scholarly journals Kemampuan Gerak Dasar Lari Jarak Menengah Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama

2021 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 163-176
Author(s):  
Anak Agung Ngurah Putra Laksana ◽  
I Wayan Adnyana ◽  
Kandidus Jimyanto Jenaru
Keyword(s):  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gerak dasar lari jarak menengah pada siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dilakukan pada siswa kelas VIII A SMP Widya Sakti Denpasar. Adapun sampel dalam penelitian sebanyak 32 siswa yang berasal kelas VIII A. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Miles dan Huberman yaitu analisis data model interaktif yang melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari observasi diperoleh terdapat siswa pada kategori baik dengan persentase hasil sebanyak 50% (16 siswa) dan kategori cukup dengan persentase hasil nilai observasi sebanyak 50%  (16 siswa). Hasil data wawancara menunjukkan belum maksimalnya proses pembelajaran karena faktor penghambat. Hasil data kuesioner menunjukkan sebanyak 12 siswa (37,5%) dalam kategori baik dan sebanyak 20 siswa (62,5%) berada dalam kategori cukup. Berdasarkan ketiga sumber data hasil penelitian menunjukkan bahwa belum maksimalnya kemampuan siswa dalam melakukan gerak dasar lari jarak menengah. Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru, pelatih serta aktifis olahragawan dalam meningkatkan kemampuan gerak dasar lari yakni dengan koordinasi kondisi fisik serta sarana prasarana.

2008 ◽  
Author(s):  
Pedro J. M. Passos ◽  
Duarte Araujo ◽  
Keith Davids ◽  
Ana Diniz ◽  
Luis Gouveia ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 13 (1-2) ◽  
pp. 95-115
Author(s):  
Brandon Plewe

Historical place databases can be an invaluable tool for capturing the rich meaning of past places. However, this richness presents obstacles to success: the daunting need to simultaneously represent complex information such as temporal change, uncertainty, relationships, and thorough sourcing has been an obstacle to historical GIS in the past. The Qualified Assertion Model developed in this paper can represent a variety of historical complexities using a single, simple, flexible data model based on a) documenting assertions of the past world rather than claiming to know the exact truth, and b) qualifying the scope, provenance, quality, and syntactics of those assertions. This model was successfully implemented in a production-strength historical gazetteer of religious congregations, demonstrating its effectiveness and some challenges.


MIS Quarterly ◽  
2013 ◽  
Vol 37 (1) ◽  
pp. 125-147 ◽  
Author(s):  
Rui Chen ◽  
◽  
Raj Sharman ◽  
H. Raghav Rao ◽  
Shambhu J. Upadhyaya ◽  
...  

2013 ◽  
Vol 23 (3-4) ◽  
pp. 445-467
Author(s):  
César Parcero-Oubiña ◽  
Pastor Fábrega-Álvarez ◽  
Juan Manuel Vicent-García ◽  
Antonio Uriarte-González ◽  
Alfonso Fraguas-Bravo ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document