scholarly journals Optimalisasi Fasilitas Gudang CFS (Container Freight Station) Terhadap Proses Behandle di PT. Terminal Teluk Lamong Surabaya

2020 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
pp. 148-153
Author(s):  
Andy Hermanto

Gudang CFS seharusnya digunakan untuk kegiatan stripping stuffing barang petikemas LCL, namun karena PT. Terminal Teluk Lamong ingin menekan angka Dwelling Time sehingga kegiatan stripping stuffing petikemas LCL tidak dilakukan digudang CFS. Kemudian karena tidak adanya kegiatan di Gudang CFS, maka PT. Terminal Teluk Lamong memanfaatkan Gudang CFS untuk kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas (behandle). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas Gudang CFS dapat menunjang proses behandle, mengetahui faktor faktor yang memengaruhi proses behandle, serta mengetahui upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi keterbatasan fasilitas Gudang CFS saat proses behandle berlangsung. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menguraikan objek yang diteliti. Peneliti terlibat dalam proses pencarian data dengan mengamati dan menganalisa fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara langsung.Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan.Peneliti menggunakan observasi langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Fasilitas Gudang CFS dapat digunakan untuk menunjang proses behandle di PT. Terminal Teluk Lamong Surabaya. Akan tetapi Pemeriksaan fisik tidak sepenuhnya dilakukan diarea gudang karena desain bangunan gudang yang tidak cocok untuk kegiatan pemeriksaan, sehingga kegiatan behandle dilakukan di luar area gudang dan baru memasukkan muatan ke dalam gudang dengan alat bantu forklift. Faktor yang menghambat kegiatan behandle antara lain: Faktor Internal & Faktor Eksternal. Upaya yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan kegiatan behandle yaitu dengan cara merenovasi gudang, mempersiapkan saran pendukung untuk pemeriksaan barang, serta mempersiapkan SDM yang kompeten

2011 ◽  
Vol 19 (6) ◽  
pp. 1482-1489 ◽  
Author(s):  
Brian Slack ◽  
Elisabeth Gouvernal

2014 ◽  
Vol 15 (1) ◽  
Author(s):  
Yi-Che Lee ◽  
Yau-Sheng Tsai ◽  
Shih-Yuan Hung ◽  
Tsun-Mei Lin ◽  
Sheng-Hsiang Lin ◽  
...  

2021 ◽  
Vol 2 (25) ◽  
pp. 14-20
Author(s):  
O.V. Malikhina ◽  
◽  
A.N. Nazarova ◽  

The article deals with topical issues of development of the market of tank-container freight transportation in Russia. The study presents data on the use of tank-containers on various modes of transport, which allow high-quality and reliable transportation of goods in comparison with traditional tanks. The technological features of the design of tank-containers, their overall dimensions, weight and capacity are considered. Statistical information reflecting the dynamics of the chemical cargo transportation market in containers and tanks has been analyzed. The risks and threats that can lead to an environmental disaster due to the problems of updating the fleet of containers have been studied. The directions of development of smart logistics are given.


2018 ◽  
Vol 28 (1) ◽  
pp. 57
Author(s):  
Apri Yuliani
Keyword(s):  

Tingginya arus petikemas dan keterbatasan luas lapangan penumpukan pada terminal petikemas di Tanjung Priok mengharuskan terminal petikemas untuk menekan dwelling time petikemas. Selain dampak inefisiensi terminal petikemas, dwelling time dapat menyebabkan tingginya biaya logistik yang berpengaruh kepada harga komoditi. Terkait masalah tersebut, pemerintah menargetkan lamanya penumpukan petikemas di Tanjung Priok hanya 4 hari. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pencapaian penurunan dwelling time di PT. JICT setelah adanya kebijakan target tersebut. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif untuk menghitung dwelling time petikemas. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa capaian petikemas impor dengan dwelling time kurang atau sama dengan empat hari sejak Januari hingga November 2014 yaitu sebanyak 335.081 boks atau 49,6% dari throughput petikemas impor di PT. JICT. Jumlah petikemas tersebut meningkat jika dibandingkan periode sebelumnya yang memiliki rata-rata dwelling time per tahun selama 7 – 8 hari. Permasalahan yang menyebabkan tingginya dwelling time di Tanjung Priok yaitu adanya permasalahan pada proses custom clearance dan pada proses post clearance. Kata kunci: dwelling time, petikemas, impor dan Tanjung Priok.


2013 ◽  
Vol 2 (3) ◽  
pp. 136-141
Author(s):  
Prasetyanugraheni Kreshanti ◽  
Siti Handayani ◽  
Kristaninta Bangun ◽  
Melina Tiza

Background: To evaluate two pediatric patients with syndromic craniofacial anomaly that underwent craniofacial reconstructive surgery using resorbable plate-screw systems which have been claimed as biodegradable fixation materials and used in craniofacial reconstructive procedures owing to their advantages such as adequate biomechanical resistance, longer dwelling time, elimination through physiological routes without causing any foreign body reaction and/or significant sequale. Patient and Method: Resorbable plate-screw systems used in 2 patiens for craniofacial reconstructive procedures such as bilateral fronto-orbital advancement and segmental right orbita (four wall box) osteotomy were evaluated as for their efficacy. Result: Adequate fixation was obtained in both patient, but Infection complication was seen in segmental right orbita osteotomy patient that appear localized abcess formation on subciliary incision and fronto medial insicion. After drainage insicion and antibiotic administration for 1 week, the infection was relieved. Summary: Owing to resorbable copolymer which contain a polyester derivate of L- lactidc and glycolic acid are ideal fixation materials used favourably in pediatric craniofacial reconstructive surgery and have further advantages such as adequate biomechanical resistance against distraction and compression forces in the early postoperative period, longer dwelling time and elimination from the body through physiological routes without causing any foreign body reaction.


2019 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 74
Author(s):  
P. Padliansyah ◽  
Sutejo K. Widodo ◽  
Endang Susilowati

This study argues that container loading and unloading congestion at Tanjung Priok Port is caused by long dwelling time due to the limited capacity of existing container terminals. Therefore, the Kalibaru Terminal was built to overcome this problem. The research objective is to look at the planning, construction, and operation of the Kalibaru Terminal. This study uses historical methods consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the construction of the Kalibaru Terminal is a superior project of government and private cooperation so that it must go through an international tender. The development of Kalibaru Terminal aims to increase productivity and accelerate economic growth. The existence of the Kalibaru Terminal also caused the flow of goods to run smoothly and decrease in dwelling time from eight to three days.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document