scholarly journals Analysis of Benefits and Barriers as a Critical Success Factor in IT Governance Implementation by Using Interpretive Structural Model

2019 ◽  
Vol 15 (7) ◽  
pp. 983-994
Author(s):  
Uky Yudatama ◽  
Achmad Nizar Hidayanto ◽  
Bobby A.A Nazief
CCIT Journal ◽  
2010 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 135-152
Author(s):  
Henderi Henderi

Information technology (IT) menjadi semakin penting bagi organisasi perguruan tinggi (dan organisasi lainnya) karena dapat memudahkan pelaksanaan proses bisnis dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Melalui IT, proses bisnis dapat dilaksanakan lebih mudah, cepat, efisien, dan efektif. IT juga menawarkan banyak peluang kepada perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja, mentransformasi pelayanan, pasar, proses kerja, dan hubungan-hubungan komunitas dan riset. Karenanya, IT governance saat ini menjadi salah satu critical success factor (CSF) bagi para pemimpin (CIOs) dan mitra perguruan tinggi untuk mengoptimalkan peran IT dalam efektifitas peningkatan aset, capaian kinerja, sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Namun demikian, kompleksitas penerapan IT pada organisasi menimbulkan kesukaran pada berbagai level pemimpin dan stakeholder dalam memahami, membuat dan menerapkan IT governance di perguruan tinggi. Akibatnya manfaat penggunaan IT yang didapatkan perguruan tinggi dirasakan belum sebanding dengan nilai investasi yang telah dikeluarkan. Untuk itu, artikel ini membahas tinjauan tentang IT governance, prinsip-prinsip dan pedoman yang ditetapkan oleh para ahli IT governance di lapangan, struktur IT governance di perguruan tinggi, komite IT governance secara intensif, dan rekomendasi prototype good IT governance yang dapat diterapkan di perguruan tinggi.


Teknologi ◽  
2012 ◽  
Vol 1 (2) ◽  
Author(s):  
Mohamad Ali Murtadho

ABSTRAK Perguruan tinggi tergolong dalam industri  quasi-commercial, selain memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen industri komersial untuk mendapatkan dana sebagai pendukung keberlangsungan hidup universitas. Karakteristik perguruan tinggi yang demikian itu, menjadikan teknologi informasi (TI) menjadi sangat penting. Adanya kegagalan dalam implementasi  TI  dalam Universitas akan dipandang negatif oleh banyak pihak. Karenanya, IT governance saat ini menjadi salah satu critical success factor (CSF) bagi para pemimpin dan mitra perguruan tinggi untuk mengoptimalkan peran IT dalam efektifitas peningkatan aset, capaian kinerja, sasaran, tujuan, visi dan visi organisasi. Sejalan dengan perubahan keberadaan fungsi TI dari level operasional menjadi strategis di dalam suatu organisasi, muncul pula suatu manajerial baru yang disebut sebagai Chief Information Officer (CIO). Keberadaan CIO untuk organisasi yang sangat menggantungkan aktivitas bisnisnya sehari-hari pada sistem informasi dan teknologi Informasi (SITI) merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya fungsi strategis dari sistem dan teknologi informasi, perusahaan yang bersangkutan akan mengalami permasalahan yang sangat serius. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana karakteristik dan peranan TI di perguruan tinggi sehingga membutuhkan tata kelola yang baik dan bagaimana peran strategis CIO  dalam organisasi. Tulisan ini berusaha menjawab kedua pertanyaan tersebut. Kata kunci: IT governance, chief information officer (CIO), teknologi informasi (TI), sistem informasi dan teknologi informasi (SITI) ABSTRACT Universities belong to the quasi-commercial industry, in addition to provide educational services to the community, also apply the principles of management of commercial industry to raise funds to support the survival of the university. Characteristics of such universities, making information technology (IT) becomes very important. The failure have occurred in the implementation of IT within the university would be viewed negatively by many. Therefore, IT governance is now a critical success factor one (CSF) for leaders and college partners to optimize the role of IT in increasing asset effectiveness, achievement of performance, goals, objectives, vision and the vision of the organization. In line with changes in the presence of IT functions from operational to strategic level within an organization, there are also some new managerial known as the Chief Information Officer (CIO). The existence of CIO for an organization that is dependent activities of dailybusiness in the information systems and information technology (SITI) is a must.Without the strategic function of the system and information technology, the company concerned will have a very serious problem. The question that arises thenis how the characteristics and role of IT in higher education and thus require good governance and how the CIO's strategic role within the organization. This article tries to answer both questions. Key words: IT governance, chief information officer (CIO), information technology (IT), systems information and technology information (SITI)


2019 ◽  
Vol 17 (1) ◽  
pp. 53-60
Author(s):  
Ronal Watrianthos

Pembangunan e-Government sudah menjadi komitmen pemerintah sebagaimana ditetapkan pada Inpres 3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Namun kebijakan pemerintah ini belum sepenuhnya berjalan di pemerintahan lokal sehingga menjadikan e-Government sebagai ujung tombak pemerintahan tidak dapat berjalan dengan baik. Resistensi terhadap perubahan adalah salah satu faktor penghambat dalam pengembangan e-Government. Undang-Undang No.6 Tahun 2014 Tentang Desa menyatakan penyelenggaraan pemerintahan desa dengan memanfaatkan Teknologi Informasi bisa dilakukan melalui e-Government Desa. Diperlukan kajian mendalam terhadap model yang cocok untuk e-Government desa ini. Proses identifikasi terhadap kebutuhan e-Government Desa dilakukan dengan analisis Critical Success Factor (CSF). Hasil analisis menghasilkan empat tahapan model yang terbagi atas dimensi kompleksitas teknologi dan organisasi dengan tingkat integrasi data dan informasi. Sedangkan hasil dari future portfolio dari perkembangan model ini menggunakan McFarlan’s Analyst Grid sehingga modul strategic, high potential, support, dan key operational dapat dijabarkan. Keywords : e-Government, CSF, Desa  


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document