scholarly journals EFFECT OF FE-FORTIFIED TEMPE ON HEMATOLOGIC STATUS IN PREGNANT MOTHERS WITH ANEMIA

2017 ◽  
Vol 3 (4) ◽  
pp. 370-375
Author(s):  
Anggraini Wulandhari ◽  
Supriyana Supriyana ◽  
Bahiyatun Bahiyatun ◽  
Soeharyo Hadisaputro ◽  
Imam Djamaluddin Mashoedi

Background: The prevalence of anemia among pregnant mothers is still high in Indonesia. Fe-fortified tempe is a traditional soy product originating from Indonesia considered able to increase hematologic status.Objective: This study aims to determine the effect of Fe-fortified tempe on hemoglobin, hematocrit, and erythrocyte levels in pregnant women with anemia.Methods: This was a true-experimental study with randomized pretest and posttest control group design, conducted on November - December 2016 in Bandarharjo Health Center, Semarang. Sixty eight respondents were selected using simple random sampling, with 34 respondents were randomly assigned to each group. Blood examination was performed in each respondent. Mean, percentage, and frequency distribution of respondents were described. Paired t Test and independent t test with α = 0.05 were performed to analyze the data.Result: Findings showed that hemoglobin, hematocrit, and erythrocyte levels before and after intervention in the treatment group showed p-value 0.000 (< 0.05), which means there was a significant effect of Fe-fortified on the increase of hemoglobin, hematocrit, and erythrocyte levels.Conclusion: There was an increase in hemoglobin, hematocrit, and erythrocyte levels after given Fe-fortified tempe for 10 consecutive days. It is suggested that pregnant women can consume Fe-fortified tempe.

2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 163-169
Author(s):  
Rifi Wulandari

Anemia during pregnancy is one of the most common disorders in pregnant women in Indonesia. Rosella (Hibiscus sabdariffa) is considered able to increase the hemoglobin levels in pregnant mothers. To analyze the effect of Rosella flower on the increase of Hemoglobin level in pregnant women receiving Fe tablet. This study was a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. 32 participants were selected using accidental sampling, which assigned in the experiment and control group. All samples were pregnant women in the third trimester and receiving iron tablets. Independent t-test and paired t-test were used for data analysis. The result indicated that there was an increase in hemoglobin levels in both the experiment and the control group. The mean increase of hemoglobin levels in the control group was 0.59gr and in the experiment group was 1.11. The hemoglobin levels in the experiment group were higher than the levels in the control group. Independent t-test obtained a p-value of 0.241 indicating that there wasn’t a significant mean difference of hemoglobin levels between the control group and the treatment group. The consumption of rosella combined with Fe tablet showed a significant increase of hemoglobin levels compared to pregnant women. Therefore, it is suggested for midwives to use the result of this research as evidence-practice through counseling for pregnant mothers about the utilization of rosella that can increase hemoglobin levels in pregnant.


2014 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 199
Author(s):  
Kartini Kartini ◽  
Sujarwo Sujarwo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kreativitas anak usia dini pada pembelajaran sebelum dan sesudah menggunaka media plastisin, (2) perbedaan kreativitas antara kelompok anak yang diajarkan dengan media plastisin dan media balok di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui kreativitas anak. Teknik analisis data menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) ada perbedaan kreativitas anak usia dini pada pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media plastisin. (2) ada perbedaan yang signifikan mengenai kreativitas anak antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Perolehan mean kreativitas eksperimen lebih besar dari pada mean kelompok kontrol yaitu 37,00 > 31,17. Hasil uji-t data posttest kemampuan kreativitas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai t-tabel dengan derajat bebas (df) 34 dengan taraf signifikansi  α = 0,05 adalah sebesar 2,032. Nilai t- hitung 3,389 > t-tabel 2,032 dan nilai p-value 0,000< taraf signifikansi 0,05.Kata Kunci: penggunaan, media plastisin, kreativitas anak usia dini THE USE OF PLASTISIN MEDIA IN IMPROVING CHILDREN CREATIVITYAbstractThis research aims to know: (1) there are the differences of early childhood creativity of learning before and after using Plastisin, (2) the differences of creativity in learning by using Plastisin and Block of children group at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 5 Mataram. This research used quasi-experiment with pretest-posttest control group design. The data collection technique used observation. Analysis data technique was done with T-test. The result of the research was (1) There are differences of early childhood creativities in learning before and after using plastisin media. (2) There are significance differences between creativities the experiment and control group. Creativity experiment mean was bigger than control group 37.00 > 31.17. The result of T-test data from post-test, the creativity ablity of control and experiment group showed that t-table with standard deviation (df) 34 with significance α = 0.05 was 2.032. t-count score 3.389>t-table 2.032 and p-value 0.000 < significance 0.05.Keywords: the use of, plastisin media, children creativity.


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 324
Author(s):  
Vita Triani Adi Puteri ◽  
Syarief Taufik ◽  
Melyana Nurul

Abstract Background: Baby Spa is a series of stimulation of growth and development of children by combining baby gym services, baby swimming and baby massage. In the Kedungmundu District Health Center, it was found that the incidence of infants who had poor nutrition were 6 babies, malnutrition were 3 infants and those who suffered from growth disorder were 15 infants. Objective: This research was aimed to find out the influence of baby spa techniques on motor development and increase in baby's weight. Method: this study used Quasi Experiment method with Pre and Post test with control group design, data analysis used Dependent T Test and Independent T test. Results: There were differences in motor development before and after the treatment, it obtained p Value of 0.001in the treatment group and p value of 0.041 in the control group. There were differences in infant weight gain before and after baby spa (P Value 0,000) in the treatment group and no difference increase in baby’s weight (P Value 0.061) in the control group, there is the influence of giving Baby Spa techniques and baby massage to baby’s motor development in the two groups (P Value 0.021), there is the influence of Baby Spa techniques and baby massage on baby’s weight in the second group (P Value 0.04). Conclusions: There are differences in motor development and increase of baby weight in both groups, and there are effects of Baby Spa techniques and baby massage on motor development and baby’s weight increase in baby aged 4-12 months in each group.   Keywords : Baby Spa, Motor Development, and increasing of baby’s weight   Abstract Baby spa merupakan rangkaian stimulasi tumbuh kembang anak dengan memadukan layanan senam bayi (baby gym), berenang (baby swim) dan pijat bayi (baby massage). Hasil survey pendahuluan yang dilakukan di puskesmas kedungmundu semarang didapatkan hasil bayi yang mengalami kurang gizi sebanyak 6 bayi, gizi buruk sebanyak 3 bayi dan yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik sebanyak 15 bayi. The Aim Of Research : Mengetahui pengaruh tekhnik baby spa terhadap perkembangan motorik dan kenaikan berat badan bayi. Research Methode : Jenis penelitian menggunakan quasi eksperimental design dengan rancangan penelitian menggunakan pretest - posttest with control group design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah bayi usia 4 – 12 bulan yang berjumlah 30 bayi. Analisa data menggunakan dependent sample t – test. The Result : Ada pengaruh pemberian teknik baby spa pada kelompok perlakuan dan pijat bayi pada kelompok kontrol terhadap perkembangan motorik bayi dengan hasil nilai P value 0,021 dan ada pengaruh pemberian teknik baby spa pada kelompok perlakuan dan pijat bayi pada kelompok control terhadap kenaikan berat badan bayi dengan hasil nilai P value 0,04. Conclusion: Ada pengaruh teknik baby spa terhadap perkembangan motorik dan kenaikan berat badan bayi.   Keywords : Teknik Baby Spa, Perkembangan motorik bayi, Kenaikan berat badan bayi


2019 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Anita Lufianti ◽  
Christina Nur Widayati ◽  
Ninik Puji

Latar belakang; Pijat bayi yaitu suatu bentuk permainan gerakan pada bayi, untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Pijat bayi merupakan salah satu cara yang menyenangkan yang akan membuat perasaan nyaman bagi bayi. Saat ini berbagai terapi telah dikembangkan, baik terapi farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi masalah tidur bayi adalah pijat bayi, dengan menggunakan terapi pijat bayi sehingga kualitas tidur bayi akan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat (massage) bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Pilangpayung, Kec. Toroh, Kab. Grobogan.Metode; Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalent control group design with pretest and posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan metode Simple Random Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 40 responden.Hasil; Berdasarkan analisis menggunakan uji Paired Sample T Test pada kelompok intervensi menunjukkan p value 0.000. sebab nilai p velue < 0.05 maka ada pengaruh pijat (massage) bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Pilangpayung, Kec. Toroh, Kab. Grobogan. Pada kelompok kontrol hasil uji dengan menggunakan uji Wilcoxcon, didapatkan hasil p value 0,000, jika alpha (α) adalah 0,05 maka hasil yang didapatkan adalah pV < α atau 0,000 < 0,05 maka ada pengaruh pijat bayi (massage) terhadap kualitas tidur bayi.Simpulan; Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh pijat (massage) bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Pilangpayung, Kec. Toroh, Kab. Grobogan. Kata kunci; Pijat (Massage) Bayi, Kualitas Tidur Bayi


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 78-85
Author(s):  
Rahmawati Dian Nurani ◽  
Erna Rochmawati ◽  
Nurchayati Nurchayati

Hemodialisis merupakan salah satu terapi untuk pelaksanaan penyakit ginjal kronis tahap akhir. Pasien yang menjalani hemodialisis sering mengalami komplikasi seperti gangguan tidur. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur yaitu terapi murottal. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas terapi murottal Al Qur’an terhadap kualitas tidur. Penelitian ini merupakan quasy-experiment dengan pre-test and post-test with control group design. Sampel penelitian adalah 38 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas tidur dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Terdapat efektifitas murottal Al Qur’an dalam meningkatkan kualitas tidur pasien hemodialisa.


2020 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 9
Author(s):  
Sadiman Sadiman ◽  
Islamiyati Islamiyati

<strong>Latar Belakang:</strong> Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pelaksanaan pijat bayi oleh dukun bayi banyak yang tidak sesuai dengan teknik pijat bayi yang terdapat dalam pedoman pijat bayi menurut kesehatan. Dalam rangka meningkatkan sentuhan fisik seperti belaian, pelukan dan pijatan lembut yang akan meningkatkan  ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi, namun para ibu sendiri tidak melakukan karena tidak memahami teknik pijat bayi tersebut. <strong>Tujuan:</strong> mengetahui efektifitas pijat bayi terhadap peningkatan berat badan, lama waktu tidur dan kelancaran buang air besar. <strong>Metode: </strong>Penelitian menggunakan <em>quasi experiment non equivalen control group design.</em> Sampel 46 ibu dengan bayinya diambil dengan teknik <em>simple random sampling</em>. Analisis data dengan <em>dependen sampel t tes </em>dan  <em>independen sampel t test</em><em>. </em><strong>Hasil: </strong>Rata-rata berat badan bayi sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok perlakuan dengan p value 0,000 dan  pada kelompok kontrol dengan p value 0,000. Rata-rata waktu tidur bayi dengan p value 0,000 dan  pada kelompok kontrol dengan p value 0,030. Rata-rata frekuensi BAB bayi sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok perlakuan dengan p value 0,025 dan kelompok kontrol dengan p value 0,655. <strong>Simpulan: </strong>Pijat bayi efektif untuk meningkatkan  rata-rata berat badan bayi, rata-rata waktu tidur bayi, dan rata-rata frekuensi BAB bayi


2016 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
Author(s):  
Trana Uminingsih

Latar Belakang: Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul merupakan rumah sakit tipe C dengan kapasitas 129 tempat tidur. Tingkat hunian tempat tidur selama 3 tahun terakhir adalah sekitar 60% -70%. Perawat merupakan unsur penting di rumah sakit dalam pelayanan keselamatan pasien. Meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan keselamatan pasien dibutuhkan perawat yang bekerja secara professional. Untuk itu peningkatan pengetahuan perawat merupakan hal yang sangat penting.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian pre test-post test dengan control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di instalasi rawat inap dewasa dari PKU Muhammadiyah Bantul rumah sakit yang memenuhi criteria inklusi dan ekslusi. Total Sampel adalah 31 responden dengan teknik pengambilan sampling simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner yang diisi pada saat pre test dan post test. Uji analisis menggunakan t-Test dengan taraf signifikansi 5%.Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian untuk 31 perawat (kelompok eksperimen) dan 31 Perawat (kelompok kontrol), menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan perawat sesudah pelatihan dalam kelompok eksperimen (p value: 0,00) dan tidak ada perbedaan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan perawat pada kelompok kontrol (p value: 0.083) sesudah intervensi.Kesimpulan : Pelatihan patient safety dengan metode ceramah efektif untuk meningkatkan pengetahuan perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Sarannya adalah Rumah Sakit perlu membuat program pelatihan secara berkelanjutan mengenai keselamatan pasien dengan metode role play sebagai upaya mengembangan standart kinerja sebagai bentuk fasilitasi transfer pemahaman staf keperawatan.


2020 ◽  
Vol 4 (4) ◽  
Author(s):  
Devi Kurniasari ◽  
Susilawati Susilawati ◽  
Nabela Gyandra Fenniokha

Kontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor di Indonesia adalah kontrasepsi suntik sebanyak 61,4%, namun kontrasepsi suntik memiliki dampak yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. akseptor mengungkapkan dengan menggunakan kontrasepsi suntik mereka merasa lebih praktis dalam proses KB.tujuan penelitian Diketahui Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020.Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan true eksperimen dengan rancangan two group posttest only With Control group design populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB sebanyak 804, sampel sebanyak 40 yang dibagi 2 kelompok, teknik sampling secara simple random sampling, penelitian ini telah dilakukan bulan Juli 2020.  pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test).Hasil penelitian Diketahui mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 3 bulan seberat 3,7  Kg, mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 1 bulan seberat 1,8 Kg. Tidak ada Pengaruh  Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,016 (p-value > α = 0,05). tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada akseptor kontrasepsi hormonal khususnya suntik untuk bisa beralih kekontrasepsi nonhormonal jangka panjang seperti IUD.


2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 143-151
Author(s):  
Difran Nobel Bistara ◽  
Rusdianingseh

Penderita diabetes mellitus tipe 2 mengalami perubahan fisik, psikologis, dan seksual. Perubahan ini dapat menyebabkan timbulnya masalah, ketidakstabilan kadar gula dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam pengendalian kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperiment dengan menggunakan metode pretest posttest with control group design. Responden dalam penelitian ini adalah penderita DM tipe 2 sebanyak 50 orang dan diambil dengan teknik simple random sampling dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi hasil pengukuran BS stick. ACT diberikan pada kelompok perlakuan satu minggu sekali selama empat minggu. Data dianalisis menggunakan uji statistik yaitu Paired t-Test dan Independent t-Test, dan regresi linear berganda dengan signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kadar gula darah yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan p-value = 0,000. Intervensi ACT adalah variabel yang paling berpengaruh untuk kadar gula darah penderita DM tipe 2 dengan sig 0,000. Intervensi ACT efektif terhadap pengendalian kadar gula darah penderita DM tipe 2. ACT dapat dilakukan dengan baik karena responden dan terapis proaktif, dan akan lebih baik melibatkan peran dan dukungan keluarga untuk penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Acceptance and Commitment Therapy (ACT), penderita DM tipe 2, kadar gula darah.


2019 ◽  
Vol 2 (5) ◽  
pp. 324
Author(s):  
Vita Triani Adi Puteri ◽  
Syarief Taufik ◽  
Melyana Nurul

Abstract Background: Baby Spa is a series of stimulation of growth and development of children by combining baby gym services, baby swimming and baby massage. In the Kedungmundu District Health Center, it was found that the incidence of infants who had poor nutrition were 6 babies, malnutrition were 3 infants and those who suffered from growth disorder were 15 infants. Objective: This research was aimed to find out the influence of baby spa techniques on motor development and increase in baby's weight. Method: this study used Quasi Experiment method with Pre and Post test with control group design, data analysis used Dependent T Test and Independent T test. Results: There were differences in motor development before and after the treatment, it obtained p Value of 0.001in the treatment group and p value of 0.041 in the control group. There were differences in infant weight gain before and after baby spa (P Value 0,000) in the treatment group and no difference increase in baby’s weight (P Value 0.061) in the control group, there is the influence of giving Baby Spa techniques and baby massage to baby’s motor development in the two groups (P Value 0.021), there is the influence of Baby Spa techniques and baby massage on baby’s weight in the second group (P Value 0.04). Conclusions: There are differences in motor development and increase of baby weight in both groups, and there are effects of Baby Spa techniques and baby massage on motor development and baby’s weight increase in baby aged 4-12 months in each group.   Keywords : Baby Spa, Motor Development, and increasing of baby’s weight   Abstract Baby spa merupakan rangkaian stimulasi tumbuh kembang anak dengan memadukan layanan senam bayi (baby gym), berenang (baby swim) dan pijat bayi (baby massage). Hasil survey pendahuluan yang dilakukan di puskesmas kedungmundu semarang didapatkan hasil bayi yang mengalami kurang gizi sebanyak 6 bayi, gizi buruk sebanyak 3 bayi dan yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik sebanyak 15 bayi. The Aim Of Research : Mengetahui pengaruh tekhnik baby spa terhadap perkembangan motorik dan kenaikan berat badan bayi. Research Methode : Jenis penelitian menggunakan quasi eksperimental design dengan rancangan penelitian menggunakan pretest - posttest with control group design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah bayi usia 4 – 12 bulan yang berjumlah 30 bayi. Analisa data menggunakan dependent sample t – test. The Result : Ada pengaruh pemberian teknik baby spa pada kelompok perlakuan dan pijat bayi pada kelompok kontrol terhadap perkembangan motorik bayi dengan hasil nilai P value 0,021 dan ada pengaruh pemberian teknik baby spa pada kelompok perlakuan dan pijat bayi pada kelompok control terhadap kenaikan berat badan bayi dengan hasil nilai P value 0,04. Conclusion: Ada pengaruh teknik baby spa terhadap perkembangan motorik dan kenaikan berat badan bayi.   Keywords : Teknik Baby Spa, Perkembangan motorik bayi, Kenaikan berat badan bayi


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document