dysdercus cingulatus
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

50
(FIVE YEARS 0)

H-INDEX

9
(FIVE YEARS 0)

2020 ◽  
Vol 8 (3) ◽  
pp. 339-347
Author(s):  
Siny G Benjamin ◽  
◽  
Muraleedharan Damodaran ◽  
Keyword(s):  

2020 ◽  
Vol 22 (1) ◽  
pp. 21
Author(s):  
Riki Rudianto ◽  
Dedi Supriyatdi ◽  
Mirodi Syofian ◽  
Jakty Kesuma

Kapas (<em>Gossypium </em>sp<em>.</em>) merupakan salah satu andalan sub sektor perkebunan. Serat yang dihasilkan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri tekstil di Indonesia. Namun, tanaman kapas banyak yang terserang hama seperti hama <em>Dysdercus cingulatus</em>, <em>Bemissia tabaci</em>, <em>Spodoptera litura</em> dan <em>Antractomorpa crenulata</em> sehingga produksi kapas rendah. Mekanisme resistensi tanaman terhadap serangan hama ada 3 kategori yaitu antixenosis, toleransi, dan antibiosis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji resistensi tanaman kapas terhadap serangan hama. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Negeri Lampung dimulai pada bulan Mei sampai November 2018.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial terdiri dari 22 perlakuan dan 2 kali ulangan dengan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 tanaman, sehingga diperoleh 220 tanaman. Data hasil pengamatan diolah melalui analisis varian (Anova) jika nilai rata-rata berbeda maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Plasma nutfah kapas FDH 834 resisten terhadap kerusakan daun tetapi rentan terhadap kerusakan kerusakan batang pada fase generatif dan plasma nutfah kapas SA 2465 resisten terhadap hama penggerek buah.


2020 ◽  
Vol 43 (4) ◽  
pp. 307-310
Author(s):  
Uzma Manzoor ◽  
Masarrat Haseeb ◽  
Subhash Chander ◽  
Maher Moraeit

Agrotek ◽  
2018 ◽  
Vol 2 (4) ◽  
Author(s):  
Reymas M. R. Ruimassa ◽  
Eko Agus Martanto ◽  
Endra Gunawan

<p>Papua is considered as one of the centre of gaharu productions in Indonesia, because 58% of its natural diversification exist in this region. �The soil microorganism and insect have been known as vector for the penetration of �Fusarium lateritium which cause the gaharu effect.� This research was aimed to identify �both the soil microorganism and insect that associated with gaharu plant.�The result of the study revealed that (1) The soil microorganism that live in gaharu habitate were Trichoderma viridae, Fusarium spp, Corynebacterium sp., Criconemoides sp., and �Pratylenchus sp., and (2) The insect that live in gaharu habitate were Anomala pallida, Hypomyces inflatus, Arachnoidea, Dolichoderes bituberculatus, Oecophylla smaragdina, Dysdercus cingulatus, Teleogryllus mitratus, and dragon Flies.</p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document