air table
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

63
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

10
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 57 (1) ◽  
pp. 015009
Author(s):  
Rod Cross

Abstract Oblique angle collisions of two penny coins on a smooth, horizontal surface were filmed with a video camera to investigate the physics of the collision process. If one of the coins is initially at rest, then the two coins emerge approximately at right angles, as commonly observed in billiard ball collisions and in puck collisions on an air table. The coins actually emerged at an angle less than 90 degrees due to friction between the coins, which also resulted in both coins rotating after the collision. At glancing angles, the friction force was due to sliding friction. At other angles of incidence the coins gripped each other and the friction force was then due to static friction.


2020 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 134-138
Author(s):  
Ayu Yolanda ◽  
A. Taufik Arief ◽  
RR. Yunita Bayu Ningsih
Keyword(s):  

Air Table merupakan alat  pemisah mineral berharga (konsentrat) dengan mineral pengotor  (middling) berdasarkan prinsip perbedaan berat jenis dan ukuran menggunakan media udara. Permasalahan muncul karena middling yang dihasilkan masih mengandung konsentrat dan kadar middling relatif tinggi sehingga middling perlu dilakukan proses kembali. Dalam mengatasi hal itu perlu dilakukan pengaturan variable (setting) antara lain kemiringan, hal ini untuk meningkatkan perolehan konsentrat agar dapat mengoptimalkan waktu dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemiringan meja Air Table terhadap kadar Sn konsentrat dan recovery yang dihasilkan. Proses pengolahan  menggunakan 2 (dua) percobaan dengan sample yang berbeda menggunakan variasi kemiringan 2,81o, 3,37o dan 3,94o  sedangkan variabel tetapnya yaitu  frekuensi pukulan 590 pukulan/menit dengan panjang pukulan 8mm, tekanan udara untuk air blower 1,5 atm dan diameter lubang feeder 1 cm.  Hasil penelitian menunjukan kecenderungan makin besar sudut kemiringan Air Table maka kadar Sn akan semakin tinggi, sedangkan recovery cenderung semakin rendah. Kedua percobaan menunjukan hasil yaitu recovery tertinggi diperoleh pada kemiringan 2,81o sedangkan kadar Sn konsentrat tertinggi diperoleh pada kemiringan 3,94o .


Author(s):  
Davaasuren Jambal ◽  
Byoung-Gon Kim ◽  
Ho-Seok Jeon
Keyword(s):  

2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 108-113
Author(s):  
Suci Maharani ◽  
A. Taufik Arief ◽  
RR. Yunita Bayu Ningsih

PT X adalah perusahaan yang bergerak di bidang penambangan yang mengolah bijih timah menjadi logam timah melalui proses peleburan. Bijih timah yang diperoleh dari hasil tambang darat perlu diolah terlebih dahulu untuk mencapai kadar Sn >70% sebagai kriteria peleburan di PT X. Proses pengolahan bijih timah ini dilakukan dengan 2 proses yaitu wet process dan dry process. Shaking table tipe slime adalah salah satu yang mengolah bijih timah secara wet process. Alat ini digunakan untuk mengolah bahan yang tidak dapat diproses pada alat sebelumnya yaitu middling dari air table dengan kadar dibawah 20% Sn. Shaking table menghasilkan 2 produk yaitu konsentrat dan tailing. Konsentrat yang dihasilkan selanjutnya dikeringkan di rotary dryer sedangkan tailing yang dihasilkan langsung masuk ke dumping area. Variabel alat ini yaitu kemiringan dek, panjang pukulan, kecepatan feeding, debit air, dan kecepatan pergerakan dek. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sudut kemiringan optimum shaking table untuk pengolahan bijih timah yang berasal dari produk middling air table. Kemiringan dek shaking table ditentukan dalam 3 variasi yaitu 0,753o, 1,507o, 2,260o adapun variable lainnya dianggap tetap. Hasil percobaan menunjukkan kemiringan sangat berpengaruh besar dalam perolehan bijih timah yang optimal, dimana semakin besar kemiringan maka berat konsentrat yang dihasilkan semakin sedikit dan kadar konsentrat cenderungsemakintinggi, begitupun sebaliknya. Shaking table mampu meningkatkan kadar Sn yang semula <20% menjadi 40-60%. Kadar Sn dan recovery optimum diperoleh pada kemiringan 1,507o dengan mengasilkan rata-rata kadar konsentrat 65% sn, recovery dengan rata-rata 39% dan tailing yang rendah dengan rata-rata1,7%.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document