scholarly journals SARS Coronavirus 2, Severe Acute Respiratory Syndrome, and Middle East Respiratory Syndrome in Children: A Review on Epidemiology, Clinical Presentation, and Diagnosis

2020 ◽  
Vol 8 (4) ◽  
Author(s):  
Seyed Ahmad Tabatabaii ◽  
Pegah Soltani ◽  
Ghamartaj Khanbabaee ◽  
Deepak Sharma ◽  
Rohollah Valizadeh ◽  
...  

Context: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic has caused irreparable damage to society. The pediatric population may be asymptomatic but has positive viral nucleic acid test results and plays an important role in spreading the infection in populations. However, there is a substantial information gap on the epidemiology, pathology, and clinical presentations of COVID-19 in pediatric patients. Evidence Acquisition: English research articles published before April 18, 2020, were reviewed to understand the clinical characteristics of SARS coronavirus 2, Severe Acute Respiratory Syndrome, and Middle East Respiratory Syndrome in children. The WHO (https://www.who. int/) and CDC (Centers for Disease Control and Prevention, https://www.cdc.gov/) websites were also reviewed to find eligible studies, besides articles extracted from PubMed, Scopus, and Google Scholar. Results: In comparison with SARS and MERS, COVID-19 seems to have wider clinical symptoms and routes of transmission. Multisystem inflammatory syndrome is a unique clinical feature of this novel virus. The low prevalence of COVID-19 in children may be due to lower contacts or incomplete identification rather than resistance to the virus. Conclusions: As this virus is novel, we believe that lessons learned from SARS and MERS outbreaks are very valuable in handling the current pandemic. The aim of this paper was to provide the updated summary of clinical manifestation, diagnostic, molecular, and genetic aspects of the novel coronavirus in comparison with SARS and MERS coronaviruses in children.

2020 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 156-157
Author(s):  
Mohammad Mostafa Ansari Ramandi ◽  
Mohammadreza Baay ◽  
Nasim Naderi

The disaster due to the novel coronavirus disease 2019 (COVID-19) around the world has made investigators enthusiastic about working on different aspects of COVID-19. However, although the pandemic of COVID-19 has not yet ended, it seems that COVID-19 compared to the other coronavirus infections (the Middle East Respiratory Syndrome [MERS] and Severe Acute Respiratory Syndrome [SARS]) is more likely to target the heart. Comparing the previous presentations of the coronavirus family and the recent cardiovascular manifestations of COVID-19 can also help in predicting possible future challenges and taking measures to tackle these issues.


Batoboh ◽  
2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 10
Author(s):  
Reza Kusuma Setyansah

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Salah satu cara gampang melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus ini adalah dengan menggunakan Handsanitizer alami. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Handsanitizer alami harus mengandung setidaknya 60% alkohol untuk bekerja secara efektif. Selain handsanitizer, dengan melalukan metode penyemprotan disenfektan menggunakan cairan disenfektan. Disenfektan merupakan bahan kimia yang berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri ataupun jasad renik pada permukaan benda mati. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat mengadakan penyaluran handsanitizer dan sabun cuci tangan alami serta penyemprotan disenfektan di desa Ngale sebagai upaya pencegahan Covid-19. Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu wawancara dan diskusi bersama kepala desa Ngale. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, salah satunya menjaga kebersihan tangan serta dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di desa Ngale Kec Pilangkenceng Kab Madiun.


2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 21-25
Author(s):  
Erika Untari Dewi

Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.


2020 ◽  
Vol 35 (1-2) ◽  
Author(s):  
Pradeep Pagaria ◽  
L. R. Choudhary ◽  
Haridayal Choudhary ◽  
Ganga Ram ◽  
Turfan Khan

Coronavirus outbreak was first reported in Wuhan, China on 31 December, 2019. Coronavirus (CoV) is a large family of viruses that causes illness. It ranges from the common cold to more severe diseases like Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). The novel coronavirus is a new strain of virus that has not been identified in human so far.


2022 ◽  
pp. 1-3
Author(s):  
Freeha Anjum ◽  
Hillary Hale

Zoonoses are human infections or diseases caused by disease spillover from vertebrate animals to people [1]. Spillover is the movement of pathogens from their normal host to a novel species [2]; this can occur through bodily fluids, bites, food, water, or contact with surfaces where infected animals have travelled [3]. Although some zoonoses remain established within populations and primarily affect only one person per spillover (classified as enzootic zoonoses—e.g., rabies), others can be transmitted between people and result in localized, or even global outbreaks [4]. Zoonoses account for over 60% of infectious diseases in humans [4] and can be caused by viruses, parasites, bacteria, or fungi. Of these, viral zoonoses prove to be of greatest detriment to the public on a widespread scale, as they are responsible for numerous epidemics and pandemics, including severe acute respiratory syndrome (SARS), Middle East respiratory syndrome (MERS), and the novel coronavirus (COVID-19) [5-7]. Research has also been conducted on different taxonomic orders of species, such as Carnivora — placental animals which obtain nutrients from flesh — and their viral spillover risk [11].


2021 ◽  
Vol 10 (1) ◽  
pp. 55-60
Author(s):  
Erika Untari Dewi

Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.


2021 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1-3
Author(s):  
Arslan Habib ◽  

Recently Biscayart et al. stated that coronaviruses cause deleterious diseases in both humans and animals. In the previous three decades China affected with different kinds of viral outbreaks in which include avian influenza disease in 1997, severe acute respiratory syndrome (SARS) in 2003 and severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS) in 2010. The current outbreak of novel coronavirus disease (2019-nCoV) is much similar in case of symptoms with SARS-CoV and Middle East respiratory syndrome CoV (MERS-CoV).


2021 ◽  
Author(s):  
Isnaeni NurBestari

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document