Explicit Instruction in Core Reading Programs

2014 ◽  
Vol 114 (3) ◽  
pp. 406-430 ◽  
Author(s):  
D. Ray Reutzel ◽  
Angela Child ◽  
Cindy D. Jones ◽  
Sarah K. Clark
2019 ◽  
Vol 119 (3) ◽  
pp. 386-416 ◽  
Author(s):  
Michael F. Graves ◽  
Jeff Elmore ◽  
Jill Fitzgerald

2006 ◽  
Vol 107 (1) ◽  
pp. 67-91 ◽  
Author(s):  
Anne McGill‐Franzen ◽  
Courtney Zmach ◽  
Katie Solic ◽  
Jacqueline Love Zeig

2017 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 86-94 ◽  
Author(s):  
Lindsay Heggie ◽  
Lesly Wade-Woolley

Students with persistent reading difficulties are often especially challenged by multisyllabic words; they tend to have neither a systematic approach for reading these words nor the confidence to persevere (Archer, Gleason, & Vachon, 2003; Carlisle & Katz, 2006; Moats, 1998). This challenge is magnified by the fact that the vast majority of English words are multisyllabic and constitute an increasingly large proportion of the words in elementary school texts beginning as early as grade 3 (Hiebert, Martin, & Menon, 2005; Kerns et al., 2016). Multisyllabic words are more difficult to read simply because they are long, posing challenges for working memory capacity. In addition, syllable boundaries, word stress, vowel pronunciation ambiguities, less predictable grapheme-phoneme correspondences, and morphological complexity all contribute to long words' difficulty. Research suggests that explicit instruction in both syllabification and morphological knowledge improve poor readers' multisyllabic word reading accuracy; several examples of instructional programs involving one or both of these elements are provided.


2008 ◽  
Author(s):  
Aaron Richmond ◽  
Suzanne Aberasturi
Keyword(s):  

2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 102-110
Author(s):  
Refa Lina Tiawati ◽  
Suci Dwinitia

Pembelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 yang akan dipelajari oleh siswa SMP salah satunya yaitu teks deskripsi. Teks deskripsi adalah jenis teks memaparkan suatu objek, hal dan keadaan sehingga pembaca seolah-olah mendengar melihat, atau merasakan hal yang dipaparkan. Dalam menulis teks deskripsi harus memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan teks deskripsi yang telah ditetapkan, agar menghasilkan suatu teks deskripsi yang padu dan utuh. Di dalam menulis teks deskripsi peserta didik masih mengalami kesulitan dalam penulisan kaidah  kebahasaann yang masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Explicit Instruction terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah one group pretets-postest design penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan teknik purposive sampling, Sampel dalam penelitian  ini adalah satu kelas. Data dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja hasil keterampilan menulis teks deskripsi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction terhadap keterampilan menulis teks deskripsi  siswa SMP. Hasil penelitiannya adalah ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran dengan hasil keterampilan menulis teks berita sebelum dan sesudah menggunakan model Explicit Instruction terhadap Keterampilan Menulis Teks deskripsi Siswa SMP. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel (> 1,90), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal itu berarti model pembelajaran explicit instruction efektif digunakan dalam keterampilan menulis teks deskripsi siswa SMP.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document