Pencapaian kemampuan berjalan anak berbeda-beda, meskipun beberapa bayi sudah bisa berjalan sebelum menginjak 1 tahun, namun berdasarkan penelitian, umumnya anak dapat berjalan di rentang 12-15 bulan. Terdapat beberapa penyebab yang memperlambat kemampuan anak dalam berjalan. Di antaranya adalah kemampuan anak untuk mencoba yang rendah, bobot tubuh yang kurang atau berlebihan dan trauma yang dialami anak saat mencoba berjalan untuk pertama kalinya. Ada pula penyebab lain seperti gangguan suatu penyakit, gangguan pada saraf otak. Tapi umumnya, yang paling sering terjadi adalah stimulasi yang kurang dari orang tua, salah satunya yaitu penggunaan alat bantu berjalan (baby walker) yang sering digunakan sebagai cara orang tua agar anaknya bisa aman jika di tinggal melakukan aktifitas rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perkembangan motorik kasar (kemampuan berjalan) anak usia 9-15 bulan yang menggunakan alat bantu berjalan (baby walker). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi yang menggunakan baby walker mengalami keterlambatan kemampuan berjalan (60%). Sehingga di sarankan untuk orang tua agar mengurangi penggunaan alat bantu berjalan (baby walker) secara terus menerus, perlu dilakukan stimulasi berjalan oleh orang tua melalui melatih anak berjalan secara langsung dengan memeganginya, membiarkan anak belajar melangkah dari satu tempat ke tempat lain dalam jarak dekat, menghindari tindakan yang menyebabkan trauma pada anak saat belajar berjalan contohnya perbuatan yang menyebabkan anak terjatuh atau teriakan yang membuat anak kaget dan menangis.