Generating User Acceptance Test Plans from Test Cases

Author(s):  
Karl R. P. H. Leung ◽  
W. L. Yeung
2021 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 69-73
Author(s):  
Subhiyanto

Intisari—Penggunaan internet saat ini sangat dibutuhkan untuk kelancaran dan kemudahan sebuah pekerjaaan diperusahaan yang umumnya menggunakan internet secara bersamaan. Semakain bertambahnya pengguna internet semakin berkurangnya performa kemampuan internet. Cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi penurunan performansi jaringan yaitu dengan melakukan manajemen Bandwidth. Manajemen Bandwidth sangat penting dalam pengaturan alokasi Bandwidth yang akan diberikan kepada user untuk menghindari perebutan alokasi Bandwidth yang ada di jaringan. Pada penelitian ini manajemen Bandwidth menggunakan dua metode, yaitu Per Connection Queue (PCQ) dan Hierarchical Token Bucket (HTB). PCQ pada queue type adalah salah satu fitur dari MikroTik untuk membantu memanage traffic rate dan traffic packet sedangkan Hiearachical Token Bucket (HTB) merupakan jenis aplikasi yang digunakan untuk membatasi akses menuju ke port/IP tertentu tanpa mengganggu trafik Bandwidth pengguna lain. Hasil yang didapatkan bahwa kualitas jaringan dengan menggunakan metode antrian HTB (Hierarchical Token Bucket) dan metode PCQ (Peer Connection Queue) lebih optimal, hal ini dikarenakan semua client akan mendapatkan kuota Bandwidth sesuai dengan rule yang diterapkan pada Bandwidth manajemen. Kata Kunci—QoS, HTB, PCQ, Mikrotik Referensi : [1] A. Hafiz Kamrullah, “Penerapan Metode Qquality Of Service pada jaringan Traffic yang padat,” J. Jar. Komput. Univ. Sriwij., 2009. [2] A. I. dkk Wijaya, “MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HTB ( HIERARCHICAL TOKEN BUCKET ) PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 SEMARANG,” pp. 5–7, 2007. [3] Mirsantoso, T. U. Kalsum, and R. Supardi, “Implementasi Dan Analisa Per Connection Queue ( Pcq ) Sebagai,” J. Media Infotama, vol. 11, no. 2, pp. 139–148, 2015. [4] K. R. P. H. Leung and W. L. Yeung, “Generating User Acceptance Test Plans from Test Cases,” 31st Annu. Int. Comput. Softw. Appl.Conf.-Vol. 2-(COMPSAC 2007), no. Compsac, pp. 737–742, Jul.2007. [5] E. Engström and P. Runeson, “Software product line testing– Asystematic mapping study,” Inf. Softw. Technol., vol. 53, no. 1, pp.2–13, Jan. 2011. [6] At all Hardiman, “Analisis perbandingan QoS (Quality Of Service) Pada Manajemen Bandwidth Dengan Metode PCQ (Per Connection Queue) Dan HTB (Hierarchical Token Bucket),” semanTIK, vol. 4, no. 1, pp. 121–128, 2018. [7] P. D. Roger, S. Pressman, Rekayasa Perangkat Lunak (Pendekatan Praktisi). Yogyakarta: Andi, 2012.


2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Mamay Syani ◽  
Nindi Werstantia

Ordering catering is an activity undertaken by customers to buy products in the form of food packages. In Cimahi Catering catering ordering process is done by customers by coming directly to the location or calling to Cimahi Catering. Based on interviews with the authors related parties, in the process of ordering catering there are some customers who complain about the order process is due to take time, energy and more costs. In the case of recording data ordering was deemed less effective because the data is still conventional. This is at risk of logging errors. As a solution of these problems the authors build an Application Ordering Catering Based Android Mobile to assist in the process of ordering catering by customers and the management of reservation data catering by the Cimahi Catering. Research methodology used is Extreme Programming method. In making this application the author uses android programming base and MySQL as the data storage. This application is made to efficiently time, effort and produce accurate information. The results of testing the built application has a performance that suits the needs of the user. Based on the results of User Acceptance Test get a positive response with 85% percentage. Keyword: Android, application, catering, mobile, ordering, uat


2021 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 1-6
Author(s):  
Novia Sulistyowati ◽  
Rahmat Robi Waliyansyah ◽  
Febrian Murti Dewanto

A traditional house is a house that has a unique building characteristic in an area that describes the culture of the area itself. Traditional houses are also unique in terms of form, function and meaning of the building. As Indonesians, we must introduce one of the existing cultures so that it is not forgotten by the community, especially school children. Judging from the development of technology, we must make new things in introducing traditional houses. From the results of research conducted at SD IT BINA INSANI, the teachers there still use conventional media in the form of textbooks and thematic books for the learning process. Therefore, the authors created an application to introduce western Indonesian traditional houses using Augmented Reality called RA-IBB as an introduction medium. This application is based on Android so that teachers can easily explain material about traditional houses and can show traditional houses in 3D without having to come directly to the province. And for students to be able to study traditional houses wherever and whenever. The making of this application uses the waterfall method for the development stage. The RA-IBB application contains materials about western Indonesian traditional houses and their 3d objects and quiz questions that use random shuffle algorithm questions. The random shuffle algorithm is a randomized question from an array or record. Based on the User Acceptance Test (UAT) for teachers, the results obtained from several aspects, namely the design aspect yields a percentage of 91%, the application information aspect produces a percentage of 91.


2020 ◽  
Vol 4 (1) ◽  
pp. 11-22
Author(s):  
Deli Deli

Implementation of Augmented Reality for Earth Layer Structure on Android Based as A Learning Media isa research that aims to help in presenting material to Elementary School children. The research methodchosen in the completion of this study uses the 4D method (Define, Design, Develop and Disseminate) witha data collecting method using Technology Acceptance Model (TAM) built one construct with threedimensions of user assessment level of technology acceptance to support the basis of questionnaire design.AR design supported by 3D models, in order to be able to support the details of each explanation of thematerial contained, thus helping users to understand the material and ease of interaction on the media.The final result obtained in this research is that the application is stated to be able to help the school, it is used as a media display in the classroom so students do not need to imagine themselves, but simply byusing learning media is able to present the material to students.Keywords: Learning Media, 4D Method, User Acceptance Test, Augmented reality, Android.


INOVA-TIF ◽  
2018 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 61
Author(s):  
Ardiyantoko Ardiyantoko ◽  
Novita Br. Ginting ◽  
Dewi Primasari

<p>Proses data barang di Balai Karantina Pertanian Bogor masih dilakukan secara manual dengan kinerja yang sangat lamban serta pencatatan dalam buku besar yang sangat sederhana. Dalam proses pengelolaan data barang sangat diperlukan ketelitian, kecepatan serta ketepatan dalam pendataan barang yang akan dikelola, sesuai dengan kebutuhan administrasi sehingga tidak terjadi kesalahan dalam proses pelaporan. Diperlukan sebuah pengelolaan data barang yang tepat agar mendapatkan laporan yang sesuai seperti yang diinginkan. Diperlukannya keakuratan kinerja dalam pembuatan pengelolaan data barang dan laporan yang rapi, cepat dan akurat. Aplikasi yang akan dibangun menggunakan metode waterfall dalam pengembangan sistemnya. Perancangan sistem informasi pengelolaan data barang di Balai Karantina Pertanian Bogor meliputi (1) Perancangan sistem (2) Diagram Konteks (3) Interface (antar muka) (4) Perancangan data base. Metode pengujian sistem ini menggunakan User Acceptance Test. Maka, telah diperolehnya hasil rancang bangun sistem informasi pengelolaan data barang di Balai Karantina Pertanian Bogor. Sistem ini menghasilkan laporan keseluruhan data barang, laporan barang yang tidak layak pakai, laporan permintaan barang dari setiap ruangan, laporan data barang yang masuk ke setiap ruangan yaitu : ruang gudang, ruang preparasi, ruang isolasi, ruang koleksi, dan ruang sortir dalam bentuk print out. Sistem pengelolaan data barang di Balai Karantina Pertanian Bogor menghasilkan efektifitas kinerja, serta ketepatan perkiraan dalam perencanaan pengelolaan data barang di Balai Karantina Pertanian Bogor. </p>


2015 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 707-728 ◽  
Author(s):  
Tomasz Straszak ◽  
Michał Śmiałek

Acceptance testing is highly dependent on the formulation of requirements, as the final system is tested against user requirements. It is thus highly desirable to be able to automate transition from requirements to acceptance tests. In this paper we present a model-driven approach to this issue, where detailed use case models are transformed into test cases. Importantly, our approach facilitates synchronising functional test cases with other types of tests (non-functional, domain logic, user interface) and introducing test data. This leads to a unified approach where requirements models of various kind drive the acceptance testing process. This process is parallel to the development process which also involves automatic transformations from requirements models to software development artefacts (models and code). To show validity of the approach we present a case study which uses a new tool called ReDSeT, that transforms requirements formulated in the Requirements Specification Language (RSL) into tests in a newly proposed Test Specification Language (TSL).


Author(s):  
Muhammad Fikry ◽  
Yusra Yusra ◽  
Taufik Hidayat

Dalam membangun sistem informasi berbasis web, terdapat di dalamnya sebuah tahapan membangun formulir data isian sebagai representasi basis data didalam sistem informasi. Formulir menjadi jalan utama untuk memasukkan data kedalam basis data melalui sistem informasi. Dalam membangun formulir sistem informasi berbasis web, seorang user interface programmer akan merancang formulir dengan elemen-elemen HTML yang sesuai dengan struktur basis data. Penelitian ini membahas tentang bagaimana membangun aturan-aturan pembangkitan formulir dan mengimplementasikan aturan-aturan tersebut kedalam aplikasi pembangkit formulir. penelitian dilakukan terhadap standar bahasa SQL dan standar penulisan tag HTML, kemudian dilakukan pemetaan elemen SQL menjadi elemen formulir HTML sebagai acuan dalam membangun aturan-aturan membangkitkan formulir. Setelah itu dilakukan analisa terhadap model hubungan data pada RDBMS serta menganalisa dampaknya terhadap formulir. Hasil analisa aturan-aturan pembangkitan formulir akan diimplementasikan kedalam aplikasi pembangkit formulir berbasis web berdasarkan metadata SQL. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan Black Box dan User Acceptance Test, aplikasi pembangkit dapat dibangun dan berjalan dengan baik dalam membangkitkan formulir HTML.Kata kunci - Basis Data, HTML, Pembangkit Formulir Web, SQL, iraise, keluhan, klasifikasi, rapidminer, support vector machine 


2020 ◽  
Vol 3 (02) ◽  
pp. 164
Author(s):  
Tati Ernawati ◽  
Endah Rachmawati

Media pembelajaran yang tidak dinamis berdampak kepada efektifitas proses pembelajaran dan pengajaran. Kondisi tersebut mempengaruhi tingkat ketercapaian pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Alat bantu berbasis multimedia pada proses pembelajaran sudah banyak digunakan di sektor pendidikan untuk membatu proses pembelajaran menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini yaitu membuat media pembelajaran alternatif berbasis animasi pada studi kasus di MA. Cahaya Harapan Cisarua Bandung Barat sebagai solusi meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Geografi bahasan siklus hidrologi. Metodologi yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Aplikasi dibuat melalui tahapan desain yaitu pembuatan storyboard, implementasi dan pengujian. Hasil pengujian black box testing mengindikasikan aplikasi dapat berjalan sesuai dengan fungsionalitasnya, sementara hasil uji penerimaan pengguna (user acceptance test) terhadap aplikasi secara keselurahan (87%), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hidrologi meningkat (36.87%).


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document