Evaluating learning, design, and engagement in web-based learning tools (WBLTs): The WBLT Evaluation Scale

2011 ◽  
Vol 27 (5) ◽  
pp. 1849-1856 ◽  
Author(s):  
Robin Kay
2021 ◽  
pp. 004723952110526
Author(s):  
LeAnne J. Schmidt ◽  
Michael DeSchryver

As educators and administrators look to countless mobile apps, software programs, and web-based learning tools to meet the demands of students in remote, virtual, and hybrid settings, risks and assumptions of online platforms and assessments must be considered. With the urgency of the COVID-response closure of many schools and the unusual methods employed during the return to school in Fall 2020, there is no better time to examine the digital application literacy which is necessary for students to effectively transition to online learning and assessment. “Digital application literacy” (DAppLit), a specific form of media literacy, involves the nimble use of an app (web-based) or application (computer-based) for education, including assessment. Learners with impaired DAppLit face academic consequences, when insufficient literacy in the platform is the culprit. This paper first explores various skills and strategies from both traditional and digital assessments that digital application literacy requires. Then, it presents the value of low-stakes assessment experiences with applications to introduce navigation techniques and troubleshoot barriers users may face before undertaking weighted assessments. The importance of skills instruction and practice of DAppLit methods is presented. A four-step process is introduced to: 1) set learning goals; 2) guide learners through the application with explicit instructions before use; 3) provide low-stakes explorations; and 4) debrief to address any issues which could represent a failing of application literacy and not content knowledge in an assessment.


Author(s):  
Lourdes Marco ◽  
Sonsoles López-Pernas ◽  
Álvaro Alonso

2005 ◽  
Vol 82 (8) ◽  
pp. 1251 ◽  
Author(s):  
Ramesh D. Arasasingham ◽  
Mare Taagepera ◽  
Frank Potter ◽  
Ingrid Martorell ◽  
Stacy Lonjers

EXPLORE ◽  
2017 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 18
Author(s):  
Maspaeni ◽  
Basuki Wibawa ◽  
Henny Yusuf

Abstrak - Keberadaan teknologi informasi khususnya teknologi internet, telah banyak memberi manfaat dalam segala bidang tidak terkecuali bidang pendidikan. Salah satu manfaat dari teknologi internet dalam bidang pendidikan adalah dimanfaatkannya Learning Managemen System (LMS)  sebagai model pembelajaran e-larning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemilihan Model Pembelajaran e-learning berbasis LMS ini merupakan salah satu strategi alternatif  model pembelajaran diantara puluhan model-model pembelajaran yang ada seperti model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending), AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition), Explicit Instruction, Kumon, Pembelajaran Berbasis masalah (Problem Based Learning) dan lain-lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran algotima di STMIK Mataram.Sebagian besar mahasiswa khususnya di STMIK Mataram mengatakan bahwa mata kuliah Algoritma adalah salah satu mata kuliah yang terbilang sulit. Untuk dapat lebih mudah memahaminya, mahasiswa tentu ditutut untuk lebih banyak belajar dan berlatih.  Selain itu, pemilihan model pembelajaran yang tepat juga sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar algoritma di STMIK Mataram. Pemilihan model pembelajaran e-learning berbasis LMS ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sebuah aplikasi/tools yang berbasis web yang disebut dengan web based learning tools seperti Moodle, Edmodo, Schoology, Google Classroom, Blackboard, Articulate, WebCT dan lain-lain.  Dengan model pembelajaran e-learning berbasis LMS ini, berdasarkan beberapa penelitian mengungkapkan secara signifikan mampu mendongkrak kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran melalui e-learning berbasis LMS diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar terutama pada mata kuliah algoritma di STMIK Mataram. Keyword: Pembelajaran, LMS, Learning Managemen System,  STMIK Mataram


EXPLORE ◽  
2019 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 13
Author(s):  
Mr. Maspaeni ◽  
Lalu Moh. Nurkholis

Abstrak - Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas organisasi pendidikan adalah pemanfaatan dan penggunaan teknogi informasi. Pemanfaatan dan penggunaan teknologi informasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan memilih atau menerapkan sistem pembelajaran yang tepat. Penerapan sistem pembelajaran berbasis web ini merupakan salah satu teknologi informasi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan ataupun menjadi solusi dalam sistem pembelajaran. Penerapan sistem pembelajaran berbasis web ini adalah dengan memanfaatkan sebuah alat atau sistem pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Course Managemen System (CMS)/Learning Managemen System (LSM) atau yang disebut dengan web based learning tools. Beberapa aplikasi CMS/LMS (web based learning tools) yang dapat digunakan untuk menerapkan sistem pembelajaran berbasis web ini adalah Moodle, Edmodo, Schoology, Google Classroom, Blackboard, Articulate, WebCT dan lain-lain. Penerapan sistem pembelajaran dengan menggunakan web based learning tools ini, tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing baik dari segi interface ataupun managemen konten. Untuk itu, dalam ini akan dikaji atau dianalisis perilaku pengguna dalam penggunaan 3 buah web based  learning tools yaitu Moodle, Edmodo dan Schoology guna mengetahui ketertarikan pengguna mengenai interface dari ke 3 web based learning tools tersebut. Dengan demikian, berdasarkan ketertarikan user/pengguna ini, akan dikembangkan model sebuah web based learning tools yang diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Keyword: web based learning tools, LMS, pembelajlaran.


Author(s):  
Rūdolfs Gulbis

<p>Successful web-based learning depends on several key factors. These include the quality of the learning tools, the motivation of users, and the credibility of the learning materials as well as their significance in the eyes of users. It is possible to find numerous examples of web-based lifelong learning approaches that can be viewed on social networks and discussion forums. The research for this study included designing several blog-based discussion forums where user activities were logged and the results were compared to usercompleted questionnaires for similar activities. Several user behaviour identification models were designed based on algorithmically computed tallies of user behaviours. These models are currently being applied for further study to measure user behaviours in virtual learning environments.</p>


2015 ◽  
pp. 95-112
Author(s):  
Dewi Salma Prawiradilaga Ari Istiany Diana Ariani

Abstrak:Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan baik bahan belajar berbasis web mapun panduan belajar untuk mata kuliah Gizi Terapan. Pengembangan tersebut didasarkan pada prinsip desain pembelajaran, learning object, desain pesan dan pembelajaran mandiri personalisasi. Proses pengembangan menggunakan model Dabbagh & Bannan-Ritland yang dikenal dengan model “integrative learning design framework (IDLF)”. Model ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu explorating, enactment, dan evaluation. Hasil tahap explorating adalah serangkaian permasalahan dan alternatif solusi untuk mengembangkan mata kuliah tersebut sebagai learning object. Tahap enacment menghasilkan hal-hal apa saja yang harus dikembangkan/diproduksi sebagai aspek pembelajaran seperti urutan topik, naskah, produksi prototipa (vide klip, slide presentasi, draft panduan belajar dll.), serta situs kelas maya mata kuliah Gizi Terapan tersebut pada http:://www.unj.web-bali.net. Evaluasi adalah tahap pembuktian melalui evaluasi satu-satu, review ahli, dan evaluasi kelompok kecil. Penelitian ini sendiri menggunakan tujuh siswa dari Program Studi Tata Boga dan lima dosen sebagai ahli lintas disiplin, yaitu ahli pembelajaran, desain pembelajaran, media (hypermedia) dan gizi terapan.Kata Kunci: gizi terapan, desain pembelajaran, learning object, model IDLF, bahan belajar berbasis web.Abstract:This is a development research which aims to create both web-based learning materials and a learning guide (LG) book for the course on Applied Nutrition. Its underlying theories are principles of instructional design, learning objects (LOs) as well as message design, personalization inindependent learning. The development process is through a model called Integrative learning design framework (IDLF) of Dabbagh & Bannan – Ritland. The IDLF consists of three phases; those are explorating, enactment, and evaluation. Explorating phase results a list of problems and its alternative solutions on how to develop topics chosen (Gizi Balita and Gizi Anak Sekolah) as learning objects. Then, these LOsare to be uploaded into learning paths in theLCMS claroline. Enactment is a process which allows research team to develop those topics into tangible aspects of instruction, such scripts, production of prototypes (slides, video clips, the draft of LG book etc), and a coursesite of Applied Nutrition (Gizi Terapan) at www.unj.web-bali.net. Evaluation consists of tryouts of one-to-one, expert review, and small group evaluation. The research invited seven students of Department of Food Management (Tata Boga) as subjects and five lecturers as transdisciplinary experts of instructional design, instruction, hypermedia and applied nutrition.Keywords : Applied Nutrition, instructional design, learning objects, model IDLF, web-based learning materials.


2020 ◽  
Author(s):  
shan chen

Based on the pandemic of COVID-19 in 2020, to avoid crowds and mass infection, web-based learning takes the place of traditional class teaching to become the main learning method for adults, teachers, and students, the study aims to check the relationship between web-based learning tools, self-efficacy, depression-anxiety-stress, family life quality, and general health in Chinese sample. Through a questionnaire and measurement scale to collect data in June to July 2020, adopted SPSS 25.0 and Mplus 8.3 to test the reliability and validity, structural equation modeling (SEM), multiple regression model (MRM), and other methods are used for statistical analysis and conclusions.<p></p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document