scholarly journals Pelatihan Pengutan Brand Serta Penggunaan Digital Marketing Bagi Kelompok Batik Sariwarni Kabupaten Madiun

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 305
Author(s):  
Wildanul Isnaini

 Kelompok Batik Sariwarni merupakan salah satu kelompok batik yang ada di Kabupaten Madiun, tepatnya berada di Desa Balerejo Kecamatan Kebonsari. Kelompok Batik Sariwarni yang berdiri sejak tahun 2013 ini diketuai oleh Siti Suwarni serta beranggotakan 9 ibu rumah tangga. Kelompok ini memproduksi 4 jenis batik yaitu tulis, cap, eco print, serta batik dengan pewarna alam. Batik tulis corak porang manto adalah yang paling laris. Kelompok batik sariwarni meproduksi batik untuk stok serta customize sesuai dengan keinginan pelanggan. Pemesanan produk custom oleh dinas atau pemerintahan lebih mendominasi penjualan jika dibandingkan dengan pembelian secara individu. Dengan cara custom ini pelanggan dapat memilih corak ataupun warna sesuai keinginan. Setelah dilakukan observasi dan wawancara kepada Kelompok Batik Sariwarni, didapatkan informasi tentang beberapa permasalahan yang ada yaitu pemasaran yang kurang optimal, kreativitas anggota kelompok yang masih perlu ditingkatkan, serta belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).  Dari permasalahan yang diungkapkan oleh mitra, dipilih permasalahan yang akan diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan disiplin ilmu yang dipunyai yaitu pemasaran Jika dilihat dari cara dan strategi pemasaran saat ini, masih ada beberapa hal yang dapat dibenahi seperti penambahan media pemasaran online, spesifikasi market place, hingga memperkuat branding. Telah dilakukan 2 pelatihan yaitu pelitahan Penguatan Brand dan Pemasaran serta Pelatihan Digital Marketing. Program pelatihan penguatan brand dan pemasaran serta digital marketing berjalan dengan lancar. Pelatihan Penguatan Brand dan Pemasaran dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 20,37% dan pelatihan digital marketing dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 10,91%.

2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
pp. 146-154
Author(s):  
Yusmedi Nurfaizal ◽  
Toni Anwar

Kelompok Batik papringan banyak melakukan pembenahan dan perubahan, salah satunya meningkatkan produktivitas dan varian jenis kerajinan batik serta produk turunannya. Untuk meningkatkan penjualan batik pada KUB Pringmas, dilakukan adalah dengan pemasaran digital atau digital marketing pada batik Pringmas. Media digital yang di gunakan oleh batik pringmas untuk media pemasaran dengan memanfaatkan Instagram sedangkan batik pringmas belum meemanfaatkan marketplace. Kendala dalam penggunaan marketplace adalah photo produk yang belum masuk kedalam kualifikasi. Tujuan pengabdian ini adalah melatih pengelola dan pengarajin batik pringmas dalam mengambil foto produk dan pengisian deskripisi. Metode yang di gunakan dengan cara ceramah dan workshop dalam pembuatan akun, foto produk dan pengisian konten dalam market place. Peserta pelatihan diberikan penjelasan tentang dasar penggunaan market place   tersebut Hasil dari pengabdian ini adalah ilmu dalam melakukan pemasaran secara digital dengan memanfaatkan media ecommerce dan social media. Sehingga di harapkan penjualan dari batrik pringmas dapat meningkat.


2021 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 110
Author(s):  
Ni Made Wisni Arie Pramuki ◽  
Ni Putu Ayu Kusumawati ◽  
Putu Cita Ayu ◽  
Putu Nuniek Hurnaleontina ◽  
Ni Putu Yeni Yuliantari

<p><strong>Abstract</strong>. <em>This community service program is carried out at Bakul Craf, located in Banjar Padang Tegal Tengah Ubud. This program is implemented with the aim of providing knowledge about the use of digital marketing technology. Bakul Craf is a business engaged in the handicraft sector where the process is still manual. The marketing of these handicrafts is still relatively simple, which is only waiting for guests to visit the gallery. For this reason, more productive marketing is needed by utilizing technology, namely digital marketing technology that uses the internet network to improve its products. Providing training and outreach to partners related to the use of digital marketing technology is a method used by the team so that partners have an interest and desire to take advantage of technology. In the first stage, the team provided education related to the importance of using digital technology in marketing handicraft products. The second stage, the team helps partners create accounts in the market place by displaying their craft products. The third stage, the team provides training to partners in operating the menus in the market place. The hope of this activity is that partners can do online marketing and promotion so that their production results can be more widely known and can increase sales which will also have an impact on increasing the revenue of Craf's basket partners.</em></p><p> </p><p><strong><em> </em></strong><strong>Abstrak</strong>. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Bakul Craf yang berlokasi di Banjar Padang Tegal Tengah Ubud. Program ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan mengenai manfaat penggunaan teknologi digital marketing. Bakul Craf merupakan usaha yang bergerak di bidang kerajinan dimana dalam proses pengerjaanya masih secara manual. Pemasaran hasil kerajinan ini tergolong masih sederhana, yaitu hanya menunggu tamu berkunjung kegaleri. Untuk itu diperlukan pemasaran yang lebih produktif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yaitu teknologi digital marketing yang memanfaatkan jaringan internet untuk mempromosikan produknya. Memberikan pelatihan dan penyuluhan terhadap mitra terkait dengan pemanfaatan teknologi digital marketing merupakan metode yang tim gunakan agar mitra memiliki minat dan keinginan untuk memanfaatkan teknologi. Pada tahap pertama, tim memberikan edukasi terkait dengan betapa pentingnya pemanfaatan teknologi digital didalam memasarkan produk hasil kerajinan. Tahap kedua tim membantu mitra membuatkan akun di market place dengan menampilkan produk-produk kerajinannya. Tahap ketiga tim memberikan pelatihan terhadap mitra dalam mengoperasikan menu-menu yang ada didalam market place tersebut. Harapan dari kegiatan ini adalah mitra dapat melakukan pemasaran dan promosi secara online sehingga hasil produksinya dapat dikenal lebih luas sehingga dapat meningkatkan penjualan yang juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan mitra bakul craf.</p><p> </p><div id="gtx-trans" style="position: absolute; left: -54px; top: 519px;"> </div>


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 20
Author(s):  
Taufiqurrahman Taufiqurrahman ◽  
Abdul Azis ◽  
Ades Sugita

Community empowerment in the midst of the Covid-19 pandemic, one of which is by introducing the use of digital marketing for MSME players. Digital marketing is a promotional activity and market search through online digital media by utilizing various means such as social networks and online product or service sales platforms. This research is a qualitative research with the aim of identifying the impact of digital marketing and the obstacles that occur in marketing products through digital marketing. The method of data collection is done by observation and interview techniques. The method of determining informants is carried out by snowball sampling to umkm entrepreneurs based on local food, handicraft, bumdes and maggot cultivation. The results show that MSME players are interested in using digital marketing and utilizing social media, but there are still some obstacles they experience such as low technology skills, they think that promoting products to digital marketing through social media and market places is something that is important. troublesome / complicated, the availability of internet access is limited, there are still many consumers who are worried about the security of transacting online.. Abstrak Pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi covid-19 salah satunya dengan  memperkenalkan pemanfaatan digital marketing bagi pelaku UMKM. Digital marketing adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial dan platform penjualan produk atau jasa online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan mengidentifikasi dampak digital marketing dan kendala yang terjadi dalam memasarkan produk melalui digital marketing. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Adapun metode penentuan informan dilakukan secara snowball sampling kepada pengusaha umkm berbasis pangan lokal , handycraft, bumdes dan budidaya maggot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  para pelaku UMKM tertarik untuk menggunakan digital marketing dan memanfaatkan media social, akan tetapi masih ada beberapa kendala yang mereka alami seperti kemampuan teknologi masih rendah, mereka menganggap bahwa untuk mempromosikan produk ke digital marketing melalui sosial media dan market place adalah hal yang menyusahkan/ribet, ketersediaan akses internet yang terbatas, masih banyak konsumen yang mengkhawatirkan keamanan bertransaksi secara online.


2021 ◽  
Vol 6 (10) ◽  
pp. 1849-1853
Author(s):  
Ida Busnetty ◽  
Dian Octaviani ◽  
Husna Leila Yusran ◽  
Safnita Safnita

The prolonged crisis due to the Covid-19 pandemic that hit Indonesia had a significant impact on various sectors, including the goods and services trade sector. Traders in the wholesale center of textiles and textile products in Tanah Abang are one of the parties who really feel the impact. The declining purchasing power of the people coupled with the necessity to close shops during the Implementation of community activity restrictions led to a decrease in income, while the obligation to pay operational costs still had to be carried out. This forced quite a number of traders to decide to close their businesses. The purpose of this activity is to find the best solution for the business continuity of traders. The method used is the focus group discussion. The conclusion obtained is the need for the application of digital marketing at the Tanah Abang wholesale center. The steps that need to be taken are socializing about the importance of digital marketing, training on social media creation and creating a market place or website that provides marketing access for all traders.


Author(s):  
Chandra Indira S ◽  
Audi Ramadhan ◽  
Achmad Fauzi Saputra ◽  
Nita Yalina

PT. Matahari Department Store Tbk. adalah sebuah perusahaan ritel di Indonesia yang menawarkan berbagai produk fashion dan kosmetik untuk berbagai kalangan. Sampai saat ini, PT. Matahari Department Store Tbk membutuhkan maintenance perencanaan strategis sistem informasi untuk mengikuti tren pasar. Sehingga hal tersebut menjadi kesenjangan penulisan penelitian ini. penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merencanakan teknologi strategis yang dapat digunakan PT. Matahari Department Store untuk meningkatkan efensiensi dan efektifitas operasional dan proses bisnisnya dalam meningkatkan laba. Metode yang digunakan dalam penelitian perencanaan strategis sistem informasi pada PT. Matahari Department Store Tbk. adalah menggunakan metode Ward & Peppard. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi sistem informasi yang memungkinkan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis PT. Matahari Department Store Tbk. seperti Digital Marketing, Aplikasi Digital Signature dan Kuitansi Pegawai, Sistem Pendukung Keputusan Ukuran Baju, Sistem Informasi Integrasi Market Place, Sistem Informasi Integrasi Rantai Pasok, Sistem Pendukung Keputusan Tren Fashion, Aplikasi Quality Control dan Sistem Informasi Kepatuhan dengan rencana implementasi selama 5 tahun. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis PT. Matahari Department Store Tbk. PT. Matahari Department Store Tbk. is a retail company in Indonesia that offers a variety of fashion and cosmetic products for various groups. Until now, PT. Matahari Department Store Tbk requires maintenance of information system strategic planning to keep up with market trends. So that this is a gap in the writing of this study. This study aims to design and plan strategic technology that can be used by PT. Matahari Department Store to improve the efficiency and effectiveness of its operations and business processes in increasing profits. The method used in the strategic planning research of information systems at PT. Matahari Department Store Tbk. is to use the Ward & Peppard method. The results of this study are recommendations for information systems that allow increasing the efficiency and effectiveness of PT. Matahari Department Store Tbk. such as Digital Marketing, Digital Signature and Employee Receipt Applications, Dress Size Decision Support Systems, Market Place Integration Information Systems, Supply Chain Integration Information Systems, Fashion Trend Decision Support Systems, Quality Control Applications and Compliance Information Systems with a 5-year implementation plan. With this research, it is hoped that the efficiency and effectiveness of the business processes of PT. Matahari Department Store Tbk.


2021 ◽  
Vol 4 (4) ◽  
pp. 440-447
Author(s):  
Irma Setiawan ◽  
Ibrahim ◽  
Isnaini ◽  
Muallifah Anugrah ◽  
Murojatul Aslamiah ◽  
...  

Desa Banyumulek merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk memiliki mata pencaharian sebagai pengrajin gerabah. Masyarakat Banyumulek mengalami kesulitan pemasaran hasil kerajinan gerabah semenjak pandemi Covid-19. Produk-produk gerabah banyak tidak laku dan batal dieskpor karena kesulitan biaya/modal. Para pengusaha rerata beralih profesi untuk menutup biaya produksi gerabah yang tidak berproses selama pandemi. Kondisi usaha dan kesiapan warga Banyumulek menghadapi pandemi sangat rendah. Toko-toko konvensional sepi dan hanya beberapa kunjungan dalam satu pekannya. Solusi Pasar Digital (Digital Marketing/Market Place) sebagai formula alternatif dalam mengatasi kerisis penjualan hasil kerajinan gerabah. Model pasar digital yang dibentuk berdasarkan skala jangkuan pemasaran. Beberapa vendor menjadi lokasi operasional pasar digital yang dicanangkan oleh pemuda Banyumulek. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yakni deskriptif kualitatif dengan memokuskan perhatian pada fenomena sosial – ekonomi masyarakat. Pengumpulan data dilakaukan dengan observasi, sosalisasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) jenis-jenis potensi wirausaha Desa, (2) perancangan sistem pasar digital desa, dan (3) aktualisasi kegiatan pasar digital mamsyarakat desa.


Author(s):  
Nugroho Mardi Wibowo ◽  
Karsam Karsam ◽  
Yuyun Widiastuti ◽  
Siswadi Siswadi

Beberapa permasalahan UKM termasuk UKM Batik antara lain proses produksi masih menggunakan cara-cara tradisional dan keterbatasan dalam memasarkan produknya. Berangkat permasalahan tersebut kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat Program Pengembanganan Produk Unggulan Daerah pada mitra “Batik New Colet”, Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kebupaten Jombang. Persoalan yang muncul  pada setiap tahunnya terutama musim penghujuan adalah proses penjemuran memerlukan waktu lama bahkan tidak bisa kering karena hujan atau cuaca mendung dalam sehari. Kondisi ini akan memperlambat proses produksi dan menurunkan kualitas produk karena hasil pewarnaan berubah karena proses pengeringan tidak sempurna. Pada sisi pemasaran produk, mitra juga mengalami kendala karena hanya mengandalkan cara getok tular sehingga saat pandemi Covid-19, penjualan merosot tajam. Tujuan program ini adalah meningkatkan dan menjaga konsistensi kapasitas produksi serta mengurangi produk cacat pada proses pengeringan. Kedua, memperluas wilayah pemasaran serta mengembalikan dan meningkatkan  trend penjualan seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Metode program ini adalah perancangan dan pembuatan rumah oven batik, pelatihan dan pendampingan penggunaan rumah oven batik. Kedua, pelatihan dan pendampingan strategi pemasaran berbasis digital marketing.  Program ini menghasilkan: 1) waktu proses pengeringan kain batik menjadi enam kali lebih cepat dan kapasitas produksi meningkat 22,25%; 2) produk tidak cacat meningkat menjadi 98%; 3)penjualan meningkat sebesar 14,66% dibanding tahun sebelumnya.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
Author(s):  
Rani Rubiyanti ◽  
Tovani Sri ◽  
Adi Wibowo
Keyword(s):  

Kewirausahaan adalah suatu proses membelai bisnis baru, mengorganisasikan sumberdaya-sumberdaya seperti; sumberdaya manusia (tenga kerja), sumberdaya alam (bahan baku) yang diperlukan untuk kegiatan pemberian nilai tambah ekonomis yang akan menghasilkan produk, baik barang maupun jasa dengan mempertimbangkan risiko yang terkait. Secara sederhana digital marketing adalah terminologi yang mencoba mendeskripsikan jasa pemasaran terintegrasi yang digunakan untuk menarik perhatian, serta pelibatan konsumen secara online. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah mengembangkan program sebelumnya dimana belum ada penyampaian ilmu tentang strategi kewirausahaan dan pemasaran dengan teknik digital marketing agar masyarakat dapat berwirausaha dan memasarkan produk teh binahong ke masyarakat luas. Sasaran utama program PKM ini adalah warga Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya yang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan masyarakat tidak produktif secara ekonomis. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, dan diskusi. Hasil kegiatan memyimpulkan bahwa: 1) Pengetahuan peserta tentang strategi kewirausahaan dan digital marketing meningkat; 2) Masyarakat dapat membuat dan mengemas teh binahong; dan 3) Kegiatan ini telah memberi manfaat bagi masyarakat Sidorejo, khususnya ibu-ibu PKK dengan meningkatnya keinginan peserta menjual produk the binahong pada salah satu akun digital marketing.


2016 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 126-132 ◽  
Author(s):  
Cecilia Avelino Barbosa

The fast urbanization in many regions of the world has generated a high competition between cities. In the race for investments and for international presence, some cities have increasingly resorting to the territorial marketing techniques like city branding. One of the strategies of recent years has been to use of creativity and / or labeling of creative city for the promotion of its destination. This phenomenon raises a question whether the city branding programs have worked in accordance with the cultural industries of the territory or if such labels influence the thought of tourists and locals. This paper begins by placing a consideration of the UNESCO Creative Cities Network (UCCN) and the strategies of the Territorial Marketing Program of the city of Lyon in France, Only Lyon. It also raises the question the perception of the target public to each of the current actions through semi-structured interviews which were applied between May and August 2015. Finally, I will try to open a discussion the brand positioning adopted by the city of Lyon


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document