Respon Petani Terhadap Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Menjadi Pupuk Bokashi Dengan Menggunakan Mikroorganisme Lokal (Mol) Dari Isi Rumen

2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Tri Wahyudi Ariyanto ◽  
Raden Agus Triwidodo Saputro ◽  
Sunardi Sunardi
Keyword(s):  

Penelitian ini dilakukan 2 Mei 2019 sampai dengan 30 Juni 2019 di Kelompok Tani Sidomukti, Mangunrejo, Tegalrejo, Magelang. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon petani terhadap pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi pupuk bokashi mengunakan Microorganisme Lokal (MOL) isi rumen dan mengetahui faktor-faktor internal petani (usia, tingkat pendidikan, pengalaman beternak). Metode pengambilan sampel adalah metode sensus. Variabel yang digunakan adalah variabel independen (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak) dan variabel dependen (respon petani). Rancangan kajian yaitu menghitung respon petani dengan post test yang berhubungan dengan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan, dan menghitung hubungan antara faktor internal dengan respon petani. Desain yang digunakan One-Shot Case Study yaitu dilakukan pada satu kelompok diberi penyuluhan kemudian dilakukan pengukuran dengan post test. Data meliputi data primer dan sekunder. Data yang telah ditabulasi, dihitung menggunakan skala likert untuk mengukur aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Metode analisis untuk mengetahui respon petani menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik korelasi rank spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon. Hasil penelitian didapatkan nilai respon petani 1622 termasuk kriteria tinggi terdiri dari aspek pengetahuan 956 termasuk dalam kriteria tahu, sikap 490 termasuk kriteria setuju dan keterampilan 177 termasuk kriteria cukup terampil. Faktor-faktor internal petani yang berhubungan dengan respon diperoleh hasil hubungan antara umur, pendidikan dan pengalaman beternak dengan respon petani tidak signifikan.

Author(s):  
Yongki Arya Permana ◽  
Erna Setyawati ◽  
Maria Yosephine

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) bagaimana penggunaan Small Group Discussion dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan membaca siswa dalam materi descriptive text. (2) Kelebihan menggunakan Small Group Discussion dalam pembelajaran penguasaan ketrampilan membaca. Dalam penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas X MIPA-7 SMA Negeri 11 Semarang. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Terdapat dua jenis data: data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan menggunakan lembar pengamatan, wawancara, dan catatan lapangan. Kemudian, data kuantitatif diperoleh menggunakan tes (pre-test dan post-test). Data kualitatif dianalisis menggunakan 5 tahapan yang disarankan oleh Burns (1999: 157-159) yakni sebagai berikut: menghimpun data, mencatat data, membandingkan data, membangun teori, dan melaporkan hasil penelitian. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Small Group Discussion dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam ketrampilan membaca. Selain itu, Small Group Discussion dapat digunakan untuk mendukung guru dalam pengelolaan kelas. Peneliti juga menemukan kelebihan Small Group Discussion dalam pembelajaran ketrampilan membaca. Small Group Discussion tidak hanya membuat suasana kelas menjadi nyaman dan menarik, akan tetapi juga meningkatkan partisipasi siswa dalam berbagi ide dan bertukar informasi dalam pembelajaran ketrampilan membaca descriptive text.


2020 ◽  
Vol 2 (2) ◽  
Author(s):  
Tri Wahyudi Ariyanto ◽  
Raden Agus Triwidodo Saputro ◽  
Sunardi Sunardi
Keyword(s):  

Penelitian ini dilakukan 2 Mei 2019 sampai dengan 30 Juni 2019 di Kelompok Tani Sidomukti, Mangunrejo, Tegalrejo, Magelang. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon petani terhadap pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi pupuk bokashi mengunakan Microorganisme Lokal (MOL) isi rumen dan mengetahui faktorfaktor internal petani (usia, tingkat pendidikan, pengalaman beternak). Metode pengambilan sampel adalah metode sensus. Variabel yang digunakan adalah variabel independen (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak) dan variabel dependen (respon petani). Rancangan kajian yaitu menghitung respon petani dengan post test yang berhubungan dengan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan, dan menghitung hubungan antara faktor internal dengan respon petani. Desain yang digunakan One-Shot Case Study yaitu dilakukan pada satu kelompok diberi penyuluhan kemudian dilakukan pengukuran dengan post test. Data meliputi data primer dan sekunder. Data yang telah ditabulasi, dihitung menggunakan skala likert untuk mengukur aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Metode analisis untuk mengetahui respon petani menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik korelasi rank spearman untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan respon. Hasil penelitian didapatkan nilai respon petani 1622 termasuk kriteria tinggi terdiri dari aspek pengetahuan 956 termasuk dalam kriteria tahu, sikap 490 termasuk kriteria setuju dan keterampilan 177 termasuk kriteria cukup terampil. Faktor-faktor internal petani yang berhubungan dengan respon diperoleh hasil hubungan antara umur, pendidikan dan pengalaman beternak dengan respon petani tidak signifikan. 


2020 ◽  
Vol 3 (2) ◽  
pp. 35
Author(s):  
Sigit Trimayanto ◽  
Dian Novita

This study aims to produce the Practical KIT along with its devices that are effectively used as learning media to train students SPS on the sub material of the Reaction Rate Law. The method used in this study is Research and Development design. The research instrument used consisted of a sheet of pre-test and post-test. Data analysis was carried out in descriptive quantitative to determine the effectiveness of Practical KIT along with the devices developed. The media is said to be effective if it meets 2 requirements, namely the percentage of classical completeness <85% and N-gain value <0.3. The developed media has been declared effective as indicated by the increase in the value of cognitive learning outcomes in the "Medium" and "High" categories with 100% classical completeness, an increase in the value of science process skills of students after using the Practical KIT media. "With classical completeness reaching 91.67%.


2018 ◽  
pp. 13-18
Author(s):  
Andi Wijaya ◽  
Ria Yunidha
Keyword(s):  

    Penggunaan obat generik yang rendah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat generik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya informasi tentang obat generik di kalangan masyarakat. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo tentang obat generik dan obat bermerek.    Desain penelitian adalah One Group Pre-test Post-test. Responden diperoleh dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo sebanyak 58 orang. Seluruh responden menjalani pre-test dan post- test dengan menjawab 10 pertanyaan tentang obat generik dan obat bermerek. Pertanyaan yang diberikan mewakili 4 aspek pengetahuan tentang obat generik dan obat bermerek. Pada hari yang sama pemberian edukasi dilakukan berupa penyuluhan sebelum diadakan post-test. Data diuji secara statistik dengan tingkat kepercayaan 95% .    Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai post-test dengan pre-test dengan nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti Ho ditolak sehingga terbukti bahwa edukasi dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo tentang obat generik dan obat bermerek.


2003 ◽  
Vol 42 (05) ◽  
pp. 564-571 ◽  
Author(s):  
M. Schumacher ◽  
E. Graf ◽  
T. Gerds

Summary Objectives: A lack of generally applicable tools for the assessment of predictions for survival data has to be recognized. Prediction error curves based on the Brier score that have been suggested as a sensible approach are illustrated by means of a case study. Methods: The concept of predictions made in terms of conditional survival probabilities given the patient’s covariates is introduced. Such predictions are derived from various statistical models for survival data including artificial neural networks. The idea of how the prediction error of a prognostic classification scheme can be followed over time is illustrated with the data of two studies on the prognosis of node positive breast cancer patients, one of them serving as an independent test data set. Results and Conclusions: The Brier score as a function of time is shown to be a valuable tool for assessing the predictive performance of prognostic classification schemes for survival data incorporating censored observations. Comparison with the prediction based on the pooled Kaplan Meier estimator yields a benchmark value for any classification scheme incorporating patient’s covariate measurements. The problem of an overoptimistic assessment of prediction error caused by data-driven modelling as it is, for example, done with artificial neural nets can be circumvented by an assessment in an independent test data set.


1980 ◽  
Vol 51 (3) ◽  
pp. 853-854
Author(s):  
Arthur Mac Neill Horton ◽  
Carl H. Johnson

Rational-emotive group and bibliotherapy were used to treat a depressed patient in a clinical setting. Psychological test data document a dramatic improvement. It is suggested that rational-emotive therapy may prove efficacious for the treatment of some depressed patients in clinical settings.


2020 ◽  
Vol 14 (1) ◽  
pp. 1-13
Author(s):  
Agnes Siwi Purwaning Tyas ◽  
Ahmad Muam ◽  
Yohana Ika Harnita Sari ◽  
Cisya Dewantara

The research aimed to investigate the effectiveness of using blended-learning instruction in improving students’ communication skills at Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. They were required to take the Test of English for Vocational Students (TEVOCS) and it indicated that there was a gap between listening and speaking ability as presented in the test scores. To support the improvement of both skills, blended-learning instruction was designed and carried out in the forms of online listening activities via Online Listening for Individual Practice (OLIVE) website and offline meeting for speaking activities. The research used experimental research, which referred to the results of pre-test and post-test scores of the group. The participants of the research were 275 students from three departments of Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada; Language, Arts, and Cultural Management department; Engineering department; as well as Economic and Business department academic year 2019/2020. The pre-test and post-test scores show improvement in students’ performance in both skills. The result of the t-test also shows that there is significant improvement after the application of blended-learning instruction.


2019 ◽  
Vol 18 (2) ◽  
pp. 20
Author(s):  
Reda Harwinanda

The purpose of this study was to examine the effect of motivation on the result cognitive learning of the model TGT assisted YuGiOh Card. The population in this study were students of class VII semester 1 with the number of 16 students at MTs Baitul Amin Bali. The type of research design used was pre-experimental design with a one-shot case study. The study used 2 (two) variables examined in this study, namely motivation and result cognitive learning. The method used in data collection in this research is questionnaire (questionnaire), documentation and test. The collected data were analyzed using simple linear regression. Based on the motivation data obtained using themodel TGT assisted by the YuGiOh card in this study, it shows that students who are in the very good motivation category are 62.5% and good categories are 37.5%. Data on students' resultcognitive learning from post-test results can be categorized very well by 6%, both by 31%, enough by 44% and less by 19%. The influence of motivation on result cognitive learning using the model TGT assisted YuGiOh card is 27.2% while the remaining 72.8% is influenced by learning readiness, social support and learning facilities. The results showed that learning motivation had a positive effect on result cognitive learning in science learning using the model TGT assisted by YuGiOh card.


Psibernetika ◽  
2019 ◽  
Vol 11 (2) ◽  
Author(s):  
Elita Kirana ◽  
Ediasri T Atmodiwirjo ◽  
Debora Basaria

<p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><strong><em>: </em></strong><em>Children with autism have deficit characteristics in social communication and social interaction, as well as restricted and repetitive patterns of behavior, and limited interests or activities. As children grow and engage in a wider environment, this is become a problem because of the lack of social skills on children with autism. The purpose of this research is to improve the social skills of children with autism. There are several methods that can be applied to children with autism to improve their social skills. One of them is the DIR </em>(<em>Developmental, Individual Differences, &amp; Relationship Based</em>) <em>Floortime method. DIR Floortime aims to help children reach the stage of their emotional development through play activities. This type of research is a clinical case study, involving two middle childhood boys that are diagnosed with a mild level of autism. The instruments used in this study are Autism Social Skills Profile and Functional Emotional Assessment Scale. This research involves 20 sessions, conducted in May until June 2018, consisting of 10 sensory sessions and 10  symbolic sessions for each subject. The results of this research show an improvement in social skills in both participants, marked by an increase in the post test scores, but not significantly. Qualitatively, both subject demonstrates an improvement on social skills in their daily behavior after they had participated in the intervention.</em><strong><em></em></strong></p><p><strong><em>Keywords</em></strong><strong>: </strong><em>autism spectrum disorder, middle childhood, </em>DIR <em>Floortime,social skills</em></p><p><strong> </strong></p><p><strong>ABSTRAK</strong><strong>: </strong>Anak autistik memiliki karakteristik kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial serta adanya yang minat terbatas, perilaku berulang, atau keterikatan dalam minat dan aktivitas. Hal ini menjadi masalah saat anak tumbuh seiring usia dan terlibat dalam lingkungan yang lebih luas karena kurangnya kemampuan sosial pada anak autistik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak autistik. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan pada anak autistik untuk meningkatkan kemampuan sosial. Salah satunya adalah metode DIR (<em>Developmental, Individual Differences, &amp; Relationship Based</em>) <em>Floortime</em>. DIR<em> Floortime</em>  bertujuan membantu anak mencapai tahap perkembangan emosionalnya melalui kegiatan bermain. Jenis penelitian ini adalah case study yang melibatkan dua orang partisipan, yaitu anak laki-laki berusia <em>middle childhood</em> dengan autisme <em>level Mild</em>. Instrumen dalam penelitian ini adalah <em>Autism Social Skills Profile dan Functional Emotional Assesment Scale</em>. Penelitian ini berlangsung selama 20 sesi intervensi yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2018. Sesi intervensi terdiri dari 10 sesi sensori auditori dan 10 sesi simbolik bagi masing-masing subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kapasitas emosi, tetapi kemampuan sosial kedua partisipan tidak meningkat secara signifikan. Secara kualitatif, kedua subjek menunjukkan kemampuan sosial yang lebih baik setelah mengikuti sesi intervensi, hal ini tampak dalam perilaku sehari-hari.<strong></strong></p><p><strong>Kata kunci</strong>: autisme<em>, middle childhood, </em>DIR <em>Floortime,</em> kemampuan sosial</p>


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document