neighbour point
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

6
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

1
(FIVE YEARS 0)

2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 75
Author(s):  
Ardi Kurnianto ◽  
Ajimas Pascaning Setiahadiwibowo ◽  
Wrego Seno Giamboro

Perhitungan cadangan batubara penting dalam eksplorasi untuk menentukan kelayakan ekonomi dari penambangan. Hasil perhitungan cadangan penambangan kemudian digunakan untuk mengevaluasi apakah kegiatan penambangan yang direncanakan layak atau tidak. Studi ini berlokasi di wilayah Muarabungo di cekungan Sumatra Selatan. Secara fisiografis Cekungan Sumatra Selatan adalah Cekungan Tersier. Dalam penelitian ini digunakan Metode Nearest Neigbour Point, Metode Inverse Distance Weighting dan Metode Kriging untuk mengetahui sumber daya batubara. Hasil perhitungan cadangan batubara pada Metode Nearest Neigbour Point diperoleh volume batubara 458.240 m3, dengan tonase 960.929,28 ton, volume overburden 3.735.200 m3, dan rasio nilai pengupasan 1:3,887. Dalam metode pembobotan jarak terbalik Inverse Distance Weighting 967.386 ton, overburden 3.826.800 m3, dan stripping ratio 1:3.955. Sedangkan dalam Metode Kriging, volume batubara adalah 446.760 m3, dengan tonase 967.386 ton, overburden 3.908.600 m3, dan stripping ratio 1: 4.166.


2018 ◽  
Vol 50 (4) ◽  
pp. 1275-1293 ◽  
Author(s):  
M. N. M. van Lieshout

Abstract We define nearest-neighbour point processes on graphs with Euclidean edges and linear networks. They can be seen as analogues of renewal processes on the real line. We show that the Delaunay neighbourhood relation on a tree satisfies the Baddeley‒Møller consistency conditions and provide a characterisation of Markov functions with respect to this relation. We show that a modified relation defined in terms of the local geometry of the graph satisfies the consistency conditions for all graphs with Euclidean edges that do not contain triangles.


2017 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Agustian Aspiannur ◽  
Nurhakim Nurhakim ◽  
Romla Noor Hakim ◽  
Hafidz Noor Fikri

Kegiatan eksplorasi endapan limestone di lokasi penelitian berupa pemboran eksplorasi full coring menghasilkan 16 titik bor. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat jumlah dan distribusi CaO dan MgO sebagai gambaran perencanaan suplai bahan baku untuk keperluan produksi pabrik.Pemodelan blok pada endapan ini berukuran 25 x 25 x 10 meter menghasilkan 1351 blok dengan luasan area 49 Ha. Berdasarkan analisa bivariate CaO dan MgO didapatkan korelasi yang lemah dan negatif. Estimasi yang dilakukan untuk penentuan kadar adalah metode Nearest Neighbour Point (NNP) dan Inverse distance square (IDS)Perhitungan sumberdaya menggunakan metode NNP didapat sumberdaya terukur sebesar 34.950.000 Ton dengan kandungan kadar CaO Kurang dari 40% sebesar 3.572.000 ton, CaO 40% - 50% sebesar 5.323.000 ton, CaO lebih dari 50% sebesar 26.055.000 ton. Sumberdaya terukur dengan kandungan kadar MgO 1% - 5% sebesar 32.737.500 ton, Lebih dari 5% sebesar 2.212.500 ton. Berdasarkan perhitungan sumberdaya menggunakan metode IDS didapat sumberdaya terukur sebesar 34.950.000 Ton dengan kandungan kadar CaO kurang dari 40% sebesar 381.250 ton, CaO 40% - 50% sebesar 6.293.750 ton, CaO lebih dari 50% sebesar 28.275.000 ton. Sumberdaya terukur dengan kandungan kadar MgO 1% - 5% sebesar 34.950.000 ton dan Lebih dari 5% tidak ada. Berdasarkan nilai cutoff grade kadar CaO >50% dan MgO <5% hasil perhitungan menggunakan metode NNP yaitu didapat cadangan limestone sebesar 26.055.000 ton dan hasil perhitungan menggunakan metode IDS didapatkan cadangan limestone sebesar 28.275.000 ton. Kata Kunci : Limestone, Nearest Neighbour Point, Inverse Distance Square, Sumberdaya terukur, Cutoff grade.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document