ophiomyia phaseoli
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

25
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

5
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 11
Author(s):  
Sutrisno Sutrisno ◽  
Sri Wahyuningsih ◽  
Yuliantoro Baliadi

<p>Lahan pasang surut merupakan salah satu lahan potensial untuk perluasan areal tanam kedelai, namun teknik budi dayanya perlu diperbaiki untuk memperoleh hasil maksimal. Penelitian untuk menguji tiga paket teknologi budi daya kedelai di lahan pasang surut dilaksanakan di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan pada bulan Mei hingga Agustus 2014. Perlakuan terdiri dari dua varietas kedelai yaitu Panderman dan Anjasmoro, dan tiga paket teknologi yaitu paket teknologi petani (eksisting), konvensional, dan perbaikan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi, tiga ulangan. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah bintil akar, jumlah akar lateral, jumlah daun, komponen hasil dan hasil. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap serangan hama ulat grayak (Spodoptera litura), lalat kacang (Ophiomyia phaseoli), penggerek polong (Etiella zinckenella), penggulung daun (Lamprosema indicata), dan ulat jengkal (Plusia chalsites), serta penyakit karat daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi teknologi perbaikan dan teknologi konvensional budi daya kedelai di lahan pasang surut dapat meningkatkan produktivitas kedelai 50% dan 60% dibandingkan teknologi eksisting. Penggunaan varietas Anjasmoro pada agroekologi tersebut lebih sesuai dibandingkan varietas Panderman, karena produktivitasnya lebih tinggi. Meskipun teknologi perbaikan tidak lebih unggul dibandingkan teknologi konvensional dari aspek hasil maupun efektivitas pengendalian hama dan penyakit, namun teknologi tersebut lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida kimia. Untuk itu, perlu dievaluasi lebih lanjut tingkat kelayakan teknis dan ekonomi penggunaan biopestisida pada budi daya kedelai di lahan pasang surut.<br /><br /></p>


Author(s):  
Abhishek . Yadav ◽  
Veer . Singh ◽  
Amit . Yadav

tudies were conducted at Instructional farm, College of Agriculture, SKRAU, Bikaner during rabi, 2016-17. Among the nine insecticides/botanicals evaluated against O. phaseoli, the treatment of cartap-hydrochloride was found the most effective followed by phorate 10, acephate, oxydemeton–methyl, quinalphos and dimethoate whereas, NSKE was found the least effective followed by neem oil (0.5%) and azadirachtin (5.0 ml/ltr). The maximum seed yield was obtained in the treatment of cartap-hydrochloride whereas, it was minimum in control. The maximum incremental benefit-cost ratio was obtained in the treatment of acephate (33.22) while, minimum in NSKE. The maximum net return of RS. 25846 ha-1 was obtained from the treatment of cartap-hydrochloride while, the minimum net return of Rs. 3856 ha-1 was obtained from NSKE.


2019 ◽  
Vol 17 (2) ◽  
pp. 58
Author(s):  
Sri Wahyuni Indiati

<p align="center"><strong> </strong></p><div class="page" title="Page 1"><div class="layoutArea"><div class="column"><p><span>Kerusakan tanaman akibat serangan hama merupakan salah satu kendala pengembangan kedelai di lahan pasang surut. Informasi tentang komposisi spesies hama kedelai dan musuh alaminya merupakan kebijakan dasar pengelolaan hama terpadu di suatu lokasi, sehingga survei perlu dilakukan, untuk mengetahui dominasi dan status hama kedelai serta musuh alaminya di lahan pasang surut. Survei dilakukan pada bulan Juni sampai dengan November 2016 di Kalimantan Selatan. Serangga hama yang ditemukan di lokasi survei sangat tergantung dari umur/fase pertumbuhan tanaman saat dilakukan pencatatan. Komposisi jenis hama kedelai yang ditemukan di Provinsi Kalimantan Selatan adalah kutu kebul (</span><span>Bemisia tabaci </span><span>Gennadius), wereng daun (</span><span>Empoasca kerri </span><span>Pruthi), lalat kacang (</span><span>Ophiomyia phaseoli </span><span>Tryon), ulat grayak (</span><span>Spodoptera litura </span><span>Fabricius), belalang (</span><span>Attractomorpha crenulata</span><span>), perusak polong </span><span>(Piezodorus hybneri </span><span>Gmelin</span><span>, Riptortus linearis </span><span>Fabricius</span><span>, Nezara viridula </span><span>Linnaeus dan </span><span>Etiella zinckenella </span><span>Treitsche)</span><span>, </span><span>dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H) 1,655 dan indeks dominansi Simpson (c) 0,214. Di antara hama-hama tersebut, </span><span>S. litura</span><span>, </span><span>P. hybneri, R. linearis, N. viridula </span><span>dan </span><span>E. zinckenella </span><span>merupakan hama penting di semua lokasi survei. Jenis musuh alami yang banyak ditemukan ada tiga jenis, yaitu </span><span>Oxyopes </span><span>sp., parasitoid dan </span><span>Coccinella </span><span>sp. dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H) 1,088 dan indeks dominansi Simpson (c) 0,415. Pengendalian hama pada tanaman kedelai di lahan pasang surut harus mempertimbangkan hama-hama utama dan musuh alaminya. </span></p></div></div></div><p> </p><p> </p>


2019 ◽  
Vol 12 (01) ◽  
pp. 80
Author(s):  
Uswatun Hasanah ◽  
Tarmizi Tarmizi ◽  
Meidiwarman Meidiwarman

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan teknik pengendalian yang lebih baik, guna mengurangi serangan hama Lalat Bibit Ophiomyia phaseoli Try. pada tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 12 petak perlakuan. Perlakuan-perlakuan yang digunakan adalah K0 (Tanpa pelakuan), K1 (Penutup tanah), K2 (Seed treatment), K3 (Pupuk Hayati). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis of variance (Anova) pada taraf 5%. Apabila siginificant (berbeda nyata) dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Selanjutnya dilakukan regresi linier sederhana menggunakan Minitab 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengendalian menggunakan seed treatment berpengaruh nyata terhadap populasi hama dan tingkat kerusakan tanaman. Populasi hama lalat bibit O. phaseoli Try. berpengaruh nyata terhadap tingkat kerusakan tanaman. ABSTRACT The aim of this study was to compare better control techniquesin order to reduce pest attacks of bean fly Ophiomyia phaseoli Try. on soybean plants. This study used an experimental method. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments, each treatment was repeated 3 times, so that 12 treatment plots were obtained. The treatments used are K0 (without treatment), K1 (ground cover), K2 (seed treatment), K3 (biological fertilizer). Result of data observation were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the level of 5%. Honestly Significant Difference (HSD) Test at the level of 5% was carried out on significant results (significantly different). Furthermore, simple linear regression was performed using Minitab 17. The results of the study showed that the technical control using seed treatment had a significant effect on pest populations and plant attack rates. Population of bean fly O. phaseoli Try. were significantly affect the level of attack to plants.


2018 ◽  
Vol 16 (1) ◽  
pp. 17
Author(s):  
Yuliantoro Baliadi ◽  
Yusmani Prayogo

<p>Tingkat keragaman artropoda sangat menentukan dinamika jenis dan populasi hama, musuh alami dan artropoda berguna pada pertanaman kacang hijau (<em>Vigna radiata</em> L.). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kelimpahan populasi artropoda dan dampaknya terhadap kerusakan polong kacang hijau. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ngale, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada musim kemarau (MK) II 2015, menggunakan varietas Vima 1, rancangan acak kelompok dengan ulangan lima kali. Lima perlakuan waktu aplikasi pestisida kimia yang diuji adalah; P1 (aplikasi insektisida kimia mulai umur 14 hari setelah tanam (HST) hingga panen); P2 (aplikasi insektisida kimia mulai umur 8 dan 35 HST hingga panen); P3 (aplikasi insektisida kimia mulai umur 8, 14, 21, 28, dan 35 HST); P4 (tanpa aplikasi insektisida kimia); dan P5 (aplikasi insektisida kimia mulai awal pertumbuhan hingga panen). Pengamatan jenis dan populasi artropoda dilakukan melalui pengamatan langsung, pitfall trap, sticky trap dan sweep net mulai umur 14 HST hingga panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan populasi artropoda di pertanaman kacang hijau sangat beragam tergantung fase pertumbuhan kacang hijau dan aplikasi insektisida kimia. Lima ordo sebagai musuh alami potensial di lahan kacang hijau yaitu: Araneida, Collembola, Coleoptera, Hymenoptera dan Diptera, sedangkan empat ordo yang berfungsi sebagai hama adalah: Diptera, Homoptera, Hemiptera, dan Orthoptera. Artropoda hama utama di fase awal pertumbuhan adalah <em>Ophiomyia phaseoli</em>, di fase vegetatif adalah <em>Bemisia tabaci</em> dan <em>Aphis</em> sp., sedangkan di fase pembentukan polong adalah <em>Riptortus linearis</em>, <em>Nezara viridula</em>, <em>Piezodorus hybneri</em>, dan <em>Maruca testulalis</em> yang dapat menyebabkan penurunan hasil 9,35-26,03%.</p>


Author(s):  
Mantesh Soratur ◽  
K.S. Jagadesh ◽  
D. Devika Rani ◽  
T.G. Avinash ◽  
Shiva Murthy Naik
Keyword(s):  

2016 ◽  
Vol 8 (4) ◽  
pp. 8714
Author(s):  
Santosh Mazumdar ◽  
Badrul Amin Bhuiya

The objective of this study was to determine hymenopteran parasitoids attacking leafminers (Agromyzidae: Diptera) in Bangladesh.  Four parasitoid species, viz. Chrysocharis pentheus (Walker), Neochrysocharis formosa (Westwood) and Cirrospilus sp. belonging to family Eulophidae and Opius sp. under family Braconidae of the order Hymenoptera are reported as new to the fauna of Bangladesh.  All parasitoids were reared from three agromyzid flies namely Liriomyza sativae Blanchard, Melanagromyza obtusa Mallochand and Ophiomyia phaseoli (Tryon). 


2016 ◽  
Vol 89 (4) ◽  
pp. 993-1001 ◽  
Author(s):  
Beritah Mutune ◽  
Sunday Ekesi ◽  
Saliou Niassy ◽  
Viviene Matiru ◽  
Christine Bii ◽  
...  

2015 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 116 ◽  
Author(s):  
INDRIYA RADIYANTO ◽  
MOCHAMMAD SODIQ ◽  
NOENG M. NURCAHYANI

The study aims to determine the presence of pests and natural enemies on soybean plants and to study the effect of insecticides on the diversity. Methods for observation of insects was done by using different type of traps i.e. yellow pan trap, pitfall trap, light trap, sweeping net and direct observation (visual). The presence of pests and natural enemies of soybean plants on plots without insecticide was lower than on the plots that was treated with insecticide. Composition of the population of pests found in soybean plots that were not treated with insecticide were dominated by Aphis sp. followed by Phaedonia inclusa, Riptortus linearis, Nezara viridula and Ophiomyia phaseoli. Composition of the population of natural enemies (predators) found in soybean cropps that were not treated with insecticide was family Coccinellidae followed by Syrphidae, Chrysopidae, Mantidae and Oxyopidae. The highest composition of natural enemies (parasites) found in treated and untreated soybean plots were family Braconidae then followed by family Ichneumonidae.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document