Anomalies and the Expected Market Return

2021 ◽  
Author(s):  
XI DONG ◽  
YAN LI ◽  
DAVID E. RAPACH ◽  
GUOFU ZHOU
Keyword(s):  
2019 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
Author(s):  
Mochamad Andik Firmansyah

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level of expected return dan the best risk of optimal portfolio  formation dengan menggunakan Single Index Model pada saham IDX BUMN 20 yang tercatat di Indonesia Stock Exchange dari bulan Januari 2018 sampai January 2019. Saham IDX BUMN 20 yang tercatat di Indonesia Stock Exchange dengan populasi sebanyak 20 perusahaan. Dengan menggunakan populasi sebesar 20 perusahaan maka peneliti menggunakan purposive sampling, dan ternyata hanya 18 perusahaan saja yang ditemukan memenuhi kriteria penelitian ini. Penelitian ini juga menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif. Analisa data pada penelitian ini untuk menentukan saham-saham mana saja yang termasuk the optimal portfolio, dan juga the level of proportion of 1 funds yang termasuk juga dalam kategori the optimal portfolio dan the level of expected return serta the best risk of the optimal portfolio yang terbentuk dengan menggunakan Single Index Model. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 5 perusahaan dengan kategori the optimal portfolio dari 18 sampel perusahaan pada saham IDX BUMN 20 dengan tingkat tertinggi dari level of proportion of 1 funds ditemukan pada PTBA share sat 1.89333 or 189,333%, di lain pihak dengan tingkat terendah adalah pada TLKM shares at -2.13488 or -213.488% yang berarti bahwa saham TLKM adalah negatif dan harus dijual dalam jangka waktu pendek sebesar 213,488% dari dana yang dimiliki oleh para inventor dan menghasilkan rate of return yang diharapkan dari formasi optimal portfolio sebesar 0.17583 or 17.583% lebih tinggi dari yang diharapkan oleh market return sebesar 0.00264 or 0.264% dan memiliki tingkat portfolio risk borne sebesar 0.10384 or 10,384%, lebih kecil dari the risk of market sebesar 0.03367 or 3,367% dan beta market sebesar 1.Kata Kunci : Portfolio, Optimal Portfolio, Single Index Model.


2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
Author(s):  
Radeef Chundakkadan

AbstractIn this study, we investigate the impact of the light-a-lamp event that occurred in India during the COVID-19 lockdown. This event happened across the country, and millions of people participated in it. We link this event to the stock market through investor sentiment and misattribution bias. We find a 9% hike in the market return on the post-event day. The effect is heterogeneous in terms of beta, downside risk, volatility, and financial distress. We also find an increase (decrease) in long-term bond yields (price), which together suggests that market participants demanded risky assets in the post-event day.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document