belt filter press
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

29
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

4
(FIVE YEARS 0)

Konversi ◽  
2021 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
Author(s):  
Indah Listiowati ◽  
Abdul Hakim ◽  
Shinfi Wazna Auvaria

Tujuan pada penilitian ini, untuk mengetahui kualitas dan perencanaan pengolahan lumpur instalasi pengolahan air PDAM. Metode yang digunakan mengenai tahapan pengampilan sampel yaitu dengan grab sampling, dan pengambilan dilakukan selama 8 hari. Pengambilan sampel lumpur dilkakukan pada pipa yang didiamkan mengalir selama 30 detik agar didapatkan debit konstan. Analisa untuk uji kualitas lumpur IPA PDAM dilakukan di laboratorium. Hasil dari penelitian mengenai uji kualitas  pada pipa pembuangan lumpur pada unit sedimentasi. Data yang dibutuhkan meliputi data primer, dan sekunder. Hasil dari penelitian ini mengenai uji kualitas lumpur dari instalasi pengolahan air PDAM, memiliki nilai rata-rata pH 7,7, suhu 27°C, kekeruhan >1000 NTU hal ini dikarenakan kualitas air baku yang memiliki kandungana koloid tinggi. Total solid memiliki nilai rata-rata 281.772 mg/L, total suspended solid dengan nilai rata-rata 52.134 mg/L, COD memiliki nilai rata-rata 3.100 mg/L, dan BOD 3,96 mg/L dengan nilai ratarata . Debit rata-rata harian lumpur yang dihasilkan dari instalasi pengolahan air sebesar 145,773 m3/hari. Unit yang direncanakan sesuai dengan kualitas, dan volume yang diketahui maka direncanakan unit pengolahan lumpur meliputi bak pengumpul, gravity thickening, belt filter press, dan bak pengumpul dry cake. Anggaran biaya yang direncanakan untuk perencanaan pengolahan lumpur instalasi pengolahan air sesuai dengan unit yang diperlukan membutuhkan anggaran dana sebesar Rp. 1.037.900.00,00.


2016 ◽  
Vol 2016 (3) ◽  
pp. 442-453
Author(s):  
Patrick W Carnahan ◽  
Lori Cipparone ◽  
Pavel Hajda

2016 ◽  
Vol 2016 (5) ◽  
pp. 1119-1124
Author(s):  
Haydee De Clippeleir ◽  
Miguel Miranda ◽  
Qi Zhang ◽  
Mahmudul Hasan ◽  
Ahmed Al-Omari ◽  
...  

Author(s):  
Dedi Alfa Julian ◽  
Muhammad Lindu ◽  
Winarni .

<p>Instalasi pengolahan air minum (IPA) Taman Kota, Jakarta Barat, memiliki kapasitas disain 200 liter/detik, dan air baku berasal dari Cengkareng Drain dan terdapat unit prasedimentasi sebelum air baku masuk ke IPA. Digunakan IPA konvensional yang dilengkapi dengan unit bio filter untuk mengabsorbsi zat organik di air baku. Lumpur berasal dari unit sedimentasi yang dibuang secara rutin setiap 10 menit dengan volume lumpur rerata 144,93 m3/hari dan pada kondisi maksimum 628,30 m3/hari, unit biofilter yang dibuang secara berkala saat dilakukan pengurasan bak yaitu 150,10 m3/hari, serta unit saringan pasir cepat yang membuang air bekas backwash filter secara berkala dan dalam waktu yang singkat sebesar 468,86 m3/hari. Mempertimbangkan perbedaan karakteristik lumpur yang dihasilkan, direncanakan 2 unit tanki penampung (ekualisasi) terpisah yaitu tanki pertama menerima lumpur sedimentasi serta tanki kedua menerima lumpur pengurasan bio filter dan air bekas backwash filter. Memperhatikan luas lahan yang tersedia, maka lumpur sedimentasi yang terkumpul di tanki penampung dipompa menuju ke unit thickener dan selanjutnya ke unit dewatering mekanik. Studi perbandingan dilakukan terhadap 3 opsi peralatan dewatering mekanik dengan mempertimbangkan volume lumpur yang dapat direduksi, biaya investasi, serta biaya operasional dan energi.   Peralatan dewatering mekanik terpilih adalah belt filter press yang mereduksi lumpur sedimentasi menjadi 4,20 m3/hari, dan pada kondisi maksimum menjadi 18,20 m3/hari. </p><p>Keywords: water treatment plant, sludges, backwashed water, dewatering</p>


2014 ◽  
Vol 2014 (12) ◽  
pp. 2578-2596
Author(s):  
Parvez Jafri ◽  
Mark TenBroek ◽  
Erich Klun ◽  
Scott Cowburn ◽  
John Bergsma

2013 ◽  
Vol 67 (1) ◽  
pp. 180-186 ◽  
Author(s):  
Malcolm Taylor ◽  
Herschel A. Elliott

Co-dewatering of water treatment residuals (WTR) and wastewater biosolids can potentially benefit municipalities by reducing processing equipment and costs. This study investigated dewaterability (using capillary suction time, CST) of combined alum residuals (Al-WTR) and anaerobically digested biosolids at various blending ratios (BR), defined as the mass ratio of WTR to biosolids on a dry solids basis. Without polymer addition, the CST was 160 s for a BR of 0.75 compared with 355 s for the biosolids alone. The optimum polymer dose (OPD), defined as the polymer dose yielding CST of 20 s, was reduced from 20.6 g kg−1 dry solids for the biosolids alone to 16.3 and 12.6 g kg−1 when BR was 0.75 and 1.5, respectively. Precipitated Al hydrous oxides in the WTR likely caused flocculation of the biosolids particles through heterocoagulation or charge neutralization. The solids contents of the blended materials and biosolids at their respective OPDs were not statistically different (α = 0.05) following dewatering by a belt-filter press. We conclude addition of Al-WTR improved biosolids dewaterability and reduced polymer dosage. In practice, the extent of these benefits may be limited by the quantity of WTR produced relative to the amount of wastewater solids generated by a municipality.


2012 ◽  
Vol 2012 (2) ◽  
pp. 453-460
Author(s):  
Paul Fountain ◽  
Sudhir N. Murthy ◽  
Kevin Kellecher ◽  
Perry Schafer ◽  
Alan Cooper ◽  
...  

2011 ◽  
Vol 2011 (17) ◽  
pp. 670-677
Author(s):  
Paul Fountain ◽  
Sudhir N. Murthy ◽  
Kevin Kelleher ◽  
Perry Schafer ◽  
Alan Cooper ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document