deoxyribose nucleic acid
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

65
(FIVE YEARS 3)

H-INDEX

19
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 23 (3) ◽  
pp. 566-575
Author(s):  
Taufik Hidayat ◽  
Nurjanah ◽  
Agoes Mardiono Jacoeb ◽  
Bagja Adhitia Putera

Radikal bebas merupakan suatu molekul yang sangat reaktif dan tidak stabil, dapat mengakibatkan kerusakan protein, Deoxyribose Nucleic Acid (DNA), dan membran sel, serta dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat dicegah dengan senyawa antioksidan alami maupun sintetik. Caulerpa sp. merupakan rumput laut hijau yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Caulerpa sp. umum diolah menjadi urap rumput laut dalam keadaan segar dan rebus. Proses perebusan dikhawatirkan dapat mengubah aktivitas antioksidannya, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan pada  Caulerpa sp. segar dan rebus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi tunggal menggunakan pelarut metanol selama 1×24 jam. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Caulerpa sp. segar dan rebus memiliki rendemen ekstrak yaitu 8,88% dan 6,44%. Nilai IC50 Caulerpa sp. segar yaitu 452,37±8,29 mg/L dan rebus yaitu 484,59±5,69 mg/L. Kategori nilai IC50 ini tergolong sangat lemah berdasarkan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), sehingga perlu dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode lainnya dan pemurnian ekstrak kasar Caulerpa sp..


2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 78
Author(s):  
Sulassih Sulassih ◽  
Edi Santosa

Mangosteen (Garcinia mangostana L.) and its relatives (Garcinia hombroniana, Garcinia celebica, Garcinia forbesii, Garcinia malaccensis, Garcinia porecta, Garcinia subeliptica, Chalophylum inophylum) contain polyphenol compound. The polyphenol compound makes pure deoxyribose nucleic acid is difficult to reveal. The aim of this research was to find the deoxyribose nucleic acid purification method of mangosteen leaves and its relatives. The research was conducted from January to August 2015 at the Center of Horticultural Tropical Studies Laboratory, Bogor Agricultural University. The mangosteen leaves were isolated based on cetyl trimethyl ammonium bromide (CTAB) buffer extraction added by 2X chloroform isoamyl alcohol (CIAA 24:1), 3X CIAA 24:1, and sliced gel purification using Fermentas kit extraction. The result showed that CTAB added by 2X CIAA was the best treatment for Garcinia mangostana L. and its relatives for purification of deoxyribose nucleic acid. This modified method produced an apparent amplified polymerase chain reaction using PKBT7 inter simple sequence repeat marker. It was applicable to evaluate genetic diversity interspecies.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 162-168
Author(s):  
Lalu Heru Adiatma ◽  
Yosep Agus Pranoto ◽  
Abdul Wahid

DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) adalah molekul dalm tubuh manusia dalam mencari informasi hubungan antara barang bukti medis dengan pelaku, ilmu pengetahuan ini berkembang pesat digunakan sesudah tahun 90 an. Memanfaatkan sampel DNA memiliki nilai lebih dalam identifikasi sebuah kasus. Dengan menghadapi kemjuan teknologi, belajar atau mengenal struktur DNA manusia  tidaklah sulit.Bagi yang masih asing mengetahui tentang bentuk struktur DNA manusia denagn aplikasi edukasi interaktif berbasis android. Dimana aplikasi tersebut akan mempermudah kita belajar mengenai bentuk struktur DNA manusia yang diterapkan menggunakan teknologi Augmented Reality. Oleh karena itu penulis bermaksud membuat aplikasi visual DNA Manusia menggunakan Augmented Reality adalah sebagai sarana belajar dan salah satu cara untuk mengenal bentuk struktur DNA manusia secara efisien dan efektif. Tapi perlu di ketahui bahwa belajar yang baik adalah dengan mendatangi sumber ilmu itu sendiri secara langsung.


2020 ◽  
Vol 12 (1) ◽  
pp. 1-5
Author(s):  
Harli Handa Hidayat ◽  
Dian Milvita ◽  
Iin Kurnia

Telah dilakukan pengamatan efek radiasi melalui pembentukan foci γH2AX pada tiga sampel darah radiografer di Instalasi Radiologi Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang dan tiga orang non radiografer sebagai kontrol pembanding. Penelitian dilakukan melalui pengamatan pembentukan foci γH2AX pada sel limfosit sebagai biomarker terjadinya kerusakan double strand break (DSB) pada Deoxyribose Nucleic Acid (DNA). Hasil pengamatan menunjukkan adanya pembentukan foci γH2AX sebanyak 0,04 pada radiografer dan 0,02 pada kontrol. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa radiografer berisiko dua kali lebih besar mengalami kerusakan DSB sebagai tahapan awal terbentuknya kanker. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan menambah jumlah sampel untuk memeroleh hasil yang lebih baik.Kata kunci: double strand break (DSB), efek radiasi, foci γH2AX, kanker, kerusakan DNA, radiografer


2017 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 213
Author(s):  
Taufik Hidayat

Forensik molekuler merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran forensik yang memanfaatkan perkembangan teknologi biologi molekuler dalam memecahkan berbagai kasus forensik seperti pencarian orang hilang, pelacakan pelaku pembunuhan, kasus ragu ayah dan infantisida. Infantisida atau pembunuhan anak sendiri merupakan pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kandung terhadap bayinya segera setelah bayi tersebut lahir karena takut ketahuan. Salah satu hal penting dalam pengelolaan kasus infantisida adalah pengungkapan identitas jenazah orok dan pelaku infantisida agar proses hukum terhadap tersangka pelaku menjadi jelas. Penggunaan DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) mitokondria atau mtDNA sebagai salah satu cara untuk mengetahui hubungan antara barang  bukti  medis  dengan  pelaku  berkembang  pesat  setelah  era  90an.  DNA  mitokondria memiliki beberapa kelebihan dalam identifikasi yaitu laju mutasi mtDNA lebih tinggi daripada nDNA (variasi tinggi dalam  populasi), mtDNA diturunkan hanya dari pihak ibu dan sel manusia dapat memiliki ribuan kopi mtDNA yang sama serta dapat diterapkan pada jenazah bayi dalam keadaan busuk lanjut. Perbandingan antara sampel DNA bayi dengan sampel DNA tersangka ibu menggunakan metode sekuensing PCR (Polymerase Chain Reaction). Pengambilan kesimpulan akhir pada pemeriksaan hubungan keibuan pada mtDNA harus dikombinasi dengan pemeriksaan forensik lainnya.


2017 ◽  
Vol 139 (6) ◽  
Author(s):  
Hai-Jun Su ◽  
Carlos E. Castro ◽  
Alexander E. Marras ◽  
Lifeng Zhou

Deoxyribose nucleic acid (DNA) origami nanotechnology is a recently developed self-assembly process for design and fabrication of complex three-dimensional (3D) nanostructures using DNA as a functional material. This paper reviews our recent progress in applying DNA origami to design kinematic mechanisms at the nanometer scale. These nanomechanisms, which we call DNA origami mechanisms (DOM), are made of relatively stiff bundles of double-stranded DNA (dsDNA), which function as rigid links, connected by highly compliant single-stranded DNA (ssDNA) strands, which function as kinematic joints. The design of kinematic joints including revolute, prismatic, cylindrical, universal, and spherical is presented. The steps as well as necessary software or experimental tools for designing DOM with DNA origami links and joints are detailed. To demonstrate the designs, we presented the designs of Bennett four-bar and crank–slider linkages. Finally, a list of technical challenges such as design automation and computational modeling are presented. These challenges could also be opportunities for mechanism and robotics community to apply well-developed kinematic theories and computational tools to the design of nanorobots and nanomachines.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document