scholarly journals Perbedaan Efektifitas Pijat Perineum dan Supercrowning terhadap Derajat Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin Primipara

2020 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 35
Author(s):  
Lestari Puji Astuti ◽  
Sri Harmiati ◽  
Tri Ismu Pujianto

ABSTRAKRuptur perineum merupakan robekan pada perineum yang terjadi pada saat bayi lahir secara spontan maupun menggunakan alat atau tindakan. Ruptur perineum pada primipara terjadi karena kondisi perineum kaku, jalan lahir belum pernah dilewati oleh bayi. Upaya pencegahan ruptur perineum bisa dilakukan dengan cara pijat perineum dan supercrowning. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan efektifitas pijat perineum dan supercrowning terhadap derajat ruptur perineum . Jenis penelitian adalah quasi experiment, desain penelitian menggunakan post-test only control group. Populasi Penelitian ini adalah ibu bersalin primipara di UPT Puskesmas Kragan II sebanyak 59 ibu bersalin. Sampel Penelitian ini adalah ibu bersalin primipara sebanyak 36 ibu bersalin dengan accidental sampling. Analisa data menggunakan Mann Whitney untuk melihat adanya perbedaan efektifitas pijat perineum dan supercrowning terhadap derajat ruptur perineum  pada ibu bersalin primipara. Hasil penelitian nilai mean rank pada kelompok yang diberikan perlakuan pijat perineum 12,33 dan pada kelompok yang diberikan perlakuan supercrowning 24,67 dan nilai p-value=0,000 (<0,05). Ada perbedaan efektifitas pijat perineum dan supercrowning terhadap derajat ruptur perineum  pada ibu bersalin primipara. Pijat perineum lebih efektif mencegah derajat ruptur perineum  pada ibu bersalin primipara.Kata kunci: pijat perineum; supercrowning; ruptur perineum. EFFECTIVENESS  DISTICNTION OF PERINEUM MASSAGE AND SUPERCROWNING TOWARDS DEGREE OF PERINEUM RUPTURES IN PRIMIPARA MOTHERS ABSTRACTPerineal rupture is a tear in the perineum that occurs when a baby is born spontaneously or uses tools or actions. Perineal ruptur in primipara occurs because of a rigid perineum, the birth canal has never been passed by the baby causing ruptur of the perineum. The efforts to prevent perineal rupture can be done by massaging the perineum and supercrowning. The purpose of this study was to determine the differences in the effectiveness of perineal massage and supercrowning on the level of perineal rupture. The type of research used is quasi experiment. The design of this study used a post-test only control group. The population of this research was 59 primiparous mothers in Kragan II Health Center. The sample of this research was 36 primiparous mothers. Sampling technique in this study used accidental sampling. Data analysis used Mann Whitney to see differences in the effectivness of perineum massage and supercrowning on the level of perineal ruptur in primiparaous mothers. Mean rank in the interventionof perineal massage is 12,33, while in supercrowning group  is 24.67 and p-value = 0,000 (<0.05). There is a difference in the effectiveness of perineum massage and supercrowning on the level of perineal rupture in primiparous mothers. From the results of this study the perineum massage is more effective in preventing the level of perineal rupture in primiparous maternal  Keywords: perineum massage; supercrowning; perineum rupture

2020 ◽  
Vol 5 (2) ◽  
pp. 130
Author(s):  
Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi

Dismenore merupakan masalah ginekologis yang paling umum dialami wanita, khususnya remaja. Prevalensi dismenore primer di Indonesia cukup tinggi yaitu 60-70% dan 15% diantaranya mengalami nyeri hebat yang umumnya terjadi pada usia remaja. Solusi non farmakologis dipandang lebih aman, salah satunya adalah peregangan yang bertujuan untuk membuat otot dan persendian menjadi fleksibel dan elastis. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar endorphin, epinephrine, dopamine dan serotonin yang dihasilkan oleh otak akibat olahraga. Tujuan Penelitian: Menganalisis pengaruh peregangan terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada santri putri di Pondok Pesantren As Salafiyyah Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis quasi experiment dengan design Two Group Pre-test and Post-test. Sampel penelitian adalah santri putri berjumlah 30 responden pada kelompok kontrol dan 30 responden pada kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, teknik analisis univariat menggunakan uji statistik distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji statistik Mann Whitney dan multivariat menggunakan uji statistik regresi linier dengan menggunakan software SPSS. Hasil : Ada pengaruh peregangan terhadap penurunan nyeri dismenore dengan nilai p value = 0,00 < ɑ (0,05) dan dimana nilai rata-rata sebelum diberikan peregangan rata-ratanya 5,13±3,99 dan setelah diberikan peregangan rata rata nyerinya turun menjadi 0,13 ± 1,60, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan setelah diberikan peregangan.  Kesimpulan: Peregangan terbukti dapat menurunkan nyeri dismenore hingga 4,597 kali.Dysmenorrhea is the most common gynecological problems that women especially adolescent. The prevalence of primary dysmenorrhea in Indonesia is quite high, 60-70% and 15% of them experienced severe pain that usually occurs in adolescence. Non-pharmacological solutions is considered more secure, one of them is stretching, so that in any exercise aimed at making the muscles and joints become flexible and elastic. This is due to increased levels of endorphins, epinephrine, dopamine dan serotonin produced by exercise induced brain. Objective: To analyze influence of stretching on decrease pain on dysmenorrhea in women students in Pondok Pesantren As Salafiyyah Yogyakarta. Methods: This study used a quasi-experiment with design types two group pre-test and post-test. Samples were female students were 30 respondents in the control group and 30 respondents in the intervention group. The sampling technique is purposive sampling, analytical techniques univariate statistical test frequency distribution, bivariate analysis using statistical test Mann Whitney and multivariate linear regression using statistical tests using SPSS software. Results: There influence of stretching on decrease pain on dysmenorrhea with p value = 0.00 <ɑ (0.05) and the average value before being given stretch averaged 5.13 ± 3.99 and after given stretch of average pain decreased to 0.13 ± 1.60, it indicates that there are differences in the level of pain of dysmenorrhea before and after a given stretch. Conclusion: Stretching is proven to decrease the pain of dysmenorrhea up to 4,597 times.


2020 ◽  
Vol 9 (2) ◽  
pp. 588-592
Author(s):  
Triana Indrayani ◽  
Nurabia Tuasikal

This research aimed to find out the effect of perineal massage on the perineal tear in primigravida pregnant women trimester III in Morokay Public Health Center in 2018. The research used a Quasi-experimental design. The sampling technique used purposive random sampling. The sample was obtained by 32 respondents divided into 2 groups, 16 respondents were given perineal massage and 16 respondents were not given perineal massage.The data were analyzed using Mann Whitney Test. The results showed that there were differences of perineal tear in experimental group and the control group with a p-value (0.005). There was a difference in the incidence of perineal tear between groups carried out perineal massage and those with no perineal massage. Perineal massage can reduce the risk of perineal tear. It is important to be informed and applied that massage is one of the non-pharmacological interventions to prevent perineal rupture


2021 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 38
Author(s):  
Rusfita Retna ◽  
Reni Sumanti

Lama persalinan yang melebihi batas normal dapat menyebabkan kesakitan pada ibu, persalinan macet dan komplikasi pada janin. Diperlukan startegi sebagai upaya meminimalisir komplikasi persalinan yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian ibu. Tujuan untuk mengetahui pengaruh audio Murottal Al-Qur’an Surat Ar-Rahmaan terhadap faktor yang mempengaruhi lama persalinan di Puskesmas Kabupaten Banjanegara. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan quasy eksperiment dan rancangan post test only control group design dan kualitatif melalui wawancara. Populasi adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Kabupaten Banjarnegara dengan teknik sampling adalah consecutive sampling. Jumlah sample 30 responden, 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Analisa data dengan independent T-Test. Penelitian kualitatif dilakukan wawancara kepada 2 ibu bersalin kelompok kontrol, 2 ibu bersalin kelompok intervensi dan 2 bidan puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value sebesar 0,779 yang diartikan tidak ada pengaruh pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara lama persalinan pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian melalui metode kualitatif disebutkan bahwa factor yang mempengaruhi lama persalinan adalah  kecemasan dan harapan dalam manajemen persalinan yang mempengaruhi lama persalinan. Kata Kunci: lama persalinan; murotal al-qur’an; kecemasan; harapan The Effect of Koran Recitation Audio Surah Ar-Rahman on Influencing Factors of The Labor Length                                                                                   ABSTRACT Length of labor that exceeds normal limits can cause pain in the mother, obstructed labor and complications in the fetus. A strategy is needed as an effort to minimize childbirth complications that can cause maternal morbidity and mortality. The purpose of this study was to determine the effect of the audio of the Koran recitation audio Surah Ar-Rahman on the factors that affect the length of labor at Banjanegara District Health Center. This research method used quantitative with quasi experiment and post test only control group design and qualitative through interviews. The population was all mothers who gave birth at the Banjarnegara District Health Center with consecutive sampling technique. The number of samples were 30 respondents, 15 intervention groups and 15 control groups. Data analysis with independent T-Test. Qualitative research conducted interviews with 2 mothers in the control group, 2 in the intervention group and 2 midwives at Banjarnegara District Health Center. The results showed a p value of 0.779 which means that there was no effect on the intervention group and the control group. Based on the data analysis, it can be seen that there is no significant effect between the length of labor in the intervention group and the control group. The results of the study through qualitative methods stated that the factors that affect the length of labor are anxiety and expectations in labor management which affect the length of labor. Keywords: duration of labor; murotal al-qur'an; worry; hope


2019 ◽  
Vol 2 (1) ◽  
pp. 14
Author(s):  
Kasron Kasron

Oedema kaki merupakan salah satu gejala pada pasien CHF. Oedema kaki dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, ketidaknyamanan, perubahan postur tubuh, menurunkan mobilitas dan meningkatkan resiko jatuh, gangguan sensasi di kaki dan menyebabkan perlukaan di kulit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat kaki terhadap penurunan oedema kaki pada pasien CHF. Metode penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pendekatan pre-post test without control group. Responden penelitian adalah pasien CHF yang mengalami oedema kaki, pemilihan responden menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Responden diukur lingkar oedema pada lingkar angkle, instep dan MP-Joint menggunakan metline pada sebelum intervensi, hari pertama, kedua dan ketiga. Analisis statistik menggunakan wilcoxon test. Sejumlah 13 responden memenuhi kriteria penelitian. Pada kaki kanan lingkar angkle pre: 27,7±1,8, post 1: 27,6±1,8, post 2 27,5±1,7, post 3: 27,2±1,7, lingkar instep pre: 27,6±1,7, post 1: 27,6±1,8, post 2: 27,2±1,7, post 3: 26,9±1,7, lingkar MP-joint pre: 27,0±1,6, post 1: 27,0±1,6, post 1: 27,0±1,6, post 2: 26,7±1,7, post 3: 26,3±1,7. Kaki kiri lingkar angkle pre: 27,6±1,8, post 1: 27,6±1,8, post 2: 27,3±1,8, post 3: 27,0±1,8, lingkar instep pre: 27,6±1,7, post 1: 27,5±1,7, post 2: 27,2±1,7, post 3: 26,8±1,7, lingkar MP-joint pre: 27,0±1,6, post 1: 26,9±1,8, post 2: 26,5±1,8, post 3: 26,2±1,8. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna lingkar oedema pada kaki kanan setelah hari kedua dan ketiga dengan p-value <0,001. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan lingkar oedema angkle, instep, dan MP-joint pada hari kedua dan ketiga setelah pemijatan kaki pada pasien CHF yang mengalami oedema kaki. Perlu penelitian lanjutan untuk penatalaksanaan oedema kaki pada pasien CHF yang mengalami oedema kaki.


2019 ◽  
Vol 8 (1) ◽  
pp. 23-33
Author(s):  
Yeni Ristya Wardani ◽  
Mundilarto Mundilarto ◽  
Jumadi Jumadi ◽  
Insih Wilujeng ◽  
Heru Kuswanto ◽  
...  

The main purpose of this study is to find out the influence of practicum-based outdoor inquiry model on science process skills. Quasi-experiment design was employed as the research method by Matching Only Post-test Control Group. The research sample was taken using a cluster sampling technique. The samples consisted of experimental class (XI MIA 1) in a total of 25 students treated with practicum-based outdoor inquiry model. The control class (XI MIA 3) consisted of 29 students treated with direct instruction model. In collecting the data, essay test was used in the form of worksheets containing the aspect of science process skills of formulating hypotheses, designing experiment, interpreting data into tables, and drawing a conclusion (inferring). The study results demonstrate that practicum-based outdoor inquiry model was effective in improving the science process skills. It was shown in p-value (significant) of 0.00. The implication of this study is the need to design a practicum-based outdoor inquiry model by noticing what skills are going to improve by means of more varied outdoor activities


2020 ◽  
Vol 5 (1) ◽  
pp. 79-89
Author(s):  
Fitriana Kartikasari ◽  
Achir Yani ◽  
Yustan Azidin

Latar belakang : Pengkajian merupakan dasar pemikiran dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan klien. Pengkajian yang lengkap dan sistematis sesuai dengan fakta dan kondisi yang ada pada klien sangat penting. Perawat harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk mengkaji kebutuhan klien. Pengkajian yang tidak akurat akan mengarah pada identifikasi kebutuhan klien tidak lengkap dan akurat akan mengarah kepada identifikasi diagnosa keperawatan yang tidak tepat mengakibatkan kesalahan tindakan dan mengancan keselamatan klien. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengkajian komprehensif terhadap pengetahuan dan ketrampilan perawat mengkaji kebutuhan klien. Metode : penelitian ini Quasi Experiment pre-test and post-test with control group design.Populasi penelitian adalah 55 perawat. Pengambilan sampel dengan convenience sampling dengan  sampel penelitian 20 perawat di 2 puskesmas (kelompok eksperimen) dan 20 perawat di 2 puskesmas (kelompok kontrol). Hasil : Pelatihan pengkajian kommprehensif mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan perawat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan pengetahuan perawat pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan p value 0,000 dan perbedaan keterampilan perwat pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan p value 0,001 artinya ada pengaruh pelatihan pengkajian komprehensif terhadap pengetahuan dan ketrampilan perawat mengkaji kebutuhan klien sehingga Dinas Kesehatan atau Puskesmas perlu untuk melakukan program pelatihan pengkajian komprehensif secara berkelanjutan.


2019 ◽  
Author(s):  
Yusama Hia

perawat dengan dokter merupakan salah satu elemen penting dari praktik kolaborasi dalam pelayanan kesehatan. Komunikasi yang terjalin baik antara dokter dan perawat diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan hal - hal penting, menjalin diskusi, memutuskan secara bersama-sama serta dapat meminimalkan hambatan-hambatan yang ada dalam pemberian perawatan kepada pasien. Model teknik komunikasi SBAR (Situation Background Assessment Recommendation) membantu perawat untuk mengorganisasi cara berfikir, mengorganisasi informasi, dapat memudahkan penyampaian pesan serta berdiskusi saat berkomunikasi dengan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penerapan komunikasi SBAR dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi lisan dengan dokter. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-post test with control group. Jumlah sampel sebanyak 18 peserta pada kelompok intervensi dan 18 peserta pada kelompok kontrol yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan pearwat dalam berkomunikasi dengan dokter ditunjukkan dengan p value 0,430 ,sedangkan pada kelompok intervensi ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan intervensi dengan nilai p value 0,000. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan komunikasi SBAR dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi dengan dokter


2021 ◽  
Vol 7 (1) ◽  
pp. 139-144
Author(s):  
Widiyanti Sarimunadi ◽  
Bunga Tiara Carolin ◽  
Rosmawaty Lubis

ABSTRACT: SEFT THERAPY (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) FOR ANXIETY IN DEALING WITH LABORBackground: If the concern and anxiety of pregnant women is not handled seriously, it will have an impact and influence on physical and psychological aspects, both on the mother and the fetus. Pregnant women who experience anxiety in the face of labor are afraid of being operated on, afraid of spending a lot of money, fear of not being able to care for their babies properly, fear of their baby dying, fear of pain during delivery. One of the techniques for dealing with anxiety is SEFT therapy.Objective: to determine the effect of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) on anxiety in dealing with labor process.Methodology: this research is a quasi-experimental design with pre and post-test with control group design. The sample in this study was 25 trimester III pregnant women. The sampling technique was using purposive sampling technique. The research instrument used the DASS 42 questionnaire. The results of the data normality test were normally distributed so that the data were analyzed using the paired t-test.Results: The results showed that the average score of maternal anxiety before therapy was 13.48 (moderate) while after therapy was 7.88 (normal). The bivariate test results obtained p value 0,000.Conclusions: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) can overcome the anxiety of pregnant women in facing labor.Suggestions: It is hoped that this therapy can be applied in the practice of midwifery to care for pregnant women, especially pregnant women who experience trauma or have anxiety in their pregnancy. Keywords: anxiety, pregnant women, spiritual emotional freedom technique. ABSTRAK Latar Belakang: Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan serius akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan disebabkan karena ibu takut dioperasi, takut akan mengeluarkan biaya yang banyak, takut tidak bisa merawat bayinya dengan baik, takut bayinya meninggal, takut kesakitan saat persalinan. Salah satu teknik untuk menghadapi kecemasan adalah denga terapi SEFT.Tujuan: Mengetahui pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap kecemasan dalam menghadapi persalinan.Metodologi penelitian: Penelitian ini merupakan quasi-experimental dengan rancangan pre and post test with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 ibu hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42. Hasil uji normalitas data berdistribusi normal sehingga dianalisis data menggunakan uji paired t-test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa skor rata-rata kecemasan ibu sebelum terapi 13,48 (Sedang) sedangkan sesudah terapi menjadi 7,88 (normal). Hasil uji bivariate didapatkan p value 0,000.Kesimpulan: Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) mampu mengatasi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan.Saran: Diharapkan terapi ini dapat diaplikasikan dalam praktik kebidanan perawatan ibu hamil khususnya ibu hamil yang mengalami trauma atau mempunyai kecemasan dalam kehamilannya. Kata kunci: Kecemasan, ibu hamil, Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique


2018 ◽  
Vol 1 (1) ◽  
pp. 61-70
Author(s):  
Ni Made Suarti

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit multisistem kronis yang berhubungan dengan produksi normal insulin, insulin terganggu, atau keduanya. Penyakit ini  membutuhkan perawatan berkelanjutan sehingga membutuhkan pengelolaan diri klien dan dukungan untuk mencegah komplikasi jangka panjang, salah satunya adalah dengan senam diabetes. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan post test only non equivalent control group. Sampel penelitian adalah 38 orang untuk masing-masing kelompok kontrol dan kelompok intervensi, diambil dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan penurunan kadar gula darah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol 3 minggu setelah penelitian (p value 0.000 <0.05 dan minggu ke 6 setelah penelitian (p value 0.000 <0.5) dibandingkan kadar gula darah awal. Senam diabetes  yang teratur penting dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah selain tetap mengkonsumsi obat hypoglikemik oral dan makan sesuai dengan yang telah diprogramkan.


2020 ◽  
Vol 10 (2) ◽  
pp. 929-939
Author(s):  
Vitria Komala Sari ◽  
Widya Ningsih ◽  
Riska Nelda Putri

: Pembengkakan payudara sering kali diasosiasikan dengan terlambatnya atau kurang seringnya menyusui, atau pengosongan payudara yang tidak efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas kompres daun kubis dan breast care dalam mengurangi pembengkakan payudara pada ibu nifas. Salah satu penanganan secara non farmakologis dapat dilakukan dengan perawatan payudara tradisional (kompres panas dikombinasi dengan pijatan) dan daun kubis. Desain penelitian Quasi experiment dengan Pre-test post-test nonequivalent control group design. Sampel berjumlah 20 orang yang dipilih secara Purposive Sampling, terbagi 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh pada bulan Maret – April 2019. Berdasarkan analisa Univariat diperoleh hasil pengurangan pembengkakan payudara pada kelompok yang diberikan kompres daun kubis dan breast care yaitu sebelum (mean 5,5 dan SD 0,527) dan sesudah (mean 1,4 dan SD 0,516). Sedangkan pada kelompok yang diberikan breast care saja yaitu sebelum (mean 5,6 dan SD 0,516) dan sesudah (mean 2,8 dan SD 0,632). Hasil analisis Bivariat terdapat perbedaan rata-rata pengurangan pembengkakan payudara setelah diberikan kompres daun kubis dan breast care dengan mean 6,10 dan p-value = 0,0005.   Kata Kunci    : Pembengkakan Payudara, Daun Kubis, Breast care  


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document