scholarly journals POLA KOMUNIKASI SINGLE PARENT TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK

Jurnal Common ◽  
2021 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 160-171
Author(s):  
Nisrina Syifa Aisy ◽  
Veny Purba

Pola komunikasi antara orang tua single parent dan anak sangat berpengaruh terhadap sikap dan  prilaku anak, namun beberapa diantara orang tua sigle parent beberapa kasus yang ditinggalkan karena bercerai atau karena meninggal dunia. Komunikasi interpersonal sangat berpegaruh dalam pola komunikasi orang tua single parent menjalankan perannya sebagai orang tua yang harus memberikan dukungan moral maupun moril terhadap pembentukkan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi orang tua single parent  terhadap pembentukkan karakter anak. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian single father dan single mother yang di tinggalkan karena bercerai ataua yang di tinggalkan karena meninggal dunia. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian pada subjek menunjukkan bahwa pola komunikasi antara orang tua single parent dan anak sangatlah penting dalam membentuk karakter anak. Subjek mempunyai beberapa hambatan dalam menjalankan peran mereka, dan beberapa diantara mereka mempunyai hambatan dalam memerankan peran ayah/ibu bagi anak, beberapa diantara mereka mempunyai hambatan ketika harus memerankan sosok ayah bagi ibu single parent, dan menjadi sosok ibu bagi ayah single parent teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori peran dimana orang tua single parent memerankan aktor dimana sebagai pemberi pesan kepada anak sebagai target.

2003 ◽  
Vol 24 (6) ◽  
pp. 753-786 ◽  
Author(s):  
Wen-Jui Han ◽  
Chien-Chung Huang ◽  
Irwin Garfinkel

Using the 1991-1998 Survey of Family Income and Expenditure, we analyzed the determinants of college attendance rates and educational expenditure among families with children in Taiwan, paying particular attention to the effects of family structure and family income. The findings indicate that higher family income is consistently associated with higher college attendance rates and spending on education. Children in single-parent families have lower college attendance rates than children in two-parent families. Furthermore, single-parent families spend less on education. When family income is taken into account, single-mother families are not significantly different from two-parent families on the outcome variables. Single-father families, however, are estimated to have significantly lower college attendance rates and educational expenditure after controlling for family income. These results suggest that improving the economic security of single-parent families will increase their children's attainment in single-mother families but will not eliminate the attainment gap between children in single-father and two-parent families.


Author(s):  
Evi Kurniasari Purwaningrum ◽  
Nuraida Wahyu Sulistyani

Kehilangan pasangan akibat kematian menimbulkan duka yang mendalam bagi wanita. Kehidupan selanjutnya yang harus ia lalui sendiri tanpa seorang suami menimbulkan kecemasan akan masa depan dan rasa frustasi. Peran sebagai orang tua tunggal berarti wanita harus menjalankan peran ganda sebagai ibu sekaligus sebagai ayah bagi anak-anaknya, single mother memiliki tanggung jawab yang lebih sulit dan lebih rumit dibandingkan sebelumnya. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap dan mendeskripsikan psychological well being pada wanita dewasa madya dengan status single parent karena kematian pasangan dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data mengunakan teknik wawancara mendalam terhadap 4 orang subyek dan significan other. Rentang usia subyek 40 s.d 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam psychological well being pada single mother karena kematian pasangan yaitu cara kematian pasangan, cara individu memandang peristiwa yang dialami, kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi peristiwa yang mereka alami, religiusitas, penerimaan diri, kelekatan pada pasangan, hubungan dengan orang lain, otonomi, tujuan hidup, penguasaan lingkungan dan pertumbuhan pribadi.Kata kunci: Psychological well being, wanita single parent, kematian pasangan


2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 41-49
Author(s):  
Novita Sari ◽  
Zulkarnain ◽  
Marimbun

Inferiority can arise for children who do not get the father’s role, especially when comparing themselves to their friend who still has a father. This study aims to find out the inferiority attitude displayed by children who have a single mother and know the coping strategies of single-parent mothers overcoming the child’s inferiority attitude. The study subjects were three single-parent mothers in Gampong Birem Puntong Kota Langsa whose children had inferiority and families with purposive sampling techniques. The research method used is qualitative with a descriptive approach—data collection techniques through observation and interviews. The data analysis was done by data reduction, data presentation, and verification or inference of data. The results showed that the inferiority displayed by children who have a single mother arises due to losing a father figure. Single mother coping strategies overcome the child’s inferiority by making a plan that is arranged according to the needs of the child, then carrying it out in accordance with the right time, overcoming obstacles when carrying it out, and having the last step in the form of follow-up to evaluate and supervise every development experienced by the child


2011 ◽  
Vol 36 (2) ◽  
pp. 130-136 ◽  
Author(s):  
Kathariya Mokrue ◽  
Yung Y. Chen ◽  
Maurice Elias

Previous studies have reported that children from single-parent households fare worse behaviorally than those from two-parent households. Studies examining single-parent households often fail to distinguish between single-mother and single-father households. Further, there are inconsistent findings regarding the effect of family structure on boys and girls. This study examined the relationship between family structures and behavior problems among 515 predominantly ethnic minority children in an urban setting, while taking into account the role of children’s gender. Results indicated that children from two-parent families consistently scored lower on measures of externalizing behavior and hyperactivity when compared to children from parent-absent households, but not when compared to those from single-parent households. Moderation analyses revealed significant interactions between family structure and children’s gender. Girls in single-mother households scored higher in externalizing behavior and hyperactivity than those in two-parent households. Behavior problems for boys in single-mother households did not differ from those in two-parent households. These findings encourage further research on parenting practices and child’s gender within various family structures.


2019 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 78
Author(s):  
Indah Permata Sari ◽  
Ifdil Ifdil ◽  
Frischa Meivilona Yendi
Keyword(s):  

<p class="Abstrak">Peristiwa kematian pasangan hidup bisa menjadi hal yang tidak terduga bagi pasangan yang ditinggalkan. Kematian pasangan menjadi pemicu mengalami tekanan kesedihan dan emosional serta harus menerima kenyataan dengan status baru yang dimiliki yakni menjadi seorang single parent. Menjadi single parent menimbulkan banyak permasalahan baru bagi mereka yang menjalaninya, terkait masalah dalam hal ekonomi, sosial, dan urusan rumah tangga yang mana harus dikerjakan sendiri. Selain itu juga seorang single parent khususnya single mother harus mampu menjalani peran ganda sebagai ayah dan juga ibu bagi anak-anaknya. Hal ini menuntut seorang single mother memiliki kemampuan resiliensi untuk menghadapi segala persoalan. Resiliensi merupakan suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam hidup, karena kehidupan yang dijalani senantiasa diwarnai oleh ragam kondisi yang tidak dapat ditolak oleh individu baik kondisi menyenangkan ataupun sebaliknya.<em></em></p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document