scholarly journals From art to science: From case report to evidence based medicine

2012 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 1
Author(s):  
Amitav Banerjee
Sari Pediatri ◽  
2016 ◽  
Vol 11 (6) ◽  
pp. 385
Author(s):  
Partini Pudjiastuti

Evidence-based case report (EBCR) merupakan suatu metode penulisan atau pelaporan sebuah kasus atau masalah klinis dengan pendekatan berbasis bukti. Metode atau desain pelaporan kasus EBCR merupakan bentuk aplikasi evidence-based medicine (EBM) yang telah banyak dipublikasikan di jurnal internasional, seperti Journal of Evidence-Based Medicine, Evidence-Based Mental Health, British Medical Journal and British Journal of Psychiatry. Naskah EBCR umumnya ditulis secara ringkas dengan jumlah kata maksimum 2500, mengandung 4 ilustrasi (grafik, tabel, foto pasien) dan 24 rujukan atau referens. Sebagai layaknya sebuah laporan kasus, maka EBCR terdiri atas beberapa bagian.a. Pendahuluanb. Kasus atau skenario klinisc. Rumusan masalahd. Metode /strategi penelusuran buktie. Hasil penelusuran buktif. Diskusig. Kesimpulanh. Daftar pustaka


2020 ◽  
Vol 45 (1) ◽  
pp. 1-2
Author(s):  
Akhmadu Muradi

Pada era modern saat ini, Evidence Based Medicine (EBM) atau kedokteran berbasis bukti baik dalam diagnosis maupun tatalaksana merupakan suatu keharusan. Khususnya dalam lingkup ilmu bedah, penelitian dan publikasi untuk mendukung terwujudnya EBM yang baik masih kurang.1 Hanya 3.4% artikel yang dipublikasi di 5 besar jurnal jurnal ilmu bedah dalam rentang 1996-2000 yang berbentuk RCTs.2 Untuk menjawab tantangan ini, muncul banyak grant penelitian dan jurnal bedah yang membawa nama research sebagai bagian dari penyadaran, dorongan dan penyediaan sarana. Lebih lanjut lagi, hasil penelitian dan rekomendasi tatalaksana yang berasal dari populasi negara maju belum tentu langsung bisa diterapkan di Indonesia karena perbedaan karakteristik dalam banyak aspek.3 Oleh karena itu masih terbentang lebar lahan yang bisa diteliti baik dalam hal ilmu dasar maupun teknik operasi dan teknologi yang diaplikasikan dalam penatalaksanaan kasus-kasus bedah. Permasalahan yang muncul saat ini adalah jargon bahwa penelitian dan publikasi itu susah, kompleks dan menyita banyak waktu harus dapat kita ubah sedikit demi sedikit. Budaya membaca dan menulis merupakan hal dasar yang harus ditekankan. Pertanyaan atau ide penelitian sering muncul setelah banyak membaca jurnal, selain tentunya dari praktek keseharian yang dihadapi. Ilmu dan skill meneliti dapat dipelajari dan ditingkatkan dengan mengikuti kursus atau diintegrasikan selama pendidikan. Implementasi surgical research methodology program dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan produktivitas penelitian dan performa residen bedah.4 Program tersebut merupakan program terstruktur dengan topik orientasi, penelusuran literatur sistematik, etika, statistik, dan berbagai bentuk penelitian.4 Hal lain yang sangat mendukung suatu penelitian adalah sistem rekam medik yang ditulis dengan baik, lengkap dan mudah diakses. Permasalahan yang berikutnya adalah penghargaan terhadap suatu penelitian masih minim apalagi bila memiliki tingkat evidence yang rendah seperti laporan kasus dan serial kasus. Perlu digaris bawahi bahwa laporan kasus hingga saat ini masih dapat ditemukan pada jurnal-jurnal internasional dengan impact factor yang tinggi. Hal ini menunjukkan bentuk penghargaan dan penerimaan terhadap sekecil apa pun bentuk penelitian, terlebih bila merupakan kasus yang sangat jarang ditemukan atau menggunakan inovasi baru dalam penatalaksanaannya. Kumpulan dari laporan kasus yang sama dapat menghasilkan bentuk penelitian yang memiliki tingkat evidence yang lebih tinggi. Hal lain yang harus kita ingat adalah meskipun RCTs merupakan bentuk penelitian dengan tingkat evidence yang paling baik, terkadang sulit diterapkan dalam ilmu bedah dibanding penelitian medis lainnya apalagi bila menggunakan placebo sebagai kelompok kontrol.3 Mari kita bersama memajukan penelitian dan publikasi dalam ilmu bedah untuk mendukung praktek kedokteran berbasis bukti. Publikasikan hasil karya kita agar dapat bermanfaat untuk ahli bedah lainnya dan kami siap menerima semua jenis karya ilmiah: laporan kasus, serial kasus, evidence base case report, literature review, systematic review, dan original article. Terakhir, kami mengajak kepada semua ahli bedah untuk mensukseskan dan membawakan hasil kerjanya dalam acara pertemuan ilmiah tahunan ke-22 IKABI pada akhir Juli 2017 di Jakarta.


CNS Spectrums ◽  
2009 ◽  
Vol 14 (S9) ◽  
pp. 7-10
Author(s):  
Margaret Weiss

The presentation of attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) in adolescence is often complex, but clinicians will attest multiple and complex comorbid conditions in adolescence are by no means unusual. Given that this is often the typical presentation, this article will describe a case to illustrate the multiple pathways to treatment of an adolescent with myriad distinct but interacting issues. Although all clinicians attempt to practice evidence-based medicine, the evidence is often limited to circumscribed disorders, and management and sequencing of treatment of adolescents with a combination of different conditions has not be adequately researched.


Praxis ◽  
2002 ◽  
Vol 91 (34) ◽  
pp. 1352-1356
Author(s):  
Harder ◽  
Blum

Cholangiokarzinome oder cholangiozelluläre Karzinome (CCC) sind seltene Tumoren des biliären Systems mit einer Inzidenz von 2–4/100000 pro Jahr. Zu ihnen zählen die perihilären Gallengangskarzinome (Klatskin-Tumore), mit ca. 60% das häufigste CCC, die peripheren (intrahepatischen) Cholangiokarzinome, das Gallenblasenkarzinom, die Karzinome der extrahepatischen Gallengänge und das periampulläre Karzinom. Zum Zeitpunkt der Diagnose ist nur bei etwa 20% eine chirurgische Resektion als einzige kurative Therapieoption möglich. Die Lebertransplantation ist wegen der hohen Rezidivrate derzeit nicht indiziert. Die Prognose von nicht resektablen Cholangiokarzinomen ist mit einer mittleren Überlebenszeit von sechs bis acht Monaten schlecht. Eine wirksame Therapie zur Verlängerung der Überlebenszeit existiert aktuell nicht. Die wichtigste Massnahme im Rahmen der «best supportive care» ist die Beseitigung der Cholestase (endoskopisch, perkutan oder chirurgisch), um einer Cholangitis oder Cholangiosepsis vorzubeugen. Durch eine systemische Chemotherapie lassen sich Ansprechraten von ca. 20% erreichen. 5-FU und Gemcitabine sind die derzeit am häufigsten eingesetzten Substanzen, die mit einer perkutanen oder endoluminalen Bestrahlung kombiniert werden können. Multimodale Therapiekonzepte können im Einzellfall erfolgreich sein, müssen jedoch erst in Evidence-Based-Medicine-gerechten Studien evaluiert werden, bevor Therapieempfehlungen für die Praxis formuliert werden können.


Swiss Surgery ◽  
1999 ◽  
Vol 5 (4) ◽  
pp. 183-185
Author(s):  
Bleuer

Die mit dem Aufkommen der elektronischen Medien einhergehende Informationsflut hat die Erwartungen an den Dokumentationsdienst (DOKDI) der Schweizerischen Akademie der Medizinischen Wissenschaften verändert: Insbesondere Evidence Based Medicine (EBM) verlangt nicht nur die Beschaffung von Information, sondern auch eine Selektion hinsichtlich Qualität und Relevanz: Die sich aus der klinischen Situation ergebende Frage fordert eine Antwort, die inhaltlich richtig ist und in der konkreten Situation auch weiterhilft. Dem Ideal, sich durch kritische Lektüre der Originalarbeiten ein Bild über die vorhandene Evidenz für die Richtigkeit eines bestimmten Prozederes zu verschaffen, stehen in der Praxis meist Zeitmangel und methodische Schwierigkeiten im Weg; man wird sich deshalb oft auf die durch andere erarbeitete Evidenz abstützen müssen und z.B. die Cochrane Library konsultieren. Der DOKDI engagiert sich sowohl bei der Erarbeitung von systematischen Übersichtsarbeiten als auch bei der Dissemination der gefundenen Evidenz, indem er seine Erfahrung in der Dokumentation mit elektronischen Medien und die entsprechende Infrastruktur zur Verfügung stellt. Als Ergänzung zu diesen Aktivitäten hat die Akademie einen Grant zur Ausbildung von EBM-Tutoren gesprochen. In einem einwöchigen Kurs in Oxford werden Kliniker zu EBM-Tutoren ausgebildet: Dies wird zukünftig ermöglichen, vermehrt EBM-Workshops in der Schweiz durchzuführen.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document