hpv human papilloma virus
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

14
(FIVE YEARS 2)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 41-48
Author(s):  
Dedy Frianto ◽  
Ahmad Dzulfikri Ashari ◽  
Surya Amal

Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita di dunia yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) terutama tipe 16 dan 18. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menekan angka kejadian kanker serviks salah satunya dengan vaksinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosio-demografi dan pengaruh sikap umum terhadap  penerimaan orang tua pada vaksin HPV. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif  secara analisis cross-sectional menggunakan kuisioner yang diadapatsi dari penelitian sebelumnya sudah dilakukan di Indonesia. Sampel dari penelitian ini adalah orang tua siswi kelas 5 dan  6  Sekolah Dasar yang jumlahnya dihitung menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data berdasarkan hasil wawancara menggunakan kuisioner melibatkan 90 orang tua siswi sebagai responden dan menunjukkan hasil data sosio-demografi responden bahwa: agama responden Islam (100%), pendidikan responden sebagain besar berpendidikan rendah (SD) (54,44%), untuk pekerjaan meliputi ibu rumah tangga (59,0%), swasta (13,3%), buruh (23,3%) dan guru (4,4%). Untuk faktor sikap secara umum terhadap penerimaan vaksin HPV diperoleh hasil dengan skor kuisioner rata-rata 24,22±8,36 (menerima) dan skor rata-rata 27,66±3,50  (menolak) dari skor maksimal 30, hal ini menunjukkan bahwa dengan skor tingkat pengetahuan yang lebih tinggi (27,66±3,50) responden tetap menolak vaksin dibandingkan dengan skor yang lebih rendah (24,22±8,36 ). Berdasarkan analisis uji Regresi Logistik menunjukan bahwa ,tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor sikap umum tentang vaksin HPV terhadap penerimaaan orang tua siswi p= 0,364 (p value > 0,05).


2020 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
Author(s):  
Bingqing Yan ◽  
Siwei Zhang ◽  
Siyang Yu ◽  
Sajjad Hussain ◽  
Tianyang Liu ◽  
...  

Abstract HPV (Human papilloma virus) is a kind of small double-stranded DNA viruses which is extremely associated with different cancers. The roles HPV plays in the host were gradually identified through the interaction between it (including its early genes) and host RNA. In recent years, increasing numbers of studies in HPV-related cancers have been published showing the relationship between HPV and host RNA. Here, we present a database named HRRD, which contains the regulatory relationship between HPV and RNA (mRNA, miRNA and lncRNA). The information was extracted from 10,761 papers in PubMed (up to December 1st, 2019). In addition, the sequence map of HPV (198 genotypes) is also contained. HRRD was designed as a user-friendly web-based interface for data retrieval. It integrated the information of interaction between HPV and RNA, which reflects the relationship between HPV and host. We hope HRRD will further provide a comprehensive understanding of HPV in carcinogenesis and prognosis. HRRD is freely accessible at www.hmuhrrd.com/HRRD.


2020 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Ajeng D. Sari ◽  
Nabilah Lutfi ◽  
Hudiya Syadida ◽  
Dirani Dirani ◽  
Nurul Cholifah ◽  
...  

Kanker serviks merupakan pembunuh wanita nomor satu di Indonesia dengan angka kejadian 50% dari 15.000 kasus penderita meninggal dunia. Penyebab utama dari kanker serviks ini adalah HPV (Human Papilloma Virus) serta beberapa faktor resiko lain. Pencegahan primer kanker serviks dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV. Pengetahuan tentang kanker serviks masih rendah sehingga hal ini mempengaruhi keyakinan remaja putri dalam melakukan vaksinasi HPV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pengetahuan dan keyakinan vaksinasi HPV pada mahasiswi di Universitas Airlangga Surabaya dengan menggunakan teori Health Belief Model (HBM). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota non random sampling sehingga digunakan sejumlah 120 sampel yang berstatus mahasiswi dari fakultas kesehatan dan non kesehatan di Universitas Airlangga Surabaya. Sebanyak 70,8% mahasiswi dikategorikan menjadi kelompok dengan nilai pengetahuan yang tinggi, namun pengetahuan tidak signifikan mempengaruhi niat untuk melakukan vaksinasi HPV. Pada teori HBM, keyakinan responden untuk melakukan vaksinasi HPV sebanyak 90,8% memiliki persepsi yang tinggi terhadap persepsi keseriusan dan 92,5% terhadap persepsi manfaat yang didapatkan setelah melakukan vaksinasi HPV. Adanya dukungan keluarga menunjukkan hubungan yang signifikan mempengaruhi niat untuk melakukan vaksinasi HPV (p<0,05). Maka, upaya peningkatan pengetahuan dan keyakinan perlu dilakukan untuk mahasiswi beserta keluarga agar niat melakukan vaksinasi HPV meningkat.


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 256-262
Author(s):  
Sri Mulyati

Masih tingginya tingkat kejadian serviks abnormal yang menandai terjangkitnya Human PapillomaVirus, Hal ini tidak diimbangi dengan pemanfaatan vaksinasi (HPV) Human Papilloma Virus yangmerupakan pencegahan primer dari penyebaran Human Papilloma Virus tersebut. Tercatat di klinikdara jingga padatahun 2016, terdapat 226 orang dalam keadaan serviks abnormal sedangkan yangmelakukan vaksinasi sangat rendah hanya 40 orang. Begitu juga pada tahun 2017 terdapat 301 orangdalam keadaan serviks abnormal dan yang melakukan vaksinasi hanya 16 orang.Berdasarkan haltersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, status ekonomi, perankeluarga dan peran petugas kesehatan terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus yang bertempat diKlinik Dara Jingga Kota Jambi.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional, data .diperoleh melaluipengisian kuesioner, dengan populasi berjumlah 321 orang dengan teknik pengambilan sampel yaituaccidental sampling dengan jumlah sampel 32 orang, penelitian telah dilakukan pada tanggal 22-24Agustus 2018 dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat yang dibantu oleh programkomputer. Hasil analisis univariat gambaran vaksinasi yaitu sebanyak 10 responden (31,3%) memanfaatkanvaksinasi HPV dan 22 responden (68,8%) tidak memanfaatkan vaksinasi HPV, gambaranpengetahuan sebanyak 5 responden (15,6%) memiliki pengetahuan cukup, sebanyak 15 responden(46,9%) memiliki pengetahuan baik, sebanyak 12 responden (37,5%) memiliki pengetahuan kurangbaik, gambaran status ekonomi, sebanyak 13 responden (40,6%) memiliki status ekonomi tinggi dansebanyak 19 responden (59,4%) memiliki status ekonomi rendah, gambaran peran petugaskesehatan sebanyak 13 responden (40,6%) memiliki peran petugas kesehatan yang baik dansebanyak 19 responden (59,4%) memiliki peran petugas kesehatan yang kurang baik. Gambaranperan keluarga sebanyak 11 responden (34,4%) memiliki peran keluarga yang baik dan sebanyak 21responden (65,6%) memiliki peran keluarga yang kurang baik.Hasil penelitian ini menunjukan adanyahubungan antara pengetahuan ibu dengan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) dengan nilai pvalue0,035, adanya hubungan antara status ekonomi dengan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus denganp-value 0,002, adanya hubungan peran petugas kesehatan dengan vaksinasi HPV dengan p value 0,002,adanya hubungan peran keluarga dengan vaksinasi HPV dengan p-value 0,004.


2019 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 19
Author(s):  
Sartika Dewi Angriani ◽  
Jum Natosba ◽  
Bina Melvia Girsang

Kanker Serviks merupakan suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim / serviks, yaitu bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Penyakit ini merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang diderita wanita di seluruh dunia pada usia berisiko terkena Kanker Serviks paling tinggi pada usia 25 – 54 tahun. Penyebab utama Kanker Serviks adalah infeksi HPV (Human Papilloma Virus)atau virus papiloma manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Analisa penelitian ini menggunakan uji statistik bivariat fisher dan Kolmogrov Smirnov. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 121 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel karakteristik demografi pendidikan (p value : 0,012), pekerjaan (p value : 0,027), pendapatan (p value : 0,029), pengetahuan (p value : 0,014), sikap (p value : 0,040), perilaku (p value : 0,038), dukungan keluarga (p value : 0,041), dukungan teman (p value : 0,023), dan dukungan petugas kesehatan (p value : 0,013) dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA dan tidak ada hubungan antara variabel usia (p value : 0,268), keterjangkauan sumber daya kesehatan (p value : 0,598) dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA, Berdasarkan hasil multiple regresion logistic menunjukkan bahwa variabel pendidikan dengan p value : 0,002, Exp(B) 0,340, dengan 95% CI (0,171 – 0,677) merupakan faktor determinan berhubungan dengan partisipasi perempuan usia berisiko dalam pemeriksaan IVA.Implikasi penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan meningkatkan pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks melalui Pemeriksaan IVA, agar lebih aktif dalam mengikuti promosi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks melalui Pemeriksaan IVA, dan diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memprioritaskan perempuan kelompok usia berisiko dalam deteksi dini kanker serviks melalui Pemeriksaan IVA. Kata Kunci : Kanker Serviks, Perempuan Usia Berisiko, Pemeriksaan IVA


2018 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 215
Author(s):  
Nia Nurzia

Abnormal cervical is still  in high levels of  which marked by the outbreak of the Human Papilloma Virus, It is not offset by the use of vaccination (HPV) Human Papilloma Virus which as the primary prevention of the spread of Human Papilloma Virus . recorded in Dara Jingga clinic in  2015, there were 226 people in the state of the cervix abnormal while those who making vaccination extremely low at only 40 people. Likewise, in 2016 there were 301 people in a state of abnormal cervical and vaccinated only 16 people . Based on it, this research is the research which aimed to determine the relationship between knowledge, economic status, family role and the role of health personnel  against the Human Papilloma Virus vaccination in Dara Jingga Clinic  Jambi City. This research is descriptive analytic with cross sectional design, the data collected through questionnaires, with a population was 321 people. using  acidental sampling technique with  sample was 32 people, research has been conducted on 22 to 24 August 2016 using univariate  and bivariate analysis assisted by a computer program. The results of the univariate analysis of vaccination picture were 10 respondents (31.3%) take advantage of HPV vaccination and 22 respondents (68,8%) did not take advantage of the HPV vaccination, an overview of knowledge were five respondents (15,6%) have sufficient knowledge, 15 respondents (46,9%) had a good knowledge,12 respondents (37,5%) had poor knowledge, an overview of economic status,  13 respondents (40,6%) had high economic status and  19 respondents (59,4% ) have lower economic status, description of the role of health workers13 respondents (40,6%) have a good role of health personnel and  19 respondents (59,4%) has the role of health personnel is not good. Overview of the role of the family, 11 respondents (34,4%) has the role of a good family and  21 respondents (65,6%) had a family roles goodles. the result of these studies show a relationship between the mother's knowledge by vaccination with HPV (Human Papilloma Virus ) with a p value of 0,035, the relationship between economic status with vaccination HPV (Human Papilloma Virus with p value 0,002, their relationship with the role of HPV vaccination of health workers with p value 0,002, their relationship with the family role of HPV vaccination with a p value of 0,004.Keywords: Knowledge, Economic Status, Role of health personnel, Role of Family,HPV Vaccination (Human Papilloma Virus)


Author(s):  
Denisha Octavia ◽  
Atria Nuraini Fadilla

Indonesia merupakan negara penderita kanker serviks terbanyak dengan penderita sebanyak kurang lebih 330.000 orang wanita. Perkembangan zaman saat ini banyak mengubah perilaku para remaja wanita khususnya di kota Jakarta yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker serviks seperti merokok, berhubungan seks di usia muda, memiliki banyak pasangan seksual, penderita HIV/AIDS dan pengunaan vaginal douching. Tujuan perancangan ini adalah untuk memberikan awareness kepada remaja wanita dalam mencegah kanker serviks sejak usia dini melalui suntik vaksin HPV (Human Papilloma Virus). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi kepada Kementerian Kesehatan RI, wawancara para ahli kanker dan kampanye, hasil kuesioner dan studi pustaka. Hasil dari analisis data observasi, wawancara dan kuesioner yang telah dilakukan yaitu diperlukan sebuah kampanye sosial kepada remaja wanita di kota Jakarta melalui pendekatan media terhadap remaja dengan perancangan program suntik vaksin HPV roadshow dan beberapa media. Media yang digunakan berupa animasi, poster, x-banner, brosur, booth, photobooth, ambient advertising, baju, dan merchandise (kipas tangan, stiker, tas pembalut, tumbler, goodie bag). Pendekatan media dilakukan untuk memberikan awareness kepada remaja wanita dalam melakukan kampanye sosial pencegahan kanker serviks di kota Jakarta.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document