perceive stress scale
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

2
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 3-7
Author(s):  
Nurhasanah Nurhasanah ◽  
Meiyanti Meiyanti

LATAR BELAKANGAtensi merupakan komponen kecil dalam tahap memori saat seseorang melakukan proses berpikir. Bila terdapat gangguan pada atensi, maka seseorang akan sulit untuk menerima atau mempelajari hal yang baru. Atensi dipengaruhi oleh berbagai situasi, salah satunya adalah stres. Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan manusia dan menjadi bagian hidup yang tidak dapat dielakkan. Siswa sekolahpun dapat mengalami stres yang dapat berpengaruh terhadap atensi dan mempengaruhi tingkat prestasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan stres dengan atensi pada siswa sekolah menengah atas. METODEPenelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang mengikusertakan 173 siswa sekolah menengah atas. Responden diperoleh dengan teknik cluster sampling. Stres diukur dengan menggunakan perceive stress scale dan atensi diukur dengan menggunakan digit span test. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara stres dengan atensi. HASILDidapatkan jumlah responden sebanyak 173 orang dengan 26% siswa dengan tingkat atensi yang buruk dan 28.3% yang mengalami stres. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan atensi pada siswa sekolah menengah atas (p=0.000). KESIMPULANTerdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan atensi pada siswa sekolah menengah atas.


Author(s):  
Cintyakarin Cikal Agustanadea .

Latar Belakang : Remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami perubahanfisik, psikologi dan sosial. Perubahan yang dialami remaja dapat menyebabkanmunculnya perilaku bullying akibat dari tingkat stres dan kecerdasan emosi yangdimiliki remaja.Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kecerdasan emosi dengan perilaku bullying pada remaja di kota PontianakMetode : Desain penelitian ini berupa deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah probability sampling denganjumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 354 pada siswa menengah atas negeri diKota Pontianak. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Perceive Stress Scale(PSS), kuesioner Self-Report Emotional Intellegence Test (SSEIT), dan kuesionerAdolescent Peer Relations Instrument (APRI) seksi A. Analisis statistik menggunakanuji Spearman rank dengan nilai p < 0,05.Hasil : Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 58,8%% dengan sukuterbanyak yaitu Melayu sebanyak 48,0% dan agama terbanyak yaitu Islam sebanyak83,3%.Hasil uji statistik didapatkan nilai p pada tingkat stres dengan perilaku bullyingp = 0,290 dan nilai p pada kecerdasan emosi dengan perilaku bullying p = 0,627.Kesimpulan :Tidak ada hubungan antara tingkat stres dan kecerdasan emosi denganperilaku bullying. Semakin ringan tingkat stres atau semakin tinggi kecerdasan emosi,tidak menutup kemungkinan seseorang melakukan bullying.Kata Kunci : Tingkat Stres, Kecerdasan Emosi, Perilaku Bullying


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document