scholarly journals Comparison of 3GPP LTE and 3GPP2 UMB

Author(s):  
Swati Juneja ◽  
Abhinav Juneja ◽  
Mohit Juneja

In the last years, technology evolution in mobile communications is mainly motivated by three relevant agents: (1) the market globalization and liberalization and the increasing competence among vendors and operators coming from this new framework, (2) the popularization of IEEE 802 wireless technologies within the mobile communications sector and, finally, (3) the exponential increase in the demand for advanced telecommunication services. Concerning the last item, the envisaged applications to be supported by current and future cellular systems include Voice over IP (VoIP), videoconference, push-to-talk over cellular (PoC), multimedia messaging, multiplayer games, audio and video streaming, content download of ring tones, video clips, Virtual Private Network (VPN) connections, web browsing, email access, File Transfer Protocol (FTP). Thus, the race towards IMT-Advanced was officially started in March 2008, when a Circular Letter was distributed asking for the submission of new technology proposals. Previous to this official call, the 3rd Partnership Project (3GPP) established the Long Term Evolution (LTE) and the 3rd Partnership Project 2 (3GPP2) established the Ultra Mobile Broadband. In this paper we have conducted a comparative study between UMB and 3GPP LTE by focusing on their first layers, i.e. Physical layer. The comparison specifically includes system architecture, radio aspects of the air interface such as radio access modes, multiple access technologies, multiple antenna technologies, modulation and mobility.

Author(s):  
Mohammad Subekti ◽  
Anthoni Tandiono ◽  
Fenky Tania ◽  
Hendro Wibowo A.

The purpose of this study is to develop an e-commerce that can distribute any information about the products of PD Cross Tech. The e-commerce is supported by dynamic DBMS and can be connected via database reseller server so that it can do information sharing. The distribution is performed using the Distributed Relational Database Management System (DRDBMS), supported by the File Transfer Protocol and Virtual Private Network. In other words the e-Commerce supports multiplatform database. Research methodologies used are analytical methods, design methods, and literature study. Results showed that PD Cross Tech needs a new e-Commerce that supports multiplatform database. With this e-Commerce, it is expected that similar computer equipment needs for many organization in Indonesia can be designed in the same way.


2013 ◽  
Vol 6 (2) ◽  
pp. 321-328
Author(s):  
Ibikunle Frank ◽  
Dike Ike ◽  
Ajayi Jimi ◽  
Onasoga Kayode

Third-Generation Partnership Project (3GPP) standardizes an Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network (EUTRAN)as air interface in its release 8 LTE. Orthogonal Frequency Division Multiple Access(OFDMA) and Single Carrier-Frequency Division Multiple Access(SC-FDMA)are key technologies for the air interface of mobile broadband systems.It is evident that mobile broadband access technologies are reaching a commonality in the air interface and networking architecture; they are being converged to an IP-based network architecture with OFDMA based air interface technology. The air interface of E-UTRAN is based on OFDMA in downlink and SC-FDMA in the uplink, making it possible to efficientl utilize bandwidth due to the orthogonally between sub-carriers and by assigning subsets of sub-carriers to individual users which allows for simultaneous data rate transmission from several users and differentiated quality of service for each user. In this paper, wehighlight the technologies behindOFDMA and SC-FDMA and also carry out performance comparison of the two air interface technologies. We brieflydescribe the 3GPP LTE standard, and its implementation using OFDMA and SC-FDMA technology.


2018 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 45
Author(s):  
Devi Ruwaida ◽  
Dian Kurnia

File Transfer Protocol (FTP) server merupakan jenis sistem yang menghubungkan hak pengakses (client) dan penyedia (server) dalam melakukan pertukaran data yang melewati port 21, yang semula ftp server berjalan pada protocol yang tidak terlindungi di dalam port 21, kemudian dengan OpenSSL ini di amankan agar data dapat sampai ke tujuan. Pada penelitian ini akan dibangun Rancang Bangun File Transfer Protocol (Ftp) Dengan Pengamanan Open Ssl Pada Jaringan Vpn Mikrotik Di Smk Dwiwarna  yang akan di konfigurasi pada debian 9.1 dengan  di tambahnya pengaman sertifikat ssl , dengan harapan  melindungi proses dalam pengiriman data dapat dengan aman dan ditambahkannya sistem VPN PPTP pada mikrotik akan lebih memberikan keamanan yang lebih baik lagi, dimana pemanfaatan Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) suatu protokol jaringan yang bisa memungkinkan client dalam pengiriman data secara aman melalui remote client kepada server sekolah dibangunnya suatu virtual private network (VPN).


2020 ◽  
Vol 4 (2) ◽  
pp. 228-236
Author(s):  
Winarti Agustina Wina ◽  
Muhammad Rifqi

Pada era teknologi yang serba online saat ini, salah satu upaya untuk menjaga kualitas jaringan yang diberikan kepada pelanggan dibutuhkan suatu sistem atau network yang membantu untuk mengatasi gangguan yang berkepanjangan di pelanggan. Untuk upaya mengatasi dalam permasalahan ini PT Lintasarta menggunakan jasa Internet Protokol Virtual Private Network  (IPVPN) dan akses Fiber Optic(FO) yang terhubung antar kantor pusat dan kantor cabang. Pada umumnya akses fiber optic  mengalami gangguan seperti FO Cut, dimana dibutuhkan waktu penanganan yang cukup lama. Dengan ini peneliti mengusulkan di suatu perusahaan mempunyai backup link yang cepat pemasangannya dan mudah dalam implementasi dengan sistem failover, dengan minimalisir downtime sebesar 80 %. Fortigate 50 E menjadi alternatif pengganti jika akses mainlink bermasalah. Backup link menggunakan internet The Global System for Mobile Communications (GSM) yang dibuat Virtual Private Network  (VPN), salah satu fitur dari VPN yaitu IPSec Tunneling yang memberikan keamanan pada lapisan internet protokol (IP) sebagai pertukaran data. Hasil dari penelitian dengan dual link jaringan FO lebih bagus dibanding dengan modem GSM, dengan nilai rata – rata FO sebagai berikut packet loss 1% , delay FO 0,105 s, dan latency dual link sangat bagus. Namun disisi lain jaringan GSM mampu membackup ketika jaringan FO down, sehingga meminimalisir terjadinya downtime.  


The Winners ◽  
2007 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 155
Author(s):  
Ariefah Rachmawati

Data communication network, part of the information technology, becomes so important in communicating information and transferring data. Most companies in the world, including companies operating in Indonesia, have used data communication networking technology for their day-to-day operation. However, transferring data through network has some security problems. Therefore, accountants should be familiar with and have knowledge about it in order to ensure high quality work that they provide. Based on IETF – Internet Engineering Task Force a (RFC (Request for Comment)-3031), it is stailea that information technology used to communicate and transfer information as well as data should be efficient and safe.  Multiprotocols Label Switching (MPLS) is a new technology used in virtual private network is one of the solutions in making data transfer efficient and safe.


Author(s):  
I Wayan Eka Putra Darmawan

VoIP (Voice over Internet) dikenal juga dengan sebutan IP (Internet Protocol) Telephony saat ini semakin banyak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan, salah satu diantaranya yaitu tarif yang jauh lebih murah daripada tarif telepon tradisional sehinggapengguna telepon dapat memilih layanan tersebut sesuai dengan kebutuhannya. VoIP dapat mereduksi biaya percakapan sampai 70%. Selain memiliki beberapa keunggulan di atas,VoIP juga memiliki kelemahan yang sangat vital yaitu dari segi keamanan transfer suarakarena berbasis IP, sehingga siapapun bisa melakukan penyadapan dan perekaman terhadap data VoIP. Ganguan yang terjadi pada sistem VoIP ada berbagai macam diantaranya, transferdata yang lewat pada suatu jaringan seperti misalnya dapat disalahgunakan (abuse), dapatdibajak isi data tersebut (sniffing), dan tidak dapat mengakses server dikarenakan server yang kelebihan muatan (Denial of Services).Ada beberapa cara untuk mengamankan komunikasi data VoIP, antara lain, dengan mengamankan jalur yang digunakan pengguna untuk melakukan komunikasi VoIP denganmenggunakan metode VPN (Virtual Private Network) dan juga dapat dilakukan suatu metode kriptografi pada aplikasi VoIP tersebut sehingga data yang dikirimkan dapat dilindungidengan baik. VPN adalah teknik pengaman jaringan yang bekerja dengan cara membuat suatu tunnel sehingga jaringan yang dipercaya dapat menghubungkan jaringan yang ada diluar melalui internet. Titik akhir dari VPN adalah tersambungnya Virtual Channels (VCs)dengan cara pemisahan. Kenyataannya koneksi sebuah end-to-end VPN tergantung dari sebuah nilai dari hubungan daripada titik-titiknya. VPN mempunyai dua metode dalampengamanan yakni IPSec dan Crypto IP Encapsulation (CIPE). Selain itu dapat dipergunakan teknik Kriptografi (cryptography) yang merupakan ilmu dan seni penyimpanan pesan, data,atau informasi secara aman.Sistem VoIP menggunakan VPN ini diharapkan dapat memberikan keamanan transfer data pada jaringan internet maupun intranet.


2019 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 129
Author(s):  
Firmansyah Firmansyah ◽  
Mochamad Wahyudi ◽  
Rachmat Adi Purnama

2019 ◽  
Author(s):  
Amarudin ◽  
Sampurna Dadi Riskiono

Akhir-akhir ini sudah mulai banyak perusahaan yang memanfaatkan protokol Virtual Private Network (VPN) sebagai media akses/komunikasi antar jaringan interlokal. VPN adalah sebuah protokol keamanan jaringan yang dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keamanan jaringan dari sisi transmisi data. Dengan pemanfaatan VPN, koneksi antar jaringan dapat terbentuk secara virtual walaupun tidak terbentuk secara fisik. Selain itu, dengan memanfaatkan protokol VPN, user (client) dapat mengkases Server secara private melalui jaringan public. Dengan demikian komunikasi antara Client dan Server terjaga dari Sniffing (penyadapan) dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Akan tetap tingkat keamanan yang dihasilkan dari penerapan VPN ini perlu dilakukan pengkajian yang lebih dalam. Sehingga tingkat keamanannya dapat diketahui apakah sudah termasuk dalam kategori aman ataukah masih ada peluang bug yang membahayakan dari penetrasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian Scanning dan Sniffing pada penerapan VPN menggunakan toos hacking yaitu Nmap dan Wireshark. Sedangkan pengujian performansi service pada VPN Server, dilakukan pengujian Denial of Service (DoS) menggunakan tools hacking yaitu LOIC. Adapun objek penelitian ini adalah perangkat Mikrotik RouterOS yang digunakan pada Universitas Teknokrat Indonesia. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa komunikasi data antar jaringan (antara VPN Server dan VPN Client) dapat terenkripsi dengan baik. Akan tetapi dari segi konektifitas antar jaringan sangat dipengaruhi oleh performansi bandwidth yang digunakan oleh sistem jaringan tersebut. Selain itu berdasarkan hasil pengujian performansi service pada VPN Server didapatkan hasil bahwa service pada VPN Server dapat dimatikan pada request (ping) sebesar 1.899.276 request. Hal ini dipengaruhi oleh spesifikasi perangkat Mikrotik RouterOS yang digunakan. Adapun untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan pengujian performansi konektifitas menggunakan bandwith yang lebih besar dan untuk menguji performansi service VPN Server menggunakan spesifikasi perangkat Mikrotik yang lebih baik.


2002 ◽  
Author(s):  
Ranga S. Ramanujan ◽  
Doug Harper ◽  
Maher Kaddoura ◽  
David Baca ◽  
John Wu ◽  
...  

Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document