Efek Antiinflamasi Ekstrak Tanaman Pagoda terhadap Hemoroid

2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 131-138
Author(s):  
Rifadly Yusril Maulana ◽  
Danang Samudro Wicaksono

Hemoroid atau yang dikenal sebagai wasir/ambeiyen merupakan kondisi peradangan dan melebarnya pembuluh darah vena di sekitar anus yang berasal dari pleksus hemoroidalis. Hemoroid timbul karena dilatasi, pembengkakan, atau inflamasi vena hemoroidalis yang disebabkan oleh konstipasti dan mengedan berulang, serta pola makan rendah serat. Bunga Pagoda dapat menjadi alternatif dalam mengurangi keluhan hemoroid dikarenakan daun dan akarnya mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan analgesik. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk melaporkan temuan ilmiah terbaru tentang peran kandungan Bunga Pagoda pada hemoroid dengan menghambat proses inisiasi dari inflamasi seperti menghambat pelepasan histamine dan mediator inflamasi, meningkatkan peristaltik usus, dan mengurangi pembengkakan serta perdaraan hemoroid. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penelusuran artikel dengan metode literature searching melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 1992 sampai tahun 2018 dengan 20 sumber pustaka. Tema yang dikumpulkan terkait dengan kandungan Bunga Pagoda terhadap hemoroid. Hasil dari sintesis artikel yang telah ditemukan yaitu Bunga Pagoda bermanfaat untuk mengurangi gejala hemoroid. Kata kunci: anti-inflamasi, clerodendrum, hemoroid THE EFFECT OF ANTIINFLAMMATION PAGODA TOWARD HEMORRHOID  ABSTRACT Hemorrhoid is an inflammatory condition and the dilation of veins around the anus that comes from the hemorrhoidal plexus. Hemorrhoids arise due to dilatation, swelling, or inflammation of the hemorrhoidal veins caused by repeated constipation and straining, and a low-fiber diet. Pagoda flowers can be an alternative in reducing hemorrhoid complaints because the leaves and roots contain phenolic compounds that function as anti-inflammatory and analgesic properties. The purpose of this literature review is to report the latest scientific findings on the role of Pagoda Flowers in hemorrhoids by inhibiting the initiation of inflammation such as inhibiting the release of histamine and inflammatory mediators, increasing intestinal peristalsis, and reducing swelling and hemorrhoidal inflammation. The method used in this article is article search with literature searching method through the NCBI database and Google Scholar. The year of publication of library resources is from 1992 to 2018 with 20 library sources. The theme collected is related to the content of Pagoda Flowers against hemorrhoids. The results of the synthesis of articles that have been found that the Pagoda Flower is useful for reducing the symptoms of hemorrhoids.                                          Keywords: anti-inflamation, clerodendrum, hemorrhoid

2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 147-154
Author(s):  
Anisa Zulfiya Rahmah ◽  
Jihan Nur Pratiwi

Asma adalah gangguan inflamasi kronik saluran napas memunculkan gejala episodik berulang berupa sesak napas, dada terasa berat, mengi dan  muncul terutama malam dan atau siang. Pencetus serangan asma dapat disebabkan oleh sejumlah faktor seperti alergen, virus, bahan iritan yang menginduksi respon inflamasi. Cermai mengandung komponen anti-inflamasi aktif yang telah banyak digunakan oleh pengobatan tradisional sebagai upaya pengobatan asma. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk melaporkan temuan ilmiah terbaru tentang peran kandungan cermai dalam mengatasi asma dengan sifatnya sebagai antiinflamasi dan menurunkan kadar IgE. Metode yang digunakan dalam artikel berjenis tinjauan pusta ka ini adalah literature searching method melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 1991 sampai tahun 2018 dengan 21 sumber pustaka dan 13 sumber yang dapat digunakan. Tema yang dikumpulkan terkait dengan kandungan cermai dalam mengatasi asma. Hasil dari sintesis artikel yang telah ditemukan yaitu cermai bermanfaat dalam mengurangi kejadian asma. Kata kunci: anti-inflamasi, asma, phyllantus acidus THE POTENTION OF STAR GOOSEBERRY IN OVERCOMING ASTHMA ABSTRACT Asthma is a chronic inflammation of the airways causing recurrent episodic symptoms in the form of wheezing, shortness of breath, chest feels heavy and coughing especially at night and / or early morning. Triggers of asthma attacks can be caused by a number of factors such as allergens, viruses, irritants that induce an inflammatory response. Cermai contains active anti-inflammatory components that have been widely used by traditional medicine as an effort to treat asthma. The purpose of this literature review is to report the latest scientific findings about the role of chewing content in overcoming asthma with its anti-inflammatory properties and lower IgE levels. The method of this literature review used is article search through the NCBI database and Google Scholar. The year of publication of library resources is from 1991 to 2018 with 21 library sources and 13 sources that used in this review. The themes collected are related to the content of the mirror in dealing with asthma. The results of the synthesis of articles that have been found are useful in reducing the incidence of asthma. Keywords: anti-inflammation, asthma, phyllantus acidus


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 155-162
Author(s):  
Danang Samudro Wicaksono ◽  
Rifadly Yusril Maulana

Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Karakteristik osteoporosis adalah ditandai dengan adanya penurunan kekuatan tulang dengan faktor resiko berupa usia, ras kaukasian, jenis kelamin wanita, defisiensi kalsium dan vitamin, aktifitas fisik, dan merokok. Dandelion mengandung berbagai vitamin, mineral, dan inulin yang baik untuk pencegahan terjadinya osteoporosis. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk melaporkan temuan ilmiah terbaru tentang peran kandungan Dandelion dalam mencegah osteoporosis dengan kandungannya yang dapat membantu proses penyeimbangan kebutuhan gizi dalam membentuk tulang . Metode yang digunakan dalam artikel berjenis tinjauan pusta ka ini adalah literature searching method melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 1991 sampai tahun 2018 dengan 21 sumber pustaka dan 12 sumber yang dapat digunakan. Tema yang dikumpulkan terkait dengan kandungan Dandelion dalam mencegah osteoporosis. Hasil dari sintesis artikel yang telah ditemukan yaitu Dandelion bermanfaat dalam mencegah osteoporosis.  Kata kunci: dandelion, inulin, kalsium, osteoporosis THE BENEFIT OF DANDELION TO PREVENTS OSTEOPOROSIS  ABSTRACT Osteoporosis is a systemic bone disease characterized by a decrease in bone mass density so that bones become brittle and break easily. The characteristics of osteoporosis are characterized by a decrease in bone strength with risk factors such as age, caucasian race, female sex, calcium and vitamin deficiency, physical activity, and smoking. Dandelion contains various vitamins, minerals, and inulin which are good for preventing osteoporosis. The purpose of this literature review is to report the latest scientific findings about the role of Dandelion content in preventing osteoporosis with its contents which can help the process of balancing nutritional needs in forming bone. The method used in this type of literature review article is the literature searching method through the NCBI and Google Scholar databases. The year of publication of library resources is from 1991 to 2018 with 21 library sources and 12 usable sources. The theme collected is related to the content of Dandelion in preventing osteoporosis. The results of the synthesis of articles that have been found that Dandelion is useful in preventing osteoporosis.  Keywords: calcium, dandelion, inulin, osteoporosis


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 193-200
Author(s):  
Muhammad Alka Fakhrizal ◽  
Kurnia Hadi Saputra

Alopesia berarti kerontokan rambut terlepas dari jenis penyebabnya. Alopesia dapat dibagi menjadi dua kategori utama: jaringan parut (cicatricial) dan non-jaringan parut (non-cicatricial). Penyebab alopesia termasuk penuaan, kekurangan gizi, ketidakseimbangan hormon, penyakit dan stres. Salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk mencegah kerontokan rambut adalah daun katuk karena kaya akan vitamin dan senyawa fenolik. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk melaporkan temuan ilmiah terbaru tentang manfaat kandungan daun katuk dalam mencegah kerontokan rambut dengan meningkatkan pertumbuhan, memperbaiki vaskular, dan menutrisi rambut . Metode yang digunakan dalam artikel berjenis tinjauan pusta ka ini adalah literature searching method melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 2001 sampai tahun 2020 dengan 32 sumber pustaka dan 20 sumber yang dapat digunakan. Tema yang dikumpulkan terkait dengan kandungan daun katuk dalam mencegah kerontokan rambut atau alopesia. Hasil dari sintesis artikel yang telah ditemukan yaitu daun katuk bermanfaat dalam mencegah kerontokan rambut. Kata kunci: alopesia, flavonoidsa, sauropus androgynous   THE POTENTION OF KATUK LEAF IN ORDER TO PREVENT HAIRLOSS ABSTRACT Alopecia means hair loss regardless of the type of cause. Alopecia can be divided into two main categories: scar tissue (cicatricial) and non-scar tissue (non-cicatricial). Causes of alopecia include aging, malnutrition, hormonal imbalance, illness and stress. One of the plants that has the potential to prevent hair loss is katuk leaves because it is rich in vitamins and phenolic compounds. The purpose of this literature assessment is to report the latest scientific findings about the benefits of katuk leaves in the prevention of hair loss by promoting growth, improving vascularity, and nourishing hair. The method used in this article is this literature is a method of searching literature through the NCBI database and Google Scholar. The year of library resources is from 2001 to 2020 with 32 library sources and 20 usable sources. The theme collected is related to the katuk leaf collection in the prevention of hair loss or alopecia. As a result of the synthesis of articles that have been found, katuk leaves are useful in preventing hair loss. Keywords: alopecia , flavonoid, sauropus androgynous


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 163-170
Author(s):  
Nursilri Meidania ◽  
Jihan Nur Pratiwi

Selulitis merupakan penyakit infeksi yang terjadi di kulit, baik itu dermis maupun jaringan subkutan. Gejala klinis yang muncul dapat berupa gejala akut yaitu eritema, nyeri, edema, inflamasi supurasi, serta gejala sistemik berupa malaise, demam, menggigil, dan nyeri lokal. Penyebab utama selulitis yaitu bakteri kokus gram positif seperti Streptococcus spp. atau Staphyloccocus aureus. Serai mengandung antimikroba dan antiinflamasi yang baik untuk membantu mengatasi selulitis. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk melaporkan temuan ilmiah terbaru tentang peran kandungan Serai dalam menngatasi selulitis dengan kandungannya yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab selulitis dan meredakan gejala peradangan dengan sifat antiinflamasinya. Metode yang digunakan dalam artikel berjenis tinjauan pustaka ini adalah literature searching method melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 1999 sampai tahun 2019 dengan 21 sumber pustaka dan 11 sumber yang digunakan dalam menjelaskan mekanisme kandungan Serai. Tema yang dikumpulkan terkait dengan kandungan Serai dalam mengatasi selulitis. Hasil dari sintesis artikel yang telah ditemukan yaitu serai bermanfaat dalam mengatasi selulitis. Kata kunci: antimikroba, daun serai, selulitis THE POTENTION OF LEMONGRASS AS COMPLEMENTER THERAPY IN CELLULITIS ABSTRACT Cellulitis is an infectious disease that occurs in the skin, both skin and subcutaneous tissue. Clinical symptoms that appear can be in the form of acute symptoms such as erythema, pain, edema, inflammation suppuration, and systemic symptoms consisting of malaise, fever, chills, and local pain. The main cause of cellulitis is gram-positive cocci such as Streptococcus spp. or Staphyloccocus aureus. Lemongrass contains antimicrobial and anti-inflammatory which is good for helping to overcome cellulitis. The purpose of this literature assessment is to report the latest scientific findings about the role of collection. The method used in this article is a literature search method through the NCBI database and Google Scholar. The year of library resource contributions is from 1999 to 2019 with 21 library sources and 11 sources used in describing the Serai Theme resources collected related to Serai content in overcoming cellulitis. The results of the synthesis of articles that have been found that Lemongrass is useful in overcoming cellulitis. Keywords: antimicroba, cellulitis, lemongrass


2021 ◽  
Vol 3 (3) ◽  
pp. 503-510
Author(s):  
Bahtiar Yusuf Habibie

Dispepsia adalah sindrom yang terdapat pada saluran pencernaan atas dan  dijumpai di seluruh dunia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan dispepsia seperti riwayat riwayat keluarga, makanan, riwayat penyakit,  pola hidup, dan juga  faktor psikologis. Tujuan dilakukannya literature review ini adalah untuk memberikan informasi terkait terapi pada dispepsia dengan benar. Sumber referensi pada literature review ini meliputi 20 artikel yang didapat dengan melakukan literature searching di Sumber NCBI, Google scholar dan 4 buku yang semuanya dipublikasikan dalam rentang tahun 2000-2020. Literature sarching tersebut dilakukan dengan menggunakan kata kunci dispepsia, terapi farmakologi, dan tatalaksana dan filter berupa rentang publikasi tahun 2000-2020. Hasil yang ditemukan dari literature searching ini adalah 7301 artikel yang kemudian dipilih 20 artikel dan 4 buku berdasarkan informasi yang dibutuhkan. Referensi yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan metode systematic literature review yang mencakup kegiatan mengumpulkan, mengevaluasi, dan mengembangkan penelitian dengan topik tertentu secara sistematis. Hasil literature review in menunjukkan bahwa Terapi farmakologi yang dapat digunakan pada dispepsia adalah obat golongan, PPI (lansoprazol, omeprazole), antagonis H2 (simetidin, ranitidine, nizatidin, atau famotidine), antasida, dan juga dapat diberikan kombinasi antara ketiga obat tersebut. Terapi lain yang dapat dilakukan adalah pemberian kombinasi dengan antibiotik pada dispepsia yang disebabkan oleh H. Pylori


Author(s):  
Gabriella Raisza Putri ◽  
Moses Glorino Rumambo Pandin

Background: Currently, Indonesia is entering an era that is all digital and uses technology in all fields of activity. The internet has a lot to do with their behavior or character. Millennials are the nation's next generation. The emergence of the digital era caused by globalization has made the millennial generation less appreciative and practicing the values ​​of Pancasila. In this case, character education is something that must be applied to the millennial generation. Purpose: This study aims to analyze the characteristics of the millennial generation, the role of character education in realizing the values ​​of Pancasila in the daily life of the millennial generation, how to cultivate an attitude of patriotism and nationalism towards the nation by practicing Pancasila, and provide motivation for the millennial generation to realize these values. Pancasila values. Methods: This study uses a literature review method. The search for journals was carried out using the google scholar database with the keywords “Character Education”, “millenial generation”, and “Pancasila”. The journals selected are journals from 2019 to 2020. Results: By applying character education to the millennial generation, it will make it easier for them to practice the values ​​of Pancasila. Pancasila should be the way of life of the millennial generation. Recommendation and limitation: As millennials, we must protect the country from values ​​that are contrary to Pancasila. Character education must be applied following the nature of the millennial generation itself. Of course, the applied character education must prioritize and be based on the values ​​of Pancasila as well.


2020 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 51-62
Author(s):  
Rivaldi Marzel

Diabetes melitus atau DM merupakan penyakit gangguan kronis dalam metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. DM digambarkan sebagai peningkatan glukosa darah setelah semua jenis makan.. Pada tahun 2019 International Diabetes Federation memperkirakan ada 463 juta penderita DM di seluruh dunia. Tujuan dilakukannya literature review ini adalah untuk membahas tatalaksana yang tepat pada kasus diabetes melitus tipe 1. Sumber referensi yang digunakan untuk menyusun tulisan ini meliputi 20 artikel yang didapat dengan melakukan literature searching di Sumber NCBI, Google scholar dan 4 buku yang semuanya dipublikasikan dalam rentang tahun 2000-2020. Literature sarching tersebut dilakukan dengan menggunakan kata kunci Diabetes, diabetes melitus tipe 1, tatalaksana dan filter berupa rentang publikasi tahun 2000-2020. Hasil yang ditemukan dari literature searching ini adalah 9897 artikel yang kemudian dipilih 20 artikel dan 4 buku berdasarkan informasi yang dibutuhkan. Referensi yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan metode systematic literature review yang mencakup kegiatan mengumpulkan, mengevaluasi, dan mengembangkan penelitian dengan topik tertentu secara sistematis. Hasil literature review in menunjukkan bahwa tatalaksana pengelolaan DM tipe-1 dilakukan dengan beberapa penangaan, yaitu dengan pemberian insulin, pengaturan makan, olahraga,dan edukasi, yang didukung oleh pemantauan mandiri.


2021 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Susi Purnama Sari ◽  
Siti Mapuah ◽  
Ivandha Sunaryo

This research refers to the lack of students' critical thinking skills in science subjects. This is caused by passive teacher learning because it still dominates learning activities and the lack of students paying attention to the environment in socio-culture. Peethnoscience learning teaches science which is contained in local wisdom in society, in this case, learning about local culture can improve students' critical thinking skills. It will need ethnoscience directly could observing learning about the culture as a learning environment in the learning process in elementary schools, so that students can identify scientific problems and explain phenomena scientifically. This research aims to analyze about important role of ethnoscience-based Natural Science learning to develop the thinking skills of elementary school students. Type the research method used was the literature review method (literature review). Data collection techniques in this study are from various sources, namely articles and scientific journals that come from google scholar and Scopus. The conclusion of this study ethnoscience-based learning encourages students to think critically through mental activity, it's using ethnoscience-based science learning that can support students to develop abilities in response to information received by considering all aspects related to that information. Abstrak Penelitian ini merujuk pada kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA. Hal tersebut disebabkan oleh pembelajaran guru yang pasif karena masih mendominasi kegitan pembelajaran dan kurangnya siswa dalam memperhatikan lingkungan pada sosial budaya. Pembelajaran etnosains mengajarkan Ilmu Pengetahuan yang didalamnya terkandung pada kearifan lokal di masyarakat,dalam hal ini pembelajaran tentang budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Maka diperlukannya etnosains yang secara langsung dapat mengamati pembelajaran tentang budaya sebagai lingkungan belajar dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, agar siswa dapat mengidentifikasi masalah keilmuan dan menjelaskan fenomena secara ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tentang pentingnya peranan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berbasis etnosains untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa sekolah dasar. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode tinjauan pustaka (literature review). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berbagai sumber yaitu artikel dan jurnal ilmiah yang berasal dari google scholar dan scopus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis etnosains mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui aktivitas mental, oleh karena itu penggunaan pembelajaran IPA berbasis etnosains dapat mendukung siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam menanggapi informasi yang diterima dengan mempertimbangkan semua aspek yang berkaitan dengan informasi tersebut.


2019 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 47-52
Author(s):  
Kristian Pieri Ginting ◽  
Asri Pandiangan

Indonesia memiliki hampir sepertiga anak mengalami stunting. Hal ini menjadi masalah yang serius karena stunting dapat berdampak jangka pendek yaitu peningkatan morbiditas dan mortalitas, penurunan fungsi kognitif dan anak menjadi lebih mudah sakit sedangkan jangka panjang yaitu obesitas, penurunan tinggi badan anak saat dewasa, penurunan performa di sekolah dan penurunan kesehatan reproduksi.Stunting memiliki dampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat terutama sel-sel syaraf pusat. Keadaan stunting akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel neuron akan terhambat sehingga kecerdasan intelektual anak dapat berkurang. Metode yang digunakan adalahliterature review yang diambil dari buku, jurnal nasional atau internasional maupun website. Literature yang diambil terdiri dari 18 artikel. Penelusuran sumber pustaka dalam artikel ini melalui database NCBI dan Google Scholar. Sumber artikel diambil dari tahun 2000 sampai tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan stunting mempengaruhi tingkat kecerdasan intelektual anak. Simpulan stunting pada anak dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel-sel syaraf pusat anak sehingga menurunkan kecerdasan intelektual anak.   Kata kunci: kecerdasan intelegensi, anak, stunting   CHILDREN INTELLECTION LEVEL OF STUNTING   ABSTRACT Indonesia has almost one third of children stunted. This is a serious problem because stunting can have short-term effects, there are increased morbidity and mortality, decreased cognitive function and children become more easy to be illness while long-term, there are obesity, reduced child height as adults, decreased performance in schools and decreased reproductive health. Stunting has an impact on stunted growth and development especially central nerve cells. Stunting will lead to growth and development of neuron cells will be hampered so that children's intellectual intelligence can be reduced. The method used is literature review taken from books, national or international journals and websites. Literature taken consists of 18 articles. Search of library resources in this article through the NCBI database and Google Scholar. The source of the article was taken from 2000 to 2018. The results showed that stunting make the level of children's intellectual intelligence to be decrease. Conclusion of stunting in children can inhibit the growth and development of the child's central nerve cells, thereby reducing children's intellectual intelligence.   Keywords : stunting, intelegence question, children


e-CliniC ◽  
2021 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 305
Author(s):  
Lusiane M Hartono ◽  
Marlyn G Kapantow ◽  
Tara S Kairupan

Abstract: Acne vulgaris is a common inflammatory condition of pilosebaceous follicles that affects 85-100% of the human population. Patients usually complain of the appearance of acne vulagaris on the predilection areas such as face and neck (99%), back (60%), chest, shoulders and upper arms (15%). One of the factors that influence or trigger acne vulgaris is hormonal factor. During menstruation there is an increase and hormonal changes that can trigger acne. This study was aimed to determine the effect of menstruation on acne vulgaris. This was a literature review study using three databases named PubMed, ClinicalKey and Google Scholar. Keywords used were “Menstruasi” DAN “Akne Vulgaris” (Indonesia), and “Menstruation” AND “Acne Vulgaris” (English). In this study, there were 12 literatures that match the inclusion and exclusion criteria. The result was dominated by samples stating that there was a connection between menstruation and the appearance of acne vulgaris. The effect of hormonal instability during menstruation was one of the causes of acne vulgaris in women, which showed the effect of menstruation on the emergence of acne vulgaris, mostly during pre-menstruation. In conclusion, menstruation influences the occurrence and the severity of acne vulgaris.Keywords: menstruation, acne vulgaris  Abstrak: Akne vulgaris (AV) atau jerawat merupakan suatu kondisi inflamasi umum pada folikel pilosebasea yang dialami oleh 85-100% populasi manusia. Penderita biasanya mengeluh kemunculan AV pada predileksi wajah dan leher (99%), punggung (60%), dada (15%) bahu, dan lengan bagian atas. Faktor yang memengaruhi atau mencetuskan akne vulgaris salah satunya ialah faktor hormonal. Saat menstruasi terjadi peningkatan dan perubahan hormon yang dapat memicu akne. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menstruasi terhadap akne vulgaris. Penelitian ini berbentuk literature review. Pencarian data menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan “Menstruasi” DAN “Akne Vulgaris” (Bahasa Indonesia) serta “Menstuation” AND “Acne Vulgaris” (Bahasa Inggris). Pada penelitian ini didapatkan 12 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian didominasi oleh sampel yang menyatakan adanya pengaruh antara menstruasi dengan munculnya AV. Pengaruh ketidakstabilan hormon (estrogen dan progesteron) saat menstruasi merupakan salah satu penyebab munculnya akne vulgaris pada perempuan yang menunjukan adanya pengaruh dari menstruasi terhadap kemunculan AV, terlebih pada saat pre-menstruasi. Simpulan penelitian ini ialah menstruasi memengaruhi kemunculan dan keparahan akne vulgaris.Kata kunci: menstruasi, akne vulgaris


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document