scholarly journals MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP BERORIENTASI PPK, GLN DAN HOTS MELALUI SUPERVISI

2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 521-532
Author(s):  
Wiji Hastutik

The problem of this research is the low ability of SMPN 3 Muko Muko Bathin VII teachers’ in arranging lesson plan which oriented to Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill. This research is implemented to improve the teachers’ abillity in arranging the teaching preparation especially in arranging lesson plan which oriented to Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill. I use supervision as the treatment. This research had two cycles. Each cycle included four phases. They are : planning, implementing, observing and reflecting. Data collection equipments are observation sheet, field note and questionnaire. Data analyzing is taken in each cycle to  know the influence of the treatment to improve the teachers’ ability and as the guidance in determining next planning. This research proved that the ability of SMPN 3 Muko Muko Bathin VII teachers in arranging lesson plan which oriented to Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill increased well. The increasing of the teachers’ ability showed the advance from the first to the second cycle in arranging Character Education Strengthen learning is always consistent, the ability in designing National Literation Movement increase 18.2% and the aspect of High Order Thinking Skill increased 27,3%. While the implementation of teaching learning process, all teachers always consistent in building Character Education Strengthen, the implementation of National Literation Movement increased 18.2% and HOTS learning increased 9.1%. From the research, we can conclude that supervision is the appropriate treatment in advancing the teachers’ ability of SMPN 3 Muko Muko Bathin VII in designing lesson plan that oriented Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill. 

Author(s):  
Purnama Indah

The aim of this research is to produce HOTS (High Order Thinking Skill) lesson through a valid, practical, and effective discovery learning model for class XI high schools to improve students' critical thinking skills. This research is a development that refers to the Borg & Gall model. The subject trials for grade XI students of SMA Negeri 2 Sangatta Utara, East Kutai. Validity and practicality analysis techniques used percentage of descriptive techniques. The effectiveness analysis technique is by looking at the percentage of increase in students' pretest-posttest results. The result of this research in the form of development of learning tools which included: Syllabus, teaching materials, LKPD, and assessment instruments. The result showed that learning tools that have been developed meet the validity with a validity percentage of 99.66% which is categorized as very valid. The practicality of the lesson plan produced is very practical, this is indicated by the assessment of students as research respondents about 85.93%. HOTS (High Order Thinking Skill) lesson plan through Discovery Learning model to improve student’s critical thinking skills that are produced are able to provide the effectiveness learning, it looked through an increased in learning between pretest and posttest about 33%.Keywords: development, lesson plan, HOTS (high order thinking skill), discovery learning model, students' critical thinking skill


2019 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 141 ◽  
Author(s):  
Febiyanti C.V Sambite ◽  
Mujasami Mujasam ◽  
Sri Wahyu Widyaningsih ◽  
Irfan Yusuf

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan High Order Thinking Skill (HOTS) peserta didik melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis alat peraga. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas mengacu pada model Kemmis dan Taggart dengan 2 siklus  yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 14 peserta didik kelas X IPA salah satu SMA  di Manokwari Papua Barat. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan tes hasil belajar yang berisi soal HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan RPP mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I sebesar 50 dipertemuan I dan 60 dipertemuan kedua, menjadi  pada siklus II sebesar 61 dipertemuan I dan 66 dipertemuan kedua, dan 2) rerata nilai HOTS peserta didik mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I sebesar 61,96 menjadi 71,49 pada siklus II. Ketuntasan klasikal mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I 42,86% menjadi 71,43% pada siklus II.  Dengan demikian, penerapan PjBL mampu meningkatkan HOTS peserta didik Abstract: This study aims to improve the High Order Thinking Skill (HOTS) of students through the implementation of Project Based Learning (PjBL) based on props. This study included classroom action research referring to the Kemmis and Taggart models with 2 cycles consisting of the stages of planning, action, observation and reflection. The research subjects were 14 students of class X science in one of the high schools in Manokwari West Papua. The instruments used were observation sheets for the implementation of lesson plan and learning outcomes tests that contained HOTS questions. The results showed that 1) the implementation of the lesson plan increased, in the first cycle of 50 in the first and 60 in the second meeting, in the second cycle of 61 in the first meeting and 66 in the second meeting, and 2) the average value of the HOTS of students increased, at cycle I was 61.96 to 71.49 in cycle II. Classical completeness has increased, namely in the first cycle of 42.86% to 71.43% in the second cycle. Thus, the application of PjBL is able to increase HOTS of students


Bioedusiana ◽  
2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 33
Author(s):  
Almira Ulimaz ◽  
Dwi Kameluh Agustina ◽  
Dian Puspita Anggraini ◽  
Devita Sulistiana

Mahasiswa baru di kampus yang berbasis pendidikan vokasi memiliki background pendidikan yang berbeda. Kebanyakan dari mereka berasal dari sekolah menengah atas atau sederajat yang jurusannya bukan IPA. Hal ini menyebabkan mata kuliah Mikrobiologi Dasar di semester satu termasuk ke dalam mata kuliah yang sulit dipahami oleh mahasiswa dengan background di luar IPA. Selain itu, minimnya lembar kerja mahasiswa yang bisa mengasah daya pikir mereka adalah penyebab rendahnya hasil belajar pada mata kuliah ini. Hasil observasi menunjukkan banyak mahasiswa yang cukup kesulitan dalam memahami materi nutrisi mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) pada materi Nutrisi Mikroorganisme berbasis High Order Thinking Skill (HOTS). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4-D dari Thiagarajan dengan mengadopsi tiga tahapan yaitu Define (Pendahuluan), Design (Perencanaan) dan Develop (Pengembangan). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa 78% LKM dinilai layak. Kebahasaan LKM sebesar 72,5% dikategorikan layak dan penyajiannya sebesar 76,6% dikategorikan layak. Kegrafikan LKM sebesar 82,5% dikategorikan sangat layak. Hasil uji keterbacaan dari LKM adalah 71,78% dengan kriteria layak dan respon mahasiswa dalam menggunakan LKM, 90% menyatakan sangat baik.


2019 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 183
Author(s):  
Kartika Chrysti Suryandari ◽  
Sajidan Sajidan

KeterampilanNberpikir tingkat tinggi penelitian ini pada aspek menganalisis, mengevaluasi dan mencipta dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah memberdayakan keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi mahasiswa PGSD Kebumen menggunakan model pembelajaran SRBP. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan kelas kontrol dan perlakuan, sampel penelitian adalah mahasiswa semester tiga angkatan tahun 2018 sejumlah 76 orang, yang mengikuti mata kuliah Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan 2 PGSD Kebumen, FKIP UNS. Teknik pengambilan data <em>pre test-post test</em>  observasi, wawancara dan kuesioner. Analisis data dengan statistik parametrik dengan bantuan SPSS 21. Teknik dan asumsi pengujian: <em>paired sample t-test </em>untuk beda rerata sebelum dan setelah perlakukan dan <em>independent sample t-test </em> untuk beda rerata antar kelompok dilanjutkan dengan uji <em>effect size</em>.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteramoilan berpikir tingkat tinggi pada aspek menganalisis lebih menonjol daripada evaluasi dan mencipta.  Implikasi penelitian model SRBP dapat diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dengan memodifikasi sumber literasi.


Author(s):  
Erna Lestari ◽  
Hendarto Cahyono ◽  
Awaluddin Awaluddin

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal High Order Thinking Skill (HOTS) terkait materi lingkaran, ini terjadi karena rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik tergolong rendah sampai sedang. Salah satu alternatif meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah menerapkan model pembelajaran Group Investigation. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami materi lingkaran melalui metode pembelajaran Group Investigation. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar tes. Bahan ajar adalah Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) dengan materi lingkaran. Pada siklus pertama kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 48,90% dengan kriteria sedang, pada sikus kedua kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat menjadi 74,34% dengan kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 25,44%.


Author(s):  
Neni Wahyuningtyas ◽  
Nurul Ratnawati

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru pada aspek pengembangan evaluasi hasil belajar masih bersifat konvesional. Maka dari itu, pengabdian di masyarakat yang dilakukan berasaskan pada tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal yang dapat mendorong siswa untuk memiliki kemampuan menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Program yang dijalankan yaitu Pelatihan Penyusunan Soal High Order Thinking Skill (HOTS) bagi GuruGuru MGMP IPS Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan mengungkap permasalahan yang muncul dikalangan para guru, kemudian dilakukan diskusi pengusul bersama mitra untuk merumuskan akar masalah prioritas yang disepakati, serta menentukan solusi yang tepat. Namun sebelum dilakukan diskusi atau pelatihan, terlebih dahulu pengusul melakukan koordinasi dengan guru-guru MGMP IPS Kabupaten Malang, koordinasi berkaitan dengan kegiatan sosialiasi. Keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil, meskipun belum semua peserta pendampingan menguasai cara menyusun soal HOTS.


2021 ◽  
Vol 6 (1) ◽  
pp. 33-44
Author(s):  
Tri Bondan Kriswinarso ◽  
Suaedi Suaedi ◽  
Ma’rufi Ma’rufi

Problem penelitian ini adalah kemampuan penalaran Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal High Order Thinking Skill di materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran mahasiswa calon guru matematika yang memiliki gaya berpikir sekuensial abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di program studi Pendidikan Matematika FKIP UNCP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan data dalam penelitian ini diperoleh dari tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan penalaran matematika subjek dengan gaya berpikir sekuensial abstrak dalam menyelesaikan Soal High Order Thinking Skill cenderung memenuhi semua indikator kemampuan penalaran, Dalam mengajukan dugaan,  subjek mampu menjelaskan banyak dugaan dalam menyelesaikan SPLTV baik menggunakan metode subtitusi, eliminasi, matriks ataupun grafik. Selain itu, subjek menjelaskan dugaan dalam membentuk persamaan pecahan dengan pendekatan perbandingan berbalik.


2020 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 119-131
Author(s):  
Wahyudin Darmalaksana ◽  
Bambang Qomaruzzaman

This study aims to discuss the high order thinking skill approach in the sharah hadith method with regard to contemporary issues for the formulation of applied theology. This research method uses a qualitative type through literature study by applying the high order thinking skill approach. The results and discussion of this research include sharah hadith about kalam, tauhid science to applied theology, and from theology to service according to the high order thinking skill approach. The conclusion of this study is that the high order thinking skill approach allows being applied in the sharah hadith method with regard to contemporary issues for the formulation of applied theology. This study recommends the urgency of applying high order thinking skills as a research approach to contemporary issues in Islamic diversity.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document