The Power of Husserl’s Third Logical Investigation

2021 ◽  
Vol 21 ◽  
pp. 295-316
Author(s):  
Alexis Delamare ◽  

The peculiar legacy of Husserl’s mereology, chiefly studied by analytic philosophers interested in ontology, has led to a partial understanding of the III. LU, which is too often reduced to a chapter of “formal ontology”. Yet, the power of this Investigation goes far beyond: it enabled Husserl to deal, in the framework of a unified theory, with a vast range of particular problems. The paper focuses on one of these issues, namely abstraction, so as to expose how Husserl instrumentalizes his formal tools in order to tackle material issues. The existence of an up and down pattern is uncovered: Husserl first reinterprets the psychological problem of abstraction in ontological terms (“bottom-up”), before coming back to the original problem with new insights (“top-down”). The second, correlative aim of the paper is to emphasize the key role played by Friedrich Schumann, a forgotten yet crucial character for Husserl’s conception of abstraction.

PsycCRITIQUES ◽  
2005 ◽  
Vol 50 (19) ◽  
Author(s):  
Michael Cole
Keyword(s):  
Top Down ◽  

Author(s):  
Sadari Sadari ◽  
Nurhidayat Nurhidayat ◽  
Rafiqah Rafiqah
Keyword(s):  
Top Down ◽  

Humanisme religius telah mengantarkan pada era kesadaran bahwa peradaban manusia harus memiliki dua arus yang saling menunjang. Selama ini arus balik dalam bidang ekonomi hanya menonjolkan arus balik vertikal atas kebawah (model top down) yang didominasi oleh sistem ekonomi kapitalis dan sosialis, sedangkan di sisi lain mengesampingkan arus balik vertikal dari bawah ke atas (model bottom up) yang didominasi oleh sistem ekonomi syariah, sehingga dampaknya adalah adanya kesenjangan ekonomi yang sangat tajam. Paper ini mewujudkan peran penting, yakni menghubungkan dua arus tersebut secara timbal-balik, yakni mempertemukan arus pertama dengan arus balik kedua, sehingga akan menghasilkan dampak yang positif, progresif, kreatif dan produktif, kemudian pada akhirnya akan dapat meng-optomal-kan ekonomi syariah untuk menciptakan goodgovernance, post goodgovernance secara berkelanjutan, tentunya dengan bantuan peran media kontemporer yang kian update. Ekonomi syariah juga merupakan pilar dan nilai dasar, dari sikap keyakinan dan sikap rasionalitas untuk sanggup menciptakan terwujudnya pemberdayaan dan kesejahteraan sekaligus pengentasan kemiskinan dalam masyarakat di Indonesia.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document