scholarly journals Scaling Up Infrastructure Spending in the Philippines: A CGE Top- Down Bottom-Up Microsimulation Approach

2009 ◽  
Vol 3 (1) ◽  
pp. 43-59 ◽  
Author(s):  
Luc Savard
2017 ◽  
Vol 18 (1) ◽  
pp. 216-234 ◽  
Author(s):  
TAKASHI INOGUCHI

AbstractIn profiling Asian societies, such classical authors as Hegel, Marx, and Wittfogel have had considerable influence on the subject. They adopted power-centered approaches in characterizing Asian societies. This manuscript adopts the evidence-based approach with a bottom-up angle in constructing a people-centered typology of Asian societies. People's daily life satisfaction in 29 Asian societies is factor-analyzed with varimax rotation, society by society. Using the first two dimensions of factor analysis for each society, five types of Asian society are constructed: Ab, Ac, Ba, Bc, and Ca, where A means materialism in the primary, b means postmaterialism in the secondary, B means postmaterialism in the primary, a means materialism in the secondary, c means public sector dominance in the secondary, and C means public sector dominance in the primary. Ab societies include: Afghanistan, Indonesia, Japan, Tajikistan, and Uzbekistan. Ac societies include: China, South Korea, Taiwan, Cambodia, Laos, Myanmar, Bangladesh, India, Nepal, and Mongolia. Ba societies include: Hong Kong, Malaysia, Thailand, Vietnam, and Kyrgyzstan. Bc includes Brunei, the Philippines, Bhutan, Pakistan, Sri Lanka, and Kazakhstan. Ca societies include: Singapore and the Maldives. Responses to questions about lifestyle priorities are also provided to corroborate and reinforce the above typology. Applicability of this method is open to non-Asian as well as Asian societies.


PsycCRITIQUES ◽  
2005 ◽  
Vol 50 (19) ◽  
Author(s):  
Michael Cole
Keyword(s):  
Top Down ◽  

Author(s):  
Sadari Sadari ◽  
Nurhidayat Nurhidayat ◽  
Rafiqah Rafiqah
Keyword(s):  
Top Down ◽  

Humanisme religius telah mengantarkan pada era kesadaran bahwa peradaban manusia harus memiliki dua arus yang saling menunjang. Selama ini arus balik dalam bidang ekonomi hanya menonjolkan arus balik vertikal atas kebawah (model top down) yang didominasi oleh sistem ekonomi kapitalis dan sosialis, sedangkan di sisi lain mengesampingkan arus balik vertikal dari bawah ke atas (model bottom up) yang didominasi oleh sistem ekonomi syariah, sehingga dampaknya adalah adanya kesenjangan ekonomi yang sangat tajam. Paper ini mewujudkan peran penting, yakni menghubungkan dua arus tersebut secara timbal-balik, yakni mempertemukan arus pertama dengan arus balik kedua, sehingga akan menghasilkan dampak yang positif, progresif, kreatif dan produktif, kemudian pada akhirnya akan dapat meng-optomal-kan ekonomi syariah untuk menciptakan goodgovernance, post goodgovernance secara berkelanjutan, tentunya dengan bantuan peran media kontemporer yang kian update. Ekonomi syariah juga merupakan pilar dan nilai dasar, dari sikap keyakinan dan sikap rasionalitas untuk sanggup menciptakan terwujudnya pemberdayaan dan kesejahteraan sekaligus pengentasan kemiskinan dalam masyarakat di Indonesia.


Sign in / Sign up

Export Citation Format

Share Document