MAPAN: Jurnal Manajemen Akuntansi Palapa Nusantara
Latest Publications


TOTAL DOCUMENTS

10
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

Published By Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan

2722-4449, 2443-082x

2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 23
Author(s):  
Achmad Sholihin

This study aims to identify and analyze influence of incentives, motivation and leadership to employee performance, and analyze one of the variable incentive, motivation and leadership that has dominant influence on employee performance.This study uses simple method of saturation, where the number of samples used the same amount as the total population. While the number of samples taken as many as 42 employees in the Tax Office Pratama in North Sidoarjo. Further data processing performed by using regression analysis (multiple regression analysis), and test the hypothesis using the F-test and t-test. The results of this study indicate that the incentive variable (X1), work motivation (X2), and leadership (X3) has positive and significant impact on employee performance Tax Office Pratama in North Sidoarjo. Where as the dominant influence work motivation (most influential) and significant to employee performance the Tax Office Pratama in North Sidoarjo, with analysis of the standardized coefficients (Beta) = 0.624. Means each of the independent variables is relationship that can change and improve employee performance with reasonably well in providing services to the community


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 8
Author(s):  
Gogi Kurniawan

Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu Tanggung Jawab Sosial (X) dan variabel terikat adalah Citra Perusahaan (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah peserta Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan selanjutnya dikelola oleh unit yang disebut Community Development Center (CDC) yang merupakan kegiatan tanggung jawab social dari Telkom di Surabaya Timur yang berjumlah 104 orang. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam peneltian ini adalah teknik sensus karena yang diteliti adalah seluruh populasi yang berjumlah 104 orang.Teknik analisa data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian iniadalah Structural Equation Modelling (SEM). Pengujian hipotesis dan hubungan kausal, pengaruh langsung [koefisien jalur]diamati dari bobot regresi terstandar, dengan pengujian signifikansi pembanding nilai CR (Critical Ratio) atau P (Probability) yang sama dengan nilai t hitung. Apabila t hitung lebih besar daripada t tabel berarti signifikan.Berdasarkan hasil penelitian danpembahasan, dapat disimpulkan bahwa tidakadanya pengaruh yang diberikan oleh variabeltanggung jawab sosial terhadap citra perusahaan


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 30
Author(s):  
Hepi Yanto

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran budaya organisasi terhadap kinerja karyawan yang ada didalam suatu organisasi perusahaan, serta menemukan solusi pemecahan permasalahan organisasi.Penelitian terhadap peran budaya organisasi dimulai dari mengidentifikasi persepsi karyawan mengenai budaya organisasi, kemudian mengidentifikasi peran budaya organisasi, serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya organisasi. Sehingga budaya organisasi menunjukan kepribadian dari organisasi itu sendiri.Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Budaya organisasi mempunyai kekuatan untuk menggiring anggota ke arah pencapaian tujuan organisasi dan berpengaruh terhadap individu dan kinerjanya, bahkan terhadap lingkungan kerja,. Kemudian pada tataran implementasi, budaya organisasi akan diwujudkan dalam bentuk perilaku individu masing-masing anggota organisasi dalam pembelajaran mengatasi persoalan yang dihadapai. Sehingga budaya organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berperan dan berpengaruh terhadap kinerja karyawan


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 38
Author(s):  
Waloyo Waloyo

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Desa di Desa Laban kulon Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik , dan untuk mengetahui faktorfaktor yang menghambat peran kepemimpinan kepala Desa dalam meningkatkan kinerja aparatur di Desa Laban Kulon Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui : wawancara (interview), observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan teknik analisis model interaktif dari pendapat Miles dan Huberman.Hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa peran kepemimpinan Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja Aparatur Desa di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik , walaupun belum sepenuhnya maksimal mampu memberikan pembangunan yang cukup baik terhadap peningkatan pelayanan, namun secara aplikatif peran kepemimpinan kepala Desa dalam meningkatkan kinerja aparatur Desa di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik termasuk baik. Namun pada pelaksanaannya masih ada hambatan-hambatan yang harus dihadapi sesuai dengan persyaratan peningkatan kinerja aparatur Desa, seperti kurang mendukungnya sarana presarana dan dukungan sosial ekonomi meskipun mendapat dukungan dari luas wilayah dan jumlah penduduk.Peran kepemimpinan Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja aparatur Desa di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik meskipun belum efektif namun memberikan manfaat yang sangat besar yaitu terbentuknya kinerja yang baik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara efisien.


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Didik Julianto ◽  
Rohmah Kurniawati

Masalah sumber daya manusia masih menjadi sorotan dan tumpuhan bagi perusahaan untuk tetap dapat bertahan di era globalisasi. Pencapaian tujuan perusahaan salah satunya dapat dipengaruhi oleh pemberian kompensasi. Salah satu fungsi utama pengelolaan sumberdaya manusia adalah pemberian kompensasi dan pengaruhnya terhadap motivasi kerja karyawan.Banyak perusahaan yang sudah berusaha menerapkan sistem kompensasi yang baik tetapi belum menjamin motivasi karyawan akan meningkat, sehingga organisasi selalu berupaya mengembangkan system kompensasi yang lebih baik. Motivasi merupakan hal penting jika dihubungkan dengan pekerjaan karena dengan motivasi yang tinggi karyawan diharapkan bisa menghasilkan kinerja yang baik, khususnya motivasi yang berasal dari dalam diri karyawan. Meski motivasi internal dinilai lebih penting akan tetapi karyawan juga masih memerlukan dorongan dari luar. Salah satu faktor pendorong dari luar adalah kompensasi yang diberikan oleh perusahaan. Penelitian ini menganalisishubungan antara kompensasi dan motivasi karyawan di PT. ELKEN Surabaya, menggunakan 25 orang responden yang merupakan jumlah seluruh karyawan di PT. ELKEN Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menguji dan mengukur hubungan antara variabel kompensasi dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kompensasi dan motivasi karyawan.


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 42
Author(s):  
Kukuh Banendro ◽  
Margono Setiawan ◽  
Christin Susilowati

Rumah Sakit Umum Daerah Lawang berawal dari sebuah Puskesmas yang melayani masyarakat secara terbatas. Perkembangan menunjukkan rumah sakit ini tumbuh secara progresif. Secara empiris hal itu dapat diamati dari kinerja organisasi yang meningkat setiap tahun.Penelitian ini menjelaskan variabelvariabel yang menentukan tingkat kinerja pegawai.Tipe penelitian ini adalah penelitian explanatory dengan menggunakan metode pengambilan sampel total sampling atau sensus. Sedangkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebanyak 5 (lima) hipotesis.Teknik analisis data yang dipergunakan adalah statistik deskriptif dan SEM (Structural Equation Model). Temuan utama dari penelitian ini adalah: 1) Budaya organisasi berperan penting di dalam meningkatkan kinerja pegawai baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja; 2) walaupun pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai tidak signifikan, namun pengaruh yang dimediasi kepuasan kerja menunjukkan hasil yang signifikan, 3). budaya organisasi merupakan prediktor di dalam meningkatkan kinerja pegawai.


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 56
Author(s):  
Juwarsih Juwarsih

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja, pengaruh komitmen terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai, pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai, serta pengaruh kepuasan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang.Teknik analisa yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Variable dan Analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kompetensi pegawai terhadap kepuasan kerja diperoleh nilai koefisien positif dan signifikan Komitmen Organisasional terhadap Kepuasan kerja diperoleh nilai koefisien positif signifikan, kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai koefisien positif dan, Komitmen Organisasional terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai koefisien negatif tidak signifikan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai koefisien positif signifikan, sedangkan komitmen organisasional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, Ini mengindikasikan bahwa pegawai memiliki komitmen yang rendah terhadap Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, sehingga disarankan supaya pegawai dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsinya, memiliki komitmen yang tinggi dan kinerjanya baik, maka hendaknya dibuat job description untuk Pegawai Negeri Sipil Non struktural.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja, pengaruh komitmen terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai, pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai, serta pengaruh kepuasan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang. Teknik analisa yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Variable dan Analisis Structural Equation Modeling (SEM).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kompetensi pegawai terhadap kepuasan kerja diperoleh nilai koefisien positif dan signifikan Komitmen Organisasional terhadap Kepuasan kerja diperoleh nilai koefisien positif signifikan, kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai koefisien positif dan, Komitmen Organisasional terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai koefisien negatif tidak signifikan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai diperoleh nilai koefisien positif signifikan, sedangkan komitmen organisasional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, Ini mengindikasikan bahwa pegawai memiliki komitmen yang rendah terhadap Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, sehingga disarankan supaya pegawai dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsinya, memiliki komitmen yang tinggi dan kinerjanya baik, maka hendaknya dibuat job description untuk Pegawai Negeri Sipil Non struktural.


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
FARIZ FARIZ ◽  
TUTIK WINARSIH

Setiap perusahaan akan dengan mudah memperoleh sumberdaya yang diinginkan kapan dan dimanapun sumberdaya tersebut tersedia dengan perbaikan kinerja pribadi dan organisasi secara berkelanjutan dimana penerapan Total Performance Scorecard (TPS) melalui PBSC serta OBSC dapat dijadikan sebagai senjata utama bagi Bank ANZ Indonesia Divisi Sales Commercial Banking.Tujuan penelitiannya adalah perancangan model integrasi PBSC dan OBSC untuk menentukan prioritas tindakan perbaikan pada Bank ANZ Indonesia Divisi Sales Commercial Banking dengan penelitian berbentuk Description research dimana memberikan gambaran secara tepat keadaan atas gejala tertentu untuk menentukan adanya hubungan antara suatu gejala dengan gejala yang lain. Perbaikan pribadi karyawan pada perspektif internal yang menjadi prioritas adalah terus melakukan kegiatan, tetapi menetapkan batas waktu secara ketat, sedangkan pada perbaikan Bank ANZ Indonesia secara organisasi dengan perspektif yang sama yang menjadi prioritas adalah mengatur pengembangan organisasi secara lebih efisien.Perbaikan pribadi karyawan pada perspektif ekternal yang menjadi prioritas adalah mengembangkan pengetahuan dalam bidang manajemen khususnya keuangan dan pemasaran,sedangkan pada perbaikan Bank ANZ Indonesia secara organisasi dengan perspektif yang sama menjadi prioritas adalah mengembangkan program untuk pemasaran berorientasi tujuan. Tentunya, hal ini dapat dikatakan bahwa pada perspektif internal terdapat keselarasan.Pada perspektif pengetahuan dan pembelajaran yang menjadi prioritas adalah lebih proaktif, lebih efektif, lebih berfokus pada hasil dan bertindak lebih persuasif, sedangkan pada perbaikan Bank ANZ Indonesia secara organisasi dengan perspektif yang sama menjadi prioritas adalah melakukan wawancara perencanaan, pelatihan dan penilaian dengan karyawan berdasarkan rencana kinerja perorangan dan profil kemampuan. Tentunya, hal ini dapat dikatakan bahwa pada perspektif pengetahuan dan pembelajaran terdapat keselarasan dalam hal pelaksanaan.Pada perspektif keuangan dapat dilihat tindakan perbaikan pribadi karyawan yang menjadi prioritas adalah mencari strategi investasi yang terbukti berhasil, sedangkan pada perbaikan Bank ANZ Indonesia secara organisasi dengan perspektif yang sama menjadi prioritas adalah menutup unit bisnis yang tidak menguntungkan. Tentunya, hal ini dapat dikatakan bahwa pada perspektif keuangan terdapat keselarasan dalam hal pelaksanaan serta tujuan yang ingin hendak dicapai


2017 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Melanny Methasar ◽  
Gogi Kurniawan

Keberhasilan peluncuran produk baru ditentukan oleh tanggapan atau reaksi konsumen selama mereka menggunakan produk. Pada tahap ini konsumen mempunyai pengalaman secara langsung interaksi produk dan memberikan penilaian terhadapnya, serta mengembangkan sikap suka atau tidak suka terhadap produk. Salah satu penilaian yang dilakukan konsumen terhadap produk, adalah berdasarkan kegunaan produk tersebut bagi dirinya.Kegunaan produk merupakan derajat kepercayaan konsumen bahwa dalam penggunaan produk atau jasa tertentu akan membawa peningkatan terhadap kinerja pekerjaannya. Bila konsumen merasa bahwa suatu produk berguna bagi dirinya, maka minat pakai konsumen terhadap produk tersebut akan besar. Prinsip yang mengatakan bahwa apapun yang diperbuat oleh produsen akan laku di pasar sudah tidak relevan lagi di masa kini. Oleh karena itu, produsen harus menyesuaikan produk dan jasanya dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Telkomsel selaku provider dari Telkomsel Flash harus merumuskan strategi pemasaran yang tepat sebagai dasar untuk keunggulan bersaing mengingat tingginya minat mereferensikan akan membawa dampak yang positif terhadap keberhasilan produk di pasar.Penelitian ini mempunyai tujuan untuk : Menganalisis pengaruh persepsi nilai pelanggan terhadap minat mereferensikan konsumen terhadap produk Telkomsel Flash; Menganalisis pengaruh persepsi terhadap kegunaan produk terhadap persepsi nilai pelanggan produk Telkomsel Flash; Menganalisis pengaruh persepsi terhadap kemudahan penggunaan produk terhadap persepsi nilai pelanggan produk Telkomsel Flash; Menganalisis pengaruh dari pergaulan sosial terhadap pemakaian produk terhadap persepsi nilai pelanggan Telkomsel Flash.Dari pengolahan, pengujian dan pembahasan hasil penelitian yang berkaitan dengan permasalahan, maka simpulan dan saran yang dapat diambil yang ada hubungannya dengan penelitian adalah sebagai berikut : Pengujian hipotesis pertama menunjukkan adanya hubungan pengaruh yang positif antara nilai pelanggan dengan minat mereferensikan.Pengujian hipotesis kedua menunjukkan adanya hubungan pengaruh yang positif antara konstruk kegunaan produk dan nilai pelanggan. Pengujian hipotesis ketiga menunjukkan hubungan pengaruh yang positif antar konstruk kemudahan penggunaan produk dan nilai pelanggan.Pengujian hipotesis keempat menunjukkan hubungan pengaruh yang positif antar konstruk pengaruh pergaulan sosial dan nilai pelanggan, yang berarti bila pelanggan merasakan bahwa produk dapat menunjang pergaulan sosialnya, maka pelanggan akan merasa produk itu memberikan manfaat bagi dirinya dan bernilai bagi dirinya


2016 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 30
Author(s):  
Eko Hardi Saputra
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja di Yayasan Pandu Pertiwi (Permata Insani Islamic School) Tangerang, Banten. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di Sekolah Permata Insani berjumlah 85 orang, sedangkan Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik sampling jenuh.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui kuisioner dan dokumentasi. Adapun pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Analisis Jalur (Path Analisys).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai koefisien jalur pada pengaruh Kompensasi (X) terhadap Kinerja Guru (Y) adalah sebesar - 0,072, artinya Kompensasi (X) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Guru (Y). (2) Nilai koefisien jalur pada pengaruh Kompensasi (X) terhadap Motivasi Kerja (Z) adalah sebesar 0,402, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh Kompensasi (X) terhadap Motivasi Kerja (Z) dinyatakan signifikan. (3) Hasil estimasi koefisien jalur dan pengujian hipotesis pada pengaruh Motivasi Kerja (Z) terhadap Kinerja Guru (Y) memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,430 sehingga dapat disimpulkan bahwa Motivasi Kerja (Z) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru (Y). (4) Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, pengaruh langsung Kompensasi (X) terhadap Kinerja Guru (Y) dinyatakan tidak signifikan. Namun ternyata Motivasi Kerja mampu memediasi Kompensasi (X), yaitu dengan pengaruh secara tidak langsung sebesar 17,3%.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompensasi tidak akan berdampak siginfikan terhadap kinerja seorang guru tanpa adanya mediasi dari motivasi kerja, hal ini pun tidak berdampak besar pengaruhnya terhadap kinerja.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document