ANALISIS PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO PROFITABILITAS, RASIO SOLVABILITAS DAN RASIO PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG BERADA PADA INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA

2016 ◽  
Vol 11 (02) ◽  
pp. 1-16
Author(s):  
Dilawatil Hikmah

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh rasio likuiditas (CR), rasio profitabilitas (NPM, ROA, ROE, EPS), rasio solvabilitas (DER) dan rasio pasar (PER) terhadap harga saham (Y) pada perusahaan yang berada pada indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan anggota emiten LQ45 periode Januari 2014 yang selama 5 tahun eksis dari Februari 2009 sampai Januari 2014. Metode sampel yang digunakan adalah purpose sampling (sampling bersyarat). Adapun jumlah sampel yang terpilih memenuhi syarat sebanyak 21 emiten dari 45 emiten. Teknis analisis data menggunakan Eviews 7.1 yaitu dengan metode cross sectional weight dengan pendekatan fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama maupun secara parsial variabel CR, NPM, ROA, ROE, EPS, DER, dan PER memiliki pengaruh terhadap harga saham. Namun variabel yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham adalah NPM dan PER. Maka para investor dapat menilai kinerja perusahaan dengan melihat dari rasio keuangan dan melakukan penilaian terhadap harga saham sehingga dengan mudah dapat menentukan saham yang baik sebelum berinvestasi di BEI.

2021 ◽  
Vol 2021 (1) ◽  
pp. 374-683
Author(s):  
Destia Rahmatu Jannah ◽  
Dewi Purwanti

Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di ASEAN, hal ini ditunjukkan dengan penjualan mobil dan motor tertinggi di ASEAN periode 2014-2019. Selain itu, ekspor mobil dan motor di Indonesia memiliki tren yang meningkat. Hal ini menyebabkan perusahaan manufaktur sub sektor otomotif dan produk komponen mengalami pertumbuhan aset yang cepat setiap tahunnya, karena setiap perusahaan terus mengembangkan produksinya. Setiap perusahaan dalam mengembangkan bisnis tidak hanya membutuhkan pendanaan internal tetapi juga pendanaan eksternal dengan melakukan pinjaman utang melalui kreditur. Perusahaan lebih memilih utang karena memiliki biaya relatif kecil dibandingkan dengan mengeluarkan emisi saham baru meskipun resiko yang dihadapi lebih besar. Peminjaman utang dapat menimbulkan biaya utang perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya utang serta mengkaji determinan biaya utang perusahaan manufaktur sub sektor otomotif dan produk komponen yang terdaftar di BEI selama periode 2014 hingga 2019. Metode yang digunakan adalah fixed effect model dengan cross sectional weight. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya utang. Sedangkan variabel return on asset, ukuran perusahaan, dan current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap biaya utang.


2021 ◽  
Vol 2020 (1) ◽  
pp. 1269-1276
Author(s):  
Devaki Areta Putrie ◽  
Arif Rahman

Pemberdayaan wanita merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai banyak negara di dunia. Indeks pemberdayaan Gender adalah indkator yang menunjukkan seberapa berdaya perempuan di suatu wilayah. Salah satu komponen untuk mengukur Indeks Pemberdayaan Gender di Indonesia yang masih timpang ialah sumbangan pendapatan wanita. Pendapatan pekerja perempuan masih terpaut cukup jauh dengan pekerja laki-laki. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis dan memodelkan pendapatan pekerja perempuan dari 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2018 menggunakan regresi data panel. Model yang terpilih pada penelitian ini adalah fixed effect model. Model diperlakukan sebagai SUR dan diestimasi dengan feasible generalized least square karena terdapat masalah heteroskedastisitas dan cross-sectional correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel IPM perempuan, PDRB, dan proporsi perempuan bekerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pekerja perempuan suatu provinsi


2017 ◽  
Vol 16 (2) ◽  
pp. 177
Author(s):  
Kevin Wiyarta Erlim ◽  
Rita Juliana

Using sample of non financial Indonesia public licted firms over the period from 2005-2014, we analyze the impact of CEO education level education specialization on firm performance. Globalization has a lot of impact on professionals’ careers and thus it will affect the qualification that a CEO needed.  We believe that education level and CEO education specialization will affect the managerial decision making process and their strategy. This study is using panel data with fixed effect model methodology. We also did classic assumption test such as autocorrelation test, heteroscedasticity test and cross-sectional dependence test. Our analysis results that CEO education level does have impact on firm performance, and should be considered as an important aspect of a CEO.  Keywords: CEO Education Level; CEO Education Specialization; Fixed Effect Model; Firm Performance; TobinsQ


Author(s):  
Hamidreza Totonchi ◽  
Ramazan Rezaei ◽  
Shokoofe Noori ◽  
Negar Azarpira ◽  
Pooneh Mokarram ◽  
...  

Introduction: Several studies have assessed the association between the vitamin D receptor (VDR) polymorphism and risk of metabolic syndrome (MetS). However, the results were inconsistent and inconclusive. Therefore, we conducted a meta-analysis to clarify the exact association between the vitamin D receptor (VDR) polymorphisms and the risk of MetS. Methods: All accessible studies reporting the association between the FokI (rs2228570) or / and TaqI (rs731236) or/and BsmI (rs1544410) or/and ApaI (rs7975232 polymorphisms of the Vitamin D Receptor and susceptibility to MetS published prior to February 2019 were systematically searched in Web of Science, Scopus, and PubMed. After that, Odds ratios (ORs) and their corresponding 95% confidence intervals (CIs) were estimated to evaluate the strength of the association in five genetic models. Results: A total of 9 articles based on four gene variations, and comprising 3348 participants with 1779 metabolic syndrome patients were included. The overall results suggested a significant association between BsmI (rs1544410) polymorphism and MetS susceptibility in recessive model (OR, 0.72, 95% CI, 0.55-0.95, fixed effect model), allelic model (OR, 0.83, 95% CI, 0.72-0.95, fixed effect model), and bb vs BB (OR, 0.65, 95% CI, 0.46-0.93, fixed effect). However, no significant association was identified between TaqI (rs731236) polymorphism, ApaI (rs7975232) polymorphism, and FokI (rs2228570) polymorphism and MetS. Conclusion: This meta-analysis suggested an association between the BsmI (rs1544410) polymorphism and MetS. Indeed, BsmI (rs1544410) acts as a protective factor in the MetS. As a result, the VDR gene could be regarded as a promising pharmacological and physiological target in prevention or treatment of the MetS.


2021 ◽  
Vol 2021 (1) ◽  
pp. 547-556
Author(s):  
Daniel M V Mone ◽  
Efri Diah Utami

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sebuah perencana aksi berskala global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia dengan tujuan mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Salah satu dari 17 tujuan SDGs adalah mengakhiri kelaparan. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, salah satu pendekatan untuk mengukur tingkat kelaparan adalah proporsi penduduk dengan asupan kalori minimum di bawah 1400 kkal/kapita/hari.  Proporsi penduduk dengan asupan kalori minimum di bawah 1400 kkal/kapita/hari di Indonesia masih cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan dari tahun 2017 hingga 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gambaran umum dari tingkat kelaparan dan variabel-variabel yang diduga mempengaruhinya, serta  bagaimana pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap tingkat kelaparan di Indonesia tahun 2015-2019. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan-kebijakan guna penuntasan kelaparan di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan menggunakan  fixed effect model yang diestimasi dengan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kelaparan adalah pengeluaran makanan dan harga beras, sedangkan jumlah penduduk miskin dan pendapatan perkapita tidak berpengaruh signifikan.


Author(s):  
Karoomatus Syifa ◽  
Aris Susetyo

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bid-ask spread, market value dan risk of return terhadap holding period saham secara parsial maupun simultan pada saham perusahaan indeks JII tahun 2016-2018. Sumber data dalam penelitian adalah data sekunder berbentuk data harian yang diperoleh di www.idx.co.id dan Yahoo Finance. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indeks JII tahun 2016-2018 yang berjumlah 30 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 17 perusahaan. Tahun 2016 terdapat 246 hari perdagangan, tahun 2017 terdapat 238  hari perdagangan  dan tahun 2018 terdapat 241 hari perdagangan sehingga membentuk data panel sebanyak 12.325 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel: Fixed Effect Model dengan bantuan aplikasi software Eviews 10. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t-statistic dan uji F-statistic dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bid-ask spread memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap holding period saham, 2) market value memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap holding period saham, 3) risk of  return memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap holding period saham, 4) bid-ask spread, market value dan risk of  return secara simultan memiliki pengaruh terhadap holding period saham. Holding period saham dapat dijelaskan oleh pengaruh variasi variabel independen bid-ask spread, market value dan variance return sebesar 99,91 %, sedangkan 0,09% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.


2018 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 205-234
Author(s):  
. Ragimun

AbstrakTekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah produk ekspor utama Indonesia dan Vietnam. Penelitian ini  bertujuan menganalisis daya saing ekspor TPT Indonesia dan Vietnam di pasar AS dan RRT. Metode yang digunakan adalah Constant Market Share Analysis (CMSA), Revealed Comparative Advantage (RCA), dan Model Ekonometrika (Fixed Effect Model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk TPT Indonesia dan Vietnam tidak mempunyai daya saing kuat di pasar RRT, tetapi keduanya memiliki daya saing kuat di pasar AS. Pengembangan ekspor TPT Vietnam lebih terkonsentrasi di pasar RRT, sedangkan Indonesia lebih terkonsentrasi di pasar AS. TPT Indonesia mampu beradaptasi di pasar RRT dan AS, sedangkan TPT Vietnam hanya mampu beradaptasi di pasar RRT. Daya saing TPT Indonesia dan Vietnam di pasar AS dan RRT sangat dipengaruhi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) manufaktur negara asal. Daya saing TPT Indonesia sangat dipengaruhi Produk Domestik Bruto (PDB) negara tujuan, sedangkan Vietnam sangat dipengaruhi oleh faktor nilai tukar riil, tarif, PDB negara tujuan dan PMA manufaktur Vietnam. Untuk meningkatkan daya saing ekspor TPT, Indonesia perlu memperhatikan PMA manufaktur negara asal dan PDB negara tujuan. AbstractTextile and Textile Product (TPT) are the main export products of Indonesia and Vietnam. This study examined the competitiveness of Indonesian and Vietnamese TPT in the US and PRC markets by using the CMSA, RCA methods and the Fixed Effect Model. The result showed TPT products from Indonesia and Vietnam do not have strong competitiveness in the PRC market, but they are highly competitive in the US market. The TPT export from Vietnam is mostly concentrated in the PRC market, while TPT from Indonesia was in the US market. Indonesian TPT is able to adapt in both PRC and US markets, while the Vietnamese TPT is only able to adapt in the PRC market. The competitiveness of Indonesian and Vietnamese TPT in the US and PRC markets is strongly influenced by the home country's FDI manufacturing. Indonesia's TPT competitiveness is strongly influenced by the GDP of the destination country, while Vietnam is strongly influenced by the factors of real exchange rates, tarrif, GDP of destination countries and Vietnam's FDI manufacturing. To improve the competitiveness of TPT export, Indonesia needs to give a great concern toward FDI manufacture and GDP of US and PRC.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document