scholarly journals Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru, Student Engagement dan Efikasi Diri terhadap School Well-Being Siswa SMPN 1 Semanu Kabupaten Gunungkidul

2021 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 342-353
Author(s):  
Kuswoyo Kuswoyo ◽  
Nurul Hidayah ◽  
Ahmad Muhammad Diponegoro

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menguji pengaruh antara komunikasi interpersonal guru, student engagement dan efikasi diri terhadap school well-being. 2) menguji pengaruh komunikasi interpersonal guru terhadap school well-being. 3) menguji pengaruh student engagement terhadap school well-being. 4) menguji pengaruh efikasi diri terhadap school well-being. Populasi adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Semanu Kabupaten Gunungkidul. Sampel penelitian adalah siswa kelas VI A, VIII C dan IX A yang berjumlah 95 siswa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan istrumen penelitian yang terdiri dari empat skala penelitian, yaitu skala school well-being, skala komunikasi interpersonal guru, skala student engagement dan skala efikasi diri. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian ini adalah 1) ada pengaruh yang sangat signifikan antara komunikasi interpersonal guru, student engagement dan efikasi diri terhadap school well-being, dengan nilai signifikansi = 0,000 < (0,01), nilai F sebesar 35,880 dan nilai R = 0,542. 2) ada pengaruh positif dan sangat signifikan antara komunikasi interpersonal guru terhadap school well-being dengan nilai signifikansi = 0,000 < 0,01 dan nilai t = 3,777. 3) ada pengaruh positif dan signifikan antara student engagement terhadap school well-being dengan nilai signifikansi = 0,027 < 0,05 dan nilai t = 2,246. 4) ada pengaruh positif dan sangat signifikan antara efikasi diri siswa terhadap school well-being dengan nilai signifikansi = 0,000 < 0,01 dan nilai t = 4,973.

Jurnal Ecopsy ◽  
2017 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
Author(s):  
Besty Ronna Istiqomah ◽  
Hemy Heryati Anward ◽  
Neka Erlyani

ABSTRAK Tempat tinggal berpengaruh pada kesejahteraan psikologik dan salah satu dimensi di dalamnya yaitu penguasaan lingkungan. Bagi mereka yang tidak dapat menguasai lingkungan kemungkinan hal ini turut berperan dengan motivasi mereka untuk pindah dari tempat tinggal hal inilah yang disebut sebagai motivasi migrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi pada penduduk yang tinggal di daerah kumuh Cempaka Raya di Banjarmasin. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi pada penduduk yang tinggal di pemukiman kumuh Cempaka Raya Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah 60 orang penduduk di Cempaka Raya Banjarmasin RT 42. Pemilihan subjek yaitu dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala penguasaan lingkungan dan skala motivasi migrasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil diperoleh nilai t hitung > t tabel (13,273>1,672) yaitu terdapat peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi, dengan nilai t sebesar 13,273, artinya terdapat peranan positif antara penguasaan lingkungan dengan motivasi migrasi, semakin tinggi peguasaan lingkungan maka semakin tinggi pula motivasi migrasi, dan sebaliknya. Peranan  penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi adalah sebesar 75,2 %, sedangkan 24,8 % merupakan faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.   Kata Kunci: Penguasaan Lingkungan, Motivasi Migrasi, Pemukiman Kumuh ABSTRACT Residence affects psychological well-being, and one of the dimensions in it is environment control. For those who cannot control the environment, the condition will most likely contribute to their motivation to move from their place to somewhere else, which is called motivation for migration. The objective of this study was to find out the role of the environmental control towards the motivation for migration in residents living in the slum of Cempaka Raya in Banjarmasin. The hypothesis of this study was that there was a role of environmental control towards motivation for migration in the population living in the slum of Cempaka Raya Banjarmasin. Subjects in this study were 60 residents in Cempaka Raya Banjarmasin RT 42. The subjects were selected using cluster random sampling technique. Data were collected using the scale of environmental control and the scale of motivation for migration. The data were then analyzed using simple linear regression. The results showed the value of t count > t table (13.273 > 1.672), indicating that there was a role of environmental control towards the motivation for migration, with the value of t 13.273, which meant there was a positive role of environmental control towards motivation for migration. The higher the environmental control, the higher the migration motivation, and vice versa. The role of the environmental control towards the motivation for migration was 75.2% while 24.8% was from other factors not included in this study. Keywords: Environmental Control, Motivation for Migration, Slum


2017 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Tri Na'imah ◽  
Tukiran Tanireja

<p class="IABSTRAK"><strong>Abstract: </strong>This study aims to describe the source of student well-being in Javanese ado­lescents. This research uses quantitative research approach and supported by qualitative. Research location in Banyumas with cluster random sampling technique. Instrument data collection using the scale of student well-being and open source questionaire student well-being and interview guide. Quantitative data analysis using descriptive. The results of the study are: 1) The sources of student well-being are the dimensions of social relations, cognitive, emotional and spiritual. 3) The inhibiting factor of achieving student well-being is if there are problems in the social, cognitive, emotional, physical and spiritual.</p><p class="IKEYWORDS"><strong>Abstrak: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber <em>student well-being</em> pada remaja Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan didukung dengan kualitatif. Lokasi penelitian di Banyumas dengan teknik <em>cluster random sampling</em>. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala <em>student well-being</em> dan <em>openquesioner</em> sumber <em>student well-being</em> serta panduan wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan <em>deskriptif</em>. Hasil penelitian adalah: 1) Sumber-sumber <em>student well-being</em> adalah dimensi hubungan sosial, kognitif, emosi dan spiritual. 3) Faktor penghambat tercapainya <em>student well-being</em> adalah jika ada masalah dalam dimensi sosial, kognitif, emosi, fisik dan spiritual.</p>


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 94
Author(s):  
Fauzi Rahman ◽  
Hafizh Zain Abdillah ◽  
Nurul Hidayah

School well-being penting bagi siswa untuk proses pembelajaran dan perkembangan pribadi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris bagaimana determinasi diri memprediksi school well-being pada siswa SMP di Kota Yogyakarta menggunakan teknik analisa regresi linier terhadap 123 partisipan yang terpilih berdasarkan cluster random sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan 18 aitem skala determinasi diri (koefisien α Cronbach = 0,83) dan 30 aitem skala school well-being (koefisien α Cronbach = 0,95). Hasil analisa data menunjukkan nilai koefisien regresi (t) sebesar 2,062 dengan taraf signifikansi sebesar 0,041 (p < 0,05) yang berarti bahwa determinasi diri dapat memprediksi school well-being siswa SMP dengan sumbangan efektif sebesar 5,17%.


2019 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Harfaina Harfaina ◽  
Suharyo Hadisaputro ◽  
Djoko Trihadi Lukmono ◽  
Mateus Sakundarno

Filariasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori yang menyebabkan cairan limfe tidak dapat tersalurkan dengan baik sehingga menyebabkan pembengkakan pada tungkai dan lengan. Meskipun tidak ada penyebab kematian tetapi menyebabakan cacat permanen dan stigma sosial. Eliminasi Filariasis dilakukan dengan Program Pengobatan Massal ke seluruh penduduk di daerah endemis setahun sekali selama 5 tahun. Keberhasilan program ini memerlukan kepatuhan minum obat pencegahan filariasis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebagai upaya pencegahan filariasis. Penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk berusia 15-65 tahun di dua kelurahan endemis yaitu kelurahan kuripan kertoharjo dan kelurahan jenggot selama mei-juli 2018. Sampel dalam penelitian ini 80 kasus dan 80 kontrol dengan teknik cluster random sampling. Variabel yang terbukti berpengaruh yaitu persepsi kerentanan negatif (OR=4,093) 95%CI=1,356-12,350 dan self efficacy negatif (OR=30,298) 95%CI=8,986-102,156. Persepsi kerentanan negatif dan self efficacy negatif merupakan faktor perilaku yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pencegahan filariasis. Diharapkan ada penelitian lanjutan tentang ketidakpatuhan minum obat pencegahan filariasis bukan berwujud persepsi tetapi dengan pengukuran faktor lingkungan sosial secara objektif dengan melakukan intervensi berupa perubahan perilaku.   Kata kunci : Filariasis, Ketidakpatuhan, Minum Obat, Mix Method   FACTORS THAT INFLUENCE DRINKING DRUG PREVENTION NON COMPLIANCE OF FILARIASIS IN PEKALONGAN CITY   ABSTRACT Filariasis is an infectious disease caused by worms Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, and Brugia Timori, adult worm lives and damage reulting in blockage of lymph channels, causing swelling of the legs and arms. Although no cause of death but causes permanent disability and social stigma. Filariasis elimination done with the Mass Treatment Program to the entire population in endemic areas a year for 5 year. Succesfully this program required a medication adherence. The purpose of this study was to determine the factors that influence drug disobedience as an effort to prevent filariasis. This study uses a mix method. The population in this study were residents aged 15-65 years in two endemic villages, namely kuripan kertoharjo and jenggot villages during May-July 2018. Samples in this study were 80 cases and 80 controls with cluster random sampling technique. Variables that proved influential were perceptions of negative vulnerability (OR = 4,093) 95% CI = 1,356-12,350 and negative self efficacy (OR = 30,298) 95% CI = 8,986-102,156. Negative vulnerability perceptions and negative self efficacy are behavioral factors that influence non-compliance with filariasis prevention drugs. It is expected that further research on non-compliance with taking drugs to prevent filariasis is not a form of perception but objective measurement of social environmental factors by intervening in the form of behavior change.   Keywords: Filariasis, Noncompliance, Medication, Mix Method


EDUKASI ◽  
2016 ◽  
Vol 14 (2) ◽  
Author(s):  
Emmi Bessy

Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindak Kelas dengan tujuan untuk mengetahui  Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Materi Pencemaran Lingkungan Berbasis Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Besbasis Tugas Proyek Bagi Siswa Kelas X Semester  II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara. Sampel penelitian adalah kelas X dengan jumlah 30 siswa  yang terambil dengan teknik Cluster Random sampling. Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Tes Uji Kompetensi,  Angket siswa, Lembar observasi, Wawancara dan Refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu studi yang digunakan untuk mengumpulkan data, mendeskripsikan, mengolah, menganalisa, menafsirkan dan menyimpulkan data sehingga diperoleh gambaran yang sistematis. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, tiap siklus dalam penelitian meliputi empat langkah yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) observasi (observing), (4) refleksi (reflecting). Indikator keberhasilan penelitian ini adalah selama proses pembelajaran  dan dilakukannya refleksi ternyata adanya Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Materi Pencemaran Lingkungan Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Tugas Proyek Bagi Siswa Kelas X Semester  II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara. Hasil belajar mata pelajaran biologi dengan materi Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Materi Pencemaran Lingkungan Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Tugas Proyek Bagi Siswa Kelas X Semester  II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara   dapat disajikan sebagai berikut: (1) Hasil belajar pada siklus I nilai rata–rata menunjukkan. 76,8; (2) Hasil belajar pada siklus II nilai rata-rata menunjukkan.79,33; (3) Hasil pada siklus III, nilai rata-rata menunjukkan.79,6. Berdasarkan data penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode berbasis tugas proyek pada mata pelajaran biologi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Semester II SMA Negeri 5  Kota Ternate, tahun pelajaran 2015/2016 terbukti kebenarannya.Kata kunci: hasil belajar biologi, pencemaran lingkungan, metoda berbasis tugas  proyek 


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Kadir Kadir ◽  
Munawir Sadzali

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) terhadap keterampilan problem posing matematis siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Al- Zahra Indonesia, untuk tahun akademik 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan Post-test Only Control Group Design, melibatkan 60 siswa sebagai sampel. Untuk menentukan sampel digunakan teknik cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen seperti tes esai tertulis. Keterampilan problem posing matematis siswa yang mengajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) lebih tinggi daripada keterampilan problem posing matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran klasik (t hitung = 2,01 table t tabel = 2,00 ). Persentase jawaban siswa dari problem posing berdasarkan gambar, tabel dan diagram yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) lebih tinggi daripada siswa yang mengajar dengan model pembelajaran klasik. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa pembelajaran matematika Pecahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan problem posing matematika siswa.


Author(s):  
Ni Putu Anggi Putri Mijaya ◽  
Anak Agung Istri Agung Rai Sudiatmika ◽  
Kompyang Selamet

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan literasi sains siswa SMP setelah diterapkan model pembelajaran Levels of Inquiry. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif-deskriptif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh sejumlah 31 siswa kelas VIII B3. Data penelitian adalah data peningkatan literasi sains siswa yang dikumpulkan dengan pemberian instrumen tes literasi sains sejumlah 20 butir soal tes pilihan ganda diperluas. Data peningkatan literasi sains dan peningkatan setiap aspek kompetensi literasi sains dianalisis secara kuantitatif dan dideskripsikan berdasarkan kualifikasi N-gain score ternormalisasi. Adapun data pengetahuan awal (pretest) dan literasi sains (posttest) dianalisis secara kuantitatif dan dideskripsikan berdasarkan kualifikasi penilaian acuan patokan (PAP). Kesimpulan hasil penelitian yaitu (1) peningkatan literasi sains memperoleh kualifikasi sedang (<g>=0,33), (2) ditinjau dari peningkatan setiap aspek kompetensi literasi sains yaitu aspek menjelaskan fenomena ilmiah memperoleh kualifikasi rendah (<g>=0,23), aspek mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah memperoleh kualifikasi rendah (<g>=0,17) dan aspek menginterpretasikan data dan bukti secara ilmiah memperoleh kualifikasi sedang (<g>= 0,39).


2012 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
Author(s):  
Sahat Siagian ◽  
Paimin Tanjung

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan strategi discovery lebih tinggi dari hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori, (2) apakah hasil belajar IPA siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang memiliki gaya belajar visual, (3) apakah ada interaksi anatar strategi pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi hasil belajar IPA siswa. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dolok Panribuan berjumlah 213 orang. Tekhnik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling, dengan jumlah sampel 64 orang. Metode penelitian quasi eksperimen dengan design faktorial 2 x 2. Teknik analisi data menggunakan ANAVA dua jalur pada taraf signifikan a = 0,05. Hasil: (1) hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran discovery lebih tinggi dari hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori dengan Fhitung = 6,36 > Ftabel = 3,98, (2) hasil belajar IPA siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik dengan Fhitung = 8,64 > Ftabel = 3,98, (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan gaya belajar terhadap hasil belajar IPA dengan Fhitung = 29,41 > Ftabel = 3,98. Uji Scheffe menunjukkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran discovery memperoleh hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori. Sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik memperoleh hasil belajar IPA yang lebih tinggi jika dibelajarkan dengan strategi pembelajaran discovery dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori.   Kata Kunci: strategi pembelajaran, gaya belajar, hasil belajar


2012 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 39
Author(s):  
Rappel Situmorang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning dan yang diajar dengan menggunakan model konvensional, serta untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning terhadap hasil belajar siswa.Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII semester II MTs Swasta Al-Ittihadiyah Medan yang berjumlah 5 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling, yaitu kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning dan kelas VIII-3 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jumlah keseluruhan sampel adalah 66 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan berganda terdiri dari 20 soal (4 option) yang sebelumnya sudah diuji cobakan dan sudah divalidkan oleh validator. Dari analisa data untuk kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Experiential Learning diperoleh nilai rata-rata pre-tes 40,60 dengan standar deviasi 8,81, pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pre-tes 42,27 dengan standar deviasi 8,49. Uji hipotesis pretes pada α = 0,05 dan dk = 64 diperoleh thitung= -0,99 dan ttabel = 1,999. Karena thitung < ttabel maka dapat dinyatakan kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kedua kelas didapat nilai rata-rata-rata pos-tes di kelas eksperimen adalah 82,58 dengan standar deviasi 8,48. dan nilai rata-rata postes  kelas kontrol adalah 71,21 dengan standar deviasi 10,23. kedua rata-rata tersebut berdistribusi normal. Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t satu pihak pada α = 0,05 dan dk = 64 diperoleh thitung =4,91 dan ttabel 1,999 (thitung > ttabel) yang berarti Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh model Experiential Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Gaya di kelas VIII  MTs Swasta Al-Ittihadiyah Medan.


2013 ◽  
Vol 19 (1) ◽  
pp. 37
Author(s):  
Jurubahasa Sinuraya ◽  
Lenni Marlina Siburian

Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi pembelajaran inkuiri yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Zat dan Wujudnya. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP I Santo Yoseph Medan. Teknik pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling. Jumlah kelas sampel adalah dua kelas yaitu kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol. Jumlah anggota sampel dari masing-masing kelas adalah 40 orang, sehingga jumlah anggota sampel adalah 80 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar. Pengujian hipotesis digunakan uji-t satu sisi. Hasil pengujian hipotesis menggambarkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi inkuiri dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional. Rata-rata hasil belajar kelompok strategi inkuiri lebih tinggi dibanding kelompok konvensional, hal ini menggambarkan bahwa strategi inkuiri memberi pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar yang lebih baik ketimbang pengaruh strategi konvesional.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document