scholarly journals Can accounting-based and market-based indicators predict changes in the risk rating of brazilian banks?

2019 ◽  
Vol 21 (1) ◽  
pp. 152-168
Author(s):  
Ronaldo Garcia ◽  
Danilo Monte-Mor ◽  
Neyla Tardin
Keyword(s):  
2021 ◽  
Author(s):  
ZhiLin Duo ◽  
ZeWen Chen ◽  
Ye Liang ◽  
MingTao Dai ◽  
Hui Guo

2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Dimas Mahardika Palupi ◽  
Eris Tri Kurniawati

This study aims to analyze the implementation of audit-based risk on murabahah receivables in accordance with Indonesian bank regulations at Bank Muamalat Malang. The type of this research is descriptive qualitative with the technique used is an interview, observation, and documentation. Researchers used six risk control elements in accordance with control objectives. The result of the analysis at Bank Muamalat Malang shows that risk control is quite good. the implementation of effective risk management is good enough. The scope of risk management performed by the Bank is good enough. The risk rating for prioritizing the mitigation is also good. Practice with the principles of sharia and not contrary to the MUI fatwa is good. Implementation of risk management in Syariah business unit does not exist because in Bank Muamalat Malang there is no unit of sharia business. The rules of delivery on a quarterly basis to BI have also been disputed.


2021 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 604-610
Author(s):  
Ryan Rachmawan ◽  
Mila Tejamaya

Laboratorium merupakan tempat kerja untuk melakukan percobaan atau eksperimen uji dimana bekerja di tempat tersebut membutuhkan perilaku kehati-hatian dalam menggunakan peralatan dan bahan. Salah satu jenis bahan kimia yang terdapat di laboratorium adalah pelarut organik yang memiliki fungsi sebagai pelarut bahan kimia lainnya. Potensi risiko kanker payudara pada pekerja wanita di laboratorium pada studi kohort ini adalah paparan pelarut organik. Pelarut organik yang sering digunakan di laboratorium adalah benzene, toluene dan xylene (BTX). Dengan adanya pajanan bahan kimia BTX di tempat kerja dan risiko kesehatan yang ditimbulkan, maka perlu dilakukan penilaian tingkat risiko pajanan bahan kimia terhadap kesehatan pekerja di laboratorium melalui inhalasi secara kuantitatif dengan menggunakan metode CHRA DOSH Malaysia tahun 2018. Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel inhalasi dan udara di lingkungan kerja. Data hasil sampling diolah untuk mengetahui Tingkat Bahaya (Hazard Rating), Tingkat Pajanan (Exposure Rating), dan Tingkat Risiko (Risk Rating) secara kualitatif dan kuantitatif. Tingkat risiko pajanan melalui inhalasi secara kualitatif diperoleh nilai tingkat risiko pajanan (RR) benzene, toluene dan xylene secara bertutut-turut RR= 20, 12, dan 8. Tingkat risiko pajanan melalui inhalasi untuk benzene memiliki risiko tinggi sedangkan toluene dan xylene memiliki risiko moderat. Tingkat risiko pajanan melalui inhalasi secara kuantitatif dengan metode CHRA. nilai tingkat risiko pajanan (RR) benzene, toluene dan xylene secara kuantitatif secara berturut-turut adalah RR= 5, 3, dan 2. Berdasarkan metode kuantitatif, nilai tingkat risiko pajanan melalui inhalasi untuk benzene memiliki risiko moderat sedangkan toluene dan xylene memiliki risiko rendah terhadap pekerja di laboratorium pengujian migas PT SCI


Author(s):  
Fajar Khaula Rizkya Akbar
Keyword(s):  

Banyaknya peluang yang ada di sektor pertanian tentu saja akan ada banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, semakin banyak pekerja dan semakin kompleks metode atau teknologi yang digunakan akan meningkatkan resik terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja yang disebabkan pengetahuan yang kurang tentang penggunaan alat, unsafe action dan unsafe condition. Tujuan dari penelitian ini adalah menganilisis risiko K3 di petani jeruk desa Sidorejo kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 untuk analisis risiko pada pekerjaan petani jeruk di desa Sidorejo kabupaten Banyuwangi. Instrumen penelitian untuk menilai jenis risiko pekerjaannya menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, kemudian untuk mengidentifikasi bahaya pada setiap tahapan pekerjaan menggunakan metode JSA dan guna mengumpulkan informasi dari pekerja menggunakan metode in-depth interview.Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko K3 yang terdapat pada pekerjaan petani jeruk khususnya pada tahap pemberantasan hama adalah risiko menghirup kabut pestisida (risk rating 6), mata terpapar kabut pestisida (risk rating 6), kulit terpapar kabut pestisida (risk rating 6), terpeleset (risk rating 1) dan terlalu lama membawa beban tangki di pundak (risk rating 5). Kesimpulan dari penelitian ini adalah risiko K3 paling tinggi yang dialami oleh petani terdapat pada proses pemberantasan hama, khususnya pada saat menyemprotkan pestisida. Paparan pestisida dapat melalui mata, pernafasan, dan kulit.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document