scholarly journals Narrow Diameter and Mini Dental Implant Overdentures

Author(s):  
Elena Preoteasa ◽  
Marina Imre ◽  
Henriette Lerner ◽  
Ana Maria Tancu ◽  
Cristina Teodora Preoteasa
2020 ◽  
Vol 32 (1) ◽  
pp. 23-36
Author(s):  
Luc Van Doorne ◽  
Ester Fonteyne ◽  
Carine Matthys ◽  
Ewald Bronkhorst ◽  
Gert Meijer ◽  
...  

2019 ◽  
Vol 46 (12) ◽  
pp. 1151-1160
Author(s):  
Ester Fonteyne ◽  
Luc Van Doorne ◽  
Laurence Becue ◽  
Carine Matthys ◽  
Ewald Bronckhorst ◽  
...  

2020 ◽  
Vol 32 (1) ◽  
pp. 71-75
Author(s):  
Himanshi Aggarwal ◽  
Mohd Anwar ◽  
Saumyendra Vikram Singh ◽  
Brijesh Mishra

2021 ◽  
Vol 10 (21) ◽  
pp. 5006
Author(s):  
Luc Van Doorne ◽  
Ben De Backer ◽  
Carine Matthys ◽  
Hugo De De Bruyn ◽  
Stefan Vandeweghe

Background: Mini dental implant (MDI) overdenture rehabilitation for the edentulous maxilla is a valuable, less invasive and affordable treatment alternative for complete removable dentures (CRD). However, comparative quantification of masticatory performance in different oral conditions are scarce. Purpose: This study compares objective masticatory performance of dentate groups, maxillary CRD and MDI overdentures and subjective masticatory performance in maxillary CRD and MDI overdentures. Materials and Methods: Four groups were defined, age 20+ dentate dental students (DS), age 50+ complete dentate subjects (DP), age 50+ maxillary CRD or MDI overdentures/dentate mandible. Objective masticatory performance was evaluated by measuring circular Variance of Hue (VOH) or the mixture degree of two-color chewing gum (Hue-check View Gum® Test). Additionally, subjective masticatory comparison was investigated in the CRD and MDI groups, with a visual analogue scale (VAS) for different food consistencies and the Oral Health Related Quality of Life (OHRQL) OHIP-14 questionnaire. Results: The mean VOH was 0.11 (SD 0.50, range 0.05–0.27) for the dentate dental 20+ students, 0.13 (SD 0.08, range 0.03–0.31) for the 50+ dentate group (p = 0.774), 0.41 (SD 0.41, range 0.14–0.76) for the CRD group and 0.39 (SD 0.18, range 0.07–0.76) for the MDI group (p = 0.725). Based on the VAS scores, no improvement was found between the CRD and the MDI overdenture group (p > 0.050). The mean OHIP-14 total score was 12.10 (SD 15.87, range 0–56) for CRD, while the MDI group (p = 0.039) saw a significant improvement to 2.85 (SD 2.85, range 0–15). Conclusion: Comparable results in objective masticatory performance were registered in dentate 20+ and 50+ subjects with a remarkable inferior outcome for the CRD and MDI group. Compared to CRD, MDI overdentures revealed no substantial improvement in subjective and objective masticatory performance. However, for MDI a significant increase in OHRQL was apparent.


2011 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 68
Author(s):  
F. Wihan Pradana ◽  
Haryo Mustiko Dipoyono ◽  
Titik Ismiyati

Latar belakang. Kasus Edentulous dengan defek maksilofasial pada geriatri merupakan kasus yang komplek dan menyangkut estetika serta fungsi rongga mulut. Penggunaan hollow bulb dan implant untuk memberikan retensi merupakan alternatif cara yang dapat digunakan dalam perawatan defek maksilofasial dan sisa lingir alveolar yang tipis. Tujuan. dari pembuatan protesa GTL ini ialah untuk mengembalikan fungsi pencernaan rongga mulut sehingga dapat mengembalikan kemampuan mencerna dan mengolah makanan. Pembuatan GTL diupayakan untuk dapat retentif dan stabil sehingga protesa dapat bermanfaat sebagai instrumen rehabilitatif dalam rongga mulut. Kasus. Pasien laki-Iaki usia 70 tahun datang ke klinik prostodonsia FKG UGM dengan keluhan gigi tiruan lengkap yang longgar dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga makanan dan minuman dapat keluar dari hidung melalui lubang di area palatum yang timbul kurang lebih 2 bulan sebelum datang ke RSGM. Penanganan. Setelah dilakukan proses bedah pengangkatan tumor oleh Onkologis selanjutnya dilakukan perencanaan pembuatan GTL. Paska operasi pasien mengenakan GTL sementara dari GTL lama pasien yang diperbaiki. Proses selanjutnya ialah pembuatan GTL baru untuk mengganti GTL lama yang rusak. Setelah GTL selesai dibuat, dilakukan insersi dan dilanjutkan dengan pemasangan mini dental implant untuk rahang bawah. Satu minggu berikutnya dilakukan pemasangan metal housing implant pada fitting surface gigi tiruan lengkap rahang bawah sehingga implant dan gigi tiruan menjadi satu kesatuan gigi tiruan lengkap  dengan dukungan implant. Kesimpulan. Kontrol2 minggu dan satu bulan menunjukan implant masih stabil dan tidak ada keluhan pada pasien. Pasien dapat menggunakan gigi tiruannya untuk makan dan minum. Dari pemeriksaan subjektif diketanui bahwa dan makanan ataupun minuman tidak lagi keluar melalui hidung pasien.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document