On the Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio in Sedimentary Basins

2000 ◽  
Vol 90 (4) ◽  
pp. 1101-1106 ◽  
Author(s):  
Z. Al Yuncha
2001 ◽  
Vol 158 (12) ◽  
pp. 2451-2461 ◽  
Author(s):  
F. Luzón ◽  
Z. Al Yuncha ◽  
F. J. Sánchez-Sesma ◽  
C. Ortiz-Alemán

2018 ◽  
Vol 215 (2) ◽  
pp. 1442-1454 ◽  
Author(s):  
Vincent Perron ◽  
Céline Gélis ◽  
Bérénice Froment ◽  
Fabrice Hollender ◽  
Pierre-Yves Bard ◽  
...  

1996 ◽  
Vol 86 (3) ◽  
pp. 646-654 ◽  
Author(s):  
M. Dravinski ◽  
G. Ding ◽  
K.-L. Wen

Abstract Use of Nakamura's spectral ratio (horizontal versus vertical components) is investigated theoretically for deep sedimentary basins by considering semi-circular and semi-spherical valleys. The ratio is evaluated from the steady-state surface response for different incident waves. Based on this ratio, both the resonant frequencies and ground motion amplification are determined. The results based on Nakamura's ratio are compared with those based on the sediment-to-bedrock spectral ratios (Kagami's ratio). The results show that for both two- and three-dimensional models, Nakamura's technique predicts well the fundamental resonant frequency, but it could not determine higher resonant frequencies of the basins. The error in Nakamura's estimate of the fundamental resonant frequency increases for stations near the valley center. For alluvial valleys considered in this article, Nakamura's ratio failed to predict accurately surface ground-motion amplification.


2002 ◽  
pp. 2451-2461
Author(s):  
F. Luzón ◽  
Z. Al Yuncha ◽  
F. J. Sánchez-Sesma ◽  
C. Ortiz-Alemán

2000 ◽  
Vol 12 (3-4) ◽  
pp. 219-226 ◽  
Author(s):  
P. Bellingham ◽  
N. White

Author(s):  
Jen Cendy Wakim ◽  
Grace Loupatty ◽  
Josephus R. Kelibulin

Gempa bumi adalah suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energy di dalam bumi yang di tandai dengan adanya patahan lapisan batuan pada kerak bumi. Energy yang di hasilkan di pancarkan ke segalah arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat di rasakan sampai ke permukanaan bumi, serta seringkali menimbulkan kerugian dan kerusakan pada bangunan. Penelitian ini dilakukan di desa Erie yang terletak di kecamatan nusaniwe kota ambon, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui fase – fase gelombang dan indeks kerentanan seismik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan seismograf TDL 303S pada 6 titik pengukuran. Hasil pengukuran mikrotremor di analisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectar Ratio ( HVSR) untuk memperoleh nilai frekuensi dominan (f0) factor amplikasi (Ao), sehingga nilai kerentangan seismic (Kg) dapat di tentukan. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai frekuensi dominan (f0) 0.646 Hz sampai 9.531 Hz, nilai amplikasi (Ao) 0.977 sampai 1.559, dan nilai indeks kerentanan seismik diperoleh 0.233 (Kg)  samapai 2.113 (Kg), dan dari hasil pengolahaan data juga di peroleh nilai priode dominan dari setiap titik pengukuran, sehingga dari nilai priode dominan tersebut menunjukan bahawa pada titik pengukuran 1,5 dan 6 dapat di kategorikan sebagai sendimen yang lunak dan tersusun atas batuan Alluvial, yang terbentuk dari sendimen delta, toposoil, lumpur dengan kedalaman 30 m atau lebih dan pada titik pengukuran 2,3 dan 4 dapat di kategorikan tersusun atas batuan alluvial dengan kedalaman 5 m. terdiri dari sandy-gravel, sandy-hard clay,loam. Dengan demikian desa Erie tidak tergolong daerah yang rawan merusak bangunan.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document