data flow model
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

39
(FIVE YEARS 2)

H-INDEX

7
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Author(s):  
Mehmet Onur Aybek ◽  
Rodolfo Jordao ◽  
John Lundback ◽  
Kurt-Lennart Lundback ◽  
Matthias Becker

2021 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Pearl Lousye Wenas ◽  
Seska Meily Hermin Mengko
Keyword(s):  

Abstrak Tujuan tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengembangan pariwisata kota Manado melalui slogan “Manado Kota Cerdas. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskritif. Analisis data menggunakan model  analisis data (flow model). Hasil penelitian menunjukkan upaya pemerintah mewujudkan visi Manado Kota Cerdas pada tahun 2021, dengan menyelenggarakan berbagai program terkait untuk pengembangan dan pengelolaan kota termasuk di dalamnya pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pengembangan pariwisata dalam bentuk program-program yang menarik dan inovatif tersebut yaitu membangun Manado sebagai kota “Cendekia” dengan sumber daya manusia yang cerdas dan tangguh melalui peningkatan kualitas pendidikan dan membangun Manado sebagai destinasi “Ekowisata” berbasis konservasi lingkungan laut dan kepulauan. Luaran penelitian berupa publikasi ilmiah dalam jurnal Internasional, HKI.   Kata Kunci: Pengembangan, Pariwisata, Manado Kota Cerdas.


Author(s):  
Paul Dubrulle ◽  
Nikolai Kosmatov ◽  
Christophe Gaston ◽  
Arnault Lapitre
Keyword(s):  

Author(s):  
Paul Dubrulle ◽  
Nikolai Kosmatov ◽  
Christophe Gaston ◽  
Arnault Lapitre
Keyword(s):  

2020 ◽  
Author(s):  
A.I. Legalov ◽  
D.S. Romanova

The article presents the concept of an asynchronous-streamed model, which is an extension of the functional data-flow model of parallel computing. We suppose that the model will be used to describe dynamically changing parallelism. This model is based on the concept of asynchronous lists, which allow considering their parallelism as an independent way of describing the parallelism of the program. The specifics of asynchronous lists are represented. Using the examples, we show how to use this model to get temporary estimates of parallelism at different conditions of solving the problem. These estimates depends on correlation between data speed getting and computation time those data in parallel devices. Also, we demonstrate how two connected asynchronous-streamed functions can form pipeline automatically. As a result, we show out that on this model it is possible to obtain temporary estimates of the calculations performed and estimations which demonstrate the levels of parallelism.


2020 ◽  
Vol 21 (6) ◽  
pp. 2603-2614 ◽  
Author(s):  
Jiujun Cheng ◽  
Guiyuan Yuan ◽  
MengChu Zhou ◽  
Shangce Gao ◽  
Cong Liu ◽  
...  

Author(s):  
Paul Dubrulle ◽  
Christophe Gaston ◽  
Nikolai Kosmatov ◽  
Arnault Lapitre ◽  
Stéphane Louise
Keyword(s):  

Author(s):  
Kevin J Sweeney

Administrative data represents the future sourcing status quo for government social sector agencies, increasingly replacing more expensive, labour-intensive and less timely survey collection. But an administrative data model brings challenges, based in the inescapable fact that such data has been collected by a different organisation, for a different purpose.  The resultant cost to unpack undesirable qualities in the data can be significant and absorb inordinate levels of energy better spent deriving actionable insights.  If the administrative data is integrated with other data, these costs are multiplied. New Zealand’ national statistical agency has developed a new style of data governance framework that includes a steady state model (SSM) for mapping data flow. As innovation, the SSM offers an effective way to articulate administrative data issues, supporting improved supplier-user coordination.  As such it can potentially reduce data handling costs, bolstering the value proposition for administrative data generally. By providing a means of reflecting user organisation data lifecycle perspectives within the supplier’ business process environment, the SSM opens an engagement channel that bridges what can otherwise represent insurmountable communication barriers. And since both user and supplier are able to maintain their native frame of reference, the resulting engagement fosters collaboration while facilitating what is more likely to represent a mutually amenable outcome.


Author(s):  
Oddie Barnanda Rizky ◽  
Chairuna Chairuna

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif naturalistik, dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PAUD IT Baitul Izzah Kota Bengkulu. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas A PAUD IT Baitul Izzah Kota Bengkulu dan objek pada penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar siswa kelas A PAUD IT Baitul Izzah Kota Bengkulu. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa kelas A PAUD IT Baitul Izzah Kota Bengkulu tahun ajaran 2015-2016. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data (flow model), yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil analisis data kemampuan motorik kasar yang telah diteliti, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik kasar siswa pada aspek gerak lokomotor (melompat ke depan dengan dua kaki, dan berlari di dalam lintasan), dan pada aspek gerak manipulatif (melempar bola dengan satu tangan) sudah berkembang dengan baik. Sedangkan pada aspek gerak nonlokomotor (gerak pesawat terbang salah satu kaki diangkat, kedua tangan direntangkan lalu perlahan badan dibungkukkan), dan gerak manipulatif (menangkap bola dengan dua tangan) belum berkembang dengan baik. Kata Kunci: Studi Deskriptif, Kemampuan Motorik Kasar dan Siswa PAUD


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document