human diploid cell
Recently Published Documents


TOTAL DOCUMENTS

218
(FIVE YEARS 2)

H-INDEX

32
(FIVE YEARS 0)

2021 ◽  
Vol 1 (12) ◽  
Author(s):  
Wahyu Fitrah Darwanto Nugroho ◽  
Indra Kusuma ◽  
Siti Nur Riani

Latar Belakang : Vaksin merupakan suspensi mikroorganisme yang dilemahkan atau dimatikan, atau protein antikgenik dari berbagai organisme tadi yang diberikan untuk mencegah, meringankan, atau mengobati penyakit-penyakit menular. Vaksin pertama kali tercatat pada tahun 1769, yang dipublikasikan oleh Edward Jenner, yaitu specimen yang berasal dari lesi lengan seseorang yang terinfeksi Cowpox. Human Diploid Cells (HDC) merupakan salah satu sel yang digunakan untuk mengkultur virus yang akan dijadikan vaksin. HDC yang berasal dari aborsi manusia ini banyak digunakan untuk mengkultur virus Polio IPV dan OPV, Rabies, Rubella, Measles, Varicella-Zooster, dan Hepatitis A. Tujuan : Vaksin polio merupakan vaksin yang diwajibkan pada anak yang dijadwalkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dibagi menjadi dua jenis, IPV (Inactivated Polio Vaccine) dan OPV (Oral Polio Vaccine). Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner. Populasi yang digunakan adalah mahasisa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun ketiga yang memenuhi syarat. Cara pemilihan sampel dengan simple random sampling. Hasil : Penelitian yang dilaksanakan selama 3 hari dengan menggunakan kuesioner, dari 100 responden didapatkan persentase jumlah kuesioner Pengetahuan mengenai Human Diploid Cell berdasarkan Tingkat Pendidikan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 5% pada tahun ketiga dan 7% pada tahun pertama. Pengetahuan cukup sebanyak 23% pada tingkat ketiga dan 28% pada tahun pertama. Pengetahuan kurang sebanyak 9% pada tingkat ketiga dan 28% pada tahun pertama. Persentase jumlah kuesioner Pengetahuan mengenai Polio berdasarkan Tingkat Pendidikan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 15% pada tahun ketiga dan 19% pada tahun pertama. Pengetahuan cukup sebanyak 18% pada tingkat ketiga dan 31% pada tahun pertama. Pengetahuan kurang sebanyak 4% pada tingkat ketiga dan 13% pada tahun pertama. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan mengenai Human Diploid Cell dalam vaksin Polio. Dalam pandangan Islam, penggunaan vaksin Polio hukumnya mubah karena prinsip Dharuriyat bertujuan untuk mempertahankan nyawa atau Hifdz an-nafs anak dari ancaman penyakit.


2021 ◽  
Vol 1 (12) ◽  
Author(s):  
Nurfatimah Aprilianda Simatupang ◽  
Indra Kusuma ◽  
Siti Nur Riani

Latar Belakang :  Vaksin MR merupakan salah satu vaksin yang wajib diberikan kepada anak 0 – 9 bulan. Produksi vaksin MR menggunakan Human Diploid Cell yang berasal dari janin yang sengaja di abortus menimbulkan kontroversi mengenai halal dan haram vaksin MR. Penggawa kesehatan masyarakat musti memahami dan memiliki dasar keilmuan untuk dapat menjawab kerisauan dan kontroversi mengenai kehalalan vaksin MR sehingga masyarakat menerima penggunaan vaksin MR sebagai bentuk preventif dari penyakit Measles. Menurut pandangan Islam, vaksin MR hukumnya mubah karena prinsip dharuriyah untuk menjaga hifdz nasb dan hifdz nafs. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun ketiga yang memenuhi definisi operasional yang dipilih dengan teknik simple random sampling.  Hasil : Penelitian yang dilaksanakan menggunakan kuesioner didapatkan dari 100 responden. Persentase jumlah kuesioner Pengetahuan  mengenai Human Diploid Cell  berdasarkan Tingkat Pendidikan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 13,51% pada tahun ketiga dan 11,11% pada tahun pertama. Pengetahuan cukup sebanyak 62,16% pada tingkat ketiga dan 44,44% pada tahun pertama. Pengetahuan kurang sebanyak 24,32% pada tingkat ketiga dan 44,44% pada tahun pertama . Persentase jumlah kuesioner Pengetahuan  mengenai Vaksin MR berdasarkan Tingkat Pendidikan didapatkan pengetahuan baik sebanyak 54,05% pada tahun ketiga dan 49,21% pada tahun pertama. Pengetahuan cukup sebanyak 43,24% pada tingkat ketiga dan 42,86% pada tahun pertama. Pengetahuan kurang sebanyak 2,70% pada tingkat ketiga dan 7,94% pada tahun pertama. Simpulan :  Tidak terdapat hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan pengetahuan mengenai Penggunaan Human Diploid Cell dalam Proses Produksi Vaksin MR. Menurut Islam, penggunaan vaksin MR menjadi mubah sebagai upaya menegakkan prinsip dharuriyah dalam menjaga keturunan bagi orang tua (hifdz nasb) dan menjaga nyawa anak dari ancaman penyakit Measles (hifdz nafs).


2015 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 4
Author(s):  
Yong Cai ◽  
Rong Zhou ◽  
Shengyou Li ◽  
Qiong Huang ◽  
Gangqiang Yang ◽  
...  

<p>The aim is to study the potency, purity, safety, and stability of the lyophilized human diploid cell rabies vaccine (HDCV). The viruses were harvested from infected human diploid cells (MRC-5 strain) which were cultured in a microcarrier bioreactor. After harvest, purification, inactivation and lyophilization, HDCV was produced. The potency of vaccines was measured by NIH method; the bovine serum protein residual content and the antibiotic residues were tested by ELISA method; the endotoxin content was detected by semi quantitative gel method; the safety of vaccine was determined <em>in vivo</em>. Among 6 batches of HDCV, the lowest immunizing potency was 4.79 IU/ml, whilst the highest was 6.03 IU/ml; the lowest bovine serum protein residual content was 12.41 ng/dose, whilst the highest was 31.74 ng/Dose; the content of antibiotic residues was from 2.20 ng/ml to 4.00 ng/ml; endotoxin levels were all lower than 50 EU/dose. All the mice and guinea pigs vaccinated were all alive, and the body weight of each mouse also increased. The stability was investigated by determining the water content and potency of the vaccine placed in 37±1 °C for 4 weeks and 2-8 °C for 48 months, respectively. The results indicate all the quality index accords with the standards of “Pharmacopoeia of the People's Republic of China 2010, 3 Volumes”. HDCV shows satisfactory potency, purity, safety, and stability.</p>


2014 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
pp. 78
Author(s):  
Jagannathan S ◽  
Vijayakumar R ◽  
Rahul Gandhi P ◽  
Uma Devi T ◽  
Sathiyavimal S ◽  
...  

<p>Rabies, an invariably fatal viral disease is transmitted to humans through animal bites, most commonly dogs. The disease is preventable through timely pre-and post-exposure vaccination. However, once the disease occurs, death is inevitable. More than 1.4 billion people are at potential risk of rabies infection in the South-East Asia (SEA) Region, each year around 24 000 people die in the SEA Region due to rabies which accounts for approximately 45% due to rabies worldwide. Vaccines against rabies virus are currently produced in vero cells, chick embryo, duck embryo and human diploid cell lines which are not meeting the demand for rabies vaccines increasing every year. This review portrays the potential and importance of embryonic stem cells as promising host for the production of rabies vaccines. The advantages of using stem cells and its characters have been reviewed with significant references.</p>


2014 ◽  
Vol 10 (5) ◽  
pp. 1266-1273 ◽  
Author(s):  
Erxia Yang ◽  
Chen Cheng ◽  
Ying Zhang ◽  
Jingjing Wang ◽  
Yanchun Che ◽  
...  

Vaccine ◽  
2011 ◽  
Vol 29 (21) ◽  
pp. 3742-3745 ◽  
Author(s):  
Ahmad Fayaz ◽  
Susan Simani ◽  
Alireza Janani ◽  
Firouzeh Farahtaj ◽  
Peyvand Biglari ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document