scholarly journals Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Work Life Balance Mahasiswa Millenial

2021 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 1-8
Author(s):  
Ani Muttaqiyathun ◽  
Ema Nurmaya

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswaPascasarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan datanya menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah uji regresi parsial dan serentak dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuntutan kerja, jam kerja, kerja lembur, tuntutan kerja, status orangtua, ukuran keluarga, dukungan pengawas dan otonomi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap work-life balance mahasiswa. Secara parsial, tuntutan pekerjaan, jam kerja, status orang tua, ukuran keluarga dan dukungan pengawas tidak berpengaruh terhadap work-life balance. Sedangkan kerja lembur, tuntutan keluarga dan otonomi kerja berpengaruh signifikan terhadap work-life balance mahasiswa. Penelitian ini akan bermanfaat bagi para calon dan mahasiswa yang mengintegrasikan antara pekerjaan dan sekolah demi kesuksesan studinya, bagi para pengambil kebijakan yaitu pengelola perguruan tinggi dan instansi tempat kerja dan juga bermanfaat bagi para peneliti selanjutnya yang diharapkan bisa menindaklanjuti hasil penelitian ini.

2020 ◽  
Vol 13 (1) ◽  
pp. 46-55
Author(s):  
Nurul Huda ◽  
Mu'minatus Fitriati Firdaus

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat work-life balance pada wanita karier yang bekerja di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 60 karyawan wanita karir yang memiliki peran ganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Untuk menguji validitas skala work-life balance, peneliti melakukan analisis validitas isi dengan reliabilitas skala 0.883. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita karier yang memiliki peran ganda memiliki tingkat work-life balance yang tinggi yaitu pada skor rata-rata mean empirik 75.23 lebih besar dari skor rata-rata hipotetik 59.5. Berdasarkan data deskriptif responden dilihat dari usia,, pendidikan, jumlah anak, pendapatan, dan lama menikah secara umum didapatkan hasil rata-rata mean empirik dalam kategori tinggi.


2019 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 75
Author(s):  
Okvi Widriasmatiwi ◽  
Indriyati Eko Purwaningsih ◽  
Hartosujono Hartosujono

Abstrak. Modus operandi pelaku kriminalitas di era globalisasi berkembang semakin canggih. Untuk menghadapi hal tersebut seorang anggota Polri dituntut untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya sesuai dengan dinamika tugas yang ada agar mampu memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal sehingga situasi kamtibmas senantiasa terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan Work Life Balance dan Organizational Citizenship Behavior terhadap kinerja anggota Polri. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kuantitatif dengan jumlah sampel 103 responden anggota Polri di Polres Kulon Progo. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dan analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara: (a) Work Life Balance dengan Kinerja anggota Polri, (b) Organizational Citizenship Behavior dengan Kinerja anggota Polri dan (c) Work Life Balance dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja anggota Polri.Kata Kunci: Organizational Citizenship Behavior, Kinerja, Work Life Balance


2020 ◽  
Vol 4 (3) ◽  
pp. 162
Author(s):  
Freddy A. R. Simanjuntak ◽  
Retno Hanggarani Ninin

Selain bertugas sebagai pasukan yang menengahi konflik, pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) Indonesia yang disebut dengan Kontingen Garuda juga berperan sebagai individu yang juga berhadapan dengan kehidupan pribadinya. Kedua peran tersebut menuntut kinerja yang seimbang, karena ketidakseimbangan dapat menyebabkan salah satunya menjadi “korban”, dalam pengertian tidak optimal dalam menjalankan perannya. Keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi atau work-life balance, diperlukan agar seseorang dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan aktivitas lain di luar pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keseimbangan tersebut pada para prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang ditinjau dari perspektif konseptual work-life balance. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam keilmuan psikologi, khususnya yang berkaitan dengan work-life balance pada konteks kerja kemiliteran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 2 orang anggota peacekeeper Indonesia yang berusia 30 tahun dan 33 tahun. Data diperoleh menggunakaan wawancara mendalam (in depth interview) dan semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat dimensi work-life balance, dua di antaranya menunjukkan tercapainya keseimbangan. Dimensi yang belum seimbang yaitu WIPL (Work Interference with Personal Life) dan WEPL (Work Enchancement of Personal Life). Dengan demikian, partisipan belum optimal dalam mengembangkan work-life balance pada dirinya dikarenakan jenis pekerjaan yang diemban menuntut kesiapsiagaan penuh karena berada di daerah konflik, sehingga sulit membagi peran yang proporsional dalam hal pekerjaan dan kehidupan pribadi.


2021 ◽  
Vol 9 (1) ◽  
pp. 110
Author(s):  
Reza Ma’ruf

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan work life balance terhadap loyalitas karyawan pada PT X di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 90 karyawan PT X yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala loyalitas karyawan, kompensasi dan work life balance. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi dan work life balance terhadap loyalitas karyawan pada PT X di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nilai f hitung > f tabel (31.638 > 3.10) dan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Kontribusi pengaruh (R2) kompensasi dan work life balance terhadap loyalitas karyawan pada PT X di Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 0.421; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap loyalitas karyawan pada PT X di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan koefisien beta (β) = 0.636, serta nilai t hitung > t tabel (7.787 >1.987) dan nilai p = 0.000 (p < 0.05); (3) Terdapat pengaruh yang signifikan work life balance terhadap loyalitas karyawan pada PT X di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan koefisien beta (β) = 0.269, serta t hitung > t tabel (2.806 > 1.987) dan nilai p = 0.006 (p < 0.05)


2021 ◽  
Vol 9 (3) ◽  
pp. 548
Author(s):  
Varent Agustina Salim

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal psikologis dan kesadaran penuh terhadap keseimbangan kehidupan-kerja pada tenaga kependidikan (tendik) wanita di Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 110 orang tendik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala keseimbangan kehidupan-kerja, modal psikologis, dan kesadaran penuh yang diadaptasi dari para ahli penelitian terdahulu dengan skala model Likert. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis regresi linear berganda dan sederhana dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 25.0 for windows 8. Hasil analisis regresi berganda dan regresi sederhana dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan antara modal psikologis dan kesadaran penuh terhadap keseimbangan kehidupan-kerja dengan nilai F hitung > F tabel (3.239 > 3.08), R2= 0.057, dan p = 0.043; (2) ada pengaruh yang signifikan antara modal psikologis dengan keseimbangan kehidupan-kerja dengan nilai beta (β) = 0.278, t hitung > t tabel (2.505 > 1.982), dan p = 0.014; dan (3) tidak ada pengaruh signifikan antara kesadaran penuh dengan keseimbangan kehidupan-kerja dengan nilai beta (β) = -0.042, t hitung < t tabel (-0.481 < 1.982), dan p = 0.631 This study aims to determine the effect of psychological capital and mindfulness on work-life balance in woman education manpower at Mulawarman University. This study uses a quantitative approach. The research subjects were 110 peoples using purposive sampling technique. Data collection method used was a scale of work-life balance, psychological capital, and mindfulness which was adapted from previous research experts with a Likert scale model. The collected data were analyzed by using multiple and simple linear regression analysis with the help of the SPSS (Statistical Package for Social Sciences) 25.0 for windows 8. The results of multiple regression analysis and simple regression with a confidence level of 95% indicate that: (1) there is a significant effect between psychological capital and mindfulness of work-life balance with the calculated F value > F table (3.239 > 3.08), R2 = 0.057, and p = 0.043; (2) there is a significant effect between psychological capital and work-life balance with beta (β) = 0.278, t count> t table (2.505> 1.982), and p = 0.014; and (3) there is no significant effect between mindfulness and work-life balance with beta (β) = -0.042, t count < t table (-0.481 <1.982), and p = 0.631. 


2019 ◽  
Vol 6 (02) ◽  
pp. 320
Author(s):  
I Dewa Ayu Komang Triwijayanti ◽  
Dewi Puri Astiti

Work-life balance merupakan hal yang berhubungan dengan kualitas kehidupan. Mahasiswa yang bekerja penting untuk mencapai work-life balance agar dapat memiliki kehidupan yang sejahtera. Pencapaian keseimbangan kehidupan dan kerja (work-life balance) dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal salah satunya ialah dukungan sosial terutama dukungan sosial keluarga. Keluarga sebagai lingkungan terdekat mampu mengurangi beban masalah yang dimiliki oleh mahasiswa. Faktor internal yang dapat memengaruhi salah satunya ialah efikasi diri. Efikasi diri yang baik mampu emmbantu mahasiswa untuk menghadapi masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan secara signifikan terhadap tingkat work-life balance pada mahasiswa yang bekerja di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 160 orang mahasiswa yang bekerja di Denpasar. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial keluarga, efikasi diri, dan work-life balance. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R2= 0,660. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan terhadap tingkat work-life balance pada mahasiswa sebesar 66%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (0<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial keluarga dan efikasi diri secara bersama-sama berperan dalam meningkatkan work-life balance pada mahasiswa yang bekerja di Denpasar. Kata kunci: Dukungan sosial keluarga, efikasi diri, mahasiswa yang bekerja, keseimbangan.


2021 ◽  
Vol 5 (6) ◽  
pp. 605
Author(s):  
Axamina Christi Unawekla ◽  
Riris Loisa

The purpose of this study is to examine the effect of work-life balance, leadership style, and work environment on turnover intentions in the millennial generation in Jakarta. This research is a descriptive quantitative study, using a purposive sampling technique with a sample of 105 respondents. The data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques using SPSS version 26. The results of this study indicate that the work-life balance variable does not affect the turnover intention for the millennial generation in Jakarta. The leadership style variable has a negative and significant effect on the turnover intention of the millennial generation in Jakarta. Work environment variables have a negative and significant effect on the turnover intention of the millennial generation in Jakarta. Work-life balance, leadership style, and environment variables simultaneously influence turnover intention for the millennial generation in Jakarta. Work-life balance, leadership style, and work environment contributed 63.8 percent to turnover intention. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh work life balance, gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap keinginan pindah kerja pada generasi milenial di Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 105 responden. Data dianalisis dengan teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel work life balance tidak berpengaruh terhadap keinginan pindah kerja generasi milenial di Jakarta. Variabel gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan pindah kerja generasi milenial di Jakarta. Variabel lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan pindah kerja generasi milenial di Jakarta. Variabel work life balance, gaya kepemimpinan, dan lingkungan kerja secara bersama-sama secara simultan berpengaruh terhadap keinginan pindah kerja. Work life balance, gaya kepemimpinan, dan lingkungan kerja memberikan kontribusi sebesar 63,8 persen terhadap keinginan pindah kerja.


2019 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
pp. 151-169
Author(s):  
Yahaziela Nawita Dirfa ◽  
Berta Esti Ari Prasetya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dengan Psychological Well-Being pada Dosen Wanita di Perguruan Tinggi Salatiga. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 40 dosen wanita dengan pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Work-Life Balance Scale yang disusun oleh Fisher (2009) yang diadaptasi oleh Nazirah Adhania (2017) dan Psychological Well-Being Scale yang disusun oleh Ryff (1995)  yang diadaptasi oleh Engger (2015). Analisis data menggunakan Spearman’s Rho dengan SPSS 18.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya korelasi positif signifikan dengan hasil r = 0,702 dengan nilai signifikansi 0,000 (p< 0,05) yang artinya bahwa makin tinggi Work-Life Balance, maka makin tinggi Psychological Well-Being. Sebaliknya, makin rendah Work-Life Balance, maka makin rendah Psychological Well-Being


Diagnostica ◽  
2011 ◽  
Vol 57 (3) ◽  
pp. 134-145 ◽  
Author(s):  
Christine Syrek ◽  
Claudia Bauer-Emmel ◽  
Conny Antoni ◽  
Jens Klusemann

Zusammenfassung. In diesem Beitrag wird die Trierer Kurzskala zur Messung von Work-Life Balance vorgestellt. Sie ermöglicht eine globale, richtungsfreie und in ihrem Aufwand ökonomische Möglichkeit zur Erfassung von Work-Life Balance. Die Struktur der Skala wurde anhand zweier Stichproben sowie einem zusätzlich erhobenen Fremdbild untersucht. Die Ergebnisse der Konstruktvalidierung bestätigten die einfaktorielle Struktur der Skala. Die interne Konsistenz der Skala erwies sich in beiden Studien als gut. Zudem konnte die empirische Trennbarkeit der Trierer Work-Life Balance Skala gegenüber einem gängigen Instrument zur Messung des Work-Family Conflicts ( Carlson, Kacmar & Williams, 2000 ) belegt werden. Im Hinblick auf die Kriteriumsvalidität der Skala wurden die angenommenen Zusammenhänge zu arbeits-, nicht-arbeits- sowie stressbezogenen Outcome-Variablen nachgewiesen. Die Eignung der Trierer Work-Life Balance Kurzskala zeigt sich auch daran, dass die Korrelationen zwischen den erhobenen Outcome-Variablen und dem Work-Family Conflict und denen der Trierer Work-Life Balance Skala ähnlich waren. Überdies vermochte die Trierer Work-Life Balance Skala über die Dimensionen des Work-Family Conflicts hinaus inkrementelle Varianz in den Outcome-Variablen aufzuklären. Insgesamt sprechen damit die Ergebnisse beider Stichproben für die Reliabilität und Validität der Trierer Work-Life Balance Kurzskala.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document