EVALUASI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASSESSMENT ULANG NYERI MENGGUNAKAN CRITICAL PAIN OBSERB TOOL (CPOT)
ABSTRAK Latar belakang: Assessment ulang nyeri dengan CPOT di ICU RS Bethesda efektif dilaksanakan pada tahun 2018. Pelaksanaan belum rutin dilaksanakan dan hanya dikerjakan oleh sembilan perawat dari 19 perawat ICU, sehingga hasil audit internal mutu asuhan keperawatan tentang manajemen nyeri Oktober 2018 51% dari target 100%. Tujuan: Melakukan evaluasi diskriptif bagaimana kepatuhan perawat dalam melakukan assessment ulang nyeri menggunakan CPOT di ICU RS Bethesda 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan sampel dengan pendekatan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan tehnik wawancara kepada lima partisipan. Analisis data menggunakan thematic analysis. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mayoritas perawat belum memahami parameter dan interpretasi penilaian assessment ulang nyeri menggunakan CPOT. Perilaku perawat dalam melakukan assessment ulang nyeri dengan menggunakan CPOT belum sesuai SPO, belum semua perawat terlibat dengan kendala pribadi belum semua memahami assessment ulang nyeri menggunakan CPOT, lupa, kerepotan ruangan dan kurang komitmen. Pengawasan kepala ruang belum rutin dilakukan. Kesimpulan: Pelaksanaan assessment ulang nyeri dengan menggunakan CPOT di ICU RS Bethesda 2019 belum sesuai SPO, belum semua perawat terlibat karena belum semua perawat memahami CPOT, lupa, kerepotan ruangan, kurang komitmen perawat dan pengawasan pimpinan belum rutin dilakukan. Saran: Bagi RS Bethesda revisi formulir CPOT, resosialisasi assessment ulang nyeri menggunakan CPOT untuk perawat dan meningkatkan sistem pengawasan dari katim dan kepala ruang. Kata kunci : assessment ulang - CPOT – kepatuhan perawat