program capacity
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

28
(FIVE YEARS 2)

H-INDEX

7
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
pp. 447-458
Author(s):  
Atul Gupta ◽  
Robert Metzke ◽  
Olesya Struk ◽  
Aleksandra Popovic

Author(s):  
Christian Albert Lewier ◽  
Rita Fransina Maruanaya ◽  
Abraham Soyem ◽  
Febrio Titaley ◽  
Meytty Jeanly Pattikawa

: Provinsi Maluku memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Potensi pariwisata ini tersebar luas di seluruh kawasan Maluku bahakan sampai di pelosok-pelosok yang paling terpencil sekalipun. Kurang lebih terdapat sekitar 600 objek wisata di Maluku yang telah teridentifikasi. Potensi pariwisata yang demikian menjanjikan ini perlu didukung dengan ketersediaan tenaga pramuwisata yang handal. Kegiatan PKM ini memiliki dampak yang sangat positif terhadap 31 orang guide pemula. Para pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia-Maluku (HPI Maluku periode 2011-2015) telah merasakan manfaat dari kegiatan ini. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dosen Jurusan Pendidikan Bahasa FKIP Universitas Pattimura dan Dewan Pimpinan Daerah HPI Maluku. Pengetahuan dan ketrampilan peserta seputar kepariwisataan secara umum dan kepemanduan secara khusus telah dikembangkan lewat kegiatan ini. Salah satu indikator manfaat yang dirasakan oleh mitra program ini adalah peningkatan profesionalitas dan ketrampilan berbahasa yang sangat diperlukan dalam kegiatan kepemanduan. Evaluasi yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan kemampuan para tourist guide muda dalam aspek skill, teknik dan kepercayaan diri. Nilai tambah lain yang nyata adalah semakin erat ikatan persaudaraan antara sesama anggota HPI Maluku yang berbeda latar belakang suku dan agama yang diharapkan juga berdampak pada penciptaan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat yang bhineka.


2020 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 193-202
Author(s):  
I Gusti Ayu Agung Sri Agustini ◽  
Ida Ayu Putu Sri Widnyani

Penelitian ini mengkaji implementasi transaksi non tunai dalam mewujudkan transaparansi dan akuntabilitas pada Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Rumusan masalah dalam penelitian ini terdiri dari 3 permasalahan yakni bagaimana implementasi, apa kendala yang dihadapi dalam implementasi dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang terjadi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan publik yang dikemukakan oleh Van Metter dan Van Horn. Terdapat enam faktor penentu keberhasilan kebijakan yang dikemukakan Van Metter dan Van Horn yakni standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antar anggota pelaksana, karakteristik organisasi, lingkungan ekonomi, politik dan sosialserta sikap pelaksana.  Penelitian ini dilakukan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.  Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif, sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi transaksi non tunai di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung telah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2018 tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah yang mewajibkans eluruh penerimaan dan pengeluaran daerah berbasis non tunai guna terwujudnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. implementasi transaksi non tunai di Sekretariat Daerah Kabupaten Badung masih belum optimal disebabkan oleh adanya kendala internal dan eksternal. Adapun solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah melakukan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusi melalui pelatihan, peningkatan sarana dan prasarana seperti computer, peningkatan kompetensi melalui program capacity building dan upaya lainnya.


2020 ◽  
pp. 194277512094746
Author(s):  
Davis Clement ◽  
Margaret E. Thornton ◽  
Trevor Doiron ◽  
Michelle D. Young ◽  
David Eddy-Spicer ◽  
...  

Characteristics that contribute to successful redesign and launch of principal preparation programs may be understood collectively as the capacity of those programs. A model of capacity for redesign of principal preparation programs should strike a balance between the technical and professional aspects of teaching and leadership and the cultural and relational aspects of organizations. We surveyed a national sample of program directors and interviewed a purposive sample of those in the midst of redesigning their programs to arrive at a framework of the tools and raw materials programs need to meet the new demands of principal preparation.


2019 ◽  
Vol 27 (2) ◽  
pp. E95-E106
Author(s):  
Celestina Barbosa-Leiker ◽  
Carrie Holliday ◽  
Ekaterina Burduli ◽  
Donelle Howell ◽  
Melodi Wynne ◽  
...  

Background and PurposeCommunity-based participatory research (CBPR) is often preferred in partnerships between universities and American Indian tribes. Central to CBPR is a strong impetus for capacity building. Community capacity includes capabilities and infrastructures to provide a service(s).MethodsAn American Indian community advisory board developed and tested an 11-item community capacity scale. A total of 128 tribal members or those who lived on the reservation completed the survey. Exploratory factor analysis assessed the factor structure and Cronbach's alpha estimated internal consistency.ResultsA one-factor model demonstrated adequate model fit (comparative fit index [CFI] = .92, root mean square error of approximation [RMSEA] = .06, standardized root mean square residual [SRMR] = .07), and items were internally consistent (alpha = .79).ConclusionsSurvey development with academic and tribal partners was iterative, with time spent on partnership and consensus building, resulting in a psychometrically sound and culturally relevant community program capacity scale.


Author(s):  
Renita Rahmawati

This study examines capacity building activities in preserving painting batik carried out by Sanggar Kalpika Tamansari Yogyakarta in 2018. The purpose of capacity building that has been studied, hopes to be an example for other communities. Basically, this study is the result of the development of capacity building activities carried out by Sanggar Kalpika to produce field data. In order for the resulting data to be tested for validity, I conducted a study through a qualitative approach. The process is to conduct interviews and observation studies to the actors of capacity building activities. Furthermore, the data studied was carried out by the process of data reduction, data display, and conclusion drawing. That way, this paper will explain about preparation, analysis, planning, implementation, and evaluation. An important indicator in the success of this activity is that cooperation and solidarity with each other are so strong that the work done can go according to plan. Even the support of surrounding communities who are not involved in the members though. On the other hand, I found weaknesses, namely the recruitment of members carried out only specifically for the Tamansari community. That way, the community outside Tamansari will not be able to get involved and know in detail about the activities carried out by the Sanggar Kalpika. This is due to the limited resources of the members and the increasing competition for batik painting. In addition, another prominent aspect is the recruitment of members. The membership recruitment process is not generally opened only for teenagers of Tamansari. This condition has an impact on the preservation of batik painting because of the shrinking interest of teenagers. The reason found by me, many teenagers after attending the training were not interested in participating in the advanced program because they chose to continue their studies in college.[Studi ini mengkaji kegiatan capacity building dalam melestarikan batik lukis yang dilakukan oleh Sanggar Kalpika Tamansari Yogyakarta pada tahun 2018. Tujuan capacity building yang telah dikaji, harapannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain. Pada dasarnya, kajian ini hasil pengembangan kegiatan capacity building yang dilakukan Sanggar Kalpika sehingga menghasilkan data lapangan. Agar data yang dihasilkan dapat diuji validitasnya, penulis melakukan kajian melalui pendekatan kualitatif. Adapun prosesnya dengan melakukan wawancara dan studi observasi kepada para pelaku kegiatan capacity building. Selanjutnya, data yang dikaji dilakukan proses reduksi data, display data, hingga penarikan kesimpulan. Dengan begitu, tulisan ini hendak menjelaskan tentang persiapan, analisis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Indikator penting dalam keberhasilan kegiatan ini adalah kerjasama dan solidaritas satu sama lain yang sangat kuat sehingga usaha yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Bahkan dukungan masyarakat sekitar yang tidak terlibat dalam anggota sekalipun. Di sisi lain, penulis menemukan kelemahan, yaitu rekrutmen anggota yang dilakukan hanya khusus masyarakat Tamansari. Dengan begitu, masyarakat luar Tamansari tidak akan dapat terlibat dan mengetahui secara detail tentang kegiatan yang dilakukan oleh Sanggar Kalpika. Hal ini disebabkan karena keterbatasan sumber daya anggota dan semakin meningkatnya persaingan usaha kerajinan batik lukis. Selain itu, aspek lain yang menonjol adalah rekruitmen anggota. Proses rekruitmen anggota tidak secara umum dibuka hanya diperuntukkan bagi remaja Tamansari. Kondisi ini berdampak pada pelestarian batik lukis karena semakin menyusutnya minat remaja. Alasan yang dijumpai penulis, banyak remaja pasca mengikuti pelatihan tidak tertarik mengikuti program lanjutan karena memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.]


2019 ◽  
Vol 40 (3) ◽  
pp. 343-355
Author(s):  
Erick G. Guerrero ◽  
Howard Padwa ◽  
Veronica Serret ◽  
Melvin Rico ◽  
Sarah Hunter ◽  
...  

2019 ◽  
Author(s):  
Celestina Barbosa-Leiker ◽  
Carrie Holliday ◽  
Ekaterina Burduli ◽  
Donelle Howell ◽  
Melodi Wynne ◽  
...  

2018 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
Author(s):  
Goonaseelan Pillai ◽  
Kelly Chibale ◽  
Edwin C. Constable ◽  
Akiko N. Keller ◽  
Marcelo M. Gutierrez ◽  
...  

Author(s):  
Eka Iskandar ◽  
Mochammad Rameli ◽  
Nicco Nicco

Abstract— In industry, conveyor is a means of transportation to move production materials. Conveyor not just move the goods but there are other processes such as counting the number of goods, filling the liquid and so forth because it is equipped with certain sensors and actuators. These processes can be automated by using PLCs as controllers by executing instruction programs in the form of ladder diagrams. The complexity of automation processes in conveyors requires the use of many relays in PLC programming and is difficult to apply to low-specification PLCs. Of course the procurement of PLC with high specifications require a lot of money. In order to overcome these problems it is necessary a method that can minimize the number of relays used so that the program becomes shorter. By using state diagram, the result of construction of ladder diagram is obtained by 32 rung and the program capacity is 3 KB.Keywords—Conveyor, Flow-Table/State Diagram, Ladder Diagram, PLC, Rung.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document