scholarly journals Decision sciences in the management of water resources: multi-criteria methods and game theory applied to the field of sanitation

2017 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 229-242 ◽  
Author(s):  
Alexandre Bevilacqua Leoneti ◽  
Eduardo Cleto Pires

Due to the complexity of some managerial problems, especially those related to sanitation, academic studies have shown the need to use appropriate methods to assist in this type of decision. Within this context, this research aimed to provide a review of the literature from the field of decision sciences to the field of water resource management. It was identified in this study that the use of multi-criteria methods, including Analytical Hierarchy Process, Measuring Attractiveness by a Categorical based Evaluation Technique, Multiattribute Utility Theory, Elimination et Choice Traduisant la Realité, Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution, and game theory, including cooperative and non-cooperative bargaining games, are useful for creation and comparison of scenarios, reducing the time needed to reach a solution for complex problems involving a large number of criteria and agents. It also demonstrated the benefits of creating greater transparency in the decision-making process, thus increasing the potential for a solution acceptable to all the parties involved. Although still little explored, discussions of sanitation problems can and should be enhanced with the use of techniques and methods of decision sciences, and multi-criteria and game theory techniques are particularly suitable for this task.

2020 ◽  
Vol 17 (4) ◽  
pp. 330-355 ◽  
Author(s):  
Tim H¨ofer ◽  
Rüdiger von Nitzsch ◽  
Reinhard Madlener

The future transformation of the energy system is a contentious topic, involving a variety of conflicting opinions and interests. In order to structure and evaluate these opinions, we develop a decision-making process with professional stakeholders and energy experts. The aim of this process is to develop a common objective system for the energy transition and to evaluate four possible energy transition alternatives for Germany until 2030. We apply value-focused thinking to define and structure the objectives of the stakeholders and use multiattribute utility theory to evaluate the preferences of the stakeholders toward these objectives. The results show that 8 out of 11 stakeholders prefer the energy transition alternative with the highest climate protection ambitions. Only 3 stakeholders favor the pan-European alternative, where Germany’s power system is further integrated into the European energy system.


2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 663 ◽  
Author(s):  
Muhammad Fadlan ◽  
Muhammad Muhammad ◽  
Hadriansa

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah Republik Indonesia terhadap dunia pendidikan. Beasiswa yang disalurkan oleh pemerintah melalui Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia ini, penyeleksian dan penetapan penerimanya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Tahap inilah yang sangat rentan terjadinya kecurangan. Pada objek penelitian  yang diteliti hingga saat ini proses penyeleksian masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel, hal ini tentu saja kurang efektif dan efisien, serta rentan akan terjadinya kesalahan bahkan kecurangan. Untuk itu, diperlukan suatu metodologi dan aplikasi yang tepat dalam melakukan penyeleksian penerima beasiswa tersebut. Decision Support System digunakan sebagai solusi untuk melakukan perekomendasian penerima beasiswa, khususnya dengan menggunakan Metode Technique  for  Order  Preference  by  Similarity  to  Ideal  Solution  (TOPSIS)  dan  Analytical  Hierarcy Process (AHP). Penggunaan kombinasi dua metode tersebut dilakukan agar memiliki tingkat akurasi yang baik jika dibandingkan  dengan menggunakan satu metode. Hasilnya,  aplikasi  decision support system dengan penerapan kombinasi metode Topsis dan AHP berhasil di rancang dan di ujicoba, serta sukses dalam perekomendasian penerima beasiswa PPA dengan menghasilkan data alternatif mahasiswa yang terurut mulai dari nilai preferensi yang paling tinggi 0.764 hingga terendah 0.189. Hasil ini dapat menjadi rekomendasi bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan yang efektik, efisien dan dapat dipertanggung jawabkan.


2019 ◽  
Vol 68 (6) ◽  
pp. 411-419 ◽  
Author(s):  
Gamze Güngör-Demirci ◽  
Juneseok Lee ◽  
Jonathan Keck ◽  
Stephen J. Harrison ◽  
Geoffrey Bates

Abstract Groundwater wells are critical drinking water infrastructure elements that widely support basic system supply needs while also providing supply reliability, better water quality (in some cases), and comparatively lower operational costs. Well rehabilitation and replacement are thus an area where water utilities could benefit from rational decision support frameworks and quantitative tools that enable them to better navigate the complex trade-off relationship(s) that exist among a variety of environmental quality, public health, financial, regulatory, organizational, and technological dimensions. Consistent with these considerations, a business risk-based prioritization tool was developed for this study that augments/extends California Water Service (Cal Water)'s well rehabilitation and the replacement decision-making process. For this derivation, a business risk exposure methodology is combined with an analytical hierarchy process (AHP), with the AHP being utilized to determine the weights of the factors involved in the likelihood of failure and the consequence of failure calculation. It is expected that the new tool will assist in optimizing inspection and action plans and identify the wells requiring attention and/or additional work for water utilities.


2021 ◽  
Vol 13 (4) ◽  
pp. 1859
Author(s):  
Kadir Diler Alemdar ◽  
Ahmet Tortum ◽  
Ömer Kaya ◽  
Ahmet Atalay

Intersections are the most important regions in terms of urban traffic management. The intersection areas on the corridor should be analyzed together for consistency in traffic engineering. To do so, three intersections on the Vatan Street corridor in İstanbul, the most crowded city of Turkey, were examined. Various geometric and signal designs were performed for intersections and the most suitable corridor design was analyzed. The corridor designs were modeled with the PTV VISSIM microsimulation software. The most suitable corridor design was evaluated by using the results obtained from the microsimulation via analytical hierarchy process (AHP) and technique for order preference by similarity to ideal solution (TOPSIS) from multi criteria decision analysis (MCDA) methods. The evaluation criteria in the study are vehicle delay, queue length, stopped delay, stops, travel time, vehicle safety, CO emission, fuel consumption, and construction cost. As a result, the current and the most suitable alternative corridors were compared according to the comparison parameters and up to 80% improvements were observed. Thus, some advantages were obtained in terms of energy, environment, time, and cost.


Sainteks ◽  
2021 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 65
Author(s):  
Rima Dwi Mainingsih ◽  
Muhammad Hamka

Salah satu program LAZISMU Banyumas adalah beasiswa. Beasiswa merupakan pemberian bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM atau Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Permasalahan di LAZISMU, sistem bantuan beasiswa masih bersifat manual maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan (SPK) untuk memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu, mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pada sistem pendukung keputusan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode TOPSIS. Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk memperbaiki nilai bobot dari kriteria. Nilai bobot yang dihasilkan dari metode AHP selanjutnya digunakan untuk menentukan proses peranking calon penerima bantuan beasiswa menggunakan metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP dan TOPSIS digunakan untuk meningkatkan hasil rekomendasi calon penerima bantuan beasiswa. Hasil klasifikasi kemudian dievaluasi menggunakan Black Box Testing untuk mengetahui apakah fungsi, masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem aplikasi telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, karena tidak ditemukan adanya kesalahan pada interface serta sistem yang dirancang dan dibangun mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang lama dan memberikan hasil rekomendasi calon penerima bantuan beasiswa.Kata-kata Kunci: sistem pendukung keputusan, penerima beasiswa, AHP, TOPSIS, black box testing


2021 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 162-169
Author(s):  
Istna Mar`atul Khusna ◽  
Novita Mariana

Abstrak— Bibit merupakan salah satu penentu dalam keberhasilan budidaya tanaman padi. Budidaya tanaman padi dimulai dari memilih bibit tanaman yang berkualitas karena bibit termasuk objek utama yang dikembangkan pada budidaya selanjutnya. Bibit sebagai pembawa gen dari induknya yang akan menentukan sifat dari tanaman setelah berproduksi dan untuk mendapatkan bibit padi yang berkualitas dapat diperoleh dari memilih dan menentukan bibit yang berasal dari induk berkualitas. Kualitas bibit merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya padi. Bibit yang berkualitas mampu beradaptasi, memiliki pertumbuhan yang cepat serta seragam, tumbuh lebih cepat, tahan hama dan tinggi nilai produktivitasnya. Untuk mendapatkan bibit padi berkualitas, petani sering mengalami kesulitan. Berdasarkan kesulitan yang dialami petani, maka akan dibangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu petani memutuskan bibit yang akan ditanam sesuai dengan kondisi lingkungan tanam dengan mempertimbangkan beberapa aspek kriteria. Dalam mengatasi masalah pemilihan bibit padi tersebut dibuat sebuah program sistem pendukung keputusan agar memudahkan informasi dan rekomendasi kepada petani padi tentang bibit yang berkualitas. Dengan menggunakan dua metode yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penentuan bobot kriteria dilakukan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), sedangkan untuk tahap perankingan dikerjakan dengan menggunakan metode TOPSIS. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah padi berkualitas dari lima alternatif yang sudah ditetapkan, yaitu: Sunggal, Inpari32, Ciherang, IR64, Situbagendit. Sistem menghasilkan nilai preferensi tertinggi yaitu 0,858 pada padi Sunggal di urutan pertama dan  0,767 pada padi Inpari32 diurutan kedua. Jadi dari hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bibit padi berkualitas yang cocok ditanam di di desa sambongbangi yaitu Sunggal dan Inpari32..Kata Kunci : Bibit Padi, DSS, TOPSIS, AHP, Kualitas Bibit Padi


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document