbasis augmented reality.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 48
Author(s):  
Supriadi Hartawan Hutabarat ◽  
Rosmaida Sinaga

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan masa kecil DR. T.D. Pardede dan mengetahui peranan DR. T.D. Pardede dalam pembangunan baik dalam bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang kerohanian bagi masyarakat Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah dengan pendekatan heuristik,kritik sumber, interpretasi, dan historiografi yang berkaitan dengan konsep-konsep sejarah.Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan studi pustaka atau buku-buku yang mendukung penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan masa kecil T.D. Pardede sangat sederhana semenjak kehilangan ayah tercintanya, sehingga beliau dituntut hidup mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan ibunya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beliau meminta izin kepada ibu dan pamannya untuk memasuki kehidupan pasar setelah selesai jam sekolah dan ibunya memperkenankan beliau berjualan di pasar secara kecil-kecilan. Berjalannya waktu T.D Pardede semakin dewasa, beliau sempat bekerja di perkebunan milik pemerintahan Belanda di Dolok Ilir, namun pendapatan dari perkebunan tersebut dirasa tidak cukup sehingga beliau juga meneruskan usahanya dengan berjualan gula aren dan membuka kedai tuak (minuman khas batak). Upah yang diterimanya dari perkebunan dan usahanya sudah cukup, sehingga beliau membuka industri tekstil yang berhasil membuat dirinya dikenal banyak masyarakat Sumatera Utara dan menciptakan lowongan pekerjaan yang besar. Tidak hanya berkutat di dunia pertekstilan, beliau juga aktif dalam pembangunan pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah dan yayasan perguruan, pembangunan perhotelan, rumah ibadah, pembangunan kesehatan berupa pembangunan akademi keperawatan dan Rumah Sakit Herna, dan pembangunan-pembangunan lainnya.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 63
Author(s):  
Ika Purnamasari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dibentuknya POESERA dan peranannya pada perang kemerdekaan di tanah karo pada tahun 1943-1945. Penelitian ini dilakukan di kota Berastagi Kabupaten Karo, karena kantor POESERA pada saat perang kemerdekaan dulu berada di kota tersebut. Untuk memperoleh data-data tersebut, peneliti mengadakan penelitian dengan menggunakan data yang non statistik. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, serta nara sumber yang digunakan adalah orang-orang yang pernah ikut serta dalam perang kemerdekaan di Tanah Karo pada tahun 1943-1945, selain itu penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan dengan menggunakan berbagai buku-buku yang berkaitan dengan perang kemerdekaan. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya POESERA (Poesat Ekonomi Rakyat) akibat dari kekejaman Pemerintahan Militer Jepang yang mengakibatkan penderitaan rakyat yang berkepanjangan dan juga tindakan penguasa Jepang yang memonopoli semua kebutuhan dan hasil produksi pertanian rakyat menimbulkan kesulitan-kesulitan bagi kehidupan rakyat. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa POESERA dibentuk untuk menyaingi koperasi buatan jepang yang pada saat itu memonopoli hasil-hasil pertanian di tanah karo. POESERA juga menunjukkan bahwa pemuda-pemuda karo saat itu tidak berdiam diri melihat kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah militer jepang.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 35
Author(s):  
Indah Permata Sari Bukit ◽  
Hafnita Sari Dewi Lubis
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Tradisi Upacara Kematian Pada Masyarakat Karo di Desa Sukandebi Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan metode penelitian digital, dimana penulis melihat dan mengamati melalui kaset CD, kemudian penelitian lapangan untuk melakukan wawancara dengan narasumber dan didukung dengan penelitian Library research. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tradisi upacara kematian, hal pertama yang akan dilakukan oleh masyarakat Karo adalah Runggu (musyawarah) oleh kalimbubu, sukut dan anak beru. Kemudian acara yang dilaksanakan selanjutnya adalah pembayaran utang adat, Utang adat pada kematian cawir metua dinamakan “maneh-maneh” dan barang yang diberikan kepada kalimbubu berupa beka buluh dan kain jongkit. Pada jenis kematian tabah-tabah galuh, utang adat nya dinamakan “morah-morah” dan barang yang diberikan kepada kalimbubu berupa baju jas atau kebaya ataupun pakaian sehari-hari selama hidupnya. Dan pada upacara kematian mati muda dinamakan sebagai “sapu-sapu iluh” barang yang diberikan kepada kalimbubu adalah baju yang dipakai semasa hidupnya. Kemudian acara gendang (menari) sekaligus pemberian kata penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam pelaksanaan pembayaran utang adat akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dan kesanggupan perekonomian dari keluarga yang mengalami kematian tersebut. Barang serta benda yang dijadikan sebagai utang adat juga dapat disesuaikan dengan kesanggupan keluarga, oleh karena itu biasanya utang adat harus dibayar meskipun barang yang diberikan hanya berupa baju sehari-hari yang dipakai oleh orang yang meninggal tersebut. Jika utang adat orang yang meninggal tersebut tidak dibayar, maka dikemudian hari juga harus dibayar kan oleh anak-anaknya. Karena utang adat merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat Karo untuk dijalankan.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 22
Author(s):  
Sri Utami ◽  
Pristi Suhendro Lukitoyo
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan Provinsi Sumatera mencetak ORIPS, proses pencetakan ORIPS, dan peranannya dalam perjuangan kemerdekaan RI di Sumatera. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data diambil dari wawancara, observasi dan sumber-sumber buku atau literatur tentang uang. Paska proklamasi kemerdekaan RI kondisi perekonomian Indonesia sangat kacau, diperparah dengan kedatangan tentara NICA yang ingin menguasai wilayah Indonesia kembali. Taktik Belanda untuk menguasai Indonesia dengan menyebarkan uang NICA dan melakukan blokade ekonomi. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Indonesia membuat kebijakan untuk mencetak uang sendiri. Indonesia menerbitkan uang kertas pertama yang bernama Oeang Republik Indonesia (ORI). ORI hadir untuk menolak uang NICA, uang Jepang, dan Dejavasche Bank yang masih beredar setelah Indonesia merdeka. Dalam peredaran ORI mengalami banyak kendala akibat dari aksi polisionil, blokade dan kondisi geografis sehingga uang ORI tidak tersebar merata ke seluruh daerah termasuk Pulau Sumatera. Agar kegiatan perekonomian tetap berjalan melalui peraturan pemerintah No. 19/1947 tertanggal 26 Oktober 1947 Pemerintah memberikan wewenang kepada pemerintah Daerah tingkat Provinsi untuk mencetak uang daerah (ORIDA). Provinsi Sumatera mencetak uang bernama ORIPS yang terbit pada 11 April 1947 di Pematang Siantar. ORIPS terdiri dari pecahan 1, 5, 10, dan 100 roepiah. Bahan kertas yang digunakan adalah kertas HVS. Proses pencetakan ORIPS dilaksanakan di Percetakan Negara II (Percetakan Deli) yang sebelumnya telah dipidahkan dari Kota Medan ke Kota Pematang Siantar. ORIPS menjalankan peranannya sebagai alat perjuangan karena dapat membiayai segala keperluan negara yang baru berdiri, Seperti membiayai gaji pegawai, polisi, tentara, dan menanggulangi perekonomian rakyat .


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 12
Author(s):  
Dita Siregar ◽  
Ponirin .

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah lahirnya Kampung Jawa Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun dan Perkembangan Kampung Jawa Baja Dolok Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Teknik dan alat pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa lahirnya Kampung Jawa Baja Dolok diawali dengan berdirinya suatu kerajaan Batak Simalungun yang bernama Parpagaran. Saat kerajaan ini pindah, masuklah orang Jawa yang merupakan kuli kontrak perkebunan Simalungun dan menetap disana lalu bertambah banyak dan didominasi oleh suku Jawa hingga kemudian wilayah sering disebut Kampung Jawa. Wilayah Kampung Jawa lalu mengalami perubahan nama menjadi Desa Baja Dolok pada tahun 1967 dikarenakan tidak hanya suku Jawa lagi yang tinggal di wilayah itu, tetapi sudah dihuni oleh suku Batak Toba juga sehingga nama Kampung Jawa diganti menjadi Desa Baja Dolok. Selanjutnya, pada tahun 2005 adanya perubahan nama dari Desa Baja Dolok menjadi Nagori Baja Dolok dikarenakan adanya peraturan pemerintah yang mewajibkan nama desa yang ada di Simalungun memakai nama nagori, yang mana arti dari nagori tersebut adalah desa. Perkembangan Kampung Jawa Baja Dolok dapat dilihat dari segi pembangunan fisik desa yang semakin meningkat dengan bukti adanya pelebaran jalan, pembangunan Masjid, dan fasilitas lainnya, dan kehidupan ekonomi yang dapat dilihat dari sektor pertanian terutama padi dan sektor perdagangan, serta kehidupan sosial yang dapat dilihat dari kerukanan umat beragama dan solidaritas yang ditunjukkan dengan adanya kegiatan gotong-royong.


2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Nadila Nadila ◽  
Abd Haris Nasution ◽  
Yuni Artha Simanjuntak
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa lembar kerja peserta didik berbasis emancipatory question untuk siswa kelas XI SMA berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media dan ahli evaluasi pembelajaran sejarah serta penilaian guru juga siswa. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) model Borg and Gall. Prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini meliputi 9 (sembilan) tahapan yaitu : (1) tahap potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, dan (9) revisi produk. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) siswa kelas XI MIA2 untuk uji coba kelompok kecil, 6 (enam) siswa kelas XI MIA1 untuk uji coba kelompok sedang, dan 30 siswa kelas XI IIS1 untuk uji coba kelompok besar di SMA Swasta Cerdas Murni. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan teknik deskriptif kualitatif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan kategori skala penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar kerja peserta didik memenuhi validasi oleh ahli materi sejarah mencapai 84,6% dengan kategori sangat valid, ahli media pembelajaran sejarah mencapai 90% dengan kategori sangat valid, ahli evaluasi pembelajaran sejarah mencapai 90% dengan kategori sangat valid, oleh guru pelajaran sejarah mencapai 90% dengan kategori sangat valid dan melihat respon siswa pada uji coba produk (kelompok besar) mencapai 89 dengan kategori sangat valid/sangat layak diguankan. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah diperoleh kelayakan lembar kerja peserta didik berbasis emancipatory question untuk digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran sejarah.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document