scholarly journals Digital Video Watermarking in the Discrete Cosine Transform Domain

2009 ◽  
Vol 5 (8) ◽  
pp. 536-543 ◽  
Author(s):  
Sadik Ali M. Al-Taweel ◽  
Putra Sumari ◽  
Saleh Ali K. Alomari ◽  
Anas J.A. Husain

In this paper, a novel chaotic encryption-based blind digital video watermarking technique (DVWT) is presented for grayscale and color images. This method makes use of Discrete Cosine transform (DCT) prior to embed the watermark in the hosting video. The hosting video is split into frames of 8*8 nonoverlapping blocks before employing DCT, and watermark bit is implanted by altering the variations among the nearby DCT coefficients of neighboring blocks. Arnold transform is applied for chaotic encryption to offer extra security to the watermark. A set of three versions of the proposed model has been applied and the results are investigated. The experimental outcome confirms that the DCT-VWT is efficient on different image processing functions such as JPEG compression, sharpening, cropping, and median filtering. The comparative analysis ensures that the presented DCT for digital video watermarking technique (DCT-DVWT) is efficient under subjective as well as objective way.


Author(s):  
Fitria Ilhami Ikromina Ami ◽  
Erik Iman Heri Ujianto Erik

Penggunaan konten multimedia di internet kini semakin berkembang, terutama dalam video digital. Pemalsuan, penipuan, dan penjarahan konten video menyebabkan masalah karena pasokan sumber daya untuk berbagi konten. Hak cipta menjadi hal yang krusial dalam video digital untuk menghindari manipulasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melabeli hak cipta ke dalam sebuah video. Salah satunya adalah digital watermarking. Pembuatan air digital digunakan untuk mencegah replikasi ilegal atau eksploitasi konten digital, melindungi konten digital, dan menghindari manipulasi multimedia secara ilegal. Penggunaan beberapa metode seperti Discrete Wavelet Transform (DWT), Discrete Cosine Transform (DCT), dan Discrete Fourier Transform (DFT) untuk pelabelan hak cipta video akan dibandingkan berdasarkan imperceptibility dan robustness setelah beberapa manipulasi diterapkan ke dalam video yang disisipkan-watermark. Dari segi imperceptibility, metode DWT menghasilkan nilai PSNR sebesar 45,62435 dB, metode DCT menghasilkan nilai PSNR sebesar 45.89422 dB, dan metode DFT menghasilkan nilai PSNR sebesar 45.77747 dB. Rerata PSNR dari ketiga metode tersebut adalah 45.76535 dB. Artinya, video yang disisipkan tanda air tampak mirip dengan yang disisipkan. Dengan demikian, dari percobaan dapat disimpulkan bahwa metode DWT, DCT, dan DFT yang diterapkan menunjukkan bahwa video yang diberi watermark masih dalam kualitas yang baik yaitu wajar dan memenuhi imperceptibility. Dari segi kekokohan, NC mean metode DCT adalah 0,63974, metode DCT adalah 0,755839, dan metode DFT adalah 0,745442. Hal ini menunjukkan bahwa hasil ekstraksi watermark dari ketiga metode tersebut sama dengan hasil watermark aslinya. Dengan kata lain, semua tanda air pada ketiga metode ini dapat diekstraksi dengan baik meskipun serangan dikirimkan kepada mereka. Dari tingkat uji imperceptibility dan robustness pada metode DWT, DCT, dan DFT, dapat dikatakan bahwa metode DCT lebih baik daripada metode DWT dan DFT karena performansinya yang tinggi pada PSNR dan NC.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document