standardize precipitation index
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

2
(FIVE YEARS 1)

H-INDEX

0
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 14 (1) ◽  
pp. 209-218
Author(s):  
Md. Abdullah Al Mamun ◽  
Syed Mahbubur Rahman ◽  
Md. Nezam Uddin ◽  
Md. Sultan-Ul-Islam ◽  
Khairul Arifin M. N. ◽  
...  

Insufficient rainfall results in water shortage and eventually leads to drought. This research has investigated drought by utilizing standardize precipitation index in monthly mean rainfall data for 30 years from 1988 to 2017 in Rajshahi division, a region in the northwestern part of Bangladesh. Estimated indices have identified that the years 1992, 1994, 2006, and 2012 experienced moderate to severe droughts, and the year 2010 suffered from extreme drought. Non-parametric and linear trend analyses have shown that the number of draughts in the study area has been growing. The study area is thus judged as moving forward to experience more droughts from lack of water due to rainfall deficit, especially during monsoon. This region has already started to experience a shortage of rainwater, approximately 18%, in the monsoon season. This shortage is likely to affect the volume of surface water and thus the groundwater recharging, which would distort irrigation for agriculture in the region. This work would therefore assist in policy-making addressing the watering system of the region to ensure smooth agricultural production.


POSITRON ◽  
2019 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 74
Author(s):  
Andi Ihwan ◽  
Hidayat Pawitan ◽  
Rahmat Hidayat ◽  
Arnida Lailatul Latifah ◽  
Muh. Taufik

Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hutan. Bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut merupakan dampak dari kekeringan yang berkepanjangan. Informasi tentang karakteristik kekeringan di wilayah DAS Kapuas masih kurang diungkap terutama terkait dengan penggunaan data iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekeringan meteorologis dan kekeringan hidrologis DAS Kapuas. Analisis kekeringan meteorologis digunakan pendekatan Standardize Precipitation Index (SPI) dan kekeringan hidrologis digunakan Standarized Runoff Index (SRI). Data curah hujan dan runoff dari Global Climate Model (GCM) yang telah di-downscaling menjadi 20 km x 20 km digunakan sebagai input data. Berdasarkan indeks kekeringan skala satu bulanan selama 30 tahun (1981-2010), diperoleh bahwa DAS Kapuas telah mengalami kekeringan meteorologis sebanyak 45 kali dan 48 kali kekeringan hidrologis dengan kategori moderat kering sampai dengan ekstrim kering. Luas wilayah yang mengalami kekeringan meteorologis maksimum terjadi pada tahun 1986 yakni 11,01% dari total wilayah DAS, kekeringan hidrologis maksimum terjadi pada tahun 1991 yakni 13,9% dari total wilayah DAS. Durasi kejadian kedua jenis kekeringan tersebut dominan berdurasi satu bulan. Luas wilayah kekeringan, tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi kekeringan cenderung meningkat saat kejadian El-Niño. Hasil analisis karakteristik kekeringan menunjukkan bahwa data GCM dapat digunakan untuk analisis kekeringan di DAS Kapuas.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document