scholarly journals METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN BUDIDAYA IKAN LAUT (STUDI KASUS PADA BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) BATAM)

Jursima ◽  
2019 ◽  
Vol 7 (2) ◽  
pp. 60
Author(s):  
Zainul Munir Munir

Sistem  Pendukung  Keputusan  (SPK)  atau  dikenal  dengan  Decision  Support    System  (DSS), pada  tahun  1970-an  sebagai  pengganti  istilah  <em>Management    Information  System</em>  (MIS).  Batam  merupakan  pulau  kaya  raya,  dimana  mempunyai  laut  yang  terdapat  ikan  melimpah ruah.  Penelitian  ini bertujuan  merancang  sistem  penunjang  keputusan  untuk  budidaya  ikan  laut  dengan  pendekatan metode  Analytical  Hierarchy  Process  (AHP),  sehingga  dapat  membantu  nelayan  dalam  memilih ikan  yang  mudah  dibudidayakan. Tahapan  penelitian  ini  yaitu  menetapkan  alternatif-alternatif dan  kriteria  dalam  sebuah  sistem  penunjang  keputusan  untuk  budidaya  ikan  laut. Dalam  hal budidaya  ikan  laut,  ada  beberapa  kriteria  dan  alternatif  agar  menjadi  ekonomis  dan menguntungkan,  antara  lain  kriteria  jenis  ikan  dan  alternatif-alternatif  yaitu  PH  air,  Jumlah Pakan,  Suhu,  dan  luas  keramba. Tahapan  yang  dilakukan  yaitu  menghitung  bobot  kriteria  mencari  normalisasi  matrik  setiap  bobot dan  kriteria,  mengecek  konsistensi  dengan  cara  mengitung  konsistensi  setiap  langkah-langkah yang  akan  dilakukan,  maka  kriteria  atau  jenis  ikan  yang  dibudidaya  akan  mendapatkan  nilai bobot  tertinggi,  selanjutnya  akan  dilakukan  perbandingan  setiap  kriteria  dan  alternatif-alternatif, Hasil  yang  didapatkan  adalah  nilai  bobot  dari    masing-masing  alternatif  yang  dirangking  dari tertinggi  sampai  terendah.  Hasil  nilai  alternatif  budidaya  ikan  yang  telah  diberi  rangking  tersebut dapat  digunakan  sebagai  pendukung  keputusan  dalam  menentukan  budidaya  pemilihan  ikan terbaik  di  Balai  Perikanan  Budidaya  Laut  Batam.

Author(s):  
Benneth Uchenna Eze ◽  
Oluyemisi Agboola ◽  
Olawale Muideen Aremu

The employment of information system for conceptualisation of information analysis and control as well as decision-making, which depicts management information system (MIS), has aroused the interest of researchers and practitioners. This study examined the effect of MIS on manufacturing firms’ performance in Nigeria, by using two elements of MIS, namely the decision support system (DSS) and the executive information system (EIS). The study employed a survey research design, by administering questionnaires to some selected employees of manufacturing firms at Agbara Industrial Estate, Ogun State, Nigeria. The findings revealed that the two elements of MIS employed for this study (DSS and EIS) have an individual significant positive effect on manufacturing firms’ performance. It concluded that MIS elements (DSS and EIS) are important determinants of manufacturing firms’ performance. It is, therefore, recommended that manufacturing firms should employ MIS elements, particularly DSS and EIS, for the enhancement of their performance.   Keywords: Decision support system, executive information system, management information system, manufacturing firms, performance.


2019 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 25-39
Author(s):  
Luluk Suryani ◽  
Raditya Faisal Waliulu ◽  
Ery Murniyasih

Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah salah satu penggerak perekonomian suatu daerah, termasuk Kota Sorong. UKM di Kota Sorong belum berkembang secara optimal. Ada beberapa penyebab diantaranya adalah mengenai finansial, lokasi, bahan baku dan lain-lain. Untuk menyelesaikan permasalah tersebut peneliti terdorong untuk melakukan pengembangan Aplikasi yang dapat membantu menentukan prioritas UKM yang sesuai dengan kondisi pelaku usaha. Pada penelitian ini akan digunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP), untuk pengambilan keputusannya. Metode AHP dipilih karena mampu menyeleksi dan menentukan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia. Dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu UKM terbaik yang dapat dipilih oleh pelaku usaha sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang optimal, yaitu UKM. Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan yang dikembangkan berbasis Android, dimana pengguna akan mudah menggunakannya sewaktu-waktu jika terjadi perubahan bobot pada kriteria atau intensitas.  Hasil akhir menunjukkan bahwa metode AHP berhasil diterapkan pada Aplikasi Penentuan Prioritas Pengembangan UKM.


2017 ◽  
Vol 8 (2) ◽  
pp. 663 ◽  
Author(s):  
Muhammad Fadlan ◽  
Muhammad Muhammad ◽  
Hadriansa

Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah Republik Indonesia terhadap dunia pendidikan. Beasiswa yang disalurkan oleh pemerintah melalui Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia ini, penyeleksian dan penetapan penerimanya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Tahap inilah yang sangat rentan terjadinya kecurangan. Pada objek penelitian  yang diteliti hingga saat ini proses penyeleksian masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel, hal ini tentu saja kurang efektif dan efisien, serta rentan akan terjadinya kesalahan bahkan kecurangan. Untuk itu, diperlukan suatu metodologi dan aplikasi yang tepat dalam melakukan penyeleksian penerima beasiswa tersebut. Decision Support System digunakan sebagai solusi untuk melakukan perekomendasian penerima beasiswa, khususnya dengan menggunakan Metode Technique  for  Order  Preference  by  Similarity  to  Ideal  Solution  (TOPSIS)  dan  Analytical  Hierarcy Process (AHP). Penggunaan kombinasi dua metode tersebut dilakukan agar memiliki tingkat akurasi yang baik jika dibandingkan  dengan menggunakan satu metode. Hasilnya,  aplikasi  decision support system dengan penerapan kombinasi metode Topsis dan AHP berhasil di rancang dan di ujicoba, serta sukses dalam perekomendasian penerima beasiswa PPA dengan menghasilkan data alternatif mahasiswa yang terurut mulai dari nilai preferensi yang paling tinggi 0.764 hingga terendah 0.189. Hasil ini dapat menjadi rekomendasi bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan yang efektik, efisien dan dapat dipertanggung jawabkan.


Author(s):  
Alek Siswanto ◽  
Syariful Alim

Grant scholarships to students are conducted by the University based on the achievements achieved. Since the last few years Bhayangkara University has run a Joint Degree Program scholarship in cooperation with Thailand, India, and plans to continue to the Netherlands. In scholarship grants, the Universityoften finds it difficult to determine the scholarship recipients, so it is found that scholarships are not accurate due to the manual system for the awarding of scholarships. The decision support system is an information system aimed at assisting the University in solving the problem of awarding Joint Degree Program scholarship. One method that can be used in decision support systems is Analitycal Hierarchy Process (AHP). The Analytical Hierarchy Process (AHP) method takes into account the extent of validity to the extent of inconsistency tolerance of the various criteria and alternatives chosen by the decision maker. In this research, the data used is UBHARA student data 3 last generation. The criteria used are GPA, TOEFL score, TPA Test Score, and Value of Communication Skill Test. From the results of experiments carried out the results of manual calculations of the application and manual calculations from the Institute of Cooperation get a presentation 100% equation in determining scholarship recipients. So as to produce the ranking of students, two students with the highest score in each department that will get a Joint Degree Program scholarship.Keywords: Scholarship, Student, Analytical Hierarchy Process (AHP), Decision Support System.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document