Implementation and Testing of Ice and Mud Source Functions in WAVEWATCH III (registered trademark)

Author(s):  
W. E. Rogers ◽  
Mark D. Orzech
Author(s):  
Weizeng Shao ◽  
Wupeng Yu ◽  
Xingwei Jiang ◽  
Jian Shi ◽  
Yongliang Wei ◽  
...  

2020 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 60-62
Author(s):  
V. A. Klevno ◽  
N. V. Tarasova ◽  
E. V. Kononov ◽  
A. V. Goryachev

The Federal Service for Intellectual Property (Rospatent) registered a trademark of forensic medicine and issued a nationally recognised certificate to the Association of Forensic Medical Experts. The logo draws on the idea of combining continuity and the desire to develop on the modern frontiers of science and practice, in accordance with existing Requirements and Rules.


2018 ◽  
Vol 10 (4) ◽  
pp. 55 ◽  
Author(s):  
Chuki Sangalugeme ◽  
Philbert Luhunga ◽  
Agness Kijazi ◽  
Hamza Kabelwa

The WAVEWATCH III model is a third generation wave model and is commonly used for wave forecasting over different oceans. In this study, the performance of WAVEWATCH III to simulate Ocean wave characteristics (wavelengths, and wave heights (amplitudes)) over the western Indian Ocean in the Coast of East African countries was validated against satellite observation data. Simulated significant wave heights (SWH) and wavelengths over the South West Indian Ocean domain during the month of June 2014 was compared with satellite observation. Statistical measures of model performance that includes bias, Mean Error (ME), Root Mean Square Error (RMSE), Standard Deviation of error (SDE) and Correlation Coefficient (r) are used. It is found that in June 2014, when the WAVEWATCH III model was forced by wind data from the Global Forecasting System (GFS), simulated the wave heights over the Coast of East African countries with biases, Mean Error (ME), Root Mean Square Error (RMSE), Correlation Coefficient (r) and Standard Deviation of error (SDE) in the range of -0.25 to -0.39 m, 0.71 to 3.38 m, 0.84 to 1.84 m, 0.55 to 0.76 and 0.38 to 0.44 respectively. While, when the model was forced by wind data from the European Centre for Medium Range Weather Foresting (ECMWF) simulated wave height with biases, Mean Error (ME), Root Mean Square Error (RMSE), Correlation Coefficient (r) and Standard Deviation of error (SDE) in the range of -0.034 to 0.008 m, 0.0006 to 0.049 m, 0.026 to 0.22 m, 0.76 to 0.89 and 0.31 to 0.41 respectively. This implies that the WAVEWATCH III model performs better in simulating wave characteristics over the South West of Indian Ocean when forced by the boundary condition from ECMWF than from GFS.


1970 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 79-94
Author(s):  
Taryono Taryono ◽  
Ibnu Sofian ◽  
Anastasia Rita Tisiana Dwi K ◽  
Tasdik Mustika Alam
Keyword(s):  

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan, maka segala aktivitas di laut menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia.Masih terbatasnya akses dalam memperoleh data dan informasi berkaitan dengan panjang dan tinggi gelombang di Perairan Laut Indonesia, menjadi salah satu penyebab yang dapat mempengaruhi operasi/pelayaran KRI dalam setiap melaksanakan tugas operasi di laut.Penelitian panjang dan tinggi gelombang bertujuan untuk mendukung operasi KRI. Informasi tentang panjang dan tinggi gelombang diperoleh dari hasil luaran model Wavewatch III (WWIII) selama kurun waktu 9 tahun dari tahun 2005 sampai 2013 sebagai data penelitian yang di validasi dengan Altimetri kemudian diolah menggunakan software GrADS dan Ferret. Pengaruh angin pada musim tertentu dapat mempengaruhi panjang dan tinggi gelombang signifikan yang terjadi di Perairan Indonesia. Perairan Selatan Jawa pada musim Timur lebih besar nilainya (panjang gelombang mencapai 450 m dan tinggi gelombangnya mencapai 6 m), di Laut Jawa pada Musim Barat (panjang gelombang mencapai 120 m dan tinggi gelombang mencapai 3 m). Di Selat Karimata pada Musim Barat (panjang gelombang mencapai 210 m dan tinggi gelombang mencapai 3,5 m). Di Selat Makassar pada Musim Barat (panjang gelombang mencapai 270 m dan tinggi gelombang mencapai 2 m) dan di Laut Arafuru pada Musim Barat (panjang gelombang mencapai 210 m dan tinggi gelombang mencapai 3,5 m). Berdasarkan parameter panjang gelombang untuk tipe KRI yang direkomendasikan beroperasi di wilayah Perairan Indonesia yaitu kapal dengan ukuran dengan panjang lebih dari 100 m. Sehingga kapal tersebut dapat dioperasionalkan di Perairan Indonesia pada saat Musim Barat maupun Musim Timur. Kapal yang dapat dioperasionalkan adalah KRI tipe Frigatte, Corvette, Amphibious dan Auxiliaries. Sedangkan dilihat dari parameter tinggi gelombang untuk tipe KRI yang dapat beroperasi di wilayah Perairan Indonesia baik pada saat Musim Barat maupun Musim Timur yaitu semua tipe KRI antara lain KRI tipe Frigatte, Corvette, Patrol Forces, Amphibious Forces, Mine Warfare Forces, Training Ships dan Auxiliaries.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document