mild retardation
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

20
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

7
(FIVE YEARS 0)

Author(s):  
Dian Nur Andriani Eka Setiawati

Intelektual disabilitas (ID) adalah gangguan pada masa perkembangan anak dari sisi akademik dan keterampilannya dalam aktivitas sehari-hari. Klien T (P/7 thn), dikeluhkan oleh sekolah kesulitan dalam membaca, berhitung, sulit konsentrasi, kurangnya perawatan diri, kurang mampu memahami perkataan, serta marah dan menangis jika keinginannya tidak dipenuhi. Kedua orang tua klien cenderung memanjakan dan tidak memberikan perhatian lebih dalam akademik karena ayah klien yang bekerja dan ibu klien yang juga kesulitan dalam akademik. Metode wawancara, observasi, pemberian alat tes Binet serta Vineland Social Maturity Scale diberikan untuk mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan klien. Hasil asesmen menunjukan IQ klien yaitu 64 termasuk kategori mild retardation mental dalam tes binet, dan memiliki kemandirian serta kemampuan yang rendah dalam tes vineland. Untuk itu pemberian intervensi dalam bentuk penguatan positif diberikan agar klien memiliki keterampilan yang mandiri seperti mandi, makan, serta berpakaian sendiri. Intervensi ini diberikan dalam 7 sesi, yang juga memiliki sesi psikoedukasi untuk kedua orang tua klien mengenai keadaan klien dan bagaimana cara memperlakukan klien. Dari hasil intervensi, klien sudah mulai bisa mandi, mengambil makanan, serta berpakaian sendiri. Klien senang mendapatkan pujian dan uang jajan dari kedua orang tuanya karena mampu melakukan tugasnya.


Author(s):  
Arbania Fitriani

This Study aims to investigates what is the role of parents with mild retardation child in efforts to provide sex education. Researcher also want to see the health of sexual development as well as the problems that arise in connection with these aspects. The method used in this research is qualitative method. The technique used in collecting data is interview and observation techniques. Data collection tools in this study were interview guidelines, observation sheets, and tape recorders. The number of subjects is 4 people, 3 of them are mothers and 1 subject is significant others / aunts. From the results of the study, it was found that all subjects had implemented sex education within the guidances of the American Association of Pediatrics without them knowing it. The average subject applies democratic parenting and sometimes is over protected. All subject children experienced healthy and normal sexual development. In the sexual aspect, the support needed for children who are female is greater than men. The party most involved in providing sex education is the mother. The factor that makes the subject willing to apply sex education is fear if the child experiences something unpleasant in the aspect of his sexuality. Keywords: Mentally Retarded, Mild Retardation, Sex Education, Parenting, Parents Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apa peran orang tua dengan anak retardasi ringan dalam upaya memberikan pendidikan seks. Peneliti juga ingin melihat kesehatan perkembangan seksual serta masalah yang muncul sehubungan dengan aspek-aspek ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik wawancara dan observasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, lembar observasi, dan tape recorder. Jumlah subjek adalah 4 orang, 3 di antaranya adalah ibu dan 1 subjek signifikan lainnya / tante. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa semua subjek telah menerapkan pendidikan seks dalam bimbingan American Association of Pediatrics tanpa mereka sadari. Subjek rata-rata menerapkan pola asuh yang demokratis dan terkadang terlalu dilindungi. Semua anak-anak subjek mengalami perkembangan seksual yang sehat dan normal. Dalam aspek seksual, dukungan yang dibutuhkan untuk anak-anak yang perempuan lebih besar daripada laki-laki. Pihak yang paling terlibat dalam memberikan pendidikan seks adalah ibu. Faktor yang membuat subjek mau menerapkan pendidikan seks adalah ketakutan jika anak mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan dalam aspek seksualitasnya. Kata Kunci: Keterbelakangan mental, Keterbelakangan Ringan, Pendidikan Seks, Pengasuhan Anak, Orang Tua.


Author(s):  
Anna Poļaka

The aim of the research: to investigate development opportunities of the acquisition English by the students with intellectual disability of class 6 and 9 and to analyze results of research and work out conclusions. It was analyzed information from literature sources about the organization of the learning process for students with intellectual disability and the feature of teaching English to students with intellectual disability in the theoretical part of the research. The empirical part of this paper was conducted during a year (from May 2018 to May 2019). The participants in this study are nine males and females with mild retardation.


Sari Pediatri ◽  
2016 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 170
Author(s):  
Titi Sunarwati Sularyo ◽  
Muzal Kadim

Retardasi mental adalah penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermaknadan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selamamasa perkembangan. Klasifikasi retardasi mental adalah mild retardation, moderateretardation, severe retardation dan profound retardation.Etiologi retardasi mental dapat terjadi mulai dari pranatal, perinatal dan postnatal.Beberapa penulis secara terpisah menyebutkan lebih dari 1000 macam penyebabterjadinya retardasi mental, dan banyak diantaranya yang dapat dicegah. Ditinjau daripenyebab secara langsung dapat digolongkan atas penyebab biologis dan psikososial.Diagnosis retardasi mental tidak hanya didasarkan atas uji intelegensia saja, melainkanjuga dari riwayat penyakit, laporan dari orangtua, laporan dari sekolah, pemeriksaanfisis, laboratorium, pemeriksaan penunjang.Tata laksana retardasi mental mencakup tatalaksana medis, penempatan di panti khusus,psikoterapi, konseling, dan pendidikan khusus. Pencegahan retardasi mental dapat primer(mencegah timbulnya retardasi mental), atau sekunder (mengurangi manifestasi klinisretardasi mental).


2006 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1-10 ◽  
Author(s):  
Naseema Dawood ◽  
Anil Bhagwanjee ◽  
Kay Govender ◽  
Ebrahim Chohan

2000 ◽  
Vol 9 (5) ◽  
pp. 411-416 ◽  
Author(s):  
Katherine A. Schneider ◽  
Stephanie A. Kieffer ◽  
Andrea F. Patenaude

1996 ◽  
Vol 79 (1) ◽  
pp. 175-180
Author(s):  
Carmelo A. De Mojà ◽  
Rocco Zoccali

In this paper are analysed the increases in mental age during a 3- to 3 1/2-yr. interval of 54 adolescents classified as mildly or moderately mentally retarded who had participated in rehabilitation therapy (therapy) or had no therapy (control). Analysis showed that the rehabilitation therapy significantly increased mental age only for subjects with mild retardation but not those with moderate mental retardation.


1996 ◽  
Vol 16 (1_suppl) ◽  
pp. 554-556 ◽  
Author(s):  
Rosa Maria Jaramillo-Solorio ◽  
Leticia Mendoza-Guevara ◽  
Elvia Garcia-Lopez

The aim of this study is to quantify the intelligence output in our pediatric population on continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) treatment. A total of 30 children were studied, with an age range of eight to 18 years. For evaluating a global intelligence quotient (la), the Wechsler test was applied according to their age. And, as a complement, a Bender test was also requested to deny or confirm brain damage. The Wechsler test showed an average intelligence quotient in most of the children (76.7%); a small group (16.7%) was classified as dull normal, 1 child had mild retardation, and 1 was borderline. All of them had a Bender test that did not correlate with brain damage. Most of them maintained a very high verbal la, but, when the performance la was qualified, 34% got a low score, and a certain difficulty in solving this part of the test was observed. Maybe this was influenced by chronicity of the sickness and/or the blood urea nitrogen level. In conclusion, the child's plasticity is his best quality to cope with uremia and the alterations caused by it. Therefore the idea is to consider the intelligence quotient as the capacity that the subjects have to use their own resources to cope with their environment. And, even though the neurological alterations exist, the child's plasticity helps him/her maintain a good global intelligence quotient, even though he/she is not having immediate transplantation.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document