scholarly journals PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Author(s):  
SITI ROFI’AH

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII Elektronika Industri-3 SMK Negeri 1 Gunungputri melalui metode kooperatif tipe STAD (Student Teams-Achievement Divisions) pada Mata Pelajaran Matematika  materi Limit Fungsi.  Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan.  Sumber data adalah siswa yang dilihat proses belajar dan hasil belajarnya.  Proses belajar diamati dengan instrumen observasi dan hasil belajar diperoleh melalui tes kemudian dianalisis yaitu dihitung rata-ratanya.  Hasil penelitian memperoleh rata-rata 63,97 dan taraf serap 42,40% pada siklus I, serta rata-rata 71,26 dan taraf serap 57,14% pada siklus II.  Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa pada materi Limit Fungsi sebesar 14,47%.  Dengan demikian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams-Achievement Divisions) dapat meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran Matematika materi Limit Fungsi di siswa kelas XII Elektronika Industri-3 SMK Negeri 1 Gunungputri Tahun Pelajaran 2012/2013, ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa.

Jurnal Socius ◽  
2016 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
Author(s):  
Tri Guwati

The purpose of this research is to describe the students' motivation and study result of X5 SMA Negeri 3 Banjarmasin to deviant behavior material which can be improved by using student teams achievement division (STAD) as teaching strategy.The Method which used on this classroom action research is qualitative analysis, which emphasizes on the research problem especially in improving the motivation and study result of students in sociology. Therefore, the problem can be identified and analyzed then found alternative solutions, there 35 students as samples on X5 class SMA Negeri 3 BanjarmasinThe results of the research shows that: (1) motivation to study sociology on X5 students of SMA Negeri 3 Banjarmasin while using STAD as teaching strategy is improved, (2) the study result of X5 students of SMA Negeri 3 Banjarmasin on sociology by using STAD as teaching strategy s increased, (3) the X5 students of SMA Negeri 3 Banjarmasin response on the use of teaching strategy like STAD shows that the students like and enjoy studying sociology by using STAD as a teaching strategy.Kata Kunci:  motivasi, hasil belajar, STAD, sosiologi


2020 ◽  
Vol 4 (01) ◽  
pp. 56
Author(s):  
Elyana Elyana

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penggunaan metode STAD (Student Teams Achievement Division) dalam materi larangan pergaulan bebas dan mendekati zina dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas (Classroom Action Research). penelitian tindakan kelas ini menggunakan model desain siklus milik Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan kawan sejawat, dan untuk analisis data peneliti menggunakan analisis diskriptif kualititatif dengan melakukan triangulasi setelah semua data terkumpul.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa Metode STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru pada setiap siklus. Dari hasil tes siklus I hanya 23 (65,78%) siswa yang mencapai ketuntasan secara individu dan yang belum tuntas terdapat 12 siswa (34,32%) yang belum mencapai ketuntasan. Ketidaktuntasan disebabkan karena pada siklus I masih banyak siswa yang belum paham terhadap materi ajar dan kurang serius dalam mengerjakan soal, hal tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor internal, dimana faktor internal itu meliputi aspek fisiologi dan aspek psikologi. Aspek fisiologi ini adalah kesehatan tubuh siswa itu sendiri sedangkan aspek psikologi adalah kemapuan, minat dan prestasi belajar siswa itu sendiri. Pada siklus II dan III prestasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan, adapun nilai presentase yang diperoleh  pada siklus II adalah 85,80% (30) siswa yang mencapai ketuntasan secara individu dan 14,30% (5) siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar, dan pada siklus III semua siswa tuntas dalam mengerjakan tugasnya tidak ada yang tidak tuntas. Pada siklus II dan III siswa sudah mulai serius dan sudah paham terhadap materi yang telah diajarkan. Hal ini sangatlah bermakna pada kedua siklus ini, proses pembelajarannya sudah mencapai ketuntasan dengan kategori baik sekali. Baik secara individu maupun kelompok.


2019 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Mochammad Djahjadi

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang memiliki tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dalam PBM didalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Geografi. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode Diskusi Kelompok dan Pengukuran Hasil Pre-Post Tes dengan instrumen penelitian berupa soal tes, lembar observasi dan catatan lapangan yang dilaksanakan ke dalam 2 siklus tindakan, setiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan, setiap pertemuan 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). Subjek penelitian yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu siswa Kelas XII IPS 2 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018-2019 SMA Negeri 2 Sumenep yang berjumlah 40 siswa, terdiri 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa serta data pendukung berupa catatan lapangan dari hasil pengamatan teman sejawat. Kategori keberhasilan aktivitas belajar siswa didasarkan pada parameter adanya peningkatan rata-rata prosentase aktivitas belajar siswa dan taraf penguasaan tindakan. Sedangkan hasil belajar siswa diukur berdasarkan selisih skor antara pre-test dan post test serta ketuntasan materi belajar disetiap siklus. Temuan atau hasil dari penelitian ini selain diketahui bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Geografi siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Sumenep juga ditemukan adanya kecenderungan pada akhir siklus II, siswa mulai terlihat bosan dengan pembelajaran yang diterapkan. Dengan temuan ini disarankan peran guru untuk selalu melakukan diversifikasi metode pembelajaran dalam setiap kegitan Proses Belajar Mengajar.


2017 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 41
Author(s):  
FATMAWATI FATMAWATI

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn melalui penerapan pembelajaran kooperatif terhadap siswa kelas VI SDN Repok Sintung tahun pelajaran 2016/2017 dengan Penelitian Tindakan Kelas dalam tiga siklus, instrumen berupa tes formatif dan lembar observasi. Didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III, yaitu siklus I (68,42%), siklus II (81,58%), siklus III (94,74%). Sehingga disimpulkan metode pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Repok Sintung tahun pelajaran 2016/2017. Abstract: The purpose of this research is to know the improvement of learning achievement of Civics through the application of cooperative learning to grade 6 students of SDN Repok Sintung academic year 2016/2017 with Classroom Action Research in three cycles, instruments form formative test and observation sheet. It was found that students' learning achievement increased from cycle I to cycle III, ie cycle I (68,42%), cycle II (81,58%), cycle III (94,74%). So it is concluded cooperative learning method STAD model can improve student achievement of grade VI SDN Repok Sintung academic year 2016/2017


2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 85-94
Author(s):  
Sujiyanto Sujiyanto

This study aimed to improve students’ participation and learning achievement using Students Team Achievement Division (STAD) on the Basic Automotive course. This classroom action research was performed consisting of three cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection.  There were 31 students from SMK Negeri 3 Yogyakarta selected as participants for the study. Data were collected using observation sheet and test at the beginning and end of classroom activities. The results of this study indicated that implementing STAD method can improve students’ learning outcomes. There were seventy percent or more (≥ 70%) students actively participated in the classroom activities. Furthermore, there were eighty percent or more (≥ 80%) students reached higher score than the minimum requirement for their test.


2020 ◽  
Vol 12 (2) ◽  
pp. 31-41
Author(s):  
Hasrat Hasrat

The purpose of this study is to describe the efforts in improving science learning outcomes using the cooperative learning model type Student Teams Achievement Divisions (STAD) in class IV students of  SDN 05 Rantau Alai . The method used in this research is Classroom Action Research (CAR). In accordance with the Classroom Action Research (CAR) model, the research procedure consists of 4 stages, namely: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, (4) reflection. This research consisted of pre-cycle, first cycle and second cycle. The results of this study indicate an increase in science learning outcomes for fourth grade students of SDN 05 Rantau Alai. This can be seen from the results of cycle I to cycle II, from a 60% percentage increase to 90% with the good group category


AS-SABIQUN ◽  
2019 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 89-98
Author(s):  
Asri Nurhayani

This study aims to determine the increase in PPKN learning outcomes through the application of the STAD type of cooperative learning model for class IX.I students of SMP Negeri 1 Keruak in 2019/2020 Academic Year. This Classroom Action Research is carried out by applying the STAD (Student Teams Achievement Divisions) Cooperative Learning Model in order to improve the quality of the learning process that helps teachers carry out PPKN learning activities taught by means of maximizing the active role of students especially the knowledge they have and how they are applied in daily life -day. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in 2 cycles, and the results of the actions that have been carried out are proven to be able to improve student achievement both in terms of completeness of student learning, namely in cycle I by 67%, can be increased to 90% in cycle II or in terms of the average value of the evaluation results in the first cycle of 70.7 to 76.5 in the second cycle, this means there is an increase of 23%. From the results of this classroom action research also showed an increase in the level of student learning activities from 2.83 Active Enough categories in the first cycle to 4.01 Active categories, meaning there was an increase of 1.18.


2018 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 42
Author(s):  
B. Syukroni Baso

 Berdasarkan hasil pencermatan penulis bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia, ternyata kemampuan menulis siswa kelas X SMK Telkom Makassar masih tergolong rendah. Padahal, kemampuan dibidang ini sangat bermanfaat dalam menunjang kemampuan berbahasa siswa, dan terlebih lagi dalam menghadapi ujian nasional dengan tipe soal yang sudah mengarah pada aspek penggunaan bahasa. Oleh karena itu, kemampuan menulis sangat penting dan mendesak dikuasai siswa. Menurut hasil diagnosis penulis bersama guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya kelasX Telkom Makassar, ternyata akar penyebab masalah ini dapat diidenfikasi sebagai berikut (1) siswa sangat jarang diberikan kesempatan mengembangkan kemampuan menulis karangan narasi, (2) siswa lebih sering disuruh menghafal jenis-jenis paragraf, tanpa diminta mencoba menulis paragraf, (3) pelajaran menulis masih ditakuti siswa, (4) pelajaran menulis membosankan bagi siswa. Oleh karenaitu,Tujuan penelitian ini adalah, menarasikan implementasi pembelajaran kooperatif secara efektif, teristimewa bagaimana upaya peningkatan kemampuan menulis narasi siswa kelas X SMK Telkom Makassar melalui strategi student learns achievernent divisions (STAD) yaitu strategi pembagian prestasi keompok siswa. Kelompok tim yang berprestasi diberi hadiah atau penghargaan itu dilaksanakan pada tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi pembelajaran. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah (saling mencerdaskan) sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar tetapi juga interaksi sosial diantara sesama siswa. Hal itu membuat siswa tetap berada dalam interaksi silih asih (saling mencintai). Pembelajaran kooperatif secara sadar dan sengaja mengembangkan pula interaksi yang dapat menyebahkan permusuhan (Nurhadi. 2004:61). Tes awal siswa kelas X SMK Telkom Makassar, mengisyaratkan bahwa perlu ada bantuan (1) meningkatkan kemampuan menuangkan gagasan dalam pembelajaran menulis narasi pada tahap pramenulis, (2) pembelajaran menulis narasi pada tahap menulis, (3) pembelajaran menulis narasi pada tahap pascamenulis, sehingga perlu dilaksanakannya menulis narasi. Kegiatan itu sebagai upaya peningkatkan kemampuan menulis narasi dalam cooperative learning.Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi positif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal yakni (I) saling ketergantungan pencapaian tujuan, (2) saling ketergantungan dalam menyelesaikan tugas, (3) saling ketergantungan bahan atau sumber, (4) saling ketergantungan peran, dan (5) saling ketergantungan hadiah.Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan pada tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi secara berdaur ulang dan kolaboratif sehingga implikasi praktis yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam perbelajaran.Data penetitian adalah kegiatan pengamatan, wawancara, catatan lapangan serta aktivitas guru dan siswa termasuk hasil evaluasi belajara siswa. Peneliti berperan sebagai instrumen. Instrumen penunjang berupa pedoman.


2021 ◽  
Vol 5 (5) ◽  
pp. 1286
Author(s):  
Desi Endang K Sitepu ◽  
Patri Janson Silaban ◽  
Saut Mahulae

This study aimed to improve students’ learning outcomes through Student Teams Achievement Division (STAD) Model. This study was Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were 30 fifth grade students of SD Negeri 067246 Medan Tuntungan. The results in the pretest showed that 5 students reached the KKM, classically was 16.66% with an average score of 54.02. In cycle I, 11 students reached the KKM, classically was 36.66% with an average of 68.72. In cycle II, 27 students reached the KKM, classically was 82.55% with an average of 82.55. Learning through Student Teams Achievement Division (STAD) model was categorized as very good. This was seen from the results of observations of teacher activities in cycle I which was 72% and in cycle II it increased to 86%. The implementation of learning was categorized as good. This was seen from the observation results of students’ activities in cycle I which was 70% and in cycle II it increased to 82%. Thus, implementing Student Teams Achievement Division (STAD) model improved students’ learning outcomes on the ecosystem theme.


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 35-51
Author(s):  
Fathus Saadah

This study aims to determine the improvement of student learning outcomes in learning Islamic Religious Education class VI using cooperative learning model Type Student Teams Achievement Division (STAD) on the material in SD Negeri 42 Lubuklingga academic year 2014/2015. This type of research includes action research research. The subject of this research is the students of class VI SD Negeri 25 Lubuklinggau academic year 2014/2015. The results of this study indicate: through the results of classroom action research on SD Negeri 25 Lubuklinggau an increase. In the first cycle, the level of mastery only amounted to 58.54 percent. In cycle II the level of mastery increased to 87.80 percent. Means there is an increase in student learning outcomes and learning activities of the learners after classroom action research. Thus, it can be concluded that there is a significant improvement in learning outcomes before and after classroom action using cooperative learning model Type Student Teams Achievement Division (STAD) in grade 6 students of SD Negeri 25 Lubuklinggau in student learning outcomes. So this research is considered to work well. Keywords: Cooperative Learning Model, Student Learning Outcomes


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document